Categories

04 Oktober 2019

Besarnya Peluang Usaha Kreatif bagi Pelajar dan Mahasiswa Bila Bergabung dengan Teman Print


Pagi tadi terjadi hal yang tak biasa pada saya. Suami sampai mengira saya kena apa. Apa
kesambet atau bagaimana kok tiba-tiba sudah beberes gudang padahal belum sarapan. Ya, biasanya aktivitas pagi selalu saya mulai dengan sarapan sebagai penambah tenaga, namun rasanya tenaga saya masih full sebab terkenang masa kuliah.

Tidak sengaja merapikan ruang tamu, saya malah melihat salah satu binder saat kuliah dulu dan akhirnya rindu ingin melihat barang-barang masa muda lainnya di gudang. Haha, ternyata sudah hampir satu dekade meninggalkan bangku kuliah. Waktu bergulir begitu cepat. Bukannya menyesal, namun jadi berkhayal... andai dulu mampu melihat peluang usaha pasti saat ini saya bisa lebih sukses dari sekarang.

Peluang usaha yang saya maksud dekat sekali dengan anak kuliahan, yakni bisnis percetakan. Bisnis ini niscaya bertahan lama karena selalu berinovasi mengikuti trend yang ada. Apalagi kini percetakan tidak hanya sekedar cetak buku, namun merambah ke aneka produk kreatif. Bahasa kerennya percetakan menjadi layanan print on demand.

Bila dulu hanya costum binder sesuai selera sehingga meningkatkan semangat untuk kuliah, kini peluang besar bisa terlihat dari costum case handphone. Anak muda era millenial kan suka yang unik dan mencerminkan jati dirinya, pun hampir semua punya handphone dan bahkan lebih dari satu. Bayangkan berapa besar penghasilan bila mampu menggaet seisi kelas? Waaah... lumayan!

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, berapakah modal yang dibutuhkan untuk bisnis semacam ini? Anak kuliah bisa dapat bantuan dana dari siapa? Masa mau merepotkan orang tua lagi? Ooo... tenang, saya tahu solusinya.

Tidak perlu modal besar jika telah mengenal Teman Print. Sebab Teman Print telah menyediakan layanan print on demand untuk berbagai produk kreatif. Kemudian dengannya, kita bisa memulai bisnis dropshipper produk kreatif dengan modal yang sangat minim. Ibaratnya Teman Print yang cetak, kita yang distribusikan. Mudah, bukan?

Misalnya nih ada acara kampus, pasti butuh spanduk. Nah minta saja pada panitia acara agar mempercayakan urusan spanduk pada kita.  Pada tiap acara juga tidak hanya itu yang dibutuhkan, pasti juga ada merchandise seperti mug, tumbler atapun costum flashdisk. Nah ini bisa dikerjakan oleh Teman Print dan kita tinggal mengambil laba dari sini.
Sebenarnya bukan hanya anak kuliah yang boleh bergabung dengan Teman Print.


Layanan Business to Business (B2B) untuk dropshipper juga terbuka lebar bagi semua kalangan, termasuk anak sekolah. Apalagi bagi yang mau lulus, pasti ingin membuat kenang-kenangan yang bisa dibagikan satu angkatan. Kalau kaos angkatan sudah biasa, coba saja jam tangan costum yang kembar seangkatan. Jauh lebih berguna dan berkesan, bukan?

Dari join sebagai dropshipper Teman Print, jadi memiliki langkah awal membangun usaha dan lebih percaya diri untuk mengembangkannya. Apalagi promosi di zaman serba digital ini mudah sekali, tinggal posting di media sosial. Followers yang melihat pasti akan tertarik dan kemudian pesan. Apalagi bila memiliki logo toko sendiri sehingga lebih terpercaya.

Jadi selain white label, kelebihan dropshipper Teman Print adalah:

  • Biaya membership murah 50 ribu per bulan
  • Tracking Proses Pengerjaan Pesanan dan Pengiriman Barang
  • Support jenis pembayaran yang beragam
  • Quality Control
  • Tim kreatif untuk pengembangan produk.


Kita tinggal tinggal fokus promosi jualan produk Teman Print saja. Ini jadi lebih ringan daripada membangun unit percetakan sendiri. Tim kreatif Teman Print lebih terampil mengembangkan ide dengan menghadirkan produk yang memikat. Tengok saja contoh produk kreatif Dekorasi Rumah dari Teman Print yang kini banyak diminati dan pasti laris manis dijual via online shop.

Memulai bisnis jadi lebih mudah dan bermodal minim dengam bergabung bersama Teman Print. Pelajar pun bisa memiliki penghasilan sendiri dan jiwa bisnisnya terasah sedari dini. Dengan demikian semoga menjadi insan yang sukses di kemudian hari. Jadi, mau sampai kapan menunda memulai usaha sendiri? Peluang besar sudah tampak di depan mata.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top