09 Maret 2019

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai dari Pinjaman Berbasis Online



Pinjam uang online ke aplikasi fintech memang mudah, tapi bukan berarti otomatis terjamin keamanannya. Berbeda dengan perbankan yang sudah established dan memiliki regulasi yang jelas. Oleh karena itu, pinjaman uang ke bank prosesnya lebih rumit dan lama dibandingkan pinjaman uang ke fintech yang bisa sehari cair.

Boleh-boleh aja pakai jasa fintech pinjaman online, tapi kunci utamanya adalah kewaspadaan dan ketelitian kita sebagai calon nasabah. Bukan hanya dari sisi mudahnya atau dana cair dalam waktu cepat, tapi keamanan data pribadi juga penting agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan di kemudian hari.

Terlebih lagi, di era digital seperti sekarang, mendapatkan aneka informasi sudah sangat mudah, termasuk informasi soal fintech. Bisa dari forum, review aplikasi di Google Play Store atau App Store, hingga berbagai berita di media online. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk abai melakukan riset dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum menggunakan fintech.

Apabila saat ini kamu sedang berniat pinjam dana dari fintech, ada tiga hal mendasar yang perlu kamu waspadai, yaitu:


Legalitas & kredibilitas fintech pinjam online

Yang dimaksud dengan legalitas sebuah fintech adalah perusahaan fintech tersebut sudah memiliki izin untuk beroperasi di Indonesia, serta sudah terdaftar sebagai fintech legal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Per Desember 2018, ada total 88 fintech legal yang sudah terdaftar di bawah naungan OJK. Kamu bisa dengan mudah mengecek fintech apa saja yang ada dalam daftar tersebut di dalam situs resmi OJK. Apabila fintech pilihanmu tidak ada dalam daftar tersebut atau bahkan tidak memiliki nama perusahaan serta alamat yang jelas. Jangan ragu untuk cari alternatif fintech lainnya.

Sementara yang dimaksud dengan kredibilitas fintech adalah meliputi berbagai informasi terkait alur transaksi keuangan di fintech tersebut, transparansi simulasi dan perjanjian pinjaman, profil fintech, dan termasuk juga review atau pengalaman orang lain ketika menggunakan fintech yang bersangkutan. Dari poin-poin inilah kamu bisa menilai apakah fintech tersebut cukup terpercaya atau kredibel digunakan atau tidak.

Sebuah fintech yang kredibel umumnya akan menampilkan berbagai informasi secara detail pada situs atau aplikasinya. Mulai dari informasi perusahaan, alamat, izin dari OJK, nomor kontak atau layanan pelanggan yang bisa dihubungi, cara daftar dan pinjam, kebijakan privasi serta kebijakan keamanan. Salah satu contohnya adalah Kredivo.


Kebijakan privasi dan jaminan keamanan data nasabah

Ketika memutuskan untuk daftar dan pinjam uang ke fintech, kamu sudah pasti akan mengunggah berbagai dokumen persyaratan yang dibutuhkan, seperti KTP, slip gaji, kartu keluarga, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dokumen-dokumen ini sifatnya sangat rahasia. Jadi, sudah jadi tugas fintech-lah untuk menyediakan teknologi yang aman untuk menampung data-data tersebut serta memiliki kebijakan privasi khusus tentang bagaimana cara fintech tersebut memperlakukan data nasabahnya.

Beberapa waktu lalu sempat heboh kasus fintech yang mencantumkan dalam kebijakan privasinya bahwa fintech tersebut akan menyewakan atau mendistribusikan data nasabah ke pihak ketiga apabila diperlukan. Sayangnya, tidak semua orang mau repot-repot meluangkan waktu membaca kebijakan privasi yang jumlahnya banyak dan panjang tersebut di situs atau aplikasi fintech. Sebagian orang baru sadar dengan kebijakan tersebut apabila sudah muncul masalah yang menimbulkan kerugian, seperti pencurian atau penyalahgunaan data. Padahal, hal tersebut bisa dicegah kalau dari awal nasabah sudah jeli dan kritis terhadap kebijakan keamanan data.


Tingkat suku bunga, biaya denda keterlambatan, dan biaya admin

Poin terakhir yang sangat penting dan perlu diwaspadai dari fintech adalah tingkat suku bunga dan berbagai biaya yang menyertai pinjaman. Suku bunga, biaya keterlambatan, serta biaya provisi akan sangat memengaruhi jumlah pinjaman dan angsuran bulanan yang perlu kamu bayar. Segala informasi yang terkait dengan suku bunga dan aneka biaya ini wajib hukumnya untuk diketahui di awal sebelum pengajuan pinjaman.

Apabila fintech pilihanmu tidak bisa memberikan informasi yang transparan terkait suku bunga dan biaya lain yang menyertai pinjaman, maka kamu patut curiga dan sebaiknya tidak melanjutkan proses pengajuan. Sebab, dikhawatirkan, di kemudian hari, tingkat suku bunga akan berubah-ubah tanpa pemberitahuan dan muncul biaya-biaya tersembunyi yang akan menambah beban utangmu.

Untuk saat ini, fintech yang punya tingkat suku bunga pinjaman yang paling rendah adalah Kredivo. Hanya 2,95% per bulan dengan pilihan tenor angsuran pinjaman mulai dari 30 hari untuk pinjaman mini dan 3 bulan atau 6 bulan untuk pinjaman jumbo. Sementara fintech lainnya menerapkan suku bunga harian sebesar 1% yang kalau ditotal per bulan bisa mencapai sebesar 30% hanya untuk bunganya saja.

Untuk limit kredit, maksimal yang bisa diberikan Kredivo kepada nasabah atau penggunanya bisa mencapai hingga Rp 30 juta. Limit kredit ini berbentuk nontunai yang bisa digunakan juga untuk belanja cicilan di merchant online rekanan Kredivo seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hanya dengan minimal pembelanjaan Rp 1 juta, kamu sudah bisa cicil pakai Kredivo dengan opsi tenor 3/6/12 bulan dan suku bunga sebesar 2,95% per bulan. Kalau butuh pinjaman, kamu hanya tinggal mencairkan limit yang ada di akun Kredivo-mu menjadi pinjaman tunai lewat fitur yang tersedia di aplikasi Kredivo.

Bagi kamu yang sudah berusia minimum 18 tahun, punya penghasilan tetap per bulan minimal Rp 3 juta, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi, kamu sudah memenuhi persyaratan untuk bisa daftar akun Kredivo.

Untuk daftar, download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store. Yang paling menarik, lewat aplikasi Kredivo, kamu juga bisa melakukan pembelian pulsa, paket data, token PLN, tiket pesawat rute domestik ataupun internasional, dan pembayaran BPJS, PDAM, hingga telepon pascabayar langsung dengan menggunakan limit kredit yang kamu punya di akun Kredivo-mu.



21 komentar:

  1. makasih nih sharingnya, hrs benar2 hati2 ya, krn kita gak ketemu orangnya

    BalasHapus
  2. Pernah nyaris terjebak pinjam ke fintech. Pas lihat nilai pinjaman yang disetujui, lalu dihitung-hitung berapa yang harus dikembalikan, langsung balik kanan. Bunganya besar sekali.

    Kemarin pas pengen beli barang elektronik baru di lazada juga ada tawaran buat pakai kredivo, tapi belum saya klik sampai sekarang. masih ragu-ragu

    BalasHapus
  3. Aku pernah dengar ada orang pinjam online trus pas gak bayar seluruh kontak telponnya dikirimin message jadi kaya dibuat malu gitu.
    Memang enak sih kalau ada kebutuhan pinjam onlin epraktis & cepat ya tapi harus berhati-hati juga.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah dapet ilmu soal pinjaman berbasis online
    belum pernah sama sekali pinjam online, dan semoga jangan
    Lebih enakan kalo ketemu langsung kali ya, heheheh tapi nggak papa sih buat yang penasaran
    makasih mba sharingnya

    BalasHapus
  5. Kalaupun memang sudah kepepet banget dan solusinya cuma melakukan pinjmana berbasis online memang harus hati - hati juga dan benar2 mencari partner yang kredibel ya :)

    BalasHapus
  6. Memang banyak banget mba pinjaman online dan sebagai peminjam harus jeli entah dari kebijakan privasi maupun suku bunga.

    BalasHapus
  7. Sekarang semua harus serba cek dan ricek emang Mbak. Jangan sampe malah masuk ke lubang tikus. OJK sebenarnya sudah menjamin semua kan, cuma kita emang harus sering-sering cek aja. Tapi kalau bisa sih, dalam hidup mah menghindari utang kalau aku mah. Susah bayarnya, hihihi.

    BalasHapus
  8. Ini tu bener2 menjebak klo kata aku. Sering banget tuh dapet sms nawarin pinjam uang online. Kasian untuk mereka yang memang lg butuh pinjaman dan tergiur sama pinjaman online ini.

    BalasHapus
  9. Aku trauma sendiri klo lihat ada orang yang terjerat pinjaman online dan ga mampu bayar. Walaupun belum pernah merasakan langsung, tapi ngeri lihat beberapa teman sampe stress karena merasa "diteror". Semoga kita lebih bijak mengatur keuangan ya harus punya tabungan, jadi ga perlu cari pinjaman ketika butuh.

    BalasHapus
  10. Sekarang menjamur aplikasi pinjaman online ini ya dan seram lihat banyak yang terjerat hutang dan diteror, harus lebih hati-hati memilih yang resmi dan kredibel..

    BalasHapus
  11. kebijakan privasi tuh panjang lebar, tulisannya kecil-kecil. Aku pun malas bacanya padahal penting yaa. Jangan sampai kayak kejadian di atas, data bisa diperdagangkan.

    BalasHapus
  12. Kadang saking buru2 butuh uang, orang langsung cari yg mau minjemin aja deh. Cari cepet. Padahal penting buat cek legalitas dan apakah kredibel atau nggak yaa mbaa

    BalasHapus
  13. Harus waspada banget emang kalau mau nyari pinjaman, karena zaman sekarang tuh mau minjem2 gitu gampang yah

    BalasHapus
  14. Aku pernah dapet tawaran pinjaman online, cuma aku tolak. Ada hal hal yang masih aku takutkan ketika pinjam via online. Harus waspada dan banyak baca informasi ya

    BalasHapus
  15. Hooh serem kalau pinjaman online ini... Karena bunganya sangat gede banget.. Mending nurunin gaya hidup drpd ngutang

    BalasHapus
  16. Aku kalau ada yg nawarin pinjaman juga lihat2 dulu gimana perusahaan dan lainnya. Kudu jelas biar kita gak krna zonk

    BalasHapus
  17. Bener banget, apalagi sekarang pinjaman online meruyak banget dan sangat mudah. Jangan main tergiur, tapi pelajari dulu ya bunga,legalitas dllnya

    BalasHapus
  18. Kudu hati" banget emang sama pinjaman online. Apalagi lihat berita di TV itu yg dampak Dari pinjaman online sangat mengerikan. Kudu pinter dan cek sebelum meminjam

    BalasHapus
  19. Rasanya jaman sekarang jadi serba mudah gini yaa...
    Memudahkan sekaligus menyeramkan bagi yang tidak disiplin dan perhitungan.

    BalasHapus
  20. Akhir-akhir ini banyak sekali motif pinjaman online ya .ada yyang lewat sms, macam2. Serem jadinya kalau sempat data kita dipakai orang

    BalasHapus
  21. Aku sering nih dapat sms dari akun peminjaman online sambil nyebutin nama org yg kukenal untuk cepet bayar hutang. Duuh berarti nomor hapeku dicatut ya jadi penjamin huhuhihu

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*