25 April 2019

Penyebab dan Cara Mengatasi Kram Otot Bahu Saat Olahraga




Kram otot sebenarnya merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Saat menggunakan otot seperti bahu untuk mengangkat beban, otot bisa saja berkontraksi di luar kehendak.
Jika kontraksi ini kuat serta berkelanjutan, kram pun tidak bisa terhindarkan. Nyeri otot bahu dapat terjadi pada orang yang memegang beban berat tidak seimbang, entah ketika olahraga, atau pun saat melakukan aktivitas harian biasa.


Penyebab Kram saat Berolahraga
Kekurangan cairan serta elektrolit tubuh yang kurang seimbang bisa menjadi faktor penyebab munculnya kram otot. Ketika kita melakukan olahraga, tubuh bisa kehilangan cairan cukup banyak dan tidak dapat digantikan, sehingga kekurangan elektrolit serta dehidrasi bisa terjadi. Hal tersebut menyebabkan saraf pada otot menjadi sensitif hingga akhirnya terjadi kontraksi.

Kram bisa terjadi setelah kita melakukan olahraga, biasanya hanya terjadi selama beberapa detik hingga 10 menit. Ketika terjadi kram, biasanya penderita merasakan nyeri otot, sehingga bahu tidak dapat digerakkan atau membengkak ketika di pegang. Setelah kram mereda, penderita masih sedikit merasakan nyeri selama beberapa saat sesudahnya. Untuk mendiagnosis kram memang tak ada pemeriksaan khusus karena tubuh akan membaik dengan sendirinya.


Mengatasi Kram Otot saat Berolahraga
Meskipun dapat membaik, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika kram otot datang seperti, merenggangkan otot bahu, pijat dengan lembut bagian bahu yang sedang mengalami kram. Hal ini dapat membantu relaksasi, selain itu kompres dengan menggunakan air hangat, beri cairan elektrolit agar dehidrasi bisa berkurang serta gunakan koyo hangat, agar bagian yang terasa nyeri menjadi lebih membaik.

Saat terjadi nyeri bahu, mungkin kita bisa melakukan cara di atas dengan mudah, namun kadang kala olahraga juga dapat membuat luka di bagian tubuh. Jika terdapat bagian tubuh yang terluka, Anda bisa menggunakan plester untuk membalut luka, keringkan luka terlebih dahulu menggunakan plester aqua protect yang dijelaskan di https://www.id.hansaplast.co.id/majalah/kesehatan-dan-perlindungan/the-aqua-protect. Setelah itu, beri obat untuk meringankan luka. Jangan lupa, ganti plester beberapa hari sekali agar iritasi dapat dicegah.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*