22 November 2017

Hidayah Berhijab Datang dari Blog



Pertama kali mengenal dunia maya semasa di bangku sekolah, namun baru sering mengaksesnya ketika kuliah. Maklum, saat itu banyak tugas yang referensinya lebih mudah ditemukan lewat internet. Klik ini itu, beragam sumber didapat. Sumber referensi terbanyak tentu dari blog-blog yang memuat artikel tentang bahasan tugas kuliah yang dicari.


Saat itu masih belum "ngeh" apa itu blog. Saya kira hanya orang-orang pintar yang bisa membuat dan mengisinya, terutama mereka yang bekerja di bidang Teknologi dan Informatika (TI). Hanya mereka yang paham seluk beluk komputer yang bisa mengotak-atik internet. Sedangkan saya yang mahasiswi kebidanan, cuma bisa copy paste referensi yang beredar di dunia maya. Saya sempat lupa bahwa materi membuat blog pernah diajarkan pada mata pelajaran komputer di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tapi waktu itu sudah mengenal media sosial, punya facebook. Saya yang masih belum berhijab, suka posting foto-foto dengan beragam pose. Memamerkan senyum manis, menggerai dan mengibaskan rambut, memajang kerling mata memesona, juga berkenalan dengan banyak lelaki. Ada beberapa lelaki yang berujung kopi darat, kami bertemu di ruang tamu asrama. Maksud hati saya hanyalah untuk berkawan, tidak lebih dari itu.

Sampai suatu hari kakak kelas memperingatkan agar tidak terlalu sering menerima tamu lelaki. Kesannya seperti wanita nakal. Apalagi asrama kami 100 % isinya wanita, rasanya kurang pantas bila ada tamu lelaki yang datang bergonta-ganti mencari saya. Apalagi di malam hari, lepas Isya', di jam yang semestinya saya belajar mengulang pelajaran kebidanan, bukannya malah bersua dan haha-hihi dengan lawan jenis.

"Jangan mentang-mentang kamu tidak pakai hijab lalu bisa seenaknya. Walau bagaimanapun kamu itu muslimah, Dek! Wajib jaga diri, jangan umbar auratmu pada para lelaki," ujar salah seorang kakak kelas mengingatkan.

Jleb!

Pesan itu sangat menohok. Saya jadi kapok main facebook. Berhenti menerima teman lelaki yang datang berkunjung ke asrama. Kemudian lost contact dengan teman-teman di dunia maya. Ujung-ujungnya saya berhenti berselancar di tempat yang mengasyikkann tersebut.

Facebook di masa itu masih belum seperti sekarang yang memuat lebih banyak opini publik. Di era sebelum 2010, facebook masih berisi curhatan anak-anak alay (termasuk saya) dan berhasil menggeser posisi friendster sehingga layanan jejaring sosial pendahulunya tersebut bangkrut. Kalau media sosial lainnya, saya tidak tahu perkembangannya karena belum memilikinya.

Tahun berganti tahun, saya semakin menyadari bagaimana harusnya tindak tanduk seorang muslimah. Walau belum berhijab, saya mencoba sebaik mungkin dalam bertutur kata, berbusana dan beretika. "Jilbabi dulu hati, baru kepala," pendapat inilah yang saya anut. Namun kemudian tersadar bahwa ini hanyalah akal-akalan setan yang menggoyahkan iman anak manusia dengan cara sehalus mungkin.

Tahun 2013 adalah tahun di mana saya kembali dekat dengan dunia maya. Kali itu saya kembali membuat akun facebook. Tujuannya bukan lagi untuk menambah teman lelaki, tapi mencari rezeki. Iya, rezeki yang didapat lewat jalur kuis yang marak pada akun berbagai produk di facebook.

Dunia maya membuat saya semakin kreatif karena kemudian mengenal blog. Media yang awalnya saya gunakan sebagai tempat dokumentasi beragam hadiah yang saya dapatkan dari kuis, sedikit demi sedikit beralih fungsi menjadi ajang curahan hati dan berbagi informasi yang saya ketahui. Rasanya inilah titik di mana saya mulai menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain. Dunia maya menjadi media untuk berbuat baik walau lewat media kata-kata.

Rutinitas ngeblog membuat saya sadar bahwa sejatinya manusia di dunia ini tidak kekal. Sama seperti kuota internet yang habis pada masanya, umur manusia pun memiliki waktu yang terbatas. Saya takut meninggalkan dunia dengan banyak lumuran dosa. Saya takut nantinya su'ul khotimah. Saya tidak tahu apakah sudah menabung cukup pahala untuk bisa menempati surganya, atau malah lebih cocok di neraka.


Perintah Allah dalam Al Ahzab ayat 59 membuka mata hati. Kewajiban muslimah menutup auratnya tidak perlu menunggu hati sebersih warna putih. Akhlak akan membaik seiring hijab yang terpakai, sebab inilah penjaga muslimah dalam berperilaku. Inilah pembatas muslimah dalam melakukan sesuatu sehingga bisa tahu mana yang terbaik antara sesuatu halal dan haram.

Di dunia maya lewat media blog, saya mengenal banyak blogger berhijab. Tulisannya santun menentramkan. Banyak pelajaran hidup yang dibagi lewat tulisan-tulisan yang terpampang dalam blog. Tulisan yang membuka hati, mata dan pikiran. Tulisan yang positif, mengajarkan ke arah kebaikan.

Ah andai tidak ngeblog...mungkin kesadaran berhijab akan lebih lambat lagi munculnya. Alhamdulillah Allah menyadarkan saya lewat aktivitas dunia maya yang saya suka. Bersyukur bukan teguran keras yang didapatkan, karena saya tidak yakin apakah sanggup bila mendapat cobaan hidup yang begitu besar. Allah sungguh Baik. Maha Besar Allah atas segala nikmat-Nya.


Teman, bagaimana pengalaman kalian sebagai muslimah dan dunia maya? Apakah kalian juga sama seperti saya yang mendapat hidayah dari dunia maya?

Bagi cerita yuk!


#PostinganTematik #BloggerMuslimahIndonesia

Tulisan ini diikutsertakan dalam Postingan Tematik Blogger Muslimah Indonesia


45 komentar:

  1. Alhamdulillah ya Mba mendapatkan manfaat dan hidayah justru melalui dunia Maya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah Alhamdulillah. Allah sungguh baik

      Hapus
  2. Masya Allah ...
    Pengalaman yang sangat berharga ya ...
    Semoga kita dapat selalu istiqomah menjaga amanah sebagai muslimah hingga diberikan husnul khotimah.
    Aamiin.
    Terima kasih sharingnya mba :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah dapat hidayah dari ngeblog. Semoga selalu istiqomah ya Mbak..
    Terima kasih sudah berbagi cerita:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. sama2, mbak. makasii juga udah mampir

      Hapus
  4. Alhamdulillah...
    Inilah salah satu bukti bahwa sosial media bisa dimanfaatkan untuk kebaikan. Siapa saja berhak punya anggapan macam-macam ya Mbak, yang penting kitanya mau mengambil manfaat yang mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali. baik dan buruk adalah pilihan hidup

      Hapus
  5. Alhamdulillah, kadang harus diselentik dulu biar sadar, begitu katanya ya mbak. Beruntung punya teman yang mau mengingatkan. Dan alhamdulillah hidayah itu datang juga..semoga istiqomah ya..amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi... walau pedes, sih. jleb di hati

      Hapus
  6. Semoga tetap istiqomah dan tetap berbagi pengetahuan melalui blog.

    BalasHapus
  7. Semoga tetap istiqomah dan tetap berbagi pengetahuan melalui blog.

    BalasHapus
  8. the power of sosmed y mba alhamdulilah semoga tetap istiqamah :)

    BalasHapus
  9. aku mengenal banyak juga emak-emak hijaber yang nge blog dapat menjadi contoh untuk kita semua, aktivitasnya dan nasehatnya

    BalasHapus
  10. wah alhamdulillah mbak...
    ada untungnya ngeblog dengan kenyataan, patut disyukuri itu..
    kalau saya sendiri sudah dari SD sudah di tempa pendidikan agama yang kuat, dari madrasah, tsanawiyah.
    jadi sejak SD sudah memakai jilbab hingga sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Alhamdulillah yah Mbak. Kalau Mama saya dulu malah larang saya pake kerudung pas sekolah. Takut buka tutup...sebab pas remaja kan tingkah saya begitu. Haha

      Hapus
  11. alhamdulillah mbak, jadi inget dulu awal berhijab tanpa lepas pasang gara-gara dibilang cantik berhijab :'D tapi alhamdulillah sekarang saya sadar berhijab itu emang kewajiban muslimah bukan cuma sekedar ikut tren atau biar dapat pujian. istiqomah yaa mbak :) salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaps. Aamiin istiqomah bersama yuk! Tiap muslimah cantik, makin cantik kalau hatinya juga cantik

      Hapus
  12. Hallo mbak Artha, pertama kali berkunjung (kembali) ke blog ini saya coba menerka2, mbak Artha yang itu yang dulu suka menang kuis dan GA ya... yang dulu blognya juga sering saya kunjungi, hehe tapi sekarang kok udah beda. Bukan blognya aja yg tampil beda. Pemiliknya juga. Kayaknya dulu belum berhijab deh, sekarang maa syaa Allah. Salut dengan perubahannya mbak.

    Ternyata hidayah Allah juga bisa dijemput lewat aktivitas di dunia blog, dan ternyata blog memang banyak manfaatnya ya mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk...iyah Ratu Kuis. Sampai bikin akunnya, wkwkw. Tapi yaudahlah...sekarang akunnya gak tau siapa yg pakai. Eh jadi malu nih ketahuan dulunya gimana

      Hapus
  13. Alhamdulillah, semoga dengan komunitas blogger muslimah ini kita bisa menjaga keistiqomahan kita y

    BalasHapus
  14. Barakallah Mba... semoga istiqomah

    BalasHapus
  15. Masya Allah, mengalir pahala pada muslimah yang tulisannya bisa jadi jembatan menuju hidayahmu Mbak. Btw sekarang masih seneng ngekuis gak?😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh sampai sekarang masih ngekuis dong. Kan menguntungkan, hihi. Lumayan bacaan di runah nambah terus gak pakai beli, pulsa juga gitu. 😀 Alhamdulillah disyukuri ajah masih sering dapat hadiah walau gak seintens dulu

      Hapus
  16. Alhamdulillah.. semoga istiqamah...
    Saya mendapat banyak teman di medsos..
    Karena di dunia nyata saya introvert.
    Kurang gaul katanya.. :D

    BalasHapus
  17. Wah ... ternyata mbak Artha telah mendapat hidayah dari ngeblog,

    BalasHapus
  18. Barakallah....
    jika biasanya dapat kenalan lewat ngeblog,..mbak artha jadi luar biasa karena dapat hidayah. Keep istiqomah mbak

    BalasHapus
  19. Subhanallah blog membawa berkah.. selamat ya mba.. oiya salam kenal 😊

    BalasHapus
  20. Barokallahu mba.. Kisah yang luar biasa.. Keep istiqomah ya

    BalasHapus
  21. Ma sya Allah.... Nah, cerita seperti ini yang bisa menjadi pelecut semangat untuk terus menulis dan berbagi kebaikan, siapa tahu di antara coretan kita ada yang bisa bermanfaat dan sanggup menjadi bekal amal jariyah. Terima kasih sudah berbagi, Mbak.

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah, bertemu dengan blog yang inspiratif dan membawa kebaikan. Semoga terus istiqamah ya Mbak.

    BalasHapus
  23. Nilai-nilai kebaikan bisa diambil dari berbagai sumber ya, Mbak. Alhamdulillah, berkah blog mendatangkan hidayah

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah semoga tambah bermanfaat ya mbak

    BalasHapus
  25. Masyaallah. Alhamdulillah ya mbak, ngeblognya menjadi manfaat.

    BalasHapus
  26. MasyaAllah mba.. semangat mba.. mari belajar bersama. Menebar manfaat bersama. Semoga ceritanya mampu memberikan inspirasi ke banyak orang ^^

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah ya Mbak. Media sosial memang kadang menjadi bumerang, asal menggunakannya dengan bijak. Butuh tapi harus mengendalikan diri

    BalasHapus
  28. Subhanallah, barakallah mba :)
    Kalau saya sejauh ini pengalaman yg berkesan selama ngeblog adalah bisa menghasilkan uang, walaupun masih belum seberapa tapi puas banget karena bisa sekalian menyalurkan hobi nulis :D

    BalasHapus
  29. kalo saya, gara-gara ketemu emak-emak keren anggota komunitas ngeblog, trus dapat hidayah untuk bikin dan nulis di blog

    BalasHapus
  30. alhamdulillah ya mbak,, hidayah bisa dtg dari mn saja

    BalasHapus
  31. Alhamdulillah ya mbak.. ngeblog berbuah Hidayah. Semoga istiqomah. :)

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*