18 Desember 2014

Buku Panduan Amal Shalih diMusim Hujan



Judul: Panduan Amal Shalih di Musim Hujan 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Penerbit: Pustaka Muslim
Terbitan: 1, Oktober 2013
Tebal: ix + 95 halaman
ISBN: 978-602-95097-4-8

"Pada suatu hari, Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengadakan acara penyerahan bibit pohon trembesi di halaman tengah Istana Negara. Namun acara belum dimulai, hujan deras telah menghampiri. Tak ayal lagi, acara dipindahkan ke dalam Istana Negara. Seratusan kursi dan alat pengeras suara serta podium pun basah kehujanan. Sambil berdiri menanti kehadiran Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang hendak bertemu dengannya di Istana, Bapak Presiden berkata, "Sekarang ini, pagi hujan sore hujan. Sore hujan pagi hujan."

Salah seorang kuli tinta tidak menyia-nyiakan ucapan Presiden ini, ia berusaha menggali lebih jauh kandungan dan maksud ucapan beliau, "Artinya apa Pak?"

"itulah kehendak Allah, seribu pawang pun tidak akan bisa menghentikan hujan; karena ini sudah kehendak Allah."


Buku ini sangat pas dibaca di waktu sekarang ini. Walau hujan tidak turun setiap harinya, namun rintikan air langit kadang membasahi. Dalam QS. Fushshilat ayat 39 disebutkan, "Dan di antara tanda-tandaNya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air (hujan) di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhkanya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Itulah hujan, Allah turunkan untuk menghidupkan tanah yang mati. Saat hujan turun, datanglah keberkahan. Tetapi bagi manusia yang lupa, malah mencela datangnya hujan, "Yah ... kok hujan sih? Kan aku mau keluar." Padahal ada banyak hikmah dan manfaat untuk manusia.

Seperti yang tertulis dalam buku ini, hikmah diturunkannya hujan di antaranya:
1. Wujud nyata dari rahmat Allah untuk seluruh makhluk
2. Rizki bagi seluruh makhluk
3. Pertolongan untuk para wali Allah
4. Sebagai alat untuk bersuci hamba-hamba Allah
5. Permisalan akan kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali makhluk, kelak pada hari kiamat
6. Adzab atas para pelaku maksiat.

Turunnya hujan telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh, kitab berisi catatan setiap takdir makhluk. Hanya Allah yang tahu kapan turunnya hujan.

Nah amalan apa saja yang bisa kita lakukan? Yang pertama ialah takut datangnya adzab ketika melihat mendung. Bisa jadi mendung ialah tanda akan datangnya hujan, tetapi kadang hanya pertanda akan suatu peristiwa yang terjadi. Rasulullah begitu khawatir ketika mendung datang, jangan-jangan pertanda akan datangnya adzab sehingga beliau meninggakan aktivitasnya (meskipun dalam sholat). Ketika awan pembawa mendung tadi hilang, beliau memuji Allah. Tetapi ketika turun hujan, beliau mengucapkan, "Ya Allah jadikanlah hujan ini sebgai hujan yang bermanfaat."

Ketika turun hujan, berdoalah sebagai rasa syukur kepada Allah agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah. Ini adalah kesempatan terbaik untuk memanjatkan doa. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan bahwa Rassulullah pernah bersabda, "Carilah doa mustajab pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilakukan dan saat hujan turun." Pun Rasulullah pernah bersabda, "Doa yang tidak akan ditolak ialah doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan."

Berdoalah juga ketika terjadi angin kencang dan mendengar suara petir. Suara petir adalah malaikat yang membawa api. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan, sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya. Inilah ancaman yang snagat keras untuk penduduk bumi. Di dalam buku ini diberikan panduan berdoa bagaimana saat ada angin kenncang dan petir yang membuat hati ini gentar.

Saya benar-benar tersentil saat membaca buku ini. Saya benar-benar merasa diingatkan oleh Allah. Diceritakan pula bahwa Rasulullah menasehati kita agar jangan selalu menjadikan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa, sebagaimana kambing hitam, jika kita mendapat sesuatu yang tidak kita sukai. Beliau melarang kita mencela waktu dan angin karena kedua makhluk tersebut tidak dapat berbuat apa-apa. Pun mencela hujan, sama saja dengan mencela Sang Pencipta.

Selain berisi amalan penting ketika turun hujan, buku kecil ini ternyata berisi banyak hal. Bagaimana metode mendatangkan hujan, keringanan di musim hujan hingga menjama' sholat dikupas tuntas. Terima kasih saya ucapkan pada Mbak Tari di Madiun yang telah memberikan buku ini kepada saya. Bukan hanya saya, bahkan keluarga saya pun mendapat banyak sekali manfaat dari buku ini. Sangat bermanfaat. Semoga kebaikanmu dibalas Allah dengan pahala dan rezeki berlipat-lipat. Aamiin. Sekali lagi, terima kasih.


0 kata para sahabat:

Posting Komentar

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*