Categories

10 Januari 2020

Awalnya Debat Soal Mandi Malah Jadi Pasangan Suami Istri, Makin Harmonis nan Romantis dengan Vitalis Body Wash


"Bangun tidur kuterus mandi,
tidak lupa menggosok gigi..."

Lirik lagu ini pastinya dihapal siapa saja. Sayangnya pada kenyataan, tak semua orang mau langsung mandi begitu membuka mata. Seperti saya dulu yang harus gubrak-gubrak jeng-jeng-jeng alias ribut dengan Mama yang hobi menyuruh mandi. Dulu, saat masih belum menikah dan tinggal di kota kelahiran saya, Pasuruan. Meski siang harinya terik, tapi usai subuh udaranya dingin sekali. Kalau untuk wudhu saja sih masih kuat, tapi kalau untuk mandi.... bbbrrr!

"Kalau gak mandi nanti jadi pemalas!" Mama sering berucap demikian sambil melempar guling ke arah saya yang kembali meringkuk berbalut selimut. "Kamu masuk pagi, kan?"

Sebelum menikah, saya memang masih kerja di sebuah instansi kesehatan. Tentunya saya tahu benar bahwa kebersihan ialah yang nomor satu. Pun membersihkan diri dengan sabun mandi ialah wajib hukumnya. Kuman-kuman di badan bakal hilang bila dibersihkan dengan sabun dan dibilas dengan pakai air bersih.


Tapi yang namanya manusia, rasa malas mandi tentu ada. Alasannya klise: dingin. Juga selalu mengelak kalau tubuh ini bebas kuman karena tidak kemana-mana kalau sedang libur kerja, sebab di rumah saja dan tidak berkeringat sama sekali. Alhasil saat liburan, saya hanya sering ganti baju dan wudhu, tapi libur mandi. Ditambah semprot parfum ke sekujur tubuh agar tidak menimbulkan kecurigaan kalau badan ini belum tersentuh sabun mandi. Nakal, ya.

Bertemu Sosok Pendorong Agar Jadi Sering Mandi
Rahasia saya yang jarang mandi akhirnya terbongkar saat menjalin hubungan dengan suami. Saat itu statusnya masih teman dekat, bukan kekasih. Kami dekat karena memiliki kisah cinta yang sama-sama kandas, ahaha. Lalu komunikasi jadi intens sebab saling curhat.

Sapaan paginya adalah, "Halooo... sudah mandi?"

Kalau saja usia saya masih remaja, pasti jawabnya bohong biar gak ketahuan kalau belum mandi. Apalagi kalau masa-masa itu sedang kasmaran, pastinya ingin selalu tunjukkan sisi yang baik dengan berlagak rajin mandi.a Namun karena saat itu kami hanya berteman dan belum ada rasa apa-apa maka saya jawab seadanya, "Duh dingin!"

"Jadi bener ya kalau selama ini kamu malas mandi? Sudah kuduga."

Wohoho... Bukannya malah malu, saya lalu menggertaknya agar tidak ikut campur urusan orang lain. Mau rajin mandi atau tidak, urusan individu, sudah jadi hak asasi manusia. Namun kemudian dibalasnya dengan apa saja manfaat mandi. Ah ya... saya lupa kalau sedang mendebat seorang perawat.

Aneka Manfaat Mandi
Katanya, mandi bukan saja untuk membersihkan kulit dari kotoran namun secara medis juga baik pagi keoptimalan imunitas dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mandi dan membersihkan diri dengan sabun tidak hanya membuat kulit lebih sehat, tapi juga mampu mengurangi ketegangan otot, sirkulasi darah jadi lebih lancar, serta meningkatkan daya tahan tubuh karena dapat memicu sistem pembuluh darah dan kelenjar getah bening untuk memproduksi sel imun. Selain itu mandi juga bisa mengatasi depresi, apalagi bila mandi dengan air dingin. Efek anti-depresi didapatkan sebab air dingin dapat memicu aktivasi sistem saraf untuk tingkatkan beta endorfin dan noradrenalin pada darah.


Mandi juga sekaligus mengeluarkan racun atau toksin dari dalam tubuh, membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Oiya, bakteri dan kuman juga ada pada keringat. Disadari atau tidak, keringat selalu terbentuk meski tidak melakukan pekerjaan berat karena salah satu fungsinya adalah untuk membantu mengatur suhu tubuh. Mandi bisa membersihkan keringat, juga menghalau bakteri Staphylococcus hominis, sang penyebab bau badan. Ternyata manfaat mandi itu banyak sekali, ya.

Dari omelannya soal mandi, yang jauh lebih panjang dan lebar dari Mama saya sendiri, akhirnya saya mulai rutin mandi. Memaksakan diri sih, sebenarnya. Gara-gara dikomentari kalau saya bak tak punya gairah hidup karena tak mau mandi. Hei, saya ingin terus hidup, berkarya dan jadi wanita hebat untuk pria hebat saya!

Yap, sejak makin rajin mandi, memang rasanya jauh lebih bersemangat dan produktif berkarya. Dari pagi usai subuh, walau tak ada jadwal shift pagi, saya membantu Mama di dapur lalu membereskan rumah. Semangat sekali. Jauh berbeda saat belum mau mandi pagi, hanya ke dapur comot gorengan Mama lalu baca-baca buku di kamar. Pemalas!

Menemukan Sabun Mandi yang Cocok Dipakai Suami Istri
Siapa yang menyangka kalau kami malah makin dekat usai perdebatan penting tidaknya mandi. Ia melamar, membuat Mama kaget bukan kepalang. "Lho katanya cuma teman," komentar Mama takjub.

Setelah menikah, kami tinggal di kota yang berbeda dengan kedua orang tua kami, merantau ke Sidoarjo. Karena tinggal serumah, saya jadi tahu kalau suami memang penyuka kebersihan. Tak hanya kebersihan rumah, kebersihan badan menjadi hal utama baginya.
“An-nadhafatu minal iman, kebersihan adalah sebagian dari iman," tuturnya selalu kalau saya mulai 'kumat' malas mandi.

Sebagai istri yang sholihah, tentu saya menurut apa kata imam hidup saya. Pun segala ucapannya memang benar adanya. Yang jadi kendala cuma satu, saya penyuka sabun batang dan beliau sukanya sabun cair. Ini membuat anggaran rumah tangga untuk urusan mandi jadi membengkak. Urusan ini pun lalu kami diskusikan.

Sabun mandi batang memang dikenal lebih ekonomis, harganya murah meriah dengan banyak merek yang bisa dipilih. Walau rasanya kesat, tapi bila tak bersih saat membilasnya bisa menyebabkan kerak di kulit badan. Alhasil menimbulkan rasa tidak nyaman dan ini sempat saya alami di bagian leher belakang. Saya merasa kasar dan sempat mengira bahwa itu panu! Ternyata hanyalah kerak karena daya jangkau bilasnya yang kurang.


Suami lalu meminta saya membeli sabun cair saja untuk kami berdua. Alasannya sabun batang, bila dipakai bersama-sama untuk sekeluarga, bisa membuat berpindahnya kuman dari satu badan ke badan yang lain. Apalagi sabun batang selalu basah dan lembab, hal yang disuka kuman. Meski secara medis tidak ada pembuktian bahwa kuman bisa berpindah melalui perantara sabun yang memiliki daya pembersih.

Sabun cair memang lebih higienis karena berada dalam kemasan botol dan tertutup rapat, sehingga tidak terkontaminasi bakteri. Lebih baik pilih sabun cair yang tidak terlalu kental agar tidak boros pemakaian karena bisa langsung menyatu dengan air dan dipakai merata ke seluruh tubuh. Pun sabun cair tidak menyebabkan kulit kering karena pH sesuai kulit dan mengandung gliserin sebagai pelembab. Pemakaian sabun cair dengan shower puff dengan menghasilkan banyak busa sabun memberikan sensasi menyenangkan saat mandi, apalagi badan juga jadi jauh lebih bersih karena kulit badan jadi benar-benar tergosok dan menghilangkan kotoran seperti debu, keringat dan kulit mati.

Karena banyaknya sabun cair yang beredar di pasaran, membuat kami jadi bergonta-ganti merek tiap bulannya demi mencari yang sesuai untuk kami berdua. Maunya satu sabun cair untuk sekeluarga agar tidak boros anggaran rumah tangga. Selama ini sabun cair yang kami coba sering meninggalkan rasa licin, sehingga rasanya kurang segar meski sudah mandi pakai air dingin. Rasa licin itu juga tertinggal di telapak tangan, membuat harus lebih banyak membilas dan boros air.

Hingga akhirnya kami mencoba body wash dari Vitalis. Kami benar-benar jatuh cinta pada pemakaian pertama, ada sensasi #MandiParfum bersama Vitalis Perfumed Mousturizing Body Wash. Selain badan jadi segar karena kotoran terangkat semua, aroma badan juga jadi harum bak pakai parfum mahal. Aroma ini membuat diri jadi lebih happy dan semangat menikmati hari. Pun kulit rasanya tidak kering, karena ada kandungan high quality moisturizer-nya.


Padahal Vitalis dikenal sebagai market leader di  pasar Female Fragrance. Vitalis sangat memahami trend parfum baik di pasar nasional maupun global. Pun memahami karakter parfum yang disukai konsumennya. Karena itulah diciptakan Vitalis body wash dengan aroma parfumnya sehingga bisa memberikan pengalaman mandi yang lebih baik. Oiya, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini memiliki 3 pilihan varian yang telah kami coba, yakni White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty.

Review Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash
Kemasan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash sangat menarik. Botolnya trendy, dengan pilihan warna yang memikat, yaitu pink, hijau dan ungu. Bentuk botol yang didesain dengan lekukan bak body wanita seksi ini memudahkannya untuk digenggam. Apalagi isinya yang 200 ml tidak terlalu berat.


Pada bagian depan kemasan, tulisan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash terlihat jelas karena diberi background putih. Tulisan berwarna gold dan logo parfum memberinya kesan glamor. Tulisan jenis varian pada bagian bawahnya berwarna putih, apalagi dibedakan berdasarkan warna jadi memudahkan memilih varian yang diinginkan.


Di bagian belakang kemasan diberikan sekilas info tentang sabun cair aroma mewah namun punya harga terjangkau ini. Ada bagaimana cara pakai, bahan yang terkandung di dalamnya serta nama produsennya. Ternyata produk sabun cair dengan 3 varian ini diproduksi oleh PT UNZA VITALIS, yang merupakan bagian dari Wipro Consumer Care & Lighting Group, sang produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka di Asia Tenggara.

Nah pada bagian tutup botolnya, body wash-nya Vitalis ini punya tutup berwarna cokelat yang untungnya tidak memakai flip flop, model tutup yang kurang saya suka sebab rentan putus pada sambungan yang berujung hilang lalu kemasan jadi kurang higienis. Tutup botol pada sabun cair Vitalis ini tinggal ditekan, lalu bisa langsung tuang isinya dengan atau tanpa menekan botol kemasannya. Kebersihan dan mutu isinya jadi terjaga. Selain itu tutup botolnya bisa diputar dan dilepas, memudahkan untuk isi ulang. Jatuhnya jadi lebih hemat kan karena botolnya bisa diisi berulang-ulang kali.


Sabun cair yang tidak terlalu kental ini dituang sedikit saja pada shower puff yang basah, lalu diremas-remas, bisa menghasilkan banyak busa. Aromanya langsung menguar dan bikin tak sabar untuk segera menggosokkan merata di seluruh badan. Bikin senyum-senyum sendiri dengan wangi yang bikin rileks dan busanya terasa lembut di kulit. Begitu dibilas, langsung bersih tanpa meninggalkan kerak yang mengganggu.



Ketiga varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang bisa dicoba, antara lain:

1. White Glow
Botol kemasannya berwarna putih. Aromanya paling saya suka sebab wanginya lembut tapi awet. Aroma buah dari paduan manisnya Cherry dan Raspberry, ditambah wangi Marshmallow dan Gardenia yang lembut dan elegan, lalu dibungkus dengan kombinasi Woody dan Suede yang glamour dan long lasting. Hmmm... coba buktikan sendiri deh, pasti langsung sesuka itu, sama seperti saya.


Tidak hanya wangi, sabun cair ini mampu memberikan skin brightening untuk kulit terlihat lebih cerah, terasa halus, dan lembut. Iyah, setelah memakainya, memang kulit terasa cerah nan halus. Jadi suka elus-elus dan cium-cium aroma tangan sendiri. Sabun cair yang warnanya putih ini memang diperkaya dengan ekstrak licorice dan susu, yang khasiatnya sudah dikenal mampu membantu merawat kulit.


2. Soft Beauty
Ini favorit saya selanjutnya. Kemasan ungu, tertulis dengan kandungan ekstrak alpukat dan vitamin E. Manfaat Skin Nourishing yang terasa usai memakainya ialah kulit jadi halus, lembut dan terawat. Rasanya lebih lembab, tapi saya paling suka aroma segarnya yang awet. Bahkan sering saya ambil sedikit lalu gosok di telapak tangan tanpa dibilas.


Jadi, wangi segarnya itu saya rasakan seperti wangi bunga mawar, aroma bunga yang paling saya suka. Pada keterangan produk tertulis kalau aromanya Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose dan Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean dan Sandalwood yang premium. Wah, jadi Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty yang sabunnya warna keunguan ini tak hanya bikin kulit kenyal dan lembut tapi juga meninggalkan aroma yang memikat. Asyiknya lagi, usai mandi, wanginya tertinggal di kamar mandi. Harum...


3. Fresh Dazzle
Warna kemasan hijau ingin disebut sebagai skin refreshing. Kalau mendadak galau gak jelas, saya langsung mandi pakai sabun cair yang warnanya kehijauan ini. Rasanya jauh lebih segar. Jadi sabun cair ini punya ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea yang membuat kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat. Varian yang ini juga disuka suami. Segarnya memang khas. Ada aroma wangi Bergamot, lalu wangi Floral Bouquet yang elegan, masih ditambah dengan Musk Amber yang long lasting.


Suami jadi makin percaya diri saat berangkat kerja, gak ragu lagi bersua dengan banyak orang di lingkungan kerjanya. Beliau jadi tampil segar dan wangi, merawat orang lain jadi lebih happy dan mengemban tugas dengan senang hati. Ah senang jadi punya peran atas pekerjaan suami. Katanya kan di balik lelaki hebat, ada peran wanita hebat pula di belakangnya.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini memang merupakan superior parfum yang tidak hanya memberi kebaikan banyak manfaat pada kulit tapi juga memberikan pengalaman #MandiKeharuman yang disuka siapa saja. Jadi lebih semangat membersihkan diri serta memberikan aroma yang menimbulkan rasa percaya diri.

Tidak hanya hubungan sosial, hubungan antara suami istri pun makin harmonis. Seorang istri tak hanya bau kompor lagi, tapi wangi parfum meski tak pakai pengharum badan ataupun pakaian. Apalagi kalau dipakai rutin minimal sehari dua kali, khasiat kulit sehat terasa, pun wangi badan selalu menggoda. Hubungan suamj istri jadi makin intim, inginnya selalu dekat, bukan malah acuh dan main game.

Senangnya pakai Vitalis Body Wash sang sabun kecantikan ini. Eits jangan salah. Meski kesan glamor melekat, namun harganya tetap ekonomis. Apalagi juga tersedia kemasan  Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash refill 450 ml yang hanya dua puluh ribuan.


Yuk sama-sama pakai sabun cair Vitalis ini. Tak hanya bantu wanita Indonesia menjadi semakin percaya diri dan bersemangat dalam  mewujudkan mimpinya, Vitalis juga bisa pancarkan pesonamu untuk raih bintangmu!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top