13 Desember 2018

Keinginan Sederhana Ibu Rumah Tangga yang Belum Tercapai




Aku ingin begini,
Aku ingin begitu,
Ingin ini…
Ingin itu..
Banyak sekali…


Walau sudah jadi ibu, saya masih menonton Doraemon di tiap Minggu. Lucu sekali melihat Nobita yang punya keinginan macam-macam namun ingin terealisasi secara instan. Mungkin dia belum pernah makan mi instan yang untuk menikmatinya saja masih perlu proses memasak. Hihi. Saya jadi penasaran, apa ibu Nobita yang seorang ibu rumah tangga seperti saya, tidak punya keinginan aneh-aneh seperti anaknya, ya? Saya saja punya banyak keinginan, loh. Tapi sabar menanti keinginan itu terwujud. Sebab… tidak punya kantung Doraemon!

Keinginan saya sederhana. Mungkin ini juga bisa mewakili keinginan ibu rumah tangga lainnya. Keinginan-keinginan itu adalah:

1. Jalan-jalan keliling Sidoarjo
Selepas menikah, saya langsung pindah ke kota ini. Tinggal berdua dengan suami hingga sekarang memiliki seorang anak lelaki. Sedari awal berumah tangga, saya yang belum mengenal salah satu kabupaten di Jawa Timur ini ingin sekali mengelilinginya. Mengenal banyak lokasi wisatanya, menikmati aneka makanannya, melihat keanekaragaman wilayahnya juga bermain di pusat perbelanjaannya. 

Pertama kali dalam perjalanan ke tempat tinggal kami, saya tertarik dengan sebuah candi yang sepertinya kurang terawat. Lokasinya di dekat jalan raya di kecamatan sebelah. Inginnya ke sana sebelum candi itu roboh. Hingga sore tadi saya mengajukan permintaan kepada MasBoz, beliau masih tidak ingin mengabulkan. Alasannya: nanti baby Zril ‘sawan’.


2. Merapikan kebun
Mungkin sudah pernah saya tulis di instagram kalau salah satu impian saya ialah memiliki kebun bunga di depan rumah. Sepertinya menyenangkan, pagi hari membuka jendela lalu terlihat bunga warna-warni yang bermekaran. Sayangnya pelataran rumah kami sempit, bahkan banyak sisa semen bekas pembangunan rumah. Akhirnya tanah jadi tidak subur.

Meski demikian, saya tetap berusaha mewujudkan impian saya. Awalnya beli bunga secara online, ditanam di polibag. Karena akar tanaman sepertinya kurang nyaman, lalu saya beli tanah dan pupuk di toko pertanian. Alhamdulillah sekarang ada beberapa mawar yang menghiasi bagian depan rumah. Namun masih belum tertata elok. Dan inilah PR utama saya yang belum terlaksana.


3. Budikdamber
Selain tanaman, saya juga ingin memelihara ikan. Tertarik dengan tayangan di youtube, bagaimana solusi bagi yang ingin memelihara ikan di lahan sempit. Solusinya memakai budikdamber atau budidaya ikan di dalam ember. Ikannya bisa ikan lele atau ikan air tawar lainnya. Lalu di bagian atas bisa diberi tanaman yang akarnya kurang terendam air, misalnya kangkung. Sepertinya terlihat menyenangkan bisa merawat ikan sekaligus tanaman dalam 1 tempat.

Sayangnya baru kemarin saya dibelikan ikan lele oleh MasBoz. Hmmm… ikannya masih terlalu kecil. Sedangkan bila embernya saya beri air yang banyak, takutnya ikannya loncat. Akhirnya hal ini kembali menjadi keinginan. Saya masih harus belajar banyak, terutama bagaimana menata tanaman kangkung agar bisa melindungi para ikan agar tidak pergi begitu saja meninggalkan ember.


4. Belajar menjahit
Saya iri dengan Mama yang walau usianya sudah lebih dari setengah abad, masih rajin menjahit baju. Dulu untuk saya, sekarang untuk cucunya yang berusia 6 tahun, putri adik saya. Jangan salah, menjahitnya bukan memakai mesin jahit melainkan menggunakan tangan. Begitu telaten dan kreatif ya. Mama bisa meluangkan waktu, menjahit selepas dinas atau di malam hari ketika belum mengantuk.

Masalahnya sebulan setelah nikah kan saya hamil, padahal itu sudah beli mesin jahit mini yang portable, tapi dilarang memakainya. Mama percaya mitos kalau ibu hamil dilarang menjahit. Takutnya nanti kalan lahirnya tertutup. Hihi, padahal Mama petugas kesehatan tapi masaih percaya saja yang begituan. Akhirnya sampai detik ini keinginan belajar menjahit belum terlaksana. Mau bagaimana lagi? Waktu luang hanya saat si kecil tidur, sedangkan mesin jahitnya bersuara keras. Ah, lebih baik mengalah .


5. Masak enak
Sedari gadis, saya sudah sering mmbantu Mama di dapur. Tapi hanya bagian mengiris dan mengupas, belum pernah ikut masak sendiri. Bumbu racikan selalu Mama yang atur. Akhirnya setelah menikah, saya kalang kabut. Sudah masak sendiri, namun rasanya … Ingin sekali bisa masak enak. Yang menunya macam-macam, tidak melulu sayur sop, sayur bening (bayam, aseman, kelor) dan gorengan. Kapan ya?






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*