Friday, September 16, 2016

Cara Jitu Cinta Baca Buku

Buku adalah jendela dunia. Buku adalah sumber  ilmu. Buku adalah surganya impian. Buku adalah pemupus rasa sepi. Buku adalah penghibur diri. Buku adalah harta terindah. Buku adalah ... segalanya.

Beragam anggapan orang akan arti buku dalam hidupnya. Bagi saya, buku adalah gerbang untuk lebih dekat dengan orang lain. Melalui buku, hubungan saya dan Abi, sebutan untuk ayah saya, membaik. Via buku, saya pun mengenal banyak orang yang begitu super, yakni para blogger serta penulis dan mengambil banyak pelajaran hidup darinya. Misalnya Pakdhe Cholik, sang blogger  flamboyan yang telah memiliki banyak karya.

Tapi jangan dikira kalau proses jatuh hati saya terhadap buku itu begitu instant mengingat banyaknya jasa buku pada saya. Sungguh, walau suka menulis tapi saya adalah orang yang sulit menyukai kegiatan membaca. Hingga saat ini pun, saya masih belajar untuk bisa mencintai kegiatan membaca buku. Memang, membaca sangatlah mudah. Tetapi untuk benar-benar menyukainya perlu ekstra tenaga.

Untuk lebih bisa menerapkan cinta buku dan minat baca, saya melakukan banyak hal. Yakni:

1. Rajin Ke Perpustakaan
Zaman sekolah, saya memang hobi ke perpustakaan. Iya, memang untuk membaca buku. Tapi ada alasan yang mendorong saya untuk rutin melakukan kegiatan itu. Dari SD sampai SMP, saya menerapkan irit uang jajan dengan lebih banyak ngedon di perpustakaan. Cukup beli keripik 500 rupiah dan dimakan sambil baca-baca buku, eh tak terasa jam istirahat berlalu. Ketika SMA, alasan bertambah dengan adanya cowok yang ngejar saya. Daripada dipepetin setiap jam istirahat, mending saya mendinginkan kepala sambil buka-buka buku. Jadi, kalau ada yang mengira saya rajin ke perpustakaan karena cinta baca, ooo... salah kaprah!

Namun sejak lulus sekolah, saya mulai mengubah mindset tersebut. Saya ingin seperti orang normal lainnya, cinta baca buku. Karenanya, saya mulai menjalankan niat mulia mendatangi perpustakaan pure untuk membaca buku sepenuh jiwa raga. Kegiatan tersebut saya buat semenyenangkan mungkin, mulanya dengan mengajak Raka, adik kecil saya untuk main di Taman Pintar dan mampir di perpustakaannya. Ini saya lakukan ketika saya masih di Jogja. Mengenalkan perpustakaan pada anak kecil sungguh asyik hingga akhirnya hati saya tertambat pada pesona taman pustaka.

Selain surganya buku yang bernama Perpustakaan Taman Pintar, tak lupa saya mampir ke Jogja Library Center. Konsepnya yang menyatu dengan pusat perbelanjaan murah Malioboro benar-benar didesain agar saya sesering mungkin main ke sini. Tanpa ada bau buku lama yang menyengat dan bikin eneg, suasana nyamannya membuat saya kian memburu bacaan yang menghangatkan hati saya. Ternyata, kegiatan membaca bisa sangat menyenangkan dengan diimbangi tempat membaca yang pas di hati. Karena kesan positif yang saya dapatkan pada kedua perpustakaan ini, kegiatan membaca buku di perpustakaan selepas dari Jogja terus berlanjut, walau itu cuma di perpustakaan kecil sebelah Taman Kota Pasuruan.

2. Selalu Membawa Buku di Dalam Tas
Kebetulan, tidak ada penyuka buku di ruangan tempat saya bekerja. Jadi kalau banyak yang komentar, “Kok suka banget sih baca buku?” adalah hal yang biasa bagi saya. Tanggapan yang saya berikan hanya senyuman dan tetap melanjutkan kegiatan membaca buku di kala senggang. Itulah mengapa saya selalu membawa buku bacaan di dalam tas saya, agar bisa dibaca sewaktu-waktu. Kadang kalau saya berangkat dan pulang naik angkot pun, kegiatan yang saya lakukan saat angkot ngetem alias antre adalah membaca. Daripada saya bengong, nanti kalau kesurupan kan bahaya. Haha.

Lama kelamaan, teman-teman yang awalnya hanya melihat saya membaca akhirnya penasaran dengan isinya. Sesekali, mereka hanya baca judulnya. Kemudian baca bagian belakang buku. Baca beberapa lembar bagian depan juga dilakukan. Eh akhirnya malah pengen pinjam. Walau itu masih amat sangat jarang terjadi (karena hanya ketika ringkasan cerita yang saya kisahkan cocok dengan selera baca mereka), tapi saya yakin dengan seringnya mereka melihat saya membaca pasti deh ketularan juga. Jadi, kegiatan membawa buku ke mana-mana ini akan sangat berguna bagi saya (agar selalu ingat kalau kudu baca buku) dan teman-teman saya (agar virus cinta baca lekas menjalari mereka).

3. Berburu Gratisan Buku
Bagaimana caranya agar cinta buku adalah dengan punya buku yang dibaca. Kadang akan bosan bila buku yang dibaca hanya itu-itu saja, seadanya stok buku dalam lemari yang sudah dibaca berulang kali. Karenanya, saya selalu berupaya untuk bisa mendapatkan gratisan buku. Kalau beli kan mahal, saya butuh banyak tabungan untuk mewujudkan impian saya yakni beli tiket dan naik pesawat terbang buat jalan-jalan bareng Mama. Untungnya, ada banyak jalan untuk memperoleh buku bacaan gratis.

Cara lainnya dengan mendatangkan buku gratis ke alamat rumah. Melalui sering ikutan kuis berhadiah buku, jadi sering menang buku baru dan membacanya dengan riang gembira. Kuisnya bisa lewat jejaring sosial atau akun goodreads yang sudah pernah saya ceritakan lewat Cara Mendapatkan Buku Gratis. Jangan dikira mentang-mentang gratis, saya jadi hanya menjadikannya ajang narsis. Tidak sama sekali.

Justru karena ini pemberian, saya jadi tertantang untuk menikmati setiap alur kisah buku yang saya dapatkan. Sebagai bentuk rasa terima kasih, pun apresiasi terhadap sang pemberi hadiah yang kebanyakan adalah penulisnya sendiri. Dengan semakin sering mendapat buku gratis, saya semakin eksis untuk rajin membuka buku tersebut. Betewe, terima kasih untuk para pemberi hadiah buku ^^

4. Punya Tujuan Baca Buku
Cara terampuh untuk mau cinta buku adalah dengan memiliki tujuan saat baca buku. Kalau puya tujuan, pasti lebih terarah dan bersemangat. Tidak malas-malasan, tidak hanya menjadikannya sebagai pemupus waktu luang. Misalnya punya tujuan agar pintar dengan memahami isi buku yang dibaca. Atau karena ingin mengambil banyak informasi yang kemudian bisa diikutsertakan dalam lomba resensi. Atau mungkin untuk mengisi blog buku yang dikelola.

Dengan ikutan lomba resensi, pasti akan menuntaskan baca terlebih dahulu. Bacanya juga tidak asal baca, tapi mencerna setiap kalimat, mencari mana kekurangan dan kelebihan isi buku. Pun membuat ulasan tentang isi buku dan penilaian jujur sebagai pembaca. Salah satu metode yang saya terapkan agar mau cinta baca ya dengan ikutan ajang seperti ini. Walau awalnya terkesan ‘terpaksa’ namun karena tujuan yang ingin didapatkan maka kegiatan membaca jadi menyenangkan. Membaca jadi asyik, dari yang awalnya membaca sedikit demi sedikit, eh jadi terbiasa baca beberapa lembar bahkan menamatkan dalam sekali duduk.

Pokoknya kalau sudah biasa membaca, akan jatuh cinta. Kan kata orang jawa ... witing trisno jalaran soko kulino.
  
Agar teman-teman saya juga ikutan suka membaca, sayapun mencoba menerapkannya dalam kehidupan mereka. Memang tidak secara langsung, karena yang namanya kemauan orang lain tidak bisa kita paksakan. Seperti yang tadi saya ceritakan, saya tidak sendirian kalau ke perpustakaan, pasti ada temannya. Biar temannya ikut tertular suka baca. Bagi yang belum terlalu suka baca, pasti ambil komik atau buku-buku bergambar. Kemudian ambil kumpulan cerpen yang berilustrasi, nah lama kelamaan mau deh baca novel atau buku bacaan lainnya yang full tulisan. Belajar suka baca dan cinta buku itu ada tahapannya, harus pelan-pelan agar benar-benar jatuh hati.

“Ada paketan lagi tuh, di Pos! Paling juga buku lagi!” seringkali teman-teman kerja saya berujar demikian.

Pun saya jawab, “Tolong ambilin. Buka dulu juga gak apa-apa.”

Itu adalah trik saya. Kalau mereka yang buku bungkusnya duluan, pasti mereka ikut baca judulnya. Setelahnya, pasti mengamati cover dan sampul belakang. Lama-lama, pasti penasaran juga sama isinya. Akhirnyaaa...pinjam deh! Tapi ya seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kebanyakan saya harus mendongeng terlebih dahulu agar mereka benar-benar tertarik baca kelanjutannya. Tak apalah, pengorbanan yang menyenangkan.

Saya pun sering membagikan buku gratis lewat ajang giveaway yang sering saya adakan. Tujuannya agar minat baca ikut tertular, jadi suka menerima hadiah buku dibanding barang lainnya. Harapannya agar teman-teman (yang kebanyakan saya kenal via dunia maya) juga mau menulis resensi seperti yang saya lakukan dalam blog semuaresensi.blogspot.com. Hampir semua buku yang saya resensi di situ adalah pemberian teman dan penyenggara kuis. Lumayan kan, jadi hapal isinya dan bisa ngasih gambaran isi buku ke teman-teman yang belum tahu isinya. Ngasih rekomendasi mana buku bagus dan bermanfaat bagi banyak orang. Jadi pengingat diri saya juga, biar lebih rajin bikin resensi dan memperbaiki kualitas resensi saya.

Yuhuuu, guyz! Cintai buku dan tumbuhkan minat baca dalam diri kita, yuk! Kalau kalian sudah baca tulisan ini, tandanya saya sudah menebar cinta buku dan minat baca sehingga kalian turut serta melakukannya. Nah ... Setelah itu, virus cinta tersebut tularkan pada orang-orang di sekitarmu ya .... InsyaAllah berkah.

1 comment:

  1. itu arti dari bahasa jawanya apa ya, apa itu termasuk bahasa jawa halus atau bukan.. hhe ?

    ReplyDelete