14 November 2018

Sumber Pangan Anti Diabetes





“Waaahhh... sepagi ini yang antre sudah banyak, ya Ma!” seru saya setibanya saya di lobi rumah sakit tempat saya dan Mama bekerja.

Mama mengangguk. Lalu katanya, “Iya, kebanyakan antre untuk kontrol ke poli penyakit dalam.”

“Hmmm... berarti banyak yang kena penyakit degeneratif.” Saya memperhatikan para pasien yang kebanyakan berusia di atas 50 tahun.

“Makanya ... mulai sekarang kita atur pola makan. Jangan kebanyakan makan olahan beras!”

Nasi, yang merupakan makanan pokok olahan beras, bak disahkan sebagai satu-satunya pembuat kenyang. Bagi orang jawa seperti saya sekeluarga, kalau belum makan nasi maka dikatakan belum mengisi perut sama sekali. Padahal sebelum makan nasi, kami sudah makan pisang goreng, bubur ayam dan juga kue lemper yang terbuat dari ketan dan suwiran ayam. Perut sudah kenyang, tapi karena belum makan nasi maka orang lain yang melihatnya akan mengatakan kalau kami belum “makan”. Jadi, bagi orang jawa, kata “makan” disandingkan dengan kata “nasi”.

Menurut data Badan Ketahanan Pangan Kementan 2012, tingginya ketergantungan konsumsi beras dalam pola konsumsi pangan masih cukup tinggi, yakni 133,26 Kg per kapita per tahun1. Banyaknya konsumsi beras menjadi salah satu akibat meningkatnya jumlah penderita penyakit degeneratif, seperti diabetes atau kencing manis. Pada suatu survei ditemukan data bahwa karbohidrat menjadi unsur yang dominan ditemukan pada konsumsi makan 300 anak muda. Nah, pola makan inilah yang kemudian memicu terjadinya diabetes2.

Baca juga: 4 Jenis Diabetes dan Penyebabnya

Nasi adalah karbohidrat sederhana dengan Indeks Glikemik tinggi mencapai 74 dan rendah serat. Karbohidrat sederhana ini kemudian lebih cepat dipecah tubuh sehingga cepat menaikkan gula darah. Hal ini yang menuntun pada diabetes. Diabetes merupakan penyakit keturunan, tapi jika seseorang yang tidak mempunyai keturunan diabetes terserang juga, ini dikarenakan mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak. Tubuh tidak bisa mengubah karbohidrat menjadi jadi energi dan glikogen, sehingga gula dalam darah menumpuk dan menyebabkan diabetes.

Untuk mengurangi risiko diabetes karena karbohidrat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menakar konsumsi nasi sesuai anjuran, yaitu 120 gram saat sarapan, 150 gram saat makan siang, dan 120 gram untuk makan malam. Tapi, ada baiknya jangan menyantap makanan utama dengan nasi melebihi jam 7 malam, karena metabolisasi tubuh lebih lambat3. Cara lainnya agar terhindar dari diabetes adalah dengan menambah porsi sayur dan buah, juga mengurangi jumlah konsumsi nasi tapi menambah jumlah asupan makanan tinggi protein.

Baca juga: Cukup Aktivitas Cegah Obesitas

Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang memiliki keanekaragaman hayati dunia, dengan ada 77 jenis tanaman sumber karbohidrat yang bisa menjadi makanan pokok pengganti beras1. Makanan pokok selain beras yang menjadi asal muasal nasi, ada baiknya rutin kita konsumsi. Ada jagung, ubi dan ketela pohon yang bisa dijadikan makanan nikmat pengganti nasi. Juga sedapnya sagu yang banyak tersedia di Indonesia Timur yang dapat menambah energi kita tanpa menumpuk terlalu banyak karbohidrat pemicu naiknya kadar gula darah.




tabel contoh makanan pokok pengganti nasi (4)

Indonesia sebagai surganya keanekaragaman pangan jangan sampai kita sia-siakan. Mari mulai sekarang kita nikmati dan potensikan kekayaan negara kita. Mulailah dengan mencoba sarapan menggunakan nasi jagung atau rebusan singkong yang menggugah selera. Pun mengganti makan malam dengan hangatnya rebusan dan atau gorengan ubi jalar yang mampu memupus rasa lapar tanpa memicu terjadinya diabetes.



1 sumber: www.mongabay.co.id/2014/10/24/sia-siakan-keanekaragamn-sumber-pangan-indonesia-terjebak-kebijakan-pangan-monokultur-beras
2 sumber: www.sp.beritasatu.com/home/konsumsi-pangan-lokal-upaya-lestarikan-keanekaragaman-hayati/35098
3 sumber: www.food.detik.com/read/2013/02/26/113118/2179880/900/apa-benar-nasi-penyebab-diabetes
4 sumber: Lampiran 1 Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI 2014




0 kata para sahabat:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*