Saturday, November 1, 2014

Novel "Sebut Saja Mbee!"

Judul: Sebut Saja Mbee!
Penulis: @shaunmbeesheep
Tebal: iv + 196 halaman
Cetakan: 1, 2014
Penerbit: Asoka Aksara

Nama gueh (sengaja pake “H” biar gawholl), Mbee. Jangan panggil gue cabe, terong, apalagi terong dicabein. Muke lo aja sini gue ulek! *emosi*. Gue bakalan ngasih lo tentang pengalaman “domba” waktu sekolah. Gue akan kasih penerawangan ke elo semua tentang hal-hal yang gue temuin di sekitar gue mulai dari kancut basah pas jam olahraga, kejombloan angan-angan macari ... (KEPO, gue santet), guru ngeselin, suka duka gue waktu sekolah, sampe masalah pem-bullly-an Dora. Gue kasih contekannya, biar elo nggak ikut ujian remedial. Nih, gentong naga!!!!


Dora yang teraniaya
Beberapa tahun lalu, booming banget kartun Shaun the Sheep. Dora, apalagi. Awalnya saya menduga bahwa @shaunmbeesheep fans berat kedua kartun terseebut. Ternyata saya salah! Sebab dia malah mem-bully boneka Dora dan membuatnya sebagai gantungan dan pocong pintu kelas. Hiyaaa... Sadis!

Di awal cerita, Mbee menjelaskan tentang asal muasal nama kecenya tersebut. Nama aslinya sih dirahasiakan, tapi mari kita sebut aja Mawar #eh Mbee. Dia curhat kalau waktu SD, menjadi kaum terasingkan. Kaum yang kurang mendapat hak istimewa untuk membuat masa SD jadi tak terlupa. Eh nyatanya dia salah, justru masa SD dan masa selanjutnya membuatnya sebeken sekarang. Terutama ya ... masalah kancut basah yang bikin seluruh dunia tahu kalau dulu dia pernah pinjam kancut Riza (dan hingga sekarang belum dikembalikan).

...  Selain itu, gue juga nggak termasuk golongan anak-anak populer waktu SD. Itu semakin membuat gue terasingkan dari tempat ini. Anak-anak yang populer, mainnya sama yang populer. Huft. Dari kecil aja sudah ngebeda-bedain orang. ... (halaman 2)

Selain pesan moral, kita bisa mempelajari aneka karakter orang dari novel ini. Ada beberapa teman anti-mainstream Mbee yang bikin geleng-geleng kepala. Asolichat, salah satunya. Dia anaknya melow abis. Tekad move on-nya pun sangat mendarah daging.

Buktinya, saat Mbee minta tolong diambilkan pulpennya yang terjatuh tepat di belakang Asolichat, si cewek tersebut menolak dan berucap, “Maaf, gue nggak suka ngeliat ke belakang. Gue bukan tipe orang yang selalu ngungkit-ngungkit masa lalu. Gue harus move on. Pelajaran hidup gue masih panjang.”

saya punya #SebutSajaMbee
Ah, punya satu teman ‘tak biasa’ saja sudah bikin sakit kepala. Padahal Mbee maih harus berurusan dengan si-Bingung dan si-Lemot dalam mengemban amanat Kepala Sekolah. Bagaimana cara Mbee bertahan hidup? Pun bagaimana cara kita bertahan hidup setelah membaca novel komedi ini? Jangan lupa ikuti juga tes kerjaan apa yang cocok buat kita, ya. Hanya ada di dalam Sebut Saja Mbee. Jangan ketinggalan! Buruan beli sebelum kehabisan! #malahpromo

Kisah Mbee ini kisah nyata, dengan setting sekolah dan rumah. Hei, dia jomblo loh! Bagi kamu yang pengen PDKT dengan Mbee, sangat disarankan untuk mengulik segala informasi di dalam novel ini. Pelajarin sikap Mbee yang alim dan hobi mengaji. Tapi jangan ikuti keusilannya, ya.

Yang bikin baca Sebut Saja Mbee ini makin asyik ialah dengan disajikannya ilustrasi cerita yang menarik. Gak hanya satu, tapi ada beberapa dan tampak semacam komik mini. Sosok Mbee digambarkan dengan selalu memakai hoody, jaket berkupluk kambing. Warnanya putih unyu, ada tanduknya, ada telinganya... Sukaaa! Boleh tahu gak macam gituan bisa dipesan di mana? Mau dong!

Kenapa saat pelajaran sejarah,
kita malah diajarin untuk
mengungkit-ungkit masa lalu terus ya?
-- Mbee





0 komentar:

Post a Comment