Wednesday, December 17, 2014

Novel Hasrat Terdalam

Judul: Hasrat Terdalam, maaf ... aku mencintainya
Penulis: Vindy Putri
Penerbit: Gaca
Terbitan: 1, 2013
Tebal: 264 halaman
ISBN: 978-602-255-166-9

Izinkan aku mencintaimu dengan kesederhanaanku ...
Izinkan aku menyayangimu dengan keterbatasanku ...
Izinkan aku memilikimu dengan segala yang kau punya ...
Izinkan aku menjaga hatimu dalam kotak kecil di hatiku ...
Karena aku menyayangimu ...
Karena aku mencintaimu ..
Karena aku tak ingin melepaskanmu...
Tetaplah jadi sandaran hatiku ...
Selama kau mampu ...


Tertarik dengan judul Hasrat Terdalam dan tagline Maaf ..., Aku Mencintainya. Seperti berkisah tentang perselingkuhan, minimal selingkuh hati karena menyukai seseorang yang lain.

Sebelumnya saya pernah baca karya Vindy, ia paling bisa kalau temanya humor. Dan benar ... novel ini juga dibumbuhi dengan beberapa celetukan yang membuat pembacanya tertawa. Eits tapi jangan salah, Vindy bisa romantis juga. Selain pada sinopsis, pembukanya juga diberikan puisi yang membuat pembaca merenung:

“ ... Sekeping hati tak kunjung bersatu ...
Hanya ikatan batin dan keikhlasan ...
Ialah sesungguhnya cinta.”

Karina, salah seorang pekerja di restoran Caliandra, ingin merasakan seperti apa itu cinta. Pada suatu waktu, ia bertemu dengan seseorang yang sangat memikat, lalu ia katakan kalau ia jatuh cinta. Marsya, sahabat yang juga pekerja di restoran, mengingatkan kalau mungkin apa yang dirasakan Karina hanyalah rasa suka, bukan cinta.

Jangan sekali-kali kamu paksa yang namanya cinta. Cinta itu bumerang!,” kata Marsya sambil menggenggam pundak Karina. “Yah, kalau kamu berani mencoba mencintai maka harus mau menanggung sakit.”

Marsya tahu kalau ada yang memendam rasa cinta pada sahabatnya itu. Orangnya dekat, sama-sama pekerja di restoran Caliandra, Bayu. Ia kasir dan sering memandangi Karina yang melayani pemesanan para pelanggan di hadapannya. Tetapi Bayu masih tak mau mengungkapkan rasa, menunggu dan menunggu hingga Karina yang dalam masa pencarian cinta kemudian memiliki rasa yang menggebu pada asisten dosennya, Angga.

Penjabaran penemuan cinta tidak hanya ada dalam hidup Karina, tetapi juga melanda Marsya. Orang tuanya yang sering bertengkar membuatnya mengajak sang adik untuk ikut ke tempat kerjanya. Hingga suatu hari adiknya bertemu dengan seorang lelaki dan mengenalkan pada Marsya di Caliandra. Dari situlah, hubungan Marsya dan Marangga, nama lelaki itu, semakin dekat.

Karina yang merasa kisah cinta Marsya lebih baik perkembangannya daripada kisah cintanya sendiri, merasa perlu mengambil sebuah keputusan. Ia mau diajak Angga jalan-jalan, padahal ia tahu kalau Angga ada hubungan dengan Mila, teman sebangkunya. Karina tahu kalau Mila pernah dipanggil ‘sayang’ oleh Angga dan menduga kalau Mila ialah kekasih Angga. Tetapi dasar nekad, Karina tetap mau diajak pergi oleh Angga untuk membuktikan perasaannya sendiri pada lelaki tersebut, apa benar itu cinta.

Baca karya Vindy yang satu lagi di sini

Selain itu, ada sebuah misteri yang berhasil dikuak oleh Bayu. Mengenai siapa pelanggan yang selalu duduk di meja nomor 7 dan memesan udang goreng dan jus apel. Apakah benar dia Angga? Ataukah orang lain yang mengagumi salah satu pekerja di restoran Caliandra?

Lalu bagaimana dengan Karina sendiri? Akankah ia benar-benar merasakan cinta pada Angga? Ataukah pada orang lain yang memberinya banyak perhatian spesial?


Agak terganggu dengan kualitas kertas yang menguning. Kemudian desain sampul juga kurang nyambung dengan isi buku. Kalau saja berlatar restoran, akan lebih manis. Syukurlah isi novel tidak mengecewakan, malah bikin kecanduan untuk menebak siapa kira-kira pria bertopi di meja nomor 7 tersebut. Juga tertawan akan keromantisan yang dilakukan oleh Bayu, oww ... siapa duga ia bisa jadi lelaki yang berbeda saat tak lagi menghitung bon-bon pembelian?

"Arti dari tujuh bunga adalah ... arti cinta sejati."






0 komentar:

Post a Comment