02 November 2017

Alasan Kapal Api Jelas Lebih Enak



Suasana 2 minggu lalu di rumah ini masih terasa. Begitu hangat, riuh oleh gelak tawa sambil berbagi kisah antara dua keluarga. Ada Mama, Abi dan Shasa –si keponakan saya tersayang--, yang datang ke rumah ini. Beserta Mamih (mamanya suami) dan Ayah. Kelimanya berangkat dari Pasuruan kompak menengok anak, menantu dan calon cucunya yang ada dalam kandungan saya ini.


Untuk menyambut kedatangan para orangtua, saya selalu siapkan beberapa cangkir kopi Kapal Api beserta suguhan gorengan yummy. Perjalanan dari luar kota tentu sangat melelahkan, namun semuanya menguap ketika menyeruput kopi nikmat. Itu kata Ayah, Abi dan Mama. Ketiganya pecandu kopi, dan sangat pemilih. Hanya Kapal Api yang dimau nan jadi nomor satu.

Pernah saya suguhkan kopi hitam merek lain karena kebetulan kehabisan stok Kapal Api. Mama langsung berujar, “Kurang enak!” sehingga saya lekas ke warung demi beli Kapal Api Special. Sesendoknya saya campur setengah sendok gula dan diseduh air mendidih yang telah didiamkan beberapa saat, takaran kesukaan Mama. #KapalApiPunyaCerita. Pun saat Mama pusing karena kelelahan, beliau hanya minta Kapal Api sebagai obatnya. Kata wanita yang melahirkan saya ini, rasa Kapal Api sangat pas hingga kepala terasa enteng, mata langsung terbuka dan badan jadi segar usai meneguknya. Awalnya saya kira Mama kecanduan kafein dalam kopi, tetapi ternyata memang sudah sugestinya bahwa sehari tanpa meneguk Kapal Api, ada yang kurang lengkap di hidupnya.


Kalau Ayah dan Abi beda lagi. Ayah mertua dan ayah kandung saya ini menyukai Kapal Api Special Mix. Perbandingan kopi dan gulanya pas, sehingga rasa Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak. Dibanding varian lainnya seperti Kapal Api Kopi Susu, Mocha, Rasa Mantap dan Susu Ginseng, kedua lelaki ini tetap lebih memilih special mix. Pilihan ini membantu saya menyiapkan suguhan kopi dengan cepat, karena praktis tinggal tuang dalam gelas dan ditambah air panas. Ringkas juga karena tidak perlu mengambil stok gula dalam wadah.


Dikarenakan aroma Kapal Api begitu harum dan menggoda, saya pun turut membuat secangkir kopi untuk saya sendiri. Walau sedang hamil 8 bulan, saya rasa bukan pantangan besar. Kafein yang terkandung di dalamnya juga tidak mengganggu perkembangan janin saya sebab saya konsumsi dalam dosis yang sedikit, hanya secangkir dan tidak tiap hari. Bercengkrama dengan keluarga merupakan momen yang pas untuk turut menyeruput si minuman hitam ini, sensasi kehangatan keluarga menjadi bertambah karena kehangatan sang kopi.

Di segelas kopi Kapal Api terbuat dari biji kopi arabika dan robusta pilihan sehingga memberikan kualitas rasa yang tinggi. Inilah alasan mengapa banyak orang menyukainya. Apalagi bila disajikan oleh yang tersayang, rasanya jadi jelas lebih enak. Ada sentuhan cinta yang menambah nikmatnya pahit manis si kopi. Sesuai filosofi yang terkandung di dalamnya bahwa hidup tak selalu pahit tapi juga manis, inilah yang membuat hidup jadi jauh lebih hidup. Bersama orang yang tersayang, hidup jadi lebih berarti. Sama seperti ketika menyeduh kopi, bila ditemani orangtua, anak dan keluarga terdekat rasanya jelas lebih enak. Bisa bersama merasakan hangatnya kopi yang mengucur masuk dalam tenggorokan, sensasi melek yang menimbulkan semangat dan ditambah aroma harum nikmat menguar di udara yang menimbulkan rasa bahagia.


Jelas lebih enak karena kopi Kapal Api juga dibuat oleh yang berpengalaman. Sudah ada sejak tahun 1972, dirintis oleh Go Soe Loet yang mendirikan warung kopi dan dijual pada para pelaut penggemar kopi yang bersandar di Tanjung Perak Surabaya. Dari pengalaman bertahun-tahun ini tentu teknik pembuatan kopinya tidak sembarangan. Mulai dari proses pemilihan biji kopi yang sempurna, penjemuran, penggorengan hingga dikemas dalam bentuk bubuk. Ada semangat dalam pembuatannya, timbul semangat pula dalam mengkonsumsinya.

Jadi… sudah tahu mengapa kopi Kapal Api jelas lebih enak? Ada cinta dan kehangatan di dalamnya. Ada bahagia dan kasih sayang saat menyeruputnya. Ada semangat dan kenangan usai menikmatinya. Ada aroma harum dan rasa nikmat pas dilidah yang dapat diingat. Semuanya lengkap dalam secangkir kopi Kapal Api.

Ah, jadi ngidam Kapal Api. Bikin dulu, ya …



*1 November 2017
Pukul 10.15 WIB


10 komentar:

  1. wah, ngidam juga akhirnya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Iya nih Sha. Ngidamnya kopi

      Hapus
  2. kopi kapal api. kopi yang legend. iklannya bagus bagus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi membekas di memori kita ya...

      Hapus
  3. Hai mbak...kopi fave saya juga sama dg ayahnya special mix..rasanya pas campuran gula dan kopinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak repot nyiapinnya. Tinggal kasih air panas... Jadi deh

      Hapus
  4. Kopi kapal api memang kopi andalan ya, rasanya pas enaknya harganya pun cukup ramah di kantong. Beda sama harga kopi di outlet kedai kopi kekinian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal dibanding outlet kopi kekinian, kapal api jelas lebih enak

      Hapus
  5. saya juga lebih suka kapal api. kopi hitamnya ada bermacam2 rasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Macam2 rasa biar gak bosan dan setiap saat bisa menikmatinya 😊

      Hapus

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*