10 November 2017

Langit Biru Akan Selalu Ada Bila Kita Mau Menjaganya



Langit biru
awan putih
terbentang indah
lukisan Yang Kuasa.
 (Balon Udaraku – Sherina)



Ah, apakah langit biru hanya sebuah kiasan? Kenyataannya saya memandang langit yang kelabu. Padahal langit Sidoarjo yang saya abadikan lewat jepretan kamera ponsel jam 11 siang ini begitu cerah, sayangnya tak tampak warna birunya yang indah. Atau mungkin ada sesuatu yang menutupi birunya langit.


Sejatinya warna biru pada langit merupakan bentuk interaksi antara atmosfer dan cahaya matahari yang menimbulkan penyebaran cahaya. Nah pada atmosfer lapisan terbawah, partikel kecil oksigen dan molekul nitrogen menyebarkan cahaya gelombang pendek (spektrum warna biru dan nila) ke derajat yang lebih besar dari cahaya gelombang panjang (spektrum warna merah dan kuning). Karena penyebaran dari cahaya gelombang pendek lebih luas maka di siang hari warna biru lah yang terlihat. Hal ini selain karena mata lebih sensitif terhadap cahaya biru, juga karena sebagian cahaya nila telah diserap oleh lapisan atas atmosfer.


Jadi apabila langit berwarna kelabu di siang hari padahal tidak ada mendung yang menyertai, hal ini dampak dari merajalelanya polusi udara. Bukan hanya asap pabrik dan pembakaran sampah rumah tangga yang mengotorinya. Menurut penelitian, 75% sumber pencemaran udara berasal dari asap kendaraan bermotor. Birunya langit tentu berbeda dengan di pegunungan karena sedikit pencemaran udara sebab kendaraan bermotor jarang dijumpai.

Dampak pencemaran udara dapat mempengaruhi kualitas udara setempat. Udara yang dihirup tidak menyegarkan dan terasa bau asap. Asap kendaraan bermotor itu sendiri mengandung banyak zat beracun, salah satunya gas karbon monoksida sebagai bentuk bahan bakar yang terbakar tidak sempurna. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Bahayanya bila menghirupnya terlalu banyak, maka terjadi gangguan di sistem pernapasan, seperti batuk, sesak dan gangguan pada kerja paru-paru. Mata juga jadi berair dan pedih akibat terkena gas ini. Ditambah penglihatan menjadi kabur akibat asap dan debu. Parahnya, pada peredaran darah, karbon monoksida mengikat hemoglobin lebih tinggi dibanding oksigen sehingga transportasi oksigen ke seluruh tubuh jadi  terganggu. Dengan kadar oksigen yang rendah dalam otak dapat berakibat keracunan sehingga menyebabkan kemampuan otak menurun.

Asap kendaraan bermotor juga membuat polutan lepas ke udara sehingga atmosfer menjadi lebih pekat. Hal ini berakibat buruk, namanya efek rumah kaca. Konsentrasi material yang pekat menghalangi sinar gelombang panjang keluar dari atmosfer dan membuatnya tetap berada di dalam lapisan udara. Suhu jadi lebih panas dari biasanya. Itulah mengapa akhir-akhir ini kita sering gerah, rasanya kemarau berlangsung lebih lama dari seharusnya.

Jika hal ini dibiarkan, akan semakin menjadi-jadi. Di masa yang akan datang, tentu jumlah kendaraan kian pesat. Pencemaraan udara makin besar karena polusi asap kendaraan yang menumpuk. Bukan hanya kita yang merasakan dampak buruknya, anak cucu pun ikut keracunan gas buang. Penyakit muncul di mana-mana, kesehatan makhluk hidup memburuk. Belum lagi global warming yang mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup oleh karena efek rumah kaca yang meningkat. Mau jadi seperti apa generasi kita selanjutnya kalau kita diam saja?

Beruntung Pertamina menggagas Proyek Langit Biru Cilacap (Cilacap Blue Sky Project). Proyek kelanjutan dari Residual Fluid Catalytic Cracking ini berupaya meningkatkan spesifikasi gasoline dari premium (RON 88) menjadi pertamax (RON 92). RON atau Research Octane Number adalah angka yang menerangkan ketahanan bahan bakar terhadap kompresi di dalam mesin. Karena beroktan tinggi, produknya jadi ramah lingkungan sesuai dengan standar Euro IV. Langit jadi tetap biru, tak banyak tertutupi oleh asap kendaraan bermotor lagi.

Pada pembangunan proyek ini, ada pepohonan yang ditebang untuk memperluas area proyek. Hebatnya, pepohonan yang ditebang dihitung jumlahnya dengan tujuan untuk dilakukan penanaman kembali. Batang pohon yang ditebang pun disumbangkan ke komunitas ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar kilang. Hal ini sesuai dengan komitmen Pertamina yang peduli akan kelestarian lingkungan. Pepohonan hijau sebagai paru-paru bumi jadi tetap ada. Kita dan anak cucu nantinya tidak akan kekurangan oksigen.

Karena kilang terbesar di Indonesia ini mampu meningkatkan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) oktan tinggi, maka mengurangi ketergantungan produk BBM dari luar negeri. Perekonomian negara jadi sangat terbantu sebab dapat menghemat subsidi pemerintah. Pengalihan subsidi kemudian dapat dibagi untuk pembangunan di bidang pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Perbaikan di mana-mana, nasib anak cucu kita pun terjamin.

Saya sempat miris membayangkan bagaimana bila keturunan saya nantinya tidak dapat merasakan indahnya langit biru. Ia hanya bisa memandangnya lewat gambar pada buku-buku cerita. Langit biru kemudian menjadi mitos, seiring dengan memburuknya kondisi makhluk hidup di muka bumi. Beruntung kemajuan teknologi menolong kita, ada inovasi untuk mengurangi gas buang kendaraan bermotor sehingga jauh lebih ramah lingkungan.

Itulah mengapa penggunaan bahan bakar untuk kendaraan bermotor kita sangat berdampak pada langit biru. Dengan menggunakan bahan bakar pertamax berarti kita telah mengurangi gas buang sebagai sisa pembakaran yang dihasilkan kendaraan bermotor. Kualitas udara jadi lebih terjaga dan sehat, baik untuk dihirup makhluk hidup. Dan yang terpenting tidak meracuni tubuh manusia. Langit juga tidak lagi kelabu tertutup kabut asap. Langit biru akan selalu ada bila kita mau menjaganya.


Dengan pemilihan BBM yang tepat, secara tidak langsung kitapun menjadi generasi langit biru, yakni generasi milenial yang mementingkan kualitas hidup untuk masa depan yang lebih baik. Bukankah kita semua ingin masa depan yang cerah secerah langit biru, optimis dan penuh harapan baru untuk generasi yang akan datang?



20 komentar:

  1. Hello sidoarjoo... generasi langit biru sangat dibutuhkan, apa lagi pengalaman tinggal di daerah surabaya-sidoarjo, setiap hari macet, kendaraan bejubel... pakai BBM berkualitas bisa mengurangi pencemaran udara :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He.em... Selain itu BBM berkualitas jg mempengaruhi laju kendaraan, rasanya jauh lebih nyaman di tengah kemacetan

      Hapus
  2. ayo jangan mau kalah sama pertamina, menjemput masa depan yang lebih baik, mari memilih yang ramah lingkungan, pertamax

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! Pertamax memang terbaik, sisa gas buangnya dikit. Buat kita2 yg peduli lingkungan

      Hapus
  3. Iya mbak, yang bisa kita lakukan utk menjaga langit tetap biru ya dengan melakukan hal2 dari diri sendiri. Pilih pertamax, pilih naik kendaraan umum tuk mengurangi polusi, jaga kelestarian hutan, dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimulai dari diri sendiri, lama2 yang di sekitar kita pasti sadar dan ikut menjaga birunya langit ๐Ÿ˜„

      Hapus
  4. Bayangin keturunan kita gk bisa lagi menatap langit biru,miris ya. Karena itu yuk cinta lingkungan dg pakai pertamax

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah jangan sampe...langit kudu tetep biru. Pertamax kuncinya

      Hapus
  5. Saya beralih pake Pertamax sejak Premium dibatasi. Sampai sekarang masih pake pertamax.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus, mas. Lanjutkan ya...kualitasnya prima

      Hapus
  6. Iya, kalau peduli kesehatan bersama, pakai pertamax

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu! Kesehatan gak buat diri sendiri, tapi juga orang lain dan keturunan kita nanti

      Hapus
  7. Semoga kita bisa segera melihat langit biru, ya,mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah...dengan berkurangnya polusi, langit biru pasti muncul ๐Ÿ˜Š jangan lupa BBM berkualitas yg dipakai yah

      Hapus
  8. memilih BBM berkualitas baik akan membuat lingkungan lebih baik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. BBM berkualitas baik tentunya pertamax. Baik untuk kendaraan, baik pula untuk kita sendiri dan lingkungan

      Hapus
  9. Harus bijak memang dalam memilih bahan bakar, demi generasi langit biru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi generasi langit biru! Sudah pakai pertamax kan? Good job!

      Hapus
  10. Langit biru akan selalu ada kalau kita pakai pertamax. Toss!

    BalasHapus
  11. walau sedikit lebih mahal dari premium, kualitas pertamax jauh lebih baik

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*