Thursday, December 18, 2014

Novel Diary Jomblo Darurat


Judul: Diary Jomblo Darurat
Penulis: Dion Sagirang
Penerbit: Anza
Terbitan: 1, Pebruari 2013
Tebal: xxi + 158 halaman
ISBN: 978-602-18303-7-6

"Ini persis mimpi. Tak pernah terbesit dalam benakku untuk masuk perguruan tinggi negeri di Bandung. Penginnya sih mendapat beasiswa di Jepang, Korea atau di Australia. Setidaknya bila cita-cita besarku itu terwujud, aku bisa puas menikmati susi dan sake di negeri matahari terbit. Kebayang juga kan gimana cantiknya gadis-gadis Jepang. Huhh ...

Diary Jomblo Darurat adalah sebuah catatan kecil seorang Dion Sagirang ketika dengan terpaksa harus kuliah di perguruan tinggi yang tidak dia kehendaki. Di sini dia bercerita tentang awal dia masuk kuliah, bertemu dengan orang-orang senasib yang memiliki misi dan cita-cita yang sama, tingkah konyol khas remaja labil dan tips bagaimana cara menghadapi kehidupan yang tak pernah adil. Seperti mengutip peribahasa, 'Tuhan memberi apa yang manusia butuhkan, bukan yang diinginkan.'"


Novel ini bikin saya penasaran. Judulnya ada kata jomblo, tapi kok kovernya katak hijau? Apa jomblo = katak hijau? Belum lagi tagline-nya, "Diary Cowok Jomblo yang Terlahir Keren." Awaw! Keren tapi jomblo, hayooo siapa mau daftar? :p

Secara keseluruhan, Diary Jomblo Darurat menceritakan serunya hari-hari lima sahabat yang merupakan mahasiswa komunikasi jurnalistik. Bagi kamu yang penasaran dengan jurusan komunikasi (seperti saya) wajib punya. Apalagi kalau kamu CENDOLERS, siapa tahu komen kamu tentang malam minggu terabadikan di dalamnya. Saya baru tahu loh kalau ternyata para jomblo banyak yang berdoa mengharapkan hujan deras di malam minggu. Atau mengganggap malam minggu itu tidak pernah ada. Ckckck ...

Bila beberapa buku lain menceritakan tentang merananya jadi jomblo, namun Dion Sagirang menuliskan sisi positifnya. Kalau jomblo itu gak perlu kayak Alfian yang jadi pucat lesu dengan gaya berjalan bak zombi habis bertapa. Malah bisa pendekatan dengan cewek yang 'diincar' seperti Chandra dan Ojak alami. Resikonya saingan antar teman, sih. Atau bisa juga main games sepuasnya seperti yang Samuel lakukan. Pun sibuk kerja part time kayak Adel. Pokoknya ... jadi jomblo itu punya banyak cerita, bukan derita.

Inilah kisah anak-anak Kodok, perkumpulan mahasiswa tidak cerdas yang bermisi mencerdaskan kehidupan bangsa. Sungguh mulia. Dengan dosen-dosen yang bikin saya ngakak, sumpah ngocol abis! Baca saja bab Testimonial Pak Mujar yang penuh keunikan. Di situ ada banyak ilmu yang bisa digali, misalnya game itu sangat dengan dengan film porno, beberapa mahasiswa yang menyimpan game di komputernya juga menyimpan film porno di folder tersembunyi. Juga berbagai kisah kehidupan yang ia ceritakan dan ada dalam bukunya yang belum terbit.

Anak-anak Kodok suka hang out bareng. Malah pernah kolaborasi dengan Geng Rempong. Apa jadinya perjalanan mereka ketika dihadang polisi yang melakukan razia rutin? Lalu bagaimana nasib Dion yang kemalaman pulangnya sampai kehabisan angkutan umum dan diharuskan jalan kaki berkilo-kilo meter? Syukurlah di perjalanan ia bertemu dengan gadis cantik. Sayangnya sang gadis yang dikiranya bakal jadi guardian angel malah ketakutan dan tergesa meninggalkannya. Ada apa ya?

Selain itu, bagaimana nasib Alfian selanjutnya? Apakah ia bisa move on atau memilih jadi jomblo selamanya? Bisakah Chandra dan Ojak merebut hati Winda? Akankah mereka memutuskan tali persahabatan demi cewek yang dipujanya? Bagaimana kabar Samuel dengan games-nya dan Adel dengan followers bayarannya? Akankah anak-anak Kodok akan terpikat dengan keelokan Geng Rempong?

Setting yang dihadirkan dalam Jomblo Gawat Darurat tidak jauh-jauh dari kehidupan mahasiswa: kampus, kosan, rumah Dion, tempat wisata dan tempat makan. Kalau kamu suka humor segar dan mau menambah wawasan tentang indahnya Bandung, keunikan para mahasiswa jomblo dan istilah dalam ilmu komunikasi, silakan beli buku ini. Gak bakal nyesel deh. Soalnya prior communication-nya udah good banget. Nah, apaan tuh prior communication? Penasaran kan? Makanya .. beli aja^^ Atau cari gratisan seperti saya, hehe.



1 comment:

  1. Novel ini mengingatkan pada kelakuan saya waktu 'muda' :D

    ReplyDelete