Categories

16 Maret 2020

The Cafetiere, Tempat Makan Cozy Sekaligus Bisa Refleksi Tanpa Perlu Lama Antre


Perut kenyang hati senang, sebuah pepatah yang kami anut sejak hidup berumah tangga selama 3 tahun ini.
Karena kami berjumpa, dekat dan akhirnya memutuskan hidup bersama oleh karena kesamaan selera menu makanan, maka tak heran kalau kami masih suka berburu tempat makan yang punya konsep unik. Minimal 2 minggu sekali, sebagai selingan agar tak bosan masakan rumahan. Selain itu juga agar bisa meningkatkan selera makan anak dengan memberikan suasana bersantap yang baru untuknya.

Namanya juga kemana-mana bertiga, untuk urusan makan di luar kami selalu selalu memilih mana tempat yang menyajikan makanan yang sekiranya bisa dinikmati pula oleh si kecil. Utamanya juga memilih tempat yang nyaman di duduki, sehingga si kecil tak rewel karena bisa duduk dengan empuk. Pun mencari suasana yang tak terlalu temaram, dengan banyak hiasan cantik yang memanjakan mata dan membuat si kecil antusias memandang sekitarnya. Kalau bisa yang ada ikannya, hewan kesukaannya.

Awalnya kami pikir akan sulit menemukan tempat makan dengan kriteria yang begitu spesifik seperti itu. Namun nyatanya, ada cafe di Sidoarjo yang memberikan semuanya sehingga kami begitu senang saat mengetahuinya. Tak sengaja, kami menemukan akun instagram @thecafetiere. Foto-foto yang tersaji di akun cafe tersebut begitu manis, kami jadi penasaran ingin melihatnya secara langsung.

Serba-Serbi The Cafetiere

Dengan lokasi di kawasan rumah toko (ruko) Perumahan Delta Sari Baru blok AN-05, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, cafe cantik ini mudah ditemukan. Ada di kiri jalan setelah pertigaan, diapit XiBoba yang baru buka dan Domino's Pizza. Mungkin karena sudah lama berdiri, banyak yang tahu lokasinya saat kami bertanya dengan orang-orang di tepi jalan begitu kami masuk jalan besar Delta Sari. Pun ada nama cafe di atas pintu masuknya.


Bangunan The Cafetiere rupanya berada di ruko 2 lantai. Saya baru tahu kalau di atas cafe ada tempat refleksi yang bernama Segar Bugar Reflexology. Nanti akan saya ulas juga bagaimana kesan setelah suami saya refleksi di sini, ya. Sekarang kita bahas cafe cantik ini dan bagaimana sajian menunya.

Begitu kami masuk ke dalamnya, langsung disambut dengan nuansa romantis. Ada lampu gantung yang tertata rapi, aneka makrame yang menghiasi dinding dan atap, pun mural serta quote yang tertulis manis di dindingnya. Kursinya ada bantalan empuk dari busa, ada colokan untuk isi daya ponsel ataupun laptop. Mejanya dari kayu, dengan warna coklat terang dan tepian warna hitam. Hiasan mejanya ialah botol kaca berisi air untuk ikan dan tanaman sirih air.


Saya menoleh pada suami, beliau tersenyum sambil mengangguk. Artinya, ini cafe yang sesuai untuk kami. Respon si kecil pun begitu ceria, padahal biasanya dia masih takut-takut masuk ke tempat baru. Mungkin karena melihat ada ikan hidup di botol atas meja, dia langsung semangat meminta duduk si kursi sementara saya langsung menemui kasir. Daftar menu ada di meja kasir, jadi pesan dan bayar dulu baru bisa makan minum dengan santai di sini. Selain tunai, bisa bayar pakai OVO dan GOPAY juga loh.




Melihat cara pembayarannya, saya langsung cek di aplikasi ojek online yang saya miliki. Benar saja, ada di Go-Food dengan mengetik nama CafeTiere. Tersedia banyak promo seperti diskon dan juga potongan harga untuk biaya kirim. Waaah... kalah malas gerak alias mager, bisa nih pesan via online saja. Lebih mudah dan juga murah.

Begitu saya duduk di kursi menemani suami dan si kecil sambil menantikan pesanan tersaji di meja, tampaklah daftar harga untuk refleksi dan pijat badan. Rupanya owner cafe ini cukup cerdik. Dengan demikian yang hanya mengira kalau The CafeTiere hanya menyediakan makanan dan minuman enak, akan tahu kalau juga bisa rilekskan otot tubuh setelah letih beraktivitas dengan hanya naik ke lantai atas. Harganya juga termasuk terjangkau, refleksi kaki selama 30 menit hanya Rp 35.000,-.


Sambil menanti para staf The Cafetiere yang meramu makanan minuman untuk kami, saya melihat-lihat beberapa atasan yang tertata rapi di sudut kiri ruangan. Ada kaos hitam dengan aneka motif gambar di bagian depan, juga ada atasan cantik dengan motif bunga dan renda. Ah meliht ini saya jadi terkenang masa muda, masa dimana selalu pakai atasan lengan pendek demikian. Katanya, atasan yang dijual di Cafetiere ini eksklusif loh. Hanya ada yang model demikian di sini.


Melihat cafe secantik ini sih saya yakin mereka yang suka datang ke sini adalah mereka kaum millenial. Nyatanya saat kami baru datang, sudah ada 3 pemuda-pemudi yang sibuk dengan tugas di laptop masing-masing. Kalau cafe ber-wifi, memang akan selalu jadi tempat favorit millenial. Sepertinya owner melihat peluang ini sehingga ada space untuk kaos dan atasan ini.

Menu The Cafetiere

Tak menunggu lama, makanan minuman kami tersaji di meja. Ada 2 menu utama, 2 minuman menyegarkan dan juga penutup yang jadi andalan The Cafetiere. Ada nasi bebek sambal matah, garlic butter chicken rice bowl, ginger lemon grass tea, choco banana latte dan es nusantara. So yummy! Kami jadi tak sabar menikmati semua hidangan yang tertata dengan apik sehingga mengundang selera ini.


Si kecil yang kalau di rumah suka ogah-ogahan makan, langsung menunjuk menu utama dalam mangkuk. Mungkin tertarik dengan telur setengah matangnya yang punya warna kuning menarik. Dengan segera, suami menyuapi si kecil. Duh senangnya melihat si kecil makan dengan lahap begitu. Mana minta dan bilang, "Aaak..." mulu, berarti rasanya mantap.



 Melihat ekspresinya yang tampak menikmati, saya pun ikut menyicipi bagaimana lezatnya garlic butter chikcken rice bowl tersebut. Hmmm... benar! Tak salah kalau si kecil langsung doyan, saos menteganya benar-benar pas. Tak terlalu asin, tapi ada sedikit rasa manis. Jadinya gurih! Apalagi ditambah telur setengah matang yang rasanya melumer di lidah, jadi sensasi tersendiri dan bikin nambah suapan lagi dan lagi.


Saya heran, apa yaa rahasia bumbu saosnya. Saya pernah bikin ayam tepung saos mentega begini tapi yang ada jadi eneg. Tapi menyantap sajian The CafeTiere yang satu ini, semakin penasaran mengunyah garingnya ayam tepung yang berbalut saos mentega. Krispinya ayam tak hilang meski lama tertutup saosnya. Kok bisa ya? Enak, sungguh enak! Mana harganya hanya Rp 30.000,-.

Saya lalu melirik nasi bebek sambal matah.Awalnya saya takut makan sambalnya, saya pikir akan pedas sekali. Mengingat saya tak berani makan pedas, langsung saja saya sodorkan pada suami agar dinikmatinya. Ternyata begitu beliau ambil nasinya di sendok, coel daging bebek goreng dengan sambal matahnya, katanya rasanya segar. Ha? Sambal kok segar? Harusnya pedas, kan...


Jadi kepo, donk. Suami yang paham, langsung menyuapi saya. Kaget, tapi tak bisa nolak karena takut menyinggung. Eh ternyata benar, tidak ada sensasi membakar mulut yang saya rasakan begitu sesendok nasi bebek komplit dengan bumbu bebek dan sambal matah masuk ke saluran cerna. Enak, nagih!

Sepertinya sambal matah ini memakai bahan-bahan segar yang begitu diolah membuahnya rasa yang pas. Potongan bawang dan cabai tak terlalu besar, sehingga ketika dicocol dan ada yang nempel di bebek, rasanya tak terlalu pedas. Rasa gurih bebek tetap menonjol, apalagi saat dipadu bumbu rempah bebek yang kecoklatan, jadi makan siang enak tak terlupakan. Tak mahal, cuma Rp 30.000,-.

Haus, saya pun sruput ginger lemon grass tea. Adem, kesan pertama. Lalu dilanjut dengan rasa jahe yang menghangatkan dada dan perut. Suami lalu ikut meminumnya. Komentarnya, "Aku maunya minuman jahe yang digeprek begini. Seger!"


Saya pernah kok coba bikin minuman jahe untuk beliau. Jahenya saya iris-iris. Saya pikir kalau digeprek kan rasa jahenya kurang kuat. Nyatanya apa yang disajikan The Cafetiere lebih enak dari minuman karya saya. Lagi-lagi saya heran, ini minuman rumahan loh, tapi disajikan secara spesial di sini. Rasanya minuman seharga Rp 15.000,- ini pun segar tanpa rasa serik di tenggorokan.


Untuk si kecil ada choco banana latte. Harus diaduk dulu agar rasa coklatnya menyatu. Tidak terlalu manis, saya jadi tak terlalu khawatir ketika si kecil meminumnya. Rasanya ada campuran pisang tapi sepertinya tak terlalu banyak sehingga tidak eneg. Minuman ini lumayan mengenyangkan, jadi lebih baik menikmatinya di akhir atau jadi teman makanan ringan. Pas untuk kamu yang lagi galau kerjakan tugas, sruput manis coklatnya jadi bisa lebih rileks.

Makan siang kami ditutup dengan es nusantara yang tampilannya cantik sekali. Es krim vanilanya banyak, menutupi 3 macam jelly di bawahnya. Ada jelly hitam yang seperti cincau, jelly bulat berwarna merah yang disuka si kecil, dan juga jelly panjang berwarna kehijauan yang rasanya seperti cincaunya dawet. Ternyata ada juga kelapa muda di dalamnya. Isian yang lumayan banyak ini ternyata langsung bisa habis bersamaan dengan  es krim vanila yang mencair.


Es nusantara cocok dinikmati kala matahari sedang terik-teriknya. Apalagi kami yang tinggal di Sidoarjo, sering merasa gerah luar dalam. Es nusantara langsung jadi penyejuk, manisnya sesuai dengan lidah kami karena es krim vanilanya tak meninggalkan rasa haus usai menikmatinya. Biasanya kalau es krim terlalu manis, harus segera minum segelas air putih. Tapi sajian The CafeTiere ini tidak begitu, malah sayang kalau langsung dibilas air putih, kesan manisnya bisa menghilang. Kan sayang...

Nah teman-teman yang tinggal di daerah Sidoarjo, kalau kalian ingin coba menu makan siang yang menimbulkan kesan bahagia usai menyantapnya, coba saja pesan makanan dan minuman di The CafeTiere. Sudah ada di Go-Food dan Grab-Food, jadi teman-teman yang berada di Surabaya, utamanya Surabaya Selatan, bisa ikutan menikmatinya. Rasa sesuai dengan eskpektasi, enak. Sama dengan foto-foto pada menunya yang menggugah selera.


Buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Letaknya yang ada di deretan ruko Perumahan Delta Sari Baru bisa jadi alternatif kalau kalian bosan menu yang itu-itu saja. Selain menu yang saya coba di atas, masih ada banyak makanan pilihan lainnya seperti chicken katsu don, gyudon, salted egg chicken rice, grill bbq chicken, grill tuna steak, bolognese dan masih banyak lagi. Menu barat, oriental bahkan masakan nusantara juga ada. Komplit. Semua pasti suka!















44 komentar :

  1. Saya suka dengan nuansa cafe yang clean begini. Kelihatan terang dan bersih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah betul. gak sumpek, kalau istilah jawanya

      Hapus
  2. mayan murah tuh, harga refleksi cuman 35rb doank,,tapi 30 menit. Bagus tuh, abis refleksi trs ngkrong deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. meski setengah jam, rupanya ngefek banget ke kaki...kata suami

      Hapus
  3. asyiiik abis refleksi bisa langsung makan enak, duh asyik banget ini tempatnya, mau ah kalo lewatin sidoarjo mampir kesini hehe, makasih mba infonyaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, sama2.
      lokasinya kan di Kec Waru, jadi deket sama Surabaya Selatan..

      Hapus
  4. Tempatnya nyaman, ya. Ini ga antre karena masih sepi, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan, terapisnya banyak. jd gak pake antre. penggemarnya udah banyak loh, lha wong udah 10 th berdiri

      Hapus
  5. Tempatnya unik ya, buat yg mau santai bisa ikut pijat / refleksi dengan harga terjangkau ๐Ÿ˜„ btw garlic butter chikcken rice bowlnya menggoda iman banget, harus tahan soalnya udah makan malem nih wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk
      beneran deh rasanya tuh krispi banget ayamnya, eh dibalur saos mentega makin ciamik

      Hapus
  6. Sayang banget di Sidoarjo ya kalau dekat aku samperin haha.. di Tangerang aku belum nemu cafe yang ada tempat refleksi juga kayak gini mbak

    BalasHapus
  7. Cafetiere ini asik banget mbak, tempatnya nyaman dan cocok untuk keluarga apalagi pembayarannya mudah, benar-benar cashless banget. Wah kalau main ke sana aku berkunjung mbak.

    BalasHapus
  8. Duhh tempatnya enak banget ya kakak apalagi buat ngumpul bareng keluarga dan lagi menu makanannya juga enak jadi pengen berkunjung ke sana sayang jauh,dan juga harga terjangkau makan nya

    BalasHapus
  9. Desain interiornya menginspirasi nih, pas banget rumahku juga open kitchen hehehe
    Cantik kafenya & makanannya menggoda selera

    BalasHapus
  10. tempatnya cozy ya kak ditambag jarang banget ada refeksibya juga.musti coba ini

    BalasHapus
  11. Slurrp autongiler deh ama es nusantaranya seger bangett. Btw namanya The Cafetierre yahh a cozy place buat keluarga juga kayanya

    BalasHapus
  12. Cafetaria nya boleh juga nih konsepnya, biasanya kan fasilitas tambahannya ada wi-fi ya, itu terjadi ada jual kaus juga ya. Cakep konsepnya

    BalasHapus
  13. Sepertinya selera makan kita sama tapi kita tidak berjodoh #eh
    ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  14. semua makannya bikin ngiler banget sih mba haha, dan bener mba kalo konsep cafe yg unik gini pasti banyak diburu para penggiat konten ehheheh, apalagi ini ada buat reflexiology nya

    BalasHapus
  15. Mengambil foto makanannya pinter banget sih mbak. Ngeliatnya jadi ngiler saya :D

    BalasHapus
  16. Setelah punya anak tetep ya mba segala pertimbangan selalu melibatkan anak.

    BalasHapus
  17. Tempatnya keren banget nih, bisa refleksi dan juga makan bersama keluarga. Kalau ke Sidoarjo pengen mampir. Penasaran banget sama menunya apalagi yang nasi bebeknya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  18. Waw cantik sekali Cafetiere, dari tampilannya saja glowing dan kelihatan banget kebersihannya.Kalau cobain makanannya pasti enak nih, kelihatan dari foto-fotonya๐Ÿ˜

    BalasHapus
  19. Tempatnya memang terlihat nyaman buat keluarga ngumpul..dan terbilang tidak mahal... itu ordernya lumayan banyak buat bertiga kak... habiskah?

    BalasHapus
  20. Saya kira awalnya ini hidangan Italia resto gitu, ternyata Indonesia food ya. Enak ini, cocok di lidah kita. Hehehe. Pijat refleksinya juga ramah di kantong, standar itu harganya. Kalo di Bali udah minimal 150k. Huhuhu.

    BalasHapus
  21. Wah Mom, menggiurkan banget sih, tempatnya juga nyaman kelihatannya. Aku kok jadi ingin makan lihat Butter Chicken Rice Bowl-nya ya? Nyammm ...

    BalasHapus
  22. Wah asik ya desainnya, makanannya juga oke. Aku baru sekali ke sidoarjo, mudah2an bisa mampir ya ke sana lagi

    BalasHapus
  23. Kalau gak salah baca kemarin mbak artha review tentang refleksi di sini juga ya. Wah, ternyata ada tempat makannya juga. Cucok banget nih. Badan segar habis refleksi eh perut juga kenyang

    BalasHapus
  24. Dengan cafe yang secozy itu, tampilan makanan yang selezat itu, ditambah ada refleksinya juga. Terus harga makanannya yang nggak terlalu menggigit, pasti akan menjadi cafe pilihan banget buat nongkrong ini.

    BalasHapus
  25. cocok buat aku yang suka nongkrong sama teman-teman di tambah lagi harganya bersahabat buat kaum muda seperti aku. kapankapan aku akan coba ajak teman-teman kumpul di Cafetiere.

    BalasHapus
  26. menu-menunya bikin laper oii, apalagi tempat cozy untuk nongkrong gtu ya. Mua lah kapan kesana.

    BalasHapus
  27. Cafenya tenang dan bersih ya, harganya juga murah untuk ukuran cafe.
    Ntar klo pas main ke rumah kakak di Sidoarjo, pengen mampir ke situ ah

    BalasHapus
  28. Suasananya ih suka aku dengan cahaya kecokelatan cafetiere ini. Nyaman banget gitu, udah gitu hiasan mejanya unik pakai sirih air. Dan makan-makanannya menggoda hmm. Auto laper liat ini pagi-pagi. Udah gitu harganya juga masih murah untuk ukuran cafe kekinian. Mana ternyata ada buat pijat refleksi ya, keren nih komplit :)

    BalasHapus
  29. Ini kalau buat ngejob dari pagi sampe siang di depan laptop bisa enak banget nih. Semoga pandemi segera lewat, sehingga bisa kesana kemari gk bosen ngejob dari rumah. aamiin.

    BalasHapus
  30. Tempatnya keliatan asyik banget sih ini, aku jadi penasaran pengen ke sana. Makanannya kalau anak kecil aja suka, seharusnya yang dewasa bisa menikmati karena menurutku anak kecil pasti lebih peka terhadap rasa dan lebih jujur, pasti enak beneran ini makanannya

    BalasHapus
  31. Wah tempatnya keren banget.. bikin betah ini kalau kayak gini. Jadi pengen kesana. Kapan yah hiks..semoga aja deh aamiin

    BalasHapus
  32. Ownernya punya konsep yang bagus banget ya mbak. Rileks kan otot, makan enak makin happy tubuh kita. Dan ramah anak juga cafe nya.suka semua ambiance sampai menunya. Hang out bersama keluarga jadi bahagia.

    BalasHapus
  33. Wah tempat makannya unik sekali desainnya..sy klo ke tmpt mkn yg unik kyk gini pasti lamaan Selfi dan foto2 nya timbang mkn minum nya wkwk ..keren nih tmpt...

    BalasHapus
  34. unik, bersih terang, dan modern memang menjiwai saya banget cafe ini

    BalasHapus
  35. Suasana cafenya kok kayak suasana rumah ya Mba. Menunya juga nggak kayak cafe biasanya yang cuma dessert aja. Keren.

    BalasHapus
  36. Tempatnya menarik sekali dan makanannya juga enak. Cocok banget mengajak keluarga kumpul di sini

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top