Mitigasi Bencana pada OYPMK dan Penyandang Disabilitas

Melihat berita yang disiarkan di televisi akhir-akhir ini membuat dada membuncah. Bagaimana tidak, berita gempa bumi di Kabupaten Cianjur memakan korban begitu banyak. Bahkan pasca gempa pun masih dilakukan penyisiran pencarian korban jiwa. Pun berita soal para korban gempa yang butuh bantuan, dari pakaian, makanan dan tempat tinggal.


Saya membaca berita bagaimana ada sejumlah kendala saat melakukan evakuasi gempa di Cianjur. Kendala ini muncul dari kondisi di lapangan yang begitu curam, juga karena masih terjadinya hujan dan gempa susulan di kawasan tersebut. Korban gempa tidak hanya anak-anak dan orang-orang tua, tapi pastinya juga ada para penyandang disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Bagaimana kondisi mereka ya? Apakah mengalami kekurangan tenda, air dan logistik lainnya? Semoga semua bisa tertangani dengan baik, segala bantuan terdistribusi dengan tepat. Aamiin.


Kebetulan saat memikirkan hal ini, saya mendengar streaming diskusi publik di YouTube. Ada di channel Berita KBR, dengan program Ruang Publik KBR pada Selasa, 29 November 2022 lalu. Dengan host Rizal Wijaya, saya jadi tahu bagaimana penanggulangan bencana inklusif bagi OYPMK dan penyandang Disabilitas. Saat itu dihadirkan Pak Drs. Pangarso Suryotomo sebagai Direktur Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akrab disapa Pak Papang. Ada juga Mas Bejo Riyanto sebagai Koordinator Konsorsium Pelita yang juga penyandang disabilitas terdampak bencana, akrab dipanggil Mas Bejo Joss.


Namanya bencana, tidak ada yang tahu kapan waktu terjadinya, selalu terjadi tiba-tiba. Apalagi kondisi Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi dengan perairan luas, bisa terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi dan tsunami. Masyarakat harus paham akan kondisi ini, bagaimana resikonya apalagi kita tinggal di Nusantara tercinta ini. Ada enaknya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dengan hasil bumi beraneka rupa, tetapi tidak enaknya ada bencana yang datang sewaktu-waktu.


Seperti yang dikatakan oleh Mas Bejo Joss, bencana itu datang saat kita tidak siap. Beliau juga menceritakan bagaimana gempa datang ketika pintu rumah terkunci, sehingga menyulitkan evakuasi. Padahal sebelum-sebelumnya ketika pintu rumah tak terkunci, malah tidak terjadi apa-apa. Karena itulah Pak Papang mengingatkan kita harus selalu siap akan terjadinya bencana, sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.


Penanganan bencana itu sama saja untuk semua orang. Terlebih memang bencana alam tidak hanya mendampak non disabilitas, tapi juga disabilitas. Karena itu kemudian muncullah Perka BNPB No. 14/2014 tentang Penanganan, Perlindungan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana (PB). Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities) melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 punya prinsip umum konvensi dengan meningkatkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas termasuk dalam hal aksesibilitas terhadap penyelenggaraan PB. 

"Disabilitas punya 3 hal dalam PB, yakni pertolongan, partisipasi dan perlindungan. Pertolongan merupakan penanganan utama yang diperhatikan," sebut Pak Papang. Namun tentunya para OYPMK dan penyandang disabilitas tidak mau dijadikan obyek, maunya disebut subyek yang juga bisa melibatkan diri dalam penanganan bencana. Teman-teman kita ini tidak mau hanya dikasihani karena mereka punya kemampuan juga dalam menolong sesama, inilah yang namanya partisipasi.


Lanjut Pak Papang, "Bencana menimbulkan kedisabilitasan. Seperti gempa di Bantul beberapa waktu lalu yang kemudian menimbulkan disabilitas pada korban bencananya. Nah karena penyandang disabilitas ini juga berpotensi terjadi double ataupun triple disability pada dirinya oleh karena dampak bencana, maka partisipasi utama yang memungkinkan adalah memberikan perlindungan pada diri sendiri. Kemudian teman-teman OYPMK dan penyandang disabilitas juga bisa mendeteksi kira-kira mana korban yang bisa menjadi penyandang disabilitas baru oleh karena adanya dampak bencana yang terjadi, lalu melakukan pendampingan."


Masalah utama saat penanggulangan bencana ialah data. Alasannya karena data dasar itu begitu penting dalam setiap tahapan dalam penanggulangan bencana. Adanya data-data ini bisa diolah untuk membantu penyusunan rencana dan analisis. Kemudian jumlah populasi, termasuk kelompok rentan yakni para OYPMK dan penyandang disabilitas yang terdampak bahaya bisa dihitung dan diperkirakan dengan tepat sehingga dapat diantisipasi kejadian double ataupun triple disability-nya. Sayangnya data disabilitas ini yang tahu yaa teman-teman penyandang disabilitas itu sendiri, karena yang tercatat selama ini di kantor desa, kecamatan bahkan kabupaten hanyalah data-data umum.

"Kami hanya fokus pada bagaimana stigma tentang kusta ini hilang dan masyarakat menerimanya sebagai penyakit biasa yang bila diobati maka bisa sembuh serta hilang. Sayangnya mitigasi OYPMK belum maksimal, sehingga ini jadi PR bagi saya," ungkap Mas Bejo Joss dalam Diskusi Publik persembahan NLR Indonesia ini. Beliau juga meralat perkataan Pak Papang yang sempat menyebutkan "eks kusta" bagi yang sudah sembuh dari kusta, lebih baik disebut dengan OYPMK saja dan Pak Papang sudah meminta maaf akan hal tersebut. Dalam hal ini Mas Bejo Joss pun menyayangkan bagaimana sikap relawan bencana yang sempat membuat ruang tersendiri bagi OYPMK seakan-akan diisolasi.

Seharusnya informasi akan perkiraan bencana disampaikan terlebih dahulu sebelum terjadinya bencana, sehingga tidak terjadi banyak korban. "Jangankan yang disabilitas, yang tidak disabilitas saja bisa tidak selamat," tutur Mas Bejo Joss. Beliau menceritakan bagaimana edukasi pasca bencana kemudian akhirnya melibatkan OYPMK dan penyandang disabilitas. Kemudian lahirlah DIFAGANA yang merupakan akronim dari Difabel Siaga Bencana.

Pelibatan OYPMK dan penyandang disabilitas dalam kegiatan penanggulangan bencana memang bisa membantu terjaminnya pemenuhan kebutuhan OYPMK dan penyandang disabilitas karena mereka yang lebih tahu apa yang mereka butuhkan. Pun mereka bisa tertolong lebih cepat dan tertanganinya dengan baik di saat dan pasca bencana terjadi. Meski memang benar bahwa melibatkan OYPMK dan penyandang disabilitas dalam mitigasi bencana bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tentunya hal ini butuh pengetahuan lebih, kemampuan teknis, serta niat baik dari pihak-pihak yang terlibat.

Hal mudah yang bisa dilakukan OYPMK dan penyandang disabilitas dalam partisipasi mitigasi bencana adalah dengan menumbuhkan pengetahuan akan apa dan bagaimana bencana yang bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal. Kemudian sosialisasi akan apa saja kebutuhan khusus teman-teman OYPMK dan penyandang disabilitas sehingga tidak hanya pemangku kepentingan tapi juga masyarakat lebih mengerti akan hal ini. Jadi lewat aneka kegiatan pelatihan, sosialisasi, serta pendidikan maka diharapkan sekali masyarakat bisa lebih menerima OYPMK dan penyandang disabilitas dalam  
kehidupan sehari-hari, dan bisa lebih memerhatikan mereka saat penanggulangan bencana.


ASUS Zenfone 9, Ponselnya Kaum Millenial yang Akan Rilis di Indonesia



Teknologi yang semakin berkembang mendorong sarana komunikasi juga semakin canggih. Tidak hanya praktis, sarana komunikasi yang dalam hal ini adalah smartphone, diharapkan bisa multitasking. Itulah mengapa kemudian kehadiran ASUS Zenfone 9 begitu dinanti, utamanya oleh kaum Millenial. Smartphone seri terbaru dari ASUS ini bahkan sudah diincar jauh-jauh hari.


Untunglah tak perlu menunggu terlalu lama karena launching ASUS Zenfone 9 berlangsung besok, Kamis, 17 November 2022. Dengan desain mungil nan ergonomis, smartphone ini kabarnya dilengkapi aneka fitur ciamik dan juga powerful. Dual kamera, sistem kamera dengan gimbal stabilitas, serta kalibrasi kualitas gambar yang lebih mengagumkan, ini baru beberapa dari gebrakan ASUS Zenfone 9. Bisa dibayangkan mengapa smartphone ini digadang-gadang akan menjadi favorit.

Penasaran tentang spesifikasi ASUS Zenfone 9? Ulasan lengkapnya akan segera saya tulis di blog. Nantikan dan bersiaplah jatuh hati dengan smartphone besutan terbaru dari ASUS ini. Jangan lupa untuk hadir di acara launching ASUS Zenfone 9 ini, ya.







Kendaraan Umum, Emisi dan Pengendalian BBM Bersubsidi di Wilayah DKI Jakarta

Berbicara soal Bahan Bakar Minyak (BBM) memang tiada habisnya. Terlebih saat pengendalian BBM menjadi hal yang krusial karena membawa dampak yang begitu besar. Seperti yang kita tahu, setelah selama lebih dari 2 tahun ini kita berhadapan dengan pandemi akibat covid-19, memang ada bentuk perbaikan perekonomian yang terjadi. Sayangnya lalu muncul masalah yang cukup pelik, yakni adanya kenaikan harga BBM.


Kenaikan harga BBM disebabkan oleh beban subsidi BBM dan kompensasi energi yang membengkak. Selain itu juga karena adanya pengaruh harga minyak mentah dunia dan juga kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga akhirnya pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Solar. Hal ini pastinya memberikan pengaruh pada biaya lainnya seperti naiknya bahan pangan, transportasi dan juga mendorong inflasi yang bisa berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.


Ada survei yang menyatakan bahwa selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran dan malah banyak dinikmati kalangan mampu. Bahkan total BBM subsidi yang tak tepat sasaran mencapai sekitar 70-80 %. Kendaraan pribadi roda 4 menjadi pemakai BBM bersubsidi dengan porsi terbanyak, bukan sepeda motor ataupun kendaraan umum yang semestinya mendapatkan BBM bersubsidi. Inilah mengapa kemudian menyimak diskusi publik KBR yang berlangsung pada Selasa, 8 November 2022, menjadi sangat menarik.

Diskusi publik yang menghadirkan para narasumber kompeten ini mengedapankan fakta yang ada di lapangan soal pengendalian BBM bersubsidi ini. Ada Tulus Abadi selaku ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Maompang Harahap S.T., M.M, selaku Direktur Pembinaan Usaha Hilir migas, Dr. Syafrin Liputo, A.T.D., M.T., selaku kepala dinas perhubungan DKI Jakarta, Luckmi Purwandari selaku Direktur Pengendalian Pencemaran Air Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) dan masih banyak narasumber lainnya. Diskusi publik ini layak disimak agar kita sebagai orang awam jadi lebih mengerti dan memahami bagaimana pengendalian BBM bersubsidi. Pun bisa mencari cara soal pengurangan emisi atau gas buang agar bisa lebih menjaga lingkungan kita.


Memang penggunaan kendaraan roda 2 dan roda 4 di DKI Jakarta sangatlah dominan. Hal ini membuat banyaknya BBM yang digunakan, pun menimbulkan polusi yang luar biasa. Tidak heran bila pada Juni 2022 lalu, DKI Jakarta menduduki posisi nomor satu sebagai kota dengan udara terburuk sedunia. Menurut Tulus Abadi, disamping adanya aspek ketidakadilan karena penggunaan BBM bersubsidi lebih banyak digunakan oleh kendaraan roda 4, juga menimbulkan dampak ekologis dengan dampak pemberian emisinya.

Ketua YLKI tersebut menyarankan bentuk pengendalian BBM bersubsidi yang bisa diterjemahkan dalam 2 cara: insentif dan disinsentif. Insentif adalah mendorong sebanyak mungkin penggunaan transportasi umum sehingga terjadi migrasi penggunaan kendaraan umum yang lebih banyak. Dengan cara ini diharapkan emisi bisa berkurang dan bisa lebih ramah lingkungan. Sehingga kita bisa kembali melihat langit biru, tidak seperti sekarang dimana di daerah Bandara Halim Perdanakusuma yang tampak adanya kabut hitam yang seolah mendung. Ini merupakan bentuk nyata tingginya polusi Jakarta, sebagai akibat dari emisi kendaraan, pabrik, rumah tangga dan lain sebagainya. 


Untuk cara disinsentif adalah bila tidak mau menggunakan kendaraan umum maka haruslah menggunakan bahan bakar yang berkualitas untuk kendaraannya. Dengan cara ini juga bisa meminimalisir jumlah emisi. Lihat saja bagaimana kendaraan roda 2 bisa masuk ke gang-gang kecil, lalu memberikan polusi udara dan suara. Karena itulah penggunaan kendaraan pribadi yang semakin dominan membuat distribusi polusi jadi semakin merata. Penggunaan BBM berkualitas menjadi sangat penting, apalagi pemilihan BBM yang sesuai spesifikasi mesin juga dapat mengefektifkan kerja mesin sehingga mesin jadi terawat, terhindar dari kerusakan dan kemudian menjadi lebih hemat.

Tercatat sebanyak 60% polusi di Jakarta adalah akibat dari polusi kendaraan pribadi. Dikarenakan penggunaan kendaraan pribadi mencapai 35% maka menjadi urgensi untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi dan penggunaan energi. Hal ini tidak terpisahkan. Apalagi penggunaan bahan bakar sebagai energi kurang disoroti pemerintah padahal bisa saja kita belajar dari eropa, yang menggunakan bahan bakar berkualitas level EURO IV. Standar ini yang sangat ramah lingkungan, sekalipun masih fosil tapi emisinya rendah. 


Inilah yang kemudian ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Jakarta agar bisa membuat kota ini jadi lebih nyaman ditinggali. Selain pengendalian BBM bersubsidi, standar emisi kendaraan untuk mengatur ambang batas kadar polutan yang dapat dikeluarkan oleh suatu kendaraan juga perlu benar-benar diperhatikan. Apalagi emisi kendaraan bermotor berkontribusi besar terhadap pencemaran Nitrogen Oksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2) dan Partikulat (PM) di wilayah perkotaan. Bukan hanya pencemaran udara, bahkan emisi yang berlebihan dapat menyebabkan pemanasan global atau efek rumah kaca, dengan salah satu dampaknya ialah peningkatan suhu di bumi secara signifikan.

Pihak PPKL yang diwakili Luckmi menyebutkan sejak September ini terutama setelah adanya kenaikan harga BBM, ada perbaikan kualitas udara di DKI Jakarta. Hal ini terpantau dari 6 stasiun pencatatan kualitas udara. Mungkin karena adanya migrasi penggunaan bahan bakar seperti pertalite ke pertamax, maka penurunan jumlah emisi pun terjadi. Seharusnya memang inilah dampak baik yang diharapkan setelah adanya perubahan harga BBM.


Sayangnya, karena kenaikan harga BBM pula, masih ada banyak masyarakat mampu yang malah menggunakan BBM bersubsidi seperti pertalite karena dirasa lebih murah. Maompang mengungkapkan bagaimana seharusnya volume BBM yang dapat subsidi dan kompensasi, bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih produktif. Itulah mengapa lalu ada pembatasan penerima BBM bersubsidi. Tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Nanti revisinya akan mengatur penerima Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan dan memuat aturan konsumen Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Dengan begitu BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran. Rasanya revisi ini akan berdampak positif mengingat kini sudah ada perubahan dengan DKI Jakarta yang sudah mengalami tren penurunan volume penyaluran BBM, yakni 2-3% dari sebelumnya yang 5% dari penyaluran nasional. 


Diharapkan pula tren keadilan ekologis di Jakarta juga akan terwujud. Bila saat ini kriteria penerima BBM subsidi dan jenis kendaraan roda 4 yang tidak akan mendapatkan BBM subsidi belum ditentukan secara jelas sehingga timbul pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Pengawasan BBM subsidi juga belum efektif, sehingga belum bisa dibilang tepat sasaran. Namun peraturan tetap menyebutkan bahwa masyarakat ekonomi kelas atas yang menggunakan mobil mewah dipastikan tidak akan menerima BBM subsidi karena tergolong masyarakat mampu.  


Saat ini pengendalian BBM bersubsidi berfokus di DKI Jakarta. Sebab sebagai Ibu Kota, DKI Jakarta merupakan barometer nasional. Tidak hanya menyoroti soal pengendalian BBM bersubsidi, emisi juga jadi poin penting. Kendaraan yang melebihi standar emisi juga bisa terkena pajak pencemaran lingkungan. Bila memenuhi baku mutu standar emisi, maka tidak ada pajak tambahan tersebut. Ada juga peraturan yang menyebutkan bila kendaraan belum lulus uji emisi, entah karena bahan bakar ataupun teknologi kendaraan yang digunakan, maka kena parkir progresif yang tarifnya lebih mahal dari parkir biasa. Dengan demikian diharapkan kendaraan-kendaraan yang ada tidak lagi enggan melakukan uji emisi dan menekan tingkat polusi yang dihasilkan.


Hasil uji emisi juga tergantung dari teknologi kendaraan yang digunakan. Hasil uji emisi pada kendaraan keluaran di atas tahun 2016 tampaknya lebih baik dibandingkan yang di bawah 2016. Salah satu manfaat dari melakukan uji emisi untuk kendaraan pribadi adalah agar tahu bagaimana kualitas emisi yang dihasilkan. Namun juga dibutuhkan bengkel atau institusi penyedia uji emisi yang murah, dengan harga terjangkau yang tidak memberatkan masyarakat. Nantinya dengan pengoptimalan uji emisi, maka bisa jadi salah satu syarat pembayaran pajak ataupun pembayaran parkiran kendaraan.

Bicara soal BBM dan emisi juga tidak luput dari peran transportasi publik yang punya andil besar dalam penghematan serta menurunkan jumlah polutan. Dinas perhubungan yang dalam diskusi publik ini diwakili oleh Syafrin menjelaskan bagaimana transportasi publik yang memiliki standar pelayanan minimum sesuai ketentuan sangat diharapkan. Ini membuat ekspektasi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik jadi terpenuhi. Dengan begitu masyarakat tidak akan ragu untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.


Tercatat di tahun 2017, pengguna Transjakarta ada sekitar 350 ribu orang. Kemudian setelah dilakukan perbaikan di segala bidang, jumlah penumpang naik signifikan sebanyak 3 kali lipat, jumlahnya mencapai lebih dari 1 juta pengguna di Januari 2020. Dengan demikian maka ada penghematan penggunaan BBM yang terjadi. Selain itu jumlah emisi sedikit sehingga polutan berkurang. Kualitas udara DKI Jakarta pun membaik.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya membuat senyaman mungkin kendaraan umum dengan memberlakukan standar minimal yang tinggi. Dengan begitu diharapkan masyarakat juga bisa mendapatkan kenyamanan yang setara dengan kendaraan pribadi. Jadi nantinya tidak ada perbedaan 'rasa' naik kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Apalagi bila kendaraan umum memiliki kelebihan yang sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup di kerasnya Ibu Kota, yaitu kepastian waktu.


Seperti yang kita tahu, dengan menggunakan kendaraan umum maka bisa tahu estimasi perjalanan dari daerah satu dan lainnya. Ini karena kendaraan umum punya jalur yang steril. Seperti KRL dan Transjakarta yang jalurnya terpisah dari kendaraan lainnya. Sudah ada jadwal berangkat pula. Dengan menggunakan moda transportasi umum bisa terhindar dari kemacetan dan jadi tepat waktu.


Ada upaya dari Pemprov DKI yang tengah mengembangkan account based ticketing berbasis kartu sehingga memberikan dampak subsidi tepat sasaran. Adanya account based ticketing membuat jadi bisa mengetahui profil pengguna transportasi umum. Apakah pengguna kendaraan umum itu pegawai, guru, pelajar, keluarga pahlawan, atau bahkan dari instansi pemerintahan. Bila saat ini tarif yang berlaku sama, artinya aspek keadilan belum terlaksana karena harusnya tarif itu dibebankan berdasarkan jumlah pendapatan. Nantinya subsidi bisa diberikan sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang diberlakukan.


Selain nantinya masyarakat bisa mendapat tarif berbeda sesuai dengan kondisi ekonomi dan datanya terintegrasikan dengan Dukcapil, dengan pengembangan account based ticketing berbasis kartu ini pula apabila kartu hilang pun maka saldo tidak akan ikut hilang. Tinggal melapor pada petugas terkait. Nantinya bisa dicek di server lalu diganti kartu baru dengan isian sejumlah sisa saldo yang dimiliki sebelumnya. Inilah keunggulan dari inovasi dinas perhubungan yang tengah dirintis, semoga saja segera rampung dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.


Perlukah Mempertahankan Subsidi BBM?

Penetapan kenaikan harga BBM bersubsidi memang dilematis. Bila tidak dinaikkan, maka akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena beban subsidi BBM dan subsidi listrik yang meningkat sehingga bisa memicu kenaikan defisit anggaran. Namun bila harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan maka bisa memicu inflasi yang selanjutnya juga bisa memberatkan masyarakat. 


Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri dari Kelompok Keahlian Konversi Energi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB menerangkan bahwa mestinya kepentingan politik dikesampingkan dahulu untuk masalah BBM ini. Apalagi kejadian polusi udara akibat penggunaan bermotor begitu besar. Bila menggunakan BBM yg lebih baik, maka daya akan tinggi dengan berkurangnya konsumsi BBM. Dengan berkurangnya konsumsi BBM maka polutan juga berkurang, sehingga kejadian pemanasan global juga bisa ditekan.

Dari tahun ke tahun sebenarnya sudah ada regulasi yang ketat. Sayangnya tidak semua BBM memenuhi regulasi tersebut, apalagi uji emisi juga belum maksimal dilakukan. Ini menjadi PR pemerintah di masa kini. Sekaligus juga harus lebih mengedukasi masyarakat akan kelebihan BBM berkualitas seperti RON 92, yang lebih kita kenal dengan nama Pertamax.

Dilihat dari gambar di atas bisa dilihat bagaimana emisi rendah didapat dengan penggunaan Pertamax. Sayangnya masyarakat kita lebih suka menggunakan RON 90 atau yang biasa disebut Pertalite. Alasannya sepele, yaitu harga yang lebih murah. Padahal jarak tempuhnya lebih pendek dan Pertalite juga memiliki emisi yang tinggi. Tentunya penggunaan Pertalite sangat merugikan lingkungan.


Subsidi untuk Pertalite dan Solar (CN 48) jumlahnya begitu besar. Bisa dilihat bagaimana besaran subsidi ini setara dengan pembangunan infrastruktur yang lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat luas. Dengan anggaran subsidi per tahunnya, bisa untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, PLTU bahkan bisa untuk menambah anggaran BLT BBM. Sayangnya edukasi semacam ini masih belum tersampaikan dengan baik, malah gembar-gembor naiknya harga BBM yang menyebabkan tingginya harga pangan yang kemudian jadi lebih disorot.


Memang perekonomian masyarakat kurang mampu menjadi hal yang perlu dipikirkan untuk masalah pemberian subsidi BBM ini. Apalagi bagi mereka yang memiliki roda 2 dan digunakan untuk sarana mencari nafkah. Juga untuk kendaraan plat kuning yang merupakan bagian dari kendaraan umum, ini lebih mudah diidentifikasi untuk pemberian subsidi BBM. Pun pada ojek ataupun ojek online, lebih baik diberikan pajak yang lebih rendah dibandingkan pada para pemilik kendaraan roda 4 dari kelompok masyarakat mampu.


Penggunaan bahan bakar alternatif sejatinya diperlukan sebagai solusi dari permasalahan BBM ini, seperti migrasi ke gas pada tahun 80-an dan akhir 90-an. Karena pasokan gas lebih unlimited dibandingkan bahan bakar fosil yang merupakan sumber energi dari BBM. Sayangnya kebijakan ini masih belum dipikirkan secara serius, seperti adanya permasalahan di distribusi dan dukungan teknologinya. Apalagi juga muncul beberapa masalah seperti kecelakaan ataupun ledakan karena adanya pemakaian bahan bakar gas, sehingga menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran dalam penggunaannya.

Inilah yang juga menjadi alasan mengapa Pertalite tetap lebih dipilih oleh masyarakat, termasuk pada masyarakat mampu. Tercatat kendaraan roda 4 mengkonsumsi Pertalite sebanyak 70% dari total konsumsi nasional, dengan rata-rata penggunaan 23.5 liter sedangkan kendaraan roda 2 hanya 2.5 liter. Bahkan direktur eksekutif ReforMiner Institut, Komaidi Notonegoro, juga mengungkapkan bagaimana BBM bersubsidi belum sepenuhnya tepat sasaran, karena akhirnya lebih banyak dinikmati oleh masyarakat mampu yang memiliki kendaraan roda 4. Akibatnya pemberian subsidi BBM tidak bisa menurunkan angka kemiskinan serta ketimpangannya.


Pandangan Anak Muda tentang Pengendalian BBM Bersubsidi

Rupanya pembahasan pengendalian BBM bersubsidi tidak hanya disimak oleh kalangan pedagang, ibu-ibu yang biasa berbelanja kebutuhan pokok ataupun para bapak-bapak pekerja di lapangan saja, anak muda juga punya pandangan menarik soal ini. Seorang influencer bernama Tifani Hernang rupanya mengerti bahwa penggunaan BBM bisa menimbulkan polusi. Karenanya penggunaannya haruslah bijak, sebagai contoh dengan pemaksimalan penggunaan moda transportasi umum. Anak muda ternyata cukup sering memakai kendaraan umum. Menurut pengalamannya, dari Tangerang ke Depok bila memakai KRL maka bisa terbebas dari kemacetan dan bisa sampai tujuan dengan tepat waktu.


Serupa dengan Henry Chan yang juga menceritakan kalau dari Bintaro ke Jakarta Barat bila menggunakan kendaraan umum, bisa sekalian menjelajahi kota. Dengan berganti-ganti moda transportasi, maka akan mendapatkan banyak pengalaman baru. Bisa tahu tempat-tempat baru, kenalan baru, menghapal nama-nama tempat, hingga membuat content di sosial media, ini menjadi salah satu hal menyenangkan ketika naik kendaraan umum. Tentunya yang namanya anak muda pasti lebih suka menggali hal-hal baru di setiap harinya.

Lain halnya dengan Nadhea yang lebih menyukai memakai kendaraan pribadi untuk pergi kemana-mana. Menggunakan BBM berupa Pertalite, gadis berkerudung ini merasa lebih nyaman mengeluarkan biaya sekitar 10 - 15 ribu untuk pembelian BBM sebagai ongkos pulang pergi. Saat disodorkan pertanyaan apakah dia termasuk golongan yang berhak atau tidak untuk memakai BBM bersubsidi, Nadhea malah menjawab tergantung jarak tempuhnya. Bila dekat, maka dia merasa berhak memanfaatkan penggunaan BBM bersubsidi. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa ternyata tidak semua anak muda memahami apa dan bagaimana bentuk pengendalian BBM bersubsidi yang tepat sasaran.


Ada saran dari Muhammad Irsyad agar pemerintah melakukan sosialisasi atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Setidaknya diberikan jeda waktu agar tidak kaget saat mengeluarkan dana untuk pengisian BBM. Misalnya bila sebelumnya dengan 40 ribu rupiah, tangki motor bisa penuh BBM tapi saat tidak tahu ada kenaikan harga BBM bersubsidi lalu dengan percaya diri minta diisi full dan ternyata uangnya kurang. Sosialisasi tentang pengendalian BBM bersubsidi kepada anak muda bisa melalui pemanfaatan sosial media yang sering dipergunakan, misalnya lewat Instagram ataupun TikTok dengan penyampaian yang khas dan bisa diterima oleh anak muda.


Prof. Tri dari ITB bahkan sempat sedikit menyinggung anak-anak muda yang suka membeli kopi seharga 30 ribu. Mestinya mereka tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi. Apalagi anak muda juga suka nongkrong berganti-ganti tempat, dan itu tentunya membutuhkan BBM untuk sumber energi kendaraan yang dipakai. Standar pantas tidak pantas memang belum spesifik, namun hendaknya sebagai anak muda lebih memiliki etika moral dan pemahaman menyelamatkan bumi dengan pengurangan emisi dengan bijak memakai BBM berkualitas.

Kemajuan teknologi punya tujuan baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Meski tetap ada dampaknya pada lingkungan, seperti akibat pencemaran air, tanah dan juga udara. Dampak pencemaran ini selain menyebabkan masalah di lingkungan juga bisa menimbulkan masalah di kesehatan manusia. Utamanya bila ada polutan di udara yang disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor.


Edukasi soal bahan bakar dan dampaknya harus terus digalakkan agar pemahaman masyarakat lebih baik lagi. Selain hubungan antara kesehatan mesin dan penggunaan bahan bakarnya, juga ada emisi dan akibatnya bagi lingkungan dan kesehatan bumi juga manusia. Sosialisasi tentang bahan bakar bisa lewat banyak cara, seperti misalnya melibatkan influencer untuk peningkatan literasi di media sosial dan melibatkan blogger, jurnalis media dan juga pers mahasiswa untuk sharing edukasi lewat media cetak dan online mengenai pengendalian BBM bersubsidi yang tepat sasaran. Pun perbaikan moda transportasi umum bertarif terjangkau agar semakin layak dan disukai masyarakat sehingga membuat migrasi dari kendaraan pribadi ke umum, haruslah menjadi perhatian pemerintah.








Aneka Produk Cetaphil Menjadi Paket Lengkap Perlindungan Kulit Bayi

 


Seorang Ibu pasti memberikan yang terbaik pada buah hatinya. Ketika memiliki bayi untuk kedua kalinya, saya belajar dari pengalaman mengurus sang anak pertama. Saya benar-benar butuh protection cream, sabun dan sampo yang jadi satu serta diaper cream. Dulu saya terlambat menyiapkan produk-produk ini sehingga berakibat pada si anak pertama yang mengalami diaper rash. Sedih sekali.


Saya ingat bagaimana dulu bayi pertama saya yang baru berusia beberapa hari, merah-merah di area bokongnya. Azril, nama anak saya itu, jadi rewel. Mungkin dia merasa sakit, perih di area belakang tubuhnya itu. Merah-merah di bokongnya itu ternyata namanya ruam popok dan ini katanya berkaitan dengan popok basah yang jarang diganti, kena sakit diare, akibat alergi makanan baru, ataupun karena penggunaan antibiotik.


Tapi kan Azril baru lahir dan kondisinya sehat, tidak sakit serta tidak minum obat apapun. Popok yang basah pun segera saya ganti. Karena menduga diaper rash yang dialaminya akibat kulit sensitif yang menggunakan popok sekali pakai, maka saya menggantinya dengan penggunaan popok dari kain. Jadi kain saya potong-potong dan dijadikan alas bokongnya. Tiap dia buang air besar dan buang air kecil, langsung saya ganti.


Memang akhirnya saya harus mencuci segunung popok kain. Tapi demi kebaikan sang anak tercinta, hal tersebut saya lakukan. Untuk mengobati diaper rash, saya pun pakai salep khusus dari dokter. Namun karena tak kunjung sembuh, atas rekomendasi teman maka saya pun pakai diaper cream dari Cetaphil.


Memang kulit si kecil berhak mendapatkan yang terbaik. Agar tetap mulus kulitnya, pun agar tidak rewel lagi. Beruntung Cetaphil yang merupakan produk terkemuka ini memiliki rangkaian pembersih, sampo, dan losion. Jadinya cocok untuk memenuhi kebutuhan akan perlindungan kulit bayi. Kulit si kecil jadi tetap lembut, hipoalergenik, menenangkan, kelembapan dan lapisan kulit terjaga.


Dari pengalaman merawat Azril saat bayi, saat memiliki Dzaky, sang adik, saya tak lagi bingung. Saat kelahirannya, produk untuk menjaga kesehatan kulitnya pun saya penuhi. Saya senang sekali saat tahu kini Cetaphil khusus perawatan bayi semakin melengkapi produknya. Kini untuk Dzaky, saya pun memakai: Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream, Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo dan Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream.


--Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream--

Gemes sekali kalau melihat begitu gemoy-nya bayi di reel instagram. Begitu pula saat Dzaky hadir di tengah keluarga kami, ada adik bayi yang jadi salah satu pembawa kebahagiaan. Tingkah lucu dan perawakannya yang menggemaskan, tentu membuat yang melihat jadi senang. Apalagi dengan kulit sehatnya yang terpampang nyata, membuat semakin ingin menguwel-nguwel sang bayi.

Yang namanya kesehatan kulit, utamanya untuk bayi, haruslah dijaga. Beruntung sekarang sudah ada Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream, menjaga kesehatan kulit Dzaky jadi lebih mudah. Ini adalah krim multi fungsi yang bisa melembapkan sekaligus menenangkan kulit bayi. Pun memberikan perlindungan ekstra bagi kulit bayi yang kering dan sensitif, terutama untuk bayi yang baru lahir. 


Sesuai namanya, produk Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream ini diperkaya kandungan calendula organik. Manfaatnya bisa untuk menjaga kelembapan kulit bayi, tidak dalam hitungan jam tapi untuk sepanjang waktu. Bukan saja di kulit yang tak tertutup baju, seperti lengan dan kaki, Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream juga bisa untuk area lipatan kulit dan area sensitif lainnya.


Cetaphil Baby with Organic Calendula Advanced Protection Cream ini mengandung calendula organik, shea butter, glycerin yang bisa untuk menenangkan kulit yang sangat kering. Tidak hanya untuk mengurangi kekeringan pada kulit bayi tapi juga memberikan perlindungan pada kulit bayi dengan menghidrasinya sepanjang hari. Tinggal dipakai 2 kali sehari untuk hasil yang maksimal, bisa menutrisi kulit bayi hingga 8 jam.



--Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo--

Yang paling bikin ribet saat membersihkan tubuh bayi ketika mandi adalah mencari mana sabun dan mana yang sampo. Terkadang kemasannya mirip, jadi bila kurang perhatian jadi salah memakaikan. Bisa-bisa keramas pakai sabun mandi, misalnya. Itulah mengapa untuk mandi, saya lebih memilih produk yang sampo dan sabun jadi satu, seperti Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo ini.

Formula Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo yang 2-in-1 ini begitu lembut dan menenangkan kulit. Cocok untuk kulit sensitif bayi sebab kandungan baiknya menyatu menjadi busa sehingga bisa membersihkan kulit dan rambut bayi dengan lembut. Kulit dan rambut bayi jadi terasa halus dan bersih, kelembapannya juga terjaga. Senang sekali ketika Dzaky merasa nyaman setelah mandi.

Sama seperti produk Cetaphil khusus bayi lainnya, Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo juga mengandung ekstrak calendula organik yang diambil dari bunga marigold. Produk ini bisa menenangkan, melembapkan, dan melembutkan kulit sensitif sekaligus memberikan aroma segar. Makin suka cium-cium si kecil usai mandi. Tidak khawatir pula karena Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo sudah teruji secara dermatologi dan ini terbukti klinis lembut bagi kulit sensitif bayi. Oiya ini punya kemasan 230 ml dan 400 ml.



--Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream--

Sebagai solusi diaper rash, Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream adalah yang terbaik. Produk ini bisa membantu melawan tanda-tanda ruam popok, seperti kulit kemerahan, dalam semalam. Jadi bisa sebagai antisipasi agar tidak sampai terjadi diaper rash, bayi tidak sampai rewel.

Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream juga bisa menenangkan rasa tidak nyaman akibat ruam popok bahkan dari awal penggunaan. Keren ya, berupa krim yang bisa bekerja melembapkan dan melembutkan kulit jadi membantu menghindari munculnya ruam popok. Kulit bayi jadi lebih sehat terlindungi. Dengan formula menciptakan lapisan pelindung pada kulit dan melindungi si kecil dari faktor penyebab ruam popok dan ini cocok untuk semua jenis kulit bayi.


Kandungannya berupa calendula organik, sunflower seed oil, glycerin dan almond oil. Nah kandungan-kandungan dalam Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream ini bisa menenangkan kulit bayi bahkan kulit yang sangat kering. Yang suka berada di tempat ber-AC jangan kira kulit bayi tetap lembab karena AC rupanya bisa membuat kulit kering. Nah penggunaan Cetaphil Baby with Organic Calendula Diaper Cream bisa membuat kulit si kecil tetap lembab.


Pentingnya Storytelling dalam Bisnis Digital


"Nah gitu dong, dipakai," komentar suami saat melihat saya akhirnya memakai hijab segi empat motif yang beliau belikan beberapa bulan lalu.


"Akhirnya nemu cara pakai hijab segi empat motif bunga yang sesuai di reel instagram, ahahah," celetuk saya. Memang akhir-akhir ini, saya yang jarang pakai model hijab segi empat motif bunga terbaru karena merasa kerudung instan lebih sat-set, mulai tertantang untuk mencoba style yang berbeda. Biar yang lihat (baca: suami) tidak bosan melihat gaya yang itu-itu saja. "Eh tapi cocok gak sih pakai hijab segi empat motif terbaru begini?"


Jempol kanan suami lantas teracung. "Gak sia-sia seharian mantengin reel instagram model-model hijab sampai gak masak makan siang," candanya. "Nanti juga pakai hijab segi empat motif simple yang kamu taruh di atas meja kamar, dong."


"Yang ini?" tanya saya sambil mengacungkan hijab segi empat panjang berwarna cokelat.


Saat melihatnya mengangguk, saya bercerita kalau itu mereknya Rahina Indonesia, kerudung segi empat yang spesial. Bagaimana tak spesial? Saya yang mengikuti webinar di Sabtu lalu, 15 Oktober 2022, sangat tersentuh dengan kisah dibalik hadirnya brand model hijab dan busana muslim buatan anak negeri tersebut.


Oiya ini potret saat saya pakai La'bade Shawl Brunette dari akun instagram @rahina.indonesia. Cantik kan?


Mengenal Rahina Indonesia

Kebetulan Sabtu lalu saya hadir di webinar bertajuk “Teknik Copywriting Story Telling untuk Bisnis Digital”. Webinar yang berlangsung via zoom ini adalah kerjasama antara ISB, Rahina Indonesia dan Kak Dini Fitria. Rasanya perbincangan yang seru membuat 2 jam tak terasa berlalu. Ah, banyak sekali ilmu dan pengalaman yang dibagikan, baik dari segi awal berbisnis hingga pengembangannya. 


Dibuka oleh Kak Tina Dwi Nuryanti, S.Pi., selaku founder dari Rahina Indonesia. Rahina Indonesia itu sendiri merupakan bisnis di bidang fashion wanita yang memproduksi tak hanya hijab segi empat murah tapi juga beragam aksesorisnya. Terbentuk di tahun 2016 di Bandung, membuktikan bahwa Rahina Indonesia yang bertahan hingga sekarang berhasil diterima secara luas di pasar fashion wanita. Bahkan pun berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Kak Dini Fitria.


Diawali sebagai solusi dari permasalahan kebutuhan fashion premium dengan desain unik bagi perempuan aktif dan bekerja, diakui sang founder bahwa hadirnya Rahina Indonesia tak disangka akan bisa berkembang sepesat ini. Iseng-iseng agar bisa punya kerudung segi empat dengan bahan yang nyaman, toh tak disangka selanjutnya melejit. Bahkan kemudian bisa memberdayakan para wanita yang ingin punya penghasilan tambahan dengan menjadi salah satu reseller Rahina Indonesia. Sungguh suatu brand yang bisa disebut sukses di bidang fashion wanita.


Memang ya, usaha yang dibuat dengan hati lalu menjadi hal yang sangat diminati. Utamanya karena selalu akan ada pengembangan baik dari ide desain, bahan hingga metode pemasarannya. Tak hanya usaha yang asal-asalan, Rahina Indonesia sejatinya berkembang menjadi bisnis yang menggiurkan dan tak akan ada matinya. Apalagi yang dijual ialah kerudung, yang tentu saja peminatnya akan terus bertambah karena sesuai dengan kebutuhan para muslimah. Dari coba beli, tahu bahannya bagus dan nyaman dipakai, Rahina Indonesia kemudian bisa menjadi brand favorit para wanita. Ada hijab segi empat mutiara pun hijab segi empat organza.

Produk utama Rahina Indonesia adalah hijab premium dengan desain unik dan elegan. "Woman with No Boundaries", menjadi tagline yang meyakinkan pemakainya bahwa wanita pun bebas berkarya. Wanita bisa menjadi dirinya sendiri, juga mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Ada alasan lain mengapa memakai Rahina Indonesia menjadi pilihan yang tepat yakni selain karena bahan dan modelnya yang unik, juga bisa melambangkan karakter pemakainya. 


Contoh salah satu series Rahina Indonesia adalah Errina Monogram. Lihatlah motif dan juga warna menariknya. Bagi yang tidak berhijab, kerudung segi empat bisa dijadikan syal ataupun aksesoris atasan yang dipakai. Tampilannya jadi terkesan manis nan trendy.

Errina Monogram dari Rahina Indonesia yang terkesan modern ini memang diperuntukkan bagi wanita aktif. Cocok bagi pekerja yang ingin menunjukkan identitas diri sebagai "Women With No Boundaries" dengan karakter tangguh dan ispirational. Sebab segalanya berawal dari diri sendiri, kemudian dalam langkah perjalanan diri ini menemukan pengalaman baru lalu membuat perubahan serta kemajuan. Nah inilah yang bisa mengubah cara pandang sehingga juga membuat dunia, tak hahya dunia kerja tapi juga dunia kehidupan wanita di segala bidang, menjadi lebih baik. Inilah bukti bahwa wanita aktif selalu menantang zona nyaman, sehingga bergerak dan tak hanya berdiam diri demi mencapai hal terbaik di hidupnya.


Sungguh saya iri dengan Kak Tina yang mampu mengembangkan Rahina Indonesia. Selaku owner, tahu betul bagaimana tips dan trik agar bisa membuat serta mengembangkan bisnis. Beruntung dalam webinar ini saya mendapat ilmu yang sangat bermanfaat. Seperti yang terlampir di gambar berikut:

Sebagai ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan sendiri, suami pun mengabulkan pinta saya untuk membuat toko ikan hias di rumah. Sahlah kemudian saya menjadi salah satu penjual ikan hias di Kabupaten Sidoarjo. Penjual offline lumayan lancar, ada saja pembeli di tiap harinya. Namun saya ingin toko kecil saya ini lebih berkembang, sehingga kemudian membuat akun sosial media untuk bantu memasarkan ikan hias.


Di tahun-tahun awal, akun sosial media, utamanya Instagram yang saya beri nama @bettazril sungguh sangat banyak interaksinya. Tidak hanya followers, like dan komentar yang bertambah, penjualan pun meningkat pesat. Ikan-ikan hias kami terkirim ke berbagai kota di Indonesia, bahkan menembus Malaysia. Alhamdulillah, ini tak lepas dari giatnya saya membuat konten-konten menarik seputar ikan hias, pun galeri ikan yang dijual. Pembeli jadi bisa memilih sendiri mana ikan hias yang diinginkan, sekaligus memilih sendiri motifnya dari postingan yang ada di Instagram.


Namun sejak pertengahan tahun ini, penjualan ikan hias secara online mengalami penurunan. Padahal saya masih sering posting, mencoba menarik pembeli via virtual. Sayangnya masih belum bisa selaris tahun-tahun sebelumnya. Apa yang salah ya?


Mengenal Story Telling untuk Bisnis Digital

Pertanyaan saya ini terjawab di pembahasan kedua pada webinar yang dipandu oleh Kak Ani Berta. Pembicara kedua, yakni Kak Dini Fitria dengan lugas menggambarkan bagaimana story telling yang merupakan salah satu metode penulisan dalam copywriting, ternyata memiliki dampak besar pada dunia bisnis. Utamanya pada bisnis yang pemasaran juga lewat digital seperti apa yang Rahina Indonesia dan saya selalu penjual ikan hias online lakukan. Dengan story telling yang melekat dan berkesan di sosial media nyatanya bisa menarik pembeli dan meningkatkan angka penjualan.


Menurut Kak Dini, story telling dalam copywriting merupakan teknik penyampaian informasi yang dibutuhkan dengan memasukkan unsur cerita. Tak sembarang, unsur cerita ini dimaksudkan untuk membangkitkan sisi emosional penerima informasi, tanpa membuatnya terintimidasi. Jadi tidak ada unsur pemaksaan, pun hal-hal yang membuat penerima informasi merasa tidak nyaman. Sebaliknya bisa saja penerima informasi malah mendapatkan solusi dari masalahnya, ataupun terkesan dengan cerita yang disajikan sehingga kemudian dengan suka rela dan senang hati membeli produk yang diinformasikan.


Terlebih masih menurut Kak Dini, menulis cerita di sosial media merupakan alat yang bisa menyampaikan pesan berupa fakta, data dan cerita yang bermakna. Jadi tidak hanya menghibur, cerita yang ditonjolkan mampu memberikan makna bagi penerima informasi untuk melakukan suatu aksi. Hal ini karena story telling sifatnya begitu dekat dan nyata, sehingga penerima informasi yang dalam hal ini yaitu followers di Instagram bisa merasa ikut menjadi bagian dari kita. Dengan "rasa" seperti sudah "kenal lama", maka akan tumbuh rasa percaya serta tidak ragu untuk membeli produk yang ditawarkan lewat postingan sosial media.


Ini ada sekilas ilmu dari Kak Dini, tentang bagaimana teknik menciptakan konten copywriting story telling. Bisa dibaca di gambar:


Kolaborasi Rahina Indonesia x Dini Fitria

Mengulik bagaimana serunya perkembangan bisnis Rahina Indonesia rupanya juga tak lepas dari bagaimana story telling dalam setiap postingan Instagram-nya. Seperti pada postingan berikut, bagaimana Rahina Indonesia menggambarkan keseharian seorang Ibu. Meluangkan waktu bersama si kecil di hari Sabtu yang indah, dengan tetap tampil manis nan cantik memakai kerudung yang bermodel bergo. Ini seperti melihat diri sendiri yang bersantai ria saat weekend bersama yang tersayang, dan kerudung yang ditampilkan jadi menginspirasi agar bisa tampil dengan nuansa serupa: tetap cantik meski di rumah saja.


Terlepas dari setiap postingannya, memang Rahina Indonesia x Dini Fitria benar-benar menampilkan desain-desain yang menarik. Seperti Errina Monogram yang mengungkap bagaiman semua berawal dari diri sendiri, sehingga setiap langkah perjalanan menemukan pengalaman baru. Dengan menelusuri dunia untuk merasakan inspirasi yang belum pernah ada, dimana ide dan inspirasi tidak datang begitu saja tetapi muncul dalam perjalan kita untuk mengubah cita menjadi realita. Inilah waktu untuk mendefinisikan kembali segala kemungkinan dalam menciptakan kemajuan dan mengubah cara pandang yang akan membuat dunia kita menjadi lebih baik dengan segala perubahan yang dilakukan oleh "Women With No Boundaries".


Dari Rahina Indonesia x Dini Fitria lewat salah satu seriesnya yakni Errina Monogram, jadi tahu bahwa untuk menemukannya teruslah bergerak, dan jadilah perempuan aktif. Yang juga tangguh dan inspiratif, dengan selalu menantang zona nyaman, untuk mencapai yang terbaik. Ada juga series Hanakotoba yang diperuntukkan bagi wanita dengan preseverence (ketekunan) dalam mencapai visi. Sehingga dalam perjalanan mencapai cita menjadi kenyataan, wanita Hanakotoba ini sangat mempunyai passion dan mempunyai kekuatan serta ketahahan (endurance) baik secara fisik maupun mental serta sangat menjaga harga diri (dignity) untuk mengapai mimpinya yang sempurna (prefection). Woaaa... Karakter yang menarik, ya.


Kantor Rahina Indonesia ada di jalan Orchid Raya II Nomor 9 Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat 40551. Meski demikian apabila ingin bergabung jadi Agen Rahina Indonesia Hijab Segi Empat, tidak perlu jauh-jauh lintas provinsi ke tanah Parahyangan sebab bisa langsung menghubungi WhatsApp 0822-1652-6061. Atau bisa langsung klik WA https://wa.me/6282216526061. Dapatkan beragam Hijab Segi Empat Modern dengan Katalog Produk yang bisa dilihat di https://www.instagram.com/rahina.indonesia/. Rahina Indonesia menerima pesanan ke seluruh Indonesia termasuk ke Palopo, Palu, Pamekasan, Pandeglang, Pangandaran, Pangkajene Kepulauan, Pangkal Pinang, Paniai, Parepare, dan juga Pariaman loh.