Categories

12 Januari 2021

Film Teachers, Kisah Guru yang Tak Biasa


Masih betah lebih banyak di rumah saja, kah? Di masa pandemi begini, segala hal banyak dilakukan dengan di rumah saja, termasuk belajar. Keponakan saya yang duduk di bangku sekolah dasar bahkan mengeluh mulai bosan dengan situasi yang sekarang. Asyik sih tak perlu bangun pagi untuk berangkat ke sekolah, tugas-tugas pun dikumpulkan secara online. Tapi katanya ada rasa rindu bersua, berkumpul, dan bermain bersama teman-teman sekolahnya.

Nah saat ada info kalau ada Virtual Screening Film Teachers, saya mengajaknya untuk menyimak bersama. Siapa tahu bisa jadi tontonan apik dan sedikit mengobati rasa rindunya akan bangku sekolah. Dari judul, Film Teachers ini bak memberi gambaran tentang bagaimana tugas dan peran guru. Ternyata saya keliru, film ini jauh lebih asyik dari yang saya bayangkan.

Dari apa yang telah kami tonton, saya baru ngeh kalau Film Teachers ini harus ditonton dengan bimbingan ataupun dampingan orang tua. Berarti tindakan saya sudah benar, menontonnya bersama keponakan. Karena ternyata Film Teachers bukanlah film anak. Meski di dalamnya berisi kehidupan di sekolah, dimana banyak pemeran anak-anak juga, namun film bergenre action comedy yang dibintangi oleh Yova Gracia & Estelle Linden ini bercerita mengenai rencana penangkapan sindikat narkoba yang terselubung di sebuah sekolah dasar loh. Wohooo... dijamin seru, lucu dan alurnya tak tertebak.

Kebetulan pada hari Jumat,  8 Januari 2021 lalu, saya berkesempatan ikutan Virtual Online Screening & Press Conference Film Teachers. Ada sambutan dari sutradaranya, Pak Sarjono Sutrisno. Juga ada sepatah kata dari para pemeran dan juga beberapa pihak di belakang layar produksi film Teachers. Asyik deh, bisa jadi salah satu penonton esklsusif yang berkesempatan menyaksikan film Teachers untuk pertama kalinya secara daring. Sambil rebahan, gak perlu keluar rumah.

Alur Film Teachers

Pada film Teachers ini bercerita tentang bagaimana aksi penangkapan yang berbalut penyamaran. Hmmm... tak terbayang bagaimana petugas kepolisian yang biasanya terkesan "sangar" dan tegas tiba-tiba menjadi guru di sekolah dasar. Unik! Gemes! Pokoknya bersiaplah perut terkocok dengan aksi-aksi seru  dari komedian senior yang juga bermain di film Teachers, seperti Tarzan , Epy Kusnandar dan juga Rizki Mocil.

Ada aktor kawakan juga loh. Seperti Garry Iskak, Teddy Syah, serta artis cantik Estelle Linden yang turut membintangi film Teachers garapan sutradara Sarjono Sutrisno bersama rumah produksi SAS Film, Skylar Pictures dan STRO.
Eh belum tahu STRO? Ini merupakan sebuah  aplikasi streaming yang bisa diakses melalui  android, iOs ataupun via browser web. Tinggal download STRO untuk segera menyaksikan karya-karya terbaik Indonesia, banyak tontonan untuk ditonton seluruh anggota keluarga.

Asyiknya lagi untuk bergabung menjadi akun Premium ternyata murah sekali loh. Lebih murah dari jajan si kecil per minggunya, hehe. Nih yaa... hanya Rp 10.000,- saja lalu bisa nonton banyak film. Sip banget kan? Langsung nonton Film Teachers juga deh.

Di film ini dikisahkan bagaimana Agnes (diperankan oleh Yova Gracia) yang seorang polisi menyamar sebagai guru. Di awal film saja sudah dibuat terbahak-bahak oleh aksinya yang sok bisa bahasa asing. Saat dites Kepala Sekolah apakah bisa bahasa Spanyol, lalu dengan kacau dan penuh percaya diri berbicara sambil menambah akhiran O di tiap kata yang dilontarkan. Anehnya, sang kepala sekolah percaya-percaya saja.


Kemudian Agnes bertemu dengan Meg (diperankan Estelle Linden) sang wali kelas 4G. Keduanya lalu sepakat saling membantu. Keren deh, meski beda profesi tapi tetap bisa berkolaborasi. Walaupun yaa.. sering membuat ulah di sana-sini sih. Tingkah keduanya konyol!

Saking serunya kisah pengabdiannya di sekolah dasar dengan peran sebagai guru, Agnes sempat lupa akan tugas utamanya. Lupa kalau sedang menyamar demi mengejar gembong Narkoba. Eh saat kembali memulai misinya, malah ketahuan Meg dan guru cantik itupun pun jadi terlibat dalam misi rahasia. Gawat! Lalu bagaimana selanjutnya ya? Apakah misinya bisa sukses? Lalu bagaimana juga dengan pertandingan sepakbola anak-anak? 

Daripada penasaran sampai cari spoiler di sana-sini, lebih baik langsung download Aplikasi STRO TV di Android, iOS maupun nonton via browser STRO.TV - Stream ON! deh. Murah meriah kok, hanya dengan 10 ribu bisa nonton banyak film sepuasnya. Horor, komedi, romantis, action, ada semua! Eits tapi tetap dampingi si kecil saat menonton ya. Kan kontrol orang tua tetap yang utama.


08 Januari 2021

Unduh Let's Read Demi Penuhi Hak Anak Mendapatkan Pendidikan Moral Sedari Dini


Membaca, kalau ditanya hobi saya apa pastilah menjawab dengan kata ini. Saat masih sekolah, saya memang suka menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan. Saya baca majalah yang ada di sana, lalu meminjamkan satu dua buah buku untuk dibaca di rumah. Kegiatan ini rutin saya lakukan hingga lulus kuliah.

Walau suka membaca, tapi saya tak memiliki banyak koleksi buku di rumah. Uang saku minim, paling yang saya beli ialah buku-buku bekas di pasar loak Surabaya. Yang setelah isinya habis saya baca, lalu saya jual lagi demi bisa beli dan baca buku baru. Sungguh.

Itulah mengapa dulu saya hobi ikut kuis dan giveaway di media sosial yang berhadiah buku. Sebab dengan begitu jadi bisa dapat buku gratis dan baca sepuasnya. Orang tua saya yang suka baca buku hanya Ayah, jadi hobi saya ini menurun dari beliau. Tapi yang Ayah baca ialah buku-buku keagamaan, yang tentu saja anak usia sekolah kurang menyukainya. Hanya sesekali belikan majalah anak-anak semasa saya duduk di bangku sekolah dasar, selebihnya tidak lagi.

Mungkin karena itu pula, setelah menikah dan punya anak, saya jadi ingin beli banyak buku bacaan untuk si kecil. Buku anak-anak yang banyak gambarnya, yang isinya sesuai dengan perkembangan usianya. Setidaknya si kecil juga bisa belajar banyak hal dari membaca. Terlebih dari buku dongeng yang banyak pesan moralnya.

Dongeng selalu mengajarkan kebaikan, bagaimana kebaikan dan keberanian akan menang seperti di kisah Timun Emas dan Buto Ijo. Atau kesabaran akan membuahkan hasil seperti di kisah Kelinci dan Kura-kura. Jangan pernah lupakan kebaikan orang lain yang dikisahkan lewat Singa dan Tikus. Atau kecerdikan yang membungkam keserakahan pada kisah Kancil dan Buaya, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Kalau masa saya kecil dulu, walau Ayah tak membelikan buku karena kondisi keuangan keluarga yang kurang memungkinkan juga, beliau sering mengisahkan dongeng sebelum tidur. Yang paling saya ingat ialah bagaimana pertemanan Monyet dan Kura-kura. Monyet yang rakus, akhirnya menerima balasannya dengan memakan nangka muda yang banyak getahnya. Namun akhirnya dia meminta maaf pada kura-kura, sahabatnya yang menunjukkan letak pohon nangka untuk dibagi buahnya, tapi ternyata dimakan sang monyet sendiri.

Entah dongeng yang sering Ayah kisahkan itu karangan sendiri atau bagaimana. Sebab di buku-buku dongeng belum pernah saya temukan kisah itu. Dongeng tersebut diceritakan lagi dan lagi. Namun saya tak jemu mendengarkannya.

Memang ada baiknya bisa mendongeng sambil membacakan buku cerita bergambar. Selain rasanya terdengar lebih seru karena kisahnya variatif, juga ada gambar yang menampilkan bagian dongeng tersebut. Visualisasi akan memberikan efek bahagia tersendiri pada anak-anak, bukan? Sayangnya saya tak mendapatkan itu di masa kecil dan tak ingin si kecil merasakan hal serupa.

Menghidupkan Dongeng melalui Cerita Bergambar

Dongeng disebut sebagai bentuk cerita turun temurun dari nenek moyang, di sinilah saya jadi dapat jawaban bahwa Ayah mendapatkan dongeng andalannya dari orang tua atau kakek neneknya. Nah kejadian pada dongeng saat dikisahkan dari mulut ke mulut akhirnya terkesan sebagai kejadian yang nyata, meski pada dasarnya dongeng itu cerita fiktif dan imajinatif. Bagaimana tidak, binatang dan tumbuhan dikisahkan bisa berbicara seperti manusia kan? Dari inilah yang membuat dongeng jadi seru untuk diceritakan dan didengarkan.

Selain dari dongeng-dongeng yang saya tahu dan hapal, saya menceritakan banyak dongeng pada si kecil dari buku cerita yang saya baca. Saya pilih buku cerita bergambar karena lebih menarik minat anak dalam mendengarkannya. Tak asal dengar, tapi juga menyimak dan ikut menghapal jalan ceritanya dengan baik. Bahkan lewat gambar yang disajikan, si kecil yang belum bisa membaca pun bisa mengisahkan kembali sesuai gambar yang diperhatikannya.



Berkat cerita bergambar, anak jadi minta dan minta lagi untuk dibacakan dongeng. Tak harus dongeng yang berbeda, dongeng yang sama dengan pembawaan cerita yang berbeda pun asyik untuk disimak. Bagi si kecil, yang saat ini ada di masa emasnya, mendengarkan dongeng mengasah kosa katanya. Ia pun ikut lihai bercerita, terkadang ganti saya yang dibacakan dongeng olehnya. Ah... senang sekali melihat tumbuh kembangnya begini

Lewat dongeng, saya juga bisa mengajarkan banyak hal padanya. Pada dongeng Monyet dan Kura-kura misalnya, ada pesan moral bagaimana caranya untuk berteman. Bahwa berteman itu tak harus terus menerus berdasarkan keuntungan pribadi, tapi memang murni karena sifat sosialisasi. Juga berteman tak boleh pilih-pilih, tidak membeda-bedakan teman satu dan lainnya. Juga saat berteman tidak boleh berbohong, katakan saja apa adanya, karena yang namanya teman juga tak ada sosok yang sempurna.

Cerita bergambar di masa sekarang tak hanya bisa ditemukan lewat buku bacaan saja. Kini sudah ada banyak aplikasi yang bisa diunduh secara gratis, yang berisikan banyak dongeng pilihan. Salah satunya bernama Let’s Read, aplikasi yang saya suka karena banyak dongeng apik untuk anak. Tak hanya berupa narasi, tapi juga ada gambar ilustrasi berwarnanya loh.

Cara unduh Let's Read begitu mudah, ada di PlayStore untuk ponsel android seperti milik saya.

Ada banyak pilihan bahasa juga di sini, bisa disesuaikan dengan keinginan.


Selain itu, pilihan dongeng ada banyak sekali. Semuanya benar-benar gratis, hanya butuh data internet saat mengunduhnya. Jadi selanjutnya bisa dipakai secara offline, jadi hemat data internet deh. Jadi bisa baca dimanapun dan kapanpun.




Selain pilihan bahasa yang bisa disesuaikan dengan keinginan, juga bisa ubah ukuran dan bentuk hurufnya agar lebih nyaman dibaca loh. Cara bacanya juga tinggal digeser ke samping.


Pokoknya pakai Let's Read selain mudah, praktis dan nyaman digunakan. Anak jadi makin suka dibacakan dongeng, apalagi di Let's Read ada ilustrasi berwarna-warni. Gambarnya lucu, anak suka dan jadi betah dibacakan dongeng. Terlebih karena bisa diakses dengan smartphone, dibaca berkali-kali pun tak ada kerusakan seperti yang terjadi saat membaca buku. Asyik, ya?





Yuk unduh Let's Read dan rasakan manfaat membacakan dongeng lewat cerita bergambar untuk si kecil. Dijamin langsung jatuh hati dan bisa memenuhi hak anak dalam memperoleh pendidikan moral sedari dini. Klik di https://bit.ly/downloadLR3 ya.


07 Januari 2021

6 Alasan yang Membuktikan Pentingnya Asuransi Kesehatan di Tengah Pandemi

 

Saat ini, total kasus Covid-19 di Indonesia hampir menyentuh 500 ribu dengan total yang meninggal dunia lebih dari 14 ribu orang. Sedihnya, kasus ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun, malah rata-rata kasus baru berada di 2-4 ribu per hari. Untuk saat seperti ini, asuransi kesehatan bisa menjadi pahlawan. 

Deloitte menyatakan banyak orang mulai merasakan manfaat memiliki asuransi kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah peserta asuransi di Amerika Serikat, dan pasarnya diprediksi bakal terus merangkak naik sampai 2027 nanti. Kamu belum punya asuransi? Simak pentingnya asuransi kesehatan di tengah pandemi berikut.  

Menghemat pengeluaran

Tidak setiap hari pemerintah menyediakan tes swab atau rapid test gratis dan massal. Kebanyakan, masyarakat harus menyiapkannya secara mandiri. Tes mandiri ini bisa seharga Rp 300-700 ribu, lho! Tidak sedikit pula lembaga yang mewajibkan pesertanya tes berkali-kali. 

Sementara itu, biaya perawatan Covid-19 pun tidak bisa kamu remehkan. Beredar di media sosial, kalau biaya perawatan pasien terkena virus corona mencapai Rp 30 hingga 294 juta! Biaya sekali suntik obatnya bisa Rp 300-400 ribu, belum lagi pasien yang mempunyai penyakit bawaan seperti gagal ginjal, TBC, atau sakit jantung.

Nah, di sinilah asuransi kesehatan berperan. Kamu bisa mengajukan biaya tes laboratorium maupun perawatan inap pasien Covid-19. Perusahaan asuransi kesehatan akan menanggung biaya tagihan rumah sakit, apalagi untuk kamu yang apply asuransi kesehatan dengan sistem cashless. Kamu bahkan tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali!

Maka dari itu, kalau kamu sedang cari asuransi untuk virus corona, pastikan asuransi kesehatan yang kamu pilih mempunyai jaminan untuk tes laboratorium dan cover tambahan virus COVID-19, ya.

Menjaga kesehatan fisik dan mental 

Peserta asuransi kesehatan akan selalu mendapat prioritas, terutama di rumah sakit rekanan. Kamu akan menerima fasilitas dan pelayanan kesehatan mumpuni, entah untuk tes laboratorium atau konsultasi virtual bersama dokter pilihan. Nah, privilege cek kesehatan rutin seperti ini kemungkinan besar tidak akan kamu dapatkan ketika tidak memiliki asuransi kesehatan. 

Agar lebih menyeluruh, ajukan asuransi kesehatan untuk keluarga. Kamu bisa memastikan tidak ada anggota keluarga yang positif karena pemeriksaan berkala dilakukan bersama. Selain itu, asuransi kesehatan keluarga lebih hemat daripada asuransi kesehatan individu karena kamu hanya membayar satu polis.

Kondisi kesehatan pun tidak hanya sekadar yang terlihat (fisik), melainkan juga kesehatan mental. Banyak artis sampai pekerja terdampak yang di-PHK bunuh diri karena stres, depresi dan cemas berlebihan. Kesehatan mental yang buruk malah bisa memperparah keadaan, lho! Dia bisa memunculkan berbagai penyakit semacam darah tinggi dan insomnia. 

Untuk mencegah hal ini terjadi, butuh terapi dari profesional yang bisa kamu dapatkan melalui asuransi kesehatan. Mereka akan membantumu melakukan stress management, mengelola emosi, bahkan memberikan pengobatan jika diperlukan. 

Meningkatkan awareness terhadap kesehatan

Setelah mengetahui jumlah tagihan rumah sakit untuk covid-19 di atas pun, kamu pasti berpikir sayang sekali uang yang kamu kumpulkan digunakan untuk diagnosis atau penyembuhan virus ini. Kamu pun menjadi lebih disiplin mengatur uang dan menyisihkannya untuk kebutuhan paling mendasar yaitu kesehatan. 

Biaya premi memang menambah pengeluaran, tapi itu lebih berharga daripada terlanjur positif tapi tidak memiliki jaminan sama sekali. Dengan mendaftar asuransi kesehatan, kamu bisa melindungi diri sendiri dan keluarga dari risiko yang muncul karena perusahaan asuransi kesehatan akan memberikan kompensasi.

Mencegah ketidakpastian risiko di masa depan

Masa depan adalah sebuah misteri bagi kita semua. Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur, jenis kelamin, maupun status sosial. Kamu juga tidak tahu apakah kondisi keuangan pribadi bakal makin sehat atau malah terkena dampak resesi, kan?

Dengan asuransi kesehatan, setidaknya kamu telah mendapatkan kepastian dan jaminan akan biaya kesehatan. Apalagi, biaya kseahatan akan makin tinggi. Ini dikarenakan orang-orang akan makin sadar tentang hal itu. Permintaan kebutuhan medis akan semakin melambung, yang berakibat pada naiknya harga dalam bidang medis, termasuk juga asuransi kesehatan.

Membuat perasaan lebih tenang 

Setelah mendapat kepastian dari asuransi kesehatan tersebut, kamu pastinya bakal lebih tenang, dong! Kamu jadi tidak terlalu stres dan panik ketika ada anggota keluarga yang terkena virus ini. Perusahaan asuransi kesehatan akan meng-cover biaya ratusan juta itu, dan pasien agar segera pulih karena mendapatkan prioritas sehingga cepat tertangani dengan pelayanan kesehatan terbaik.

Mempersiapkan warisan

Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) memang memberikan asuransi berbentuk JKN-KIS untuk meng-cover biaya beberapa jenis penyakit. Namun, hal itu tidaklah cukup kalau kamu mempunyai tanggungan anak atau pasangan. Bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup jika tulang punggung keluarga terkena Covid-19 dan meninggal dunia?

Kabar baiknya, beberapa asuransi kesehatan telah dikombinasikan dengan asuransi jiwa. Jadi, jika yang tertanggung meninggal, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan bagi pewaris. Santunan ini bisa digunakan untuk kelangsungan hidup keluarga yang ditinggal. 

Jadi, jangan sampai terlambat mendaftar asuransi kesehatan di tengah pandemi ini. Dapatkan proteksi menyeluruh produk asuransi kesehatan melalui https://www.cekaja.com/asuransi-kesehatan ! Mitra CekAja beragam sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget kamu. 

Salah satu fitur CekAja yang bisa memudahkanmu mengajukan asuransi kesehatan selama pandemi adalah kamu bisa mendaftar secara online. Selain itu, preminya juga bersahabat buat kamu yang penghasilannya terdampak corona. Premi setahun bisa hemat dua bulan, lho. Tunggu apa lagi? Ajukan asuransimu sekarang!

Back to Top