23 November 2019

Penyebab Angina Pektoris

Sumber: alomedika.com

Sebelum mengulik tentang penyebab angina pektoris, kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu angina pektoris.
Menurut hellosehat.com angina atau yang biasa kita sebut dengan angin duduk adalah nyeri akibat kurangnya pasokan darah dan oksigen menuju jantung. Penyakit ini juga dapat menjadi gejala dari penyakit jantung koroner. Biasanya akan terjadi penumpukan kolesterol dan lemak di dalam arterik koroner jantung.

Angina juga dapat disebabkan oleh kejang otot di area arteri koroner. Menurut alodokter.com angina pektoris adalah rasa nyeri pada dada yang terjadi ketika aliran darah dan oksigen menuju otot jantung terganggu, khususnya ketika arteri jantung mengeras atau menyempit. Angina pektoris adalah penyakit yang umumnya terjadi pada orang dewasa berusia lime puluh lima tahun dingga enam puluh empat tahun dengan mayoritas penderitanya adalah laki-laki.

Apa saja gejala dari penyakit ini? Gejala utama dari angina adalah munculnya rasa sakit yang tidak nyaman di bagian dada, sesak dada dan dada terasa berat dimulai dari dada dan kadang menyebar ke rahang, leher, punggung, bahu dan lengan bawah. Beberapa gejala angin duduk lainnya seperti mual, kelelahan, pusing, sesak napas dan tubuh berkeringat hebat. Umumnya gejala akan terjadi selang-seling, dalam waktu lama dan tidak dapat diprediksi.

Gejalanya juga ditentukan oleh jenis angin duduk itu sendiri seperti:

  • Angina stabil

Ini merupakan jenis yang paling umum. Penyebab angina pektoris ini adalah karena pemaksaan untuk melakukan aktivitas dan kurang istirahat. Gejalanya meliputi rasa sakit yang mirip dengan nyeri dada biasa, muncul ketika jantung sedang bekerja lebih keras seperti melakukan olahraga, dan dapat hilang dalam jangka waktu kurang lebih sekitar lima menit setelah mengonsumsi obat dan beristirahat.

Timbulnya gejala baru atau gejala yang berbeda dapat menandakan serangan angina yang lebih berbahaya atau bahkan menjadi serangan jantung. Angina stabil berpotensi mengakibatkan serangan jantung atau stroke jika tidak ditangani dengan cepat.


  • Angina tidak stabil

Angina tidak stabil merupakan nyeri dada yang dirasakan tanpa adanya penyebab awal yang jelas dan biasanya tidak kunjung membaik setelah istirahat atau meminum obat. Nyeri yang disebabkan akan lebih lama, yaitu sekitar tiga puluh menit. Angina tidak stabil ini merupakan kondisi darurat yang harus segera membutuhkan penanganan medisIni dikenali sebagai sindrom koroner akut.

Jenis ini memiliki gejala dan kondisi yang lebih parah dibandingkan dengan angina stabil. Ini karena rasa nyeri pada dada yang disebabkan berlangsung lebih lama. Gejala dari angin tidak stabil adalah nyeri dada yang ditimbulkan biasanya lebih parah, dapat terjadi kapan saja dan gejala yang ditimbulkan tidak terduga. Jenis angina ini juga bisa menjadi tanda dari serangan jantung.


  • Angina varian (angina Prinzmetal)

Ini merupakan jenis yang cukup jarang terjadi. Gejalanya meliputi nyeri dada yang ditimbulkan cukup parah, dapat terjadi ketika sedang beristirahat dan bisa segera hilang dengan minum obat.


  • Angina mikrovaskular

Gejala yang berlangsung lebih dari sepuluh menit dan kadang bisa sampai tiga puluh menit. Gejalanya adalah nyeri dada yang ditimbulkan lebih parah dari jenis yang lain, disertai dengan sesak napas, kesulitan tidur dan kekurangan energi, muncul ketika sedang beraktivitas, maupun ketika mengalami tekanan mental.


Menurut halodoc.com penyebab angina pektoris adalah merokok, stres, timbunan lemak, udara dingin, kolesterol, makan secara berlebihan, diabetes dan pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*