Categories

05 Desember 2021

Kondisi Epidemi HIV dan AIDS di Masa Pandemi Covid-19


Tidak terasa sudah Desember, artinya ini akhir tahun 2021. Rasanya baru kemarin kita dihadapkan dengan berita adanya pandemi dari varian virus baru yakni covid-19, ternyata sudah hampir 2 tahun ini kita berada di kondisi ini. Semoga semua ini lekas berlalu, sedih rasanya semua masih serba terbatas terlebih dikabarkan ada varian covid-19 baru jua yang ditemukan di bulan ini. Semoga masyarakat sudah lebih bijak dan tidak terlalu takut yang berlebih seperti saat awal pandemi covid-19 lalu.

Sayangnya karena kita heboh dengan penyakit yang mirip gejalanya dengan influenza ini, sampai lupa bahwa bulan Desember ialah pengingat akan adanya penyakit lainnya, yaitu: HIV dan AIDS. Padahal 1 Desember merupakan Hari AIDS Sedunia. Momen ini menjadi sebuah peringatan internasional serta mengajak masyarakat agar bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap infeksi HIV serta peduli dan juga mau memberi dukungan kepada penyintas AIDS. Ada data yang menyebutkan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang, selain itu diperkirakan ada 38,6 juta orang yang hidup dengan HIV. Jumlah inilah yang kemudian menjadikan AIDS sebagai salah satu epidemi paling merusak, dan kita harus tahu akan hal ini.

Nah kebetulan pada Kamis, 2 Desember 2021 lalu, saya berkesempatan mengikuti Ruang Publik di YouTube KBR yang mengupas soal ini. Temanya ialah "Sisi Lain Sejarah Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia". Menghadirkan dr Adi Sasongko sebagai Ketua Badan Pengawas YKIS (Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat) dan juga ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) bernama Mas Bram. Dibawakan oleh Ines Nirmala sebagai pembaca acara, Ruang Publik KBR jadi makin menarik untuk disimak.

Dari talkshow ini saya baru tahu kalau jumlah ODHA pada tahun 2020 ada 543 ribu orang. Jumlah ini cukup besar dan syukurlah mendapat perhatian dari pemerintah. "Berlaku di sepanjang bulan Desember, kita mengingat kembali epidemi HIV dan AIDS. Ini membantu kita untuk mengingat bahwa HIV - AIDS masih ada, penularan masih terjadi dan jadi tanggung jawab kita semua untuk menanggulangi serta mencegah epidemi ini meluas ke berbagai daerah," tutur dr Adi Sasongko.

Karena menyimak talkshow lewat YouTube, saya jadi bisa melihat bagaimana kondisi ODHA. Kalau anggapan saya mereka para penyintas AIDS punya kondisi kurus kering karena penyakit ini menyerang imunitas, ternyata anggapan saya ini salah besar. Terlihat bagaimana Mas Bram kondisinya segar dan tampak sehat, sama dengan kondisi orang lain pada umumnya. Jadi bisa dibilang ODHA ini pun sama seperti kita dengan penyakit lainnya yang harus rutin minum obat, seperti pengidap diabetes, hipertensi dan sebagainya.

HIV menyebabkan AIDS dan kemudian mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. HIV kependekan dari Human Immunodeficiency Virus, ini merupakan penyakit infeksi yang menular melalui cairan tubuh tertentu, dimana virus ini menular lewat darah melalui jarum suntik atau transfusi darah yang tidak tersaring, dari ibu ke bayi lewat mengandung serta menyusui, ataupun lewat cairan sperma dan juga lewat cairan vagina melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral tanpa alat pengaman. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome itu sendiri merupakan kumpulan gejala akibat kelemahan sistem kekebalan tubuh karena HIV.

Banyak orang yang masih punya pemikiran bahwa HIV - AIDS ialah penyakit yang menakutkan serta mudah menular apabila kita berdekatan dengan penderitanya. Padahal dari segi penularannya saja tidak semudah flu yang hanya bersin lalu virusnya terbang kemudian menempel ke orang lain. Seperti yang Mas Bram ceritakan, beliau terpapar karena sebelumnya melakukan hubungan seks yang beresiko. Beruntungnya karena sudah mengetahui informasi soal HIV - AIDS dari LSM, Mas Bram jadi tidak terlalu panik dan langsung dapat tindak lanjut lewat medis.


Pemahaman yang benar dan utuh soal selak-beluk HIV - AIDS belum memadai. Masih banyak orang yang tidak tahu sehingga muncul stigma dan diskriminasi pada para penderitanya. Dengan adanya pengetahuan yang benar, maka ketakutan akan berkurang. Terlebih harus ditekankan lagi bahwa HIV - AIDS ini bisa dicegah serta diobati.

Memang lebih dari 30 tahun HIV - AIDS ada di Indonesia. Dari segi medis, sudah banyak hal yang dilakukan dalam penanggulangan epidemi ini. Seperti dr Adi Sasongko yang menyebutkan bahwa sejak ditemukannya obat antiretroviral (ARV) sebagai pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV, angka kesakitan dan kematian akibat HIV - AIDS menurun. Dengan gencar sosialisasi soal pencegahan HIV - AIDS lewat berbagai media, kasus baru juga tren-nya menurun. Tantangan global akan mengakhiri AIDS di tahun 2030, kurang 9 tahun dan dalam waktu singkat ini harus juga bisa menghapus stigma negatif pada para penyintas AIDS. Ini jadi PR besar bagi kita semua.

Di talkshow ini Mas Bram sebagai ODHA menceritakan kalau dirinya beruntung karena tidak diperlakukan berbeda oleh keluarganya, hal ini ditunjang oleh kondisinya yang tampak sehat dan baik-baik saja. Tetapi di luar sana, teman-teman Mas Bram masih banyak yang dikucilkan karena ketidakmengertian keluarga dan lingkungannya soal hal ini. Kalau sampai hal ini terus terjadi, maka penderita HIV - AIDS akan malu untuk mengungkap kondisinya lalu jadi terlambat mendapat pengobatan. Padahal pengobatan rutin dengan ARV ini bisa membantu perbaikan kondisinya.

Virus di HIV memang merusak kekebalan tubuh, tapi tidak serta merta karena membutuhkan waktu sekitar 5 - 10 tahun, baru terjadi AIDS. Kalau kekebalan tubuh sudah mengalami keruntuhan, maka saat AIDS sering terjadi infeksi lainnya seperti komplikasi infeksi jamur pada rongga mulut, kanker kulit di sekujur tubuh, tuberculosis dan lain sebagainya. Nah tahap AIDS ini bisa dicegah caranya dengan konsumsi obat ARV pada penderita HIV. Karena itulah orang dengan HIV apabila melakukan pemeriksaan secara berkala dan teratur minum obat, maka kondisinya tetap prima layaknya orang sehat lainnya. Bahkan dr Adi Sasongko menekankan bahwa ODHA juga tetap bisa berprestasi, produktif dan aktif bekerja seperti orang-orang pada umumnya.

Begitu banyak insights soal HIV - AIDS yang saya dapat dalan talk show Ruang Rublik KBR via YouTube ini. Bila punya teman yang merupakan ODHA, lebih baik terus menyemangatinya dengan cara mengingatkan rutin minum obat dan tidak lantas menjauhinya. Kita semua bisa kok berperan serta dalam upaya pencegahan HIV - AIDS dengan terus hidup sehat serta tidak menutup mata dan mau menggalakkan edukasi soal seluk-beluk HIV - AIDS, dengan cara menulis soal ini misalnya. Semoga pencegahan dan pengendalian HIV - AIDS dapat berjalan dengan baik, juga stigma dan diskriminasi pada ODHA menurun lalu menghilang.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top