17 November 2017

Dewa Penolong Bernama Mesin Cuci



Dulu sebelum menikah, saya sudah mengatur prioritas perabot rumah tangga apa yang akan dibeli terlebih dahulu setelah punya suami. Yang pertama tentu mesin cuci. Di zaman serba instan ini, saya tak sanggup bila harus mencuci baju secara manual memakai tangan. Membayangkannya saja tidak mau. Mengucek, membilas, mengeringkan... memakai kekuatan kedua tangan tentu sangat menguras tenaga. Belum lagi resiko tangan menjadi kasar bak tukang bangunan.


Model mesin cuci apa yang saya inginkan sudah tertancap dalam benak. Pun merundingkannya dengan lelaki tersayang yang saat itu masih berstatus ‘calon suami’. Mesin cuci front load yang punya bukaan depan menjadi pilihan kami. Harganya memang lumayan mahal, tapi kami sudah menyiapkan tabungan untuk membelinya.

Setelah resmi menikah, kami berdua pindah ke rumah kami sendiri di luar kota. Terpisah dengan orang tua. Kepindahan kami diantar kedua orang tua saya. Kejutannya … Mama sudah membelikan mesin cuci dan diantar langsung ke rumah baru saya dan suami. Hah? Kami terkejut. Walau bukan mesin cuci yang kami impikan sebab berupa mesin cuci top load 2 tabung, tapi sangat bersyukur dan mengucap banyak terima kasih pada Mama.


Mama sungguh pengertian. Tahu saja apa yang anak perempuannya ini inginkan. Mungkin dulu semasa masih lajang, secara tak sadar saya pernah berceloteh membayangkan menjadi si bawang merah, tokoh dalam dongeng. Bawang merah selalu mencuci baju di sungai, hingga suatu hari ada bajunya yang hanyut terbawa arus sungai. Bila bawang merah akhirnya bertemu ikan emas ajaib, hal yang berbeda tentu akan saya alami di era moderen ini. Kalau saya yang mencuci baju di sungai, sudah tentu bukannya makin bersih malah sangat kotor bercampur limbah sungai. Mama yang saat itu tertawa terbahak-bahak, ternyata diam-diam menyimpan memori ini dan kemudian membelikan mesin cuci sebagai hadiah pernikahan putrinya ini.

Setahu saya, mesin cuci ada 2 jenisnya. Yakni:

1. mesin cuci front load 
Peralatan rumah tangga yang memudahkan proses mencuci ini memiliki pintu yang berfungsi sebagai bukaan di bagian depan. Karena itu untuk memasukkan dan mengambil pakaian harus dengan membungkuk atau berjongkok. Harganya lebih mahal dan banyak digunakan pada usaha laundry sebab lebih efektif untuk mencuci dan membersihkan pakaian serta barang lainnya seperti boneka, sprei, bed cover dan lain sebagainya.

2. mesin cuci top load 
Peralatan rumah tangga yang memudahkan proses mencuci dan memiliki pintu yang berfungsi sebagai bukaan di bagian atas. Memasukkan pakaian yang akan dicuci tinggal cemplung-cemplung saja karena mudah, bisa dilakukan dengan posisi berdiri tegak. Tipe mesin cuci ini banyak digunakan pada rumah tangga. Siapa saja bisa mengoperasikannya, walau para suami cenderung lebih malas saat dimintai tolong untuk mencuci baju.

Jenis mesin cucitop load  ini dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
- dengan 1 tabung
Mesin cuci tipe ini mampu menjalankan siklus pengisian air, pencucian, dan pengeringan secara otomatis. Ada alarm sebagai pemberitahuan bahwa semua proses mencuci telah selesai dan tinggal menjemur hasil cucinya. Canggih. Proses mencuci jadi bisa ditinggal untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

- dengan 2 tabung
Ukurannya biasanya lebih memanjang karena terdiri dari 2 tabung yang memisahkan proses mencuci dan membilas dengan mengeringkan pakaian. Sering disebut mesin cuci manual karena masih harus repot memindahkan pakaian yang telah dicuci ke tabung satunya lagi untuk mengeringkan pakaian. Meski demikian, harganya yang jauh lebih murah dibanding dengan mesin cuci top load 1 tabung membuatnya masih menjadi primadona peralatan rumah tangga.

Siklus pencucian tipe mesin cuci ini tidak bisa otomatis. Bila air pada tabung penuh di proses mencuci dan menggiling pakaian menggunakan detergen, kita harus mematikan pasokan airnya. Kemudian harus memutar tombolnya untuk membuang air bilasan. Juga masih harus menutupnya kembali. Intinya mencuci menggunakan mesin cuci top load 2 tabung harus ditunggui. Kalau mau ditinggal melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, harus rela bolak-balik untuk mengoperasikan mesin cuci ini.

Meski merepotkan, bagi saya mesin cuci pemberian Mama ini ialah dewa penolong. Tanpanya saya tentu merasa mencuci baju adalah pekerjaan terberat di dunia. Saya akan malas melakukannya dan pakaian kotor kemudian menumpuk menjadi bukit kecil di dalam rumah. Apalagi di masa kehamilan seperti sekarang, mesin cuci memudahkan membersihkan keringat yang menumpuk di pakaian saya. Juga membantu mempercepat proses pengeringan pakaian favorit saya.

Kalau kalian, jenis mesin cuci apa yang kalian miliki di rumah?



4 komentar:

  1. Realita itu menyakitkan ya mba, hehe. kalo saya mah, nyuci masih pake jasa laundry, anak kost soalnyaa,

    BalasHapus
  2. di rumahku top load 2 tabung,
    iya sih harus bolak balik ganti air, memutar tombol, tapi lumayan terbantu sangat dengan adanya mesin cuci ini.
    daripada harus mencuci manual yang sangat melelahkan. hehe

    BalasHapus
  3. Awal nikah masih cuci tangan. Sampe anak umur setahun baru beli top load 2 tabung. 4 tahun lalu baru pake top load 1 tabung. Enaknya kalau ada mesin cuci tuh, pas sakit atau capek gak terlalu berat

    BalasHapus
  4. Ibuku pakai mesin cuci top load 2 tabung, nggak tahu kenapa alasan ibu suka dengan mesin cuci ini. Hhh

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*