16 September 2016

Berani Nonton Film Annabelle?

Genre : Horor untuk Dewasa
Sutradara : John R. Leonetti
Produser : Peter Safran, Joan Mao, James Wan
Penulis Naskah : Gary Dauberman
Pemain : Annabelle Wallis (sebagai Mia), Alfre Woodard (sebagai John), Ward Horton, Tony Amendola, Eric Ladin, Brian Howe
Tanggal Rilis Perdana : 01 Oktober 2014 (Indonesia)
Studio produksi : Warner Bros Pictures
Durasi : 98 menit
Lokasi nonton: XXI Grand City Surabaya
Harga tiket: Rp 35.000,-




Masih ingat film The Conjuring? Atau mungkin belum nonton, ya? =)

Film Annabelle ini merupakan penjelasan dari prolog dan ending film horor yang dirilis tahun 2013 tersebut. “Before The Conjuring, There Was Annabelle!” Pasti penasaran, dooong! The Conjuring yang dibuat dengan budget 20 juta USD saja sudah cukup amat sangat membuat kita berteriak ketakutan bangetz, apalagi sekuelnyaaa... #eh

Ngomong-ngomong, Annabelle bukanlah sekuel The Conjuring, sebab sekuel rumah berhantu itu baru tayang 2015 nanti. Annabelle, boneka vintage bergaun pengantin putih ini menjadi sorotan karena sempat muncul sebagai salah satu koleksi boneka misterius, dan kemudian dibuatlah film karena banyak yang penasaran dengan kisahnya.

Usut punya usut, seperti The Conjuring, Annabelle ini berdasar kisah nyata. Boneka ini milik pasangan paranormal yang sangat terkenal di Amerika: Ed dan Lorraine Warren. Saking menyeramkannya, Annabelle hingga sekarang tersimpan di dalam lemari kaca museum pribadi sang pasangan paranormal yang dinamai Occult Museum. Lalu bagaimana keseramannya dalam film?

Dimulai dengan sekilas adegan yang diambil dari The Conjuring, yakni 2 siswi perawat yang lagi curhat tentang boneka misterius yang menimbulkan teror. Kemudian langsung flashback ke setahun sebelumnya, dimana dikisahkan ada suami istri yang berbahagia karena sebentar lagi akan memiliki momongan. Mia, sang istri, seorang kolektor boneka. Di kehamilan tuanya, John, suaminya, memberikan hadiah sebuah boneka. Mia sangat senang, ia lalu memajang boneka tersebut di lemari bonekanya.

Keduanya memiliki tetangga, keluarga Higgins. Hanya tinggal Mr dan Mrs Higgins karena putri mereka, Annabelle, menghilang. Hingga suatu malam, Annabelle kembali, tapi dengan aksi sadisnya yang membunuh kedua orang tuanya. Mia yang mendengar jeritan dari rumah sebelah lalu membangunkan John untuk memeriksa. Sayangnya, keduanya pun ikut diserang oleh Annabelle dan pacarnya, hingga perut buncit Mia terluka oleh tusukan pisau Annabelle.

Beruntung sebelumnya Mia sempat menelepon bantuan. Polisi datang tepat waktu dan melumpuhkan pacar Annabelle. Polisi kemudian mendobrak pintu di mana Annabelle bersembunyi. Ketika pintu terbuka, tampaklah Annabelle terkapar penuh darah dengan memeluk boneka pemberian John. Annabelle bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan meraut lambang aneh, lalu setetes darahnya mengenai mata boneka yang dipeluknya.

Setelah diselidiki, ternyata Annabelle dan pacarnya merupakan pengikut sekte pemuja setan. Mereka mengorbankan jiwanya kepada setan. Maka tak heran kemudian boneka yang dipeluknya lalu dihuni setan yang meneror Mia sekeluarga. Namun, Mia tak mengetahui hal tersebut. Ia mengira semua ketakutan yang dialaminya hanya karena tempat tinggalnya terkutuk. Setelah melahirkan dan tinggal di apartemen baru, barulah ia sadar bahwa semua teror berasal dari boneka Annabelle.

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya? Mampukah Mia dan John menyelamatkan Leah, putri mereka yang menjadi incaran boneka Annabelle? Pengorbanan seperti apa yang harus dilakukan agar Leah selamat?


Sekilas, memang kisahnya seperti biasa saja: teror boneka. Tapi sungguh, selama pemutaran film ini, saya lebih banyak menutup mata. Bukan karena ada adegan dewasa, tapi karena saya takut melihat tampang boneka Annabelle dan arwah Annabelle Higgins yang berkali-kali di-shoot­ selama lebih dari 2 detik. Ditambah efek musikal yang cetaaaaar... dung dung nyeeesss deh hati ini, merinding dan kaget syalalala. Ada pula adegan sadis bin brutal yang juga tak layak ditonton anak-anak, yaitu ketika Annabelle Higgins dan pacarnya menyerang Mia dan John. Aduh, itu ibu hamil kasihan banget harus susah payah menyelamatkan diri. Mana sempat tertusuk pula perutnya, untungnya sang bayi bisa lahir dengan sehat dan selamat.
saya, tiket dan poster

Tapi dibandingkan The Conjuring, masih kurang terasa efek usai nontonnya. Kalau dulu setelah nontong The Conjuring, saya jadi takut buka lemari dan sendirian di rumah, setelah nonton Annabelle saya hanya membayangkan masih berasa di lantai yang sama ketika pintu lift terbuka. Saya masih berani ke toilet sendirian, melototin posternya dan bahakan mejeng bareng poster film Annabelle. Dibandingkan Chucky, boneka Annabelle sebenarnya masih kurang terlihat seramnya. Tapi ya itu tadi... berhubung musiknya jos gandos, saya jadi merinding disko, boz! Dua jempol untuk musikalnya, sejempol untuk lainnya. 

Teringat setan Indonesia, kuntilanak, saat arwah Annabelle Higgins tiba-tiba muncul. Hiyaaa.... Bagi kalian yang takut setan wanita berbaju putih ini, mungkin akan memberi skor 4 dari 5 bintang. Arwah Annabelle Higgins terlalu sering nampang. Di-shoot lama pulak. Huhuhu, saya jadi pengen dandanin dia biar cantikan dikit, sisir rambutnya biar gak berantakan gitu.

Saya kira, setan gak akan berani masuk gereja. Tapi saat sang Romo hendak membawa masuk boneka Annabelle, ia seperti ditendang keluar gereja. Kok bisa ya? Padahal setan Annabelle Higgins menunggu di luar gereja. Siapa dong yang nendang? Jedug-jedug ... ini masih menjadi pertanyaan. Sakti banget setannya!

Kalau dibilang pemaksaan penyeraman, iya juga sih. Terornya terlihat gak logis. Masih lebih bagus Oculus. Urutannya jadi The Conjuring – Oculus – Annabelle deh. Ah, saya kasih 2 dari 5 bintang untuk Annabelle, kurang memuaskan. Enggg... 3 dari 5 bintang deh, soalnya diliputi misteri juga, kenapa nama pemain utamanya juga Annabelle???


0 kata para sahabat:

Posting Komentar

terima kasih sudah membaca ^^
tolong berkomentar dengan sopan yaaa... saya suka membaca komentar kalian semua :*