31 Oktober 2014

Novel "Twivortiare"

www.kata-artha.com ---

Judul: Twivortiare
Penulis: Ika Natassa
Tebal: 360 halaman, 20 cm
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

i got it freeeee...

Pertama kali melihat covernya, saya terpikat. That blue bird is my favorit! :D Actually, nama 'Ika Natassa' yang attractive. Dia banker namun berhobi menulis dan fotografi. Saat mengecek akun twitternya, ayay ... kadangkala saya merasa bahwa @ikanatassa adalah penjelmaan @alexandrarheaw dalam versi real. Walah, kok jadinya pakai bahasa setengah-setengah begini? Tak apa, dalam buku terbitan perdana Juli 2012 ini juga dipakai bahasa demikian. Sweet, alamiah.

Alexandra, seorang banker berusia 31 tahun, menceritakan secara gamblang bagaimana kehidupannya melalui tweets. Bukan hanya tentang pekerjaannya, bahkan bagaimana gaya bercintanya dengan si suami kedua yang juga suami pertamanya, Beno, benar-benar membuat penasaran para followers. Termasuk saya, yang sebenarnya agak bingung saat pertama kali membacanya sebab akun twitter saya asal aktif saja. Bingung pakainya :D Tapi, setelah tiga lembar terlampui, jadi 'ngeh' dan terhanyut, sampai-sampai kecanduan kisah si Heart Surgeon yang hobi meluk paha Alex ibarat guling.

Mungkin benar kata @winasoedarjo, satu-satunya sohib real Alex yang seringkali menimpali kicauan Alex, bahwa orang Indonesia itu doyan banget pengen tahu urusan orang lain. Itulah mengapa Twivortiare yang merupakan kelanjutan dari Divortiare, dibuat. Karena ... Ika Natassa tahu pembacanya nagih nasib si Alex yang masih sering menggalau dengan perasaannya pada Beno. Dan bagi yang belum membaca Divortiare, jangan khawatir. Ika Natassa seakan peramal yang tahu mana point yang wajib diceritakan kembali, terutama tentang bagaimana pernikahan Alex dan Beno sebelumnya.

Twivortiare mungkin patut disebut awesome twitterature. Tweets Alex seakan hidup. Walaupun tidak diceritakan bagaimana sosok Alex, Beno, Wina, si Mbok, dan para tokoh lainnya yang kebanyakan merupakan pemuja si banker, namun hanya dengan membaca tweets Alex... pembaca seakan bisa menerka sendiri bagaimna penokohannya. Selain itu, tweets yang kadangkala bikin pembaca tertawa dan nyesek dalam satu waktu, membuat pemikiran kita tentang bagaimana 'membahagiakan diri sendiri dan pasangan' bertambah. 

Yah, sama dengan pertanyaan dalam novel ini, 'dapatkah kita mencintai dan membenci seseorang sedemikian rupa pada saat bersamaan?'. Apa yang Alex rasakan mungkin sama dengan apa yang pembaca rasakan, bahwa di saat sangat mencintai pasangan, kadangkala rasa benci pun muncul. Benci, sebab dia masih melakukan yang tidak kita suka, atau benci pada diri sendiri yang belum bisa maksimal membahagiakannya.


Eniwei, recommended!


0 kata para sahabat:

Posting Komentar

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*