Manfaat Mengubah PDF ke Word

 

Sebagai seorang blogger, membaca adalah sebuah kewajiban. Dengan membaca, maka akan dapat banyak referensi dalam membuat tulisan. Karena memiliki buku referensi yang terbatas, kebanyakan blogger lalu mengambil wacana dari literatur yang banyak bertebaran di internet, kebanyakan dalam format Portable Document Format (PDF). Nah untuk memudahkan menyalin referensi sekaligus mengeditnya, perlu Cara Mengubah PDF ke Word.


PDF merupakan format berkas buatan adobe system di tahun 2013, dimana kegunaan utamanya untuk memudahkan pertukaran dokumen digital. Di dalam PDF bisa mempresentasikan dokumen 2 dimensi dimana berisi teks, citra dan vektor grafik. File format PDF bersifat fleksibel, dimana bisa dibuka di komputer ataupun di smartphone tanpa mengubah data atau isinya. Format PDF yang dapat diakses kapan saja dan melalui perangkat apa saja tanpa kendala inilah yang menjadi poin plus mengapa PDF jauh lebih disukai dibanding file format word.

File format PDF juga memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibanding format word. Kita tidak akan khawatir dokumen yang dikirimkan akan berubah isinya, sebab file format PDF ini membatasi apa yang dapat orang lain lakukan pada dokumen PDF. File PDF tidak bisa diedit semudah kita mengedit file word. Dengan begitu maka dapat dikatakan file PDF keamanan dokumennya lebih terlindungi.

Selain itu, file dalam format PDF juga memudahkan untum diberi tanda tangan elektronik atau e-sign. Di era kini dimana transaksi, utamanya yang berhubungan dengan keuangan, banyak dilakukan secara online maka muncul pula bentuk perjanjian yang tertulis dalam PDF. Kemudian tanda tangan elektronik sepenuhnya dianggap legal, karena sah seperti kita tanda tangan secara manual. Bahkan e-sign dianggap lebih praktis karena tanpa repot cetak dokumen dulu, tanda tangan manual dan lalu di-scan kembali untuk bisa dikirimkan secara elektronik, seperti bila kita membuat perjanjian atau dokumen dalam bentuk word.

Sayangnya dokumen dalam format PDF tidak mudah disalin dan ditempel pada halaman word, tidak semudah copy-paste word ke word. Bisa saja mengetik ulang referensi PDF ke dalam word secara manual. Akan tetapi hal ini tentu saja membuang banyak waktu dan tenaga. Jangankan blogger, pelajar dan mahasiswa yang butuh literatur untuk mengerjakan tugasnya pasti akan mengeluh. Walau sekarang memang semua dikerjakan di rumah saja karena sedang pandemi, namun waktu akan jauh lebih bermanfaat apabila dilakukan untuk berolahraga dan rileksasi demi meningkatkan imunitas, daripada harus terlalu lama mengerjakan tugas yang tak kunjung usai.

Selain itu dalam mengakses file format PDF juga membutuhkan aplikasi pendukung. Sayangnya tidak semua smartphone memiliki aplikasi yang diperlukan, sehingga harus mengunduhnya terlebih dahulu. Bila kapasitas memori smartphone besar, maka hal ini tidak menjadi masalah. Lain halnya dengan smartphone dengan memori sedikit, sehingga untuk mengunduh aplikasi pembaca PDF mengharusnya menghapus file-file tertentu. Hal ini tentu bisa merugikan kita.

Tak hanya itu, terkadang demi menjaga keamanan file format PDF, maka dibuatkan kata kunci atau password untuk membukanya. Hal ini menjadi masalah apabila tidak tahu password-nya sehingga tidak bisa dibuka file PDF yang diperlukan. Bisa saja dengan menghubungi pengirim file, namun lagi-lagi hal ini bisa membuang banyak waktu, terlebih bila sedang dikejar deadline saat mengerjakan tugas yang berhubungan dengan isi file PDF tersebut. Karena itu, meski PDF dirasa merupakan format dokumen yang aman, tapi akan sedikit merepotkan bila ditambah password tertentu.

Ada Cara Mengubah PDF ke Word dengan mudah, yakni dengan mengkonversi bentuk PDF ke word. Hal ini aman dilakukan, jadi tidak perlu khawatir pula akan keamanan isinya. Terlebih saat ini juga sudah banyak fasilitas situs online mauatau aplikasi yang bisa digunakan untuk mengubah file PDF ke Word. Selain itu Cara Mengubah PDF ke Word tinggal membuka situs online ataupun aplikasinya, lalu memasukkan file PDF lalu dalam hitungan detik file dokumen pun secara otomatis berubah dari PDF ke Word.

Perlunya Akses Kesehatan Inklusif bagi Orang dengan Kusta


Masih dalam suasana PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang mengharuskan tetap di rumah saja, saya tidak mau kalau hanya rebahan tak bermanfaat. Meski hanya seorang ibu rumah tangga yang baru memiliki anak kedua, harus produktif dong. Minimal mencari ilmu agar pandangan hidup makin luas, apalagi di era globalisasi seperti saat ini. Meski di rumah tetap harus tahu dan paham mengenai segala hal, setidaknya otak ini dilatih untuk terus terisi dan terasah.

Nah pada Kamis, 22 Juli 2021 lalu, saya menyimak sebuah talkshow yang berlangsung di youtube. Ada di channel Berita KBR, dalam program Ruang Publik KBR yang membahas soal "Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta" dengan host Ines Nirmala. Saya sedikit terhenyak, bukannya kusta itu kategori penyakit ya, bukannya disabilitas? Sehingga kemudian saya mencari tahu dulu poin awal yang saya pertanyakan ini, soal bagaimana bisa orang dengan kusta juga termasuk penyandang disabilitas.

Ternyata, menurut Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tercantum bahwa ragam disabilitas itu terdiri dari 5 kategori. Untuk 5 kategorinya antara lain disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, dan disabilitas ganda atau multi. Orang dengan kusta masuk dalam kategori disabilitas fisik, selain juga ada amputasi, paraplegi, cerebral palsy, lumpuh layu, stroke, dan orang kecil seperti dwarfism atau seckel syndrome yang termasuk dalam kategori ini. Sebab akibat kusta mampu membuat kerusakan saraf dan dapat menyebabkan hilangnya sensasi perasa serta komplikasi lainnya.

Kembali pada isi talkshow, disebutkan bahwa menurut data bappenas di tahun 2018, sekitar 21.8 juta (8.26%) penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas, pasien kusta, penyandang disabilitas karena kusta maupun yang pernah mengalami kusta sebagai bagian ragam dari disabilitas seringkali kesulitan akan akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Padahal sama seperti lainnya, pemerintah juga menjamin pemenuhan hak mereka, termasuk di sektor kesehatan. Dengan terjaminnya pemenuhan hak mereka, maka diharapkan mereka bisa memiliki derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian tentunya mampu menunjang produktifitas dan partisipasi mereka dalam bermasyarakat serta di bidang pembangunan.

Kusta dan stigma atau diskriminasi yang mengikutinya sampai sekarang memang belum lenyap. Pun pada disabilitas dan kusta yang tidak dapat dipisahkan karena memiliki hubungan erat. Bila ingin mereka juga mendapat hak yang sama sebagaimana warga negara pada umumnya, hendaknya isu disabilitas dan kusta ini jadi arus utama di setiap langkah dan tujuan pembangunan negara kita. Sayangnya selama ini masih ada anggapan kalau disabilitas dan kusta jadi persoalan kesejahteraan sebagai tanggung jawab dari Kementerian Sosial. Padahal seperti yang kita tahu, karena banyak juga yang harus ditabgani oleh Kementerian Sosial maka tentunya alokasi anggaran untuk rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas jadi terbatas. Maka dari itu kemudian muncul opini yang membuat keterlibatan masyarakat dalam mengantisipasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kusta dan
disabilitas menjadi hal yang penting.

Narasumber talkshow "Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta" adalah Bapak Suwata dari Dinas Kesehatan Subang dan juga ada Bapak Ardiansyah yang merupakan aktivis kusta juga Ketua PerMaTa Bulukumba. Penyakit kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, menular melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin). Ini adalah penyakit infeksi kronis yang menyebabkan lesi kulit, kerusakan saraf, mempengaruhi kulit, mata dan hidung tapi dapat disembuhkan. Kusta dapat menimbulkan disabilitas ganda karena mengalami kendala di sensori dan motorik.

Selain itu masalah stigma di masyarakat juga perlu jadi sorotan. Mereka yang dengan kusta atau pernah kusta mengalami dampak sosial dimana merasa terasingkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat soal kusta. Ada juga pemahaman yang mengatakan bahwa kusta merupakan kutukan, dan ada diskriminasi dengan sikap orang-orang yang jadi menjauhinya. Orang dengan kusta atau yang pernah kusta juga bermasalah di ekonomi karena disabilitas yang disandangnya.

Menurut Pak Ardiansyah, orang dengan kusta atau yang pernah kusta di daerah Bulukumba masih belum mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Misalnya saat ada reaksi atas yang dialami, mereka yang dengan kusta atau pernah kusta belum bisa dirujuk ke rumah sakit dan hanya mendapatkan perawatan di puskesmas. Padahal puskesmas hanya memiliki pengobatan yang terbatas. Ini menjadi masalah yang memprihatinkan.

Penyandang disabilitas termasuk orang dengan kusta memang termarginalkan. Kata Pak Suwanta, Pemerintah Subang sudah melakukan berbagai upaya agar mereka bisa mendapat akses advokasi tentang implementasi dari UU no 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Juga meningkatkan stakeholder peran serta masyarakat untuk melibatkan penyandang disabilitas termasuk penyandang kusta. Juga mengusahakan agar mendapatkan layanan kesehatan yang insksklusif, diantaranya dengan bentuk forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) peduli disabilitas. Juga ada kelompok-kelompok yang mengusahakan agar mereka yang disabilitas dan orang dengan kusta mendapatkan aksestabilitas yang baik, termasuk didalamnya infrastruktur, lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan sesuai UU no 8 Tahun 2016.

Pembahasan ini seru sekali. Saya jadi mendapatkan gambaran bagaimana pelayanan terhadap penyandang disabilitas dan orang dengan kusta dalam bidang kesehatan dan stigma yang mereka dapat. Butuh advokasi yang cukup agar mereka mendapat ruang dan tak lagi dikucilkan, termasuk mendapatkan lapangan pekerjaan bagi mereka. Untuk pembahasan yang lebih detail lagi bisa disimak di channel youtube Berita KBR, dan semoga dengan banyak yang menonton talkshow ini maka stigma negatif pada mereka yang menderita kusta atau pernah kena kusta bisa berangsur-angsur berkurang. Pendidikan dan pengetahuan tentang apa dan bagaimana itu kusta bisa dimengerti oleh masyarakat luas sehingga mereka tak lagi menjadi kaum yang marginal.





Keuntungan Menggunakan Aplikasi Mobile Banking Koperasi



Aplikasi mobile banking koperasi merupakan salah satu pengembangan transaksi keuangan yang lebih modern dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya aplikasi ini, transaksi keuangan Anda akan menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini karena aplikasi tersebut dapat menghemat waktu maupun tenaga Anda dalam melakukan transaksi maupun penyimpanan uang. 

Keuntungan Pakai Aplikasi Mobile Banking Koperasi

Dengan aplikasi ini, Anda tidak perlu repot lagi membawa dompet tebal berisikan uang. Cukup pakai smartphone dan bayar dimanapun Anda berada. Saat Anda menggunakan aplikasi ini, Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan. Berikut beberapa keuntungan menggunakan aplikasi mobile banking koperasi adalah:

1. Dilihat dari segi aplikasi (product strength) 

- Tersedianya easy API Integration

Dengan adanya fitur ini memberikan kemudahan integrasi API 3rd Party seperti Virtual Account Bank, Core Banking dan juga e-KYC. 

- Back-End Processing

Dengan adanya fitur ini proses sistem di dalamnya sangat memungkinkan automasi jurnal dan pembayaran serta manajemen produk. 

- Modern Features

Dengan adanya fitur ini mampu memberikan kemudahan penggunaan customer seperti transfer dana menggunakan QR Code. 

- Secure (keamanan) 

Dapat dipastikan keamanannya baik dalam penggunaan aplikasi mobile maupun authorisasi transaksi. 

2. Dilihat dari segi Virtual Account dan Transfer Bank

Dengan melihat dua segi tersebut, kemudahan pengelolaan tabungan nasabah/anggota dapat terwujud. Perlu diketahui bahwa sistem ini terhubung langsung dengan API dan Virtual Account Bank. Sehingga dapat memfasilitasi proses penerimaan dana dari nasabah/anggota serta pencairan dana ke Bank lain untuk kapanpun dan dimanapun. Penjelasan lebih rincinya sebagai berikut:

- Setoran dana lewat virtual account bank

Anda sebagai nasabah/anggota dapat melakukan transaksi setoran ke rekening pemilik aplikasi di Koperasi/BPR melalui transfer dari e-Channel bank manapun. 

- Pencairan dana ke bank lain

Anda sebagai nasabah/anggota dapat melakukan pencairan dana dari rekening Koperasi/BPR pemilik aplikasi yang ditujukan kepada rekening bank manapun. 

3. Dilihat dari segi e-KYC & Tanda tangan Digital

Aplikasi ini bekerja sama dengan perusahaan penyelenggara sertifikat elektronik yang secara resmi diawasi oleh OJK dan Kominfo, membuat e-KYC nasabah koperasi dan BPR dapat dilakukan. Sehingga, tanda tangan bisa tenang Anda lakukan secara digital dan legal 

4. Dilihat dari segi customer transaction (transaksi pembayaran) 

Untuk transaksi pembayarannya sangat mudah, karena aplikasi ini bekerja sama dengan berbagai aplikasi pembayaran seperti OVO, Gopay, dana, LinkAja!, Bukalapak, Homecredit dan lainnya. Anda tinggal pilih membayar sesuai aplikasi favorit Anda. 

Nah, sebelumnya Anda sudah mengetahui berbagai keuntungan menggunakan aplikasi mobile banking koperasi, bukan? Sekarang saatnya Anda menerapkan pengetahuan yang telah Anda ketahui tersebut dengan menggunakan aplikasi Cardlez buatan PT. Invelli Solusindo. Penggunaan aplikasi Cardlez memungkinkan Anda dapat mengakses berbagai transaksi keuangan yang berkaitan dengan Bank Umum, BPR serta koperasi. Aplikasi ini sudah sesuai dengan Peraturan Standar Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh OJK dan BI. Pihak kami akan menjaga keamanan dan kualitas data di data center. Sudah tidak ragu lagi bukan? Dapatkan aplikasinya di App Store kesayangan Anda sekarang dan nikmati beragam keuntungan. Kunjungi cardlez.com untuk informasi lebih lanjut!

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Layanan Paliati Terbaik

 


Untuk ukuran orang yang bukan dari tenaga medis pasti akan sangat asing dengan apa yang dimaksud dengan layanan paliatif. Jadi layanan tersebut merupakan salah satu jenis layanan kesehatan yang diberikan kepada para pasien biasanya mereka yang menderita penyakit kanker. Dan layanan tersebut diberikan guna untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang bersangkutan. Jadi untuk mereka yang menderita penyakit kronis yang mungkin memang untuk harapan sembuhnya sangat minim maka dengan adanya layanan tersebut diharapkan mereka akan memiliki hidup yang lebih berkualitas dan keluarga yang bersangkutan juga lebih sabar dan ikhlas dalam menerima apapun keadaan yang akan terjadi ke depannya. 


Sekarang ini sudah banyak sekali rumah sakit yang menyediakan layanan jenis paliatif yang mana nanti diharapkan mampu untuk membantu setiap pasien yang membutuhkan perawatan yang intensif oleh perawat dan juga dokter yang bersangkutan dengan masalah kesehatan yang sedang diderita oleh pasien. Untuk itu, jangan sampai Anda salah pilih dokter atau tenaga medis lain yang memberikan layanan ini kepada pasien karena nanti dampaknya juga Anda sendiri yang merasakannya. 


Belum tentu meski ada banyak sekali pilihan-pilihan rumah sakit atau klinik dengan layanan untuk suatu penyakit tertentu dengan sistem paliatif dalam memberikan layanan kepada pasien akan sama kualitasnya. Semuanya tergantung dari dokter dan tenaga kesehatan yang lainnya yang mana nanti akan secara langsung memberikan pelayanan pada Anda atau orang terdekat Anda yang sedang menderita suatu penyakit tertentu dan butuh layanan tersebut. Dan supaya tidak salah pilih, berikut ini adalah tips yang bisa Anda simak: 


  • Memilih klinik atau rumah sakit yang terpercaya 

Pertama adalah Anda bisa pilih dan perhatikan klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan ini tetapi yang terpercaya dan bagus dalam memberikan layanan pada pasien mereka. Dengan memilih klinik atau rumah sakit yang terpercaya maka dipastikan bahwa dokter dan tenaga kesehatan yang akan melayani pasien juga professional dalam pekerjaannya. Dengan begitu pasien bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal. 


  • Harganya terjangkau 

Selanjutnya memang berhubungan dengan harga yang ditetapkan karena menyangkut uang yang akan Anda bayarkan untuk jasa yang sudah Anda nikmati. Usahakan Anda pilih klinik dan rumah sakit yang aman dan terpercaya namun memberikan harga yang terjangkau. harga terjangkau tersebut bisa di dapatkan dari adanya banyaknya promo dan potongan pembayaran untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan pihak yang memberikan layanan tersebut. 


  • Dokter dan tenaga medis professional 

Ini juga masalah penting yang tidak boleh Anda anggap sepele karena jika dokter dan tenaga medis lain kurang cakap dan tidak professional maka Anda akan sia-sia dalam menggunakan jasa mereka. Sudah bayar mahal namun pelayanan yang di dapatkan tidak maksimal maka Anda juga yang akan menyesal karena hal ini. 


Dari penjelasan di atas, tentu Anda sekarang sudah memiliki bayangan bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan layanan paliatif onkologi yang aman dan terpercaya. Apabila sejauh ini Anda masih merasa ragu dengan setiap rumah sakit atau klinik yang memberikan layanan tersebut, maka di Aido Health adalah jawaban yang sangat tepat bagi Anda. kenapa bisa seperti itu? Karena di Aido Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat yang maksimal mulai dari pelayanan yang sangat bagus, dokter dan tenaga medis professional serta harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau karena ada banyak promo. 

Cara Mudah Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

  

Menstruasi ialah hal yang biasa dialami oleh perempuan. Di masa ini, ada darah yang keluar lewat kemaluan sebagai siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Hal ini karena tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma, maka kemudian ada proses luruhnya dinding rahim yang sebelumnya menebal karena dipersiapkan untuk kehamilan. Peluruhan ini berupa keluarnya darah dan jaringan menjadi menstruasi setiap bulannya, siklus yang berbeda-beda pada setiap wanita. Bila seorang wanita sudah berbadan dua seperti saya, maka tidak akan terjadi menstruasi.

Saya ingat sekali bagaimana menarche atau menstruasi pertama saya. Saat itu saya duduk di bangku kelas 2 SMP, sudah pulang sekolah. Lalu tiba-tiba rasanya ada yang membasahi celana dalam, padahal saya tidak buang air kecil. Ketika dilihat, warnanya merah dan itu darah. Terkejut, tapi tak sampai bikin ribut karena sebelumnya Mama sudah memberitahu kalau masa ini akan jua terjadi.

Kebetulan Mama selalu punya stok pembalut. Di hari-hari sebelumnya memang pembalut itupun sudah pernah saya pakai sebagai latihan cara pakainya. Jadi saat menarche, saya seperti sudah ter-handle dengan baik untuk mengatasinya. Sedari awal saya pun tidak pernah mengalami keluhan nyeri perut saat menstruasi, jadi saya merasakan menarche yang biasa saja dan tidak menyakitkan.


Fakta Informasi Soal Menstruasi yang Tak Banyak Diketahui Anak Perempuan Indonesia

Rupanya keberuntungan saya yang memperoleh informasi soal menstruasi sehingga tidak ada rasa galau dan khawatir saat menarche, tidak dirasakan oleh banyak anak perempuan Indonesia. Hal ini saya ketahui saat mengikuti webinar : "Sehat dan Bersih Saat Mentruasi" via Zoom pada Kamis, 27 Mei 2021 lalu. Dari penjelasan dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid
sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta, rupanya 1 dari 4 anak perempuan Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkan menarche. Duh... pasti banyak terjadi kebingungan dong, ya.

Tak hanya itu, hanya 1 dari 2 anak perempuan yang mengetahui bahwa menstruasi itu
adalah tanda fisik pada perempuan yang bisa hamil, loh. Kemudian hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus
dilakukan selama menarche. Yang menyedihkan 1 dari 6 anak perempuan takut untuk masuk sekolah selama satu hari atau lebih pada saat menstruasi, kareka takut di-bully ketika darah menstruasi tembus ke rok seragam. Ini memang data yang ada ya, meski saya yang sering tembus sampai di bangku SMA sekalipun belum pernah mengalami bully, sih.

Peran orang-orang sekitar memang diharapkan agar anak perempuan bisa melalui menarche dan masa menstruasi selanjutnya dengan baik. Perlu juga untuk mengajarkan apa itu Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) sebagai pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat menstruasi. Dengan demikian anak perempuan jadi tahu bagaimana cara menggunakan pembalut yang bersih, berapa jam sekali menggantinya, bagaimana cara membuangnya serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama menstruasi. Dengan demikian maka diharapkan anak perempuan bisa melalui masa menstruasi dengan nyaman, sehat dan bersih.

Ternyata pemerintah kita juga memiliki perhatian lebih dalam MKM ini loh. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid, ada peraturan pemerintah no. 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi. Yang mana isinya soal penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk kaum perempuan di masa reproduksi, serta edukasi mengenai hal ini. Isi peraturan pemerintah bisa dibaca pada gambar berikut ini:

Tidak hanya itu, pemerintah juga menunjukkan kepedulian pada MKM dengan dibuatnya program-program kesehatan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja. Diantaranya ada  UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Remaja, Aku Bangga Aku Tahu (kegiatan penyuluhan rutin ke sekolah 
terkait kesehatan reproduksi dan 
Penyakit Infeksi Menular Seksual) serta Vaksinasi HPV (yang jadi agenda dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks). Dengan program-program ini diharapkan kemudian anak perempuan bisa mendapat informasi yang tepat soal menstruasi, yang setidaknya didapatkannya melalui petugas tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat sehingga dapat menghindari informasi atau mitos menstruasi yang tidak tepat. Di samping itu, peran ibu sebagai pemberi informasi pertama soal apa dan bagaimana menstruasi, tetaplah menjadi suatu yang penting.


Pentingnya Ibu Bicara Menstruasi

Ibu merupakan madrasah utama sang buah hatinya. Hal ini tepat sekali, karena ibulah pengajar pertama hal-hal baru pada sang anak. Bagi anak perempuan, adalah suatu hal yang menyenangkan apabila bisa mendapat info soal menstruasi dari sang panutan, ibu, sehingga tidak ada rasa khawatir dan cemas saat menarche. Untuk itulah peran Ibu untuk edukasi anak perempuan tentang sehat dan bersih saat menstruasi menjadi hal yang wajib dipahami oleh semua ibu.

Harusnya begitu, ya. Sayangnya membangun komunikasi bukanlah hal yang mudah, apalagi antara ibu dan anak perempuannya yang seringkali ribut ini itu. Hubungan saya dan Mama juga tak begitu dekat semasa saya di bangku sekolah, namun beruntung soal menstruasi sudah dikomunikasikan dengan baik mengingat Mama ialah salah satu tenaga kesehatan yang mengerti betul akan hal ini. Namun tak begitu pada 1 dari 4 anak perempuan Indonesia yang menurut penelitian ternyata tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum menarche. Kok bisa begitu?

Mungkin sudah jadi budaya timur bahwa membicarakan soal sesuatu yang berhubungan dengan organ intim ialah hal yang tabu. Ibu juga masih bingung bagaimana untuk memulai obrolan semacam ini. Tak hanya soal kurangnya pengetahuan ibu tentang menstruasi, banyak anak perempuan yang juga kurang yakin bila sang ibu yang menjelaskan. Karena ternyata lebih dari 90 % anak perempuan lebih percaya pada orangtua dan guru sebagai sumber informasi hal sepenting ini.

Komunikasi ialah hal yang penting. Karena bila tak dibicarakan, bisa menimbulkan hal-hal yang kurang baik. Seperti info yang saya dapatkan saat mengikuti webinar, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., sebagai psikolog menjelaskan bahwa bila soal menstruasi tidak dibicarakan antara ibu dan anak maka ada emosi negatif yang keluar seperti rasa cemas, malu, marah dan takut yang terjadi pada anak perempuan. Juga ada rasa ketidakpastian dan ketidaksiapan dalam menghadapi menarche. Pun nantinya memicu kesalahpahaman soal menstruasi dan organ reproduksi.

Sebagai ibu muda dengan 1 anak lelaki dan saat ini sedang hamil anak kedua, dari webinar ini saya baru memahami bahwa ternyata dengan adanya komunikasi yang baik antara ibu dan anak perempuannya soal menstruasi, maka akan menimbulkan:
- Kesehatan reproduksi remaja jadi lebih
baik karena anak perempuan jadi tahu cara mudah sehat dan bersih saat menstruasi
- Bisa menunda hubungan seksual pertama karena mengerti bahwa menstruasi sebagai tanda kalau perempuan bisa hamil
Mengurangi risiko masalah kesehatan mental sebab rasa takut, khawatir dan cemas terkait seksualitas dapat ditangani dengan baik
- Hubungan kedekatan ibu dan anak perempuannya juga bisa semakin baik dengan adanya komunikasi tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar ibu bisa memulai pembicaraan soal menstruasi ini pada anak perempuannya? Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si pun membocorkan 7 tips bicara menstruasi. Waaah... Bagi yang punya anak perempuan, ini tips yang sangat ditunggu. Pun saya yang punya anak laki-laki, ternyata tips ini juga wajib diketahui karena nantinya juga berhubungan dengan buah hati saya loh.

Nah 7 tips bicara menstruasi di antaranya:
1. Ingat, ibu = paling diharapkan
Ibu adalah pemberi informasi pertama, itu yang diharapkan seorang anak. Karena itu ibu harus membekali dirinya dengan info yang cukup soal menstruasi sehingga nantinya mampu menyampaikan pada anak perempuannya dengan tepat.
2. Bicara menstruasi tidak tabu
Demi meningkatkan kesehatan reproduksi generasi bangsa kita, membicarakan soap menstruasi bukanlah hal yang tabu. Harus diungkap dengan tepat sehingga tidak termakan hoaks ataupun mitos mengenai menstruasi dan kesehatan reproduksi.
3. Lakukan berulang kali
Lebih baik membicarakan soal menstruasi
di saat sudah muncul tanda pubertas. Dengan demikian anak jadi tahu, mengerti dan siap menghadapi menarche.
4. Bersikap positif
Isu soal menstruasi
ialah topik yang sensitif. Sehingga harus tepat sasaran cara dan arah penyampaian pembahasan mengenai hal ini.
5. Banyak bertanya dan berdiskusi
Daripada menceramahi, lebih baik berbagi pengalaman soal menstruasi
pada sang anak perempuan. Pun banyak menanyakan soal apa yang ingin diketahuinya dan mendengarkan apa pendapatnya soal ini.
6. Jelaskan secara kongkrit
Pembicaraan soal menstruasi
tak hanya secara teori saja. Lebih baik juga menjelaskan bagaimana cara penggunaan pembalut dengan mempraktekkannya secara langsung. Pun mengenalkan anatomi alat reproduksi sehingga anak semakin mengerti mengenai hal ini.
7. Jelaskan juga pada anak laki-laki
Dengan tujuan agar anak laki-laki mengerti kondisi yang dialami anak perempuan sehingga bisa menghargai saat ada temannya yang menstruasi. Anak laki-laki bisa bersikap gentle dan tidak mengolok-olok anak perempuan, terutama pada yang darahnya tembus di rok saat jam pelajaran. Pun bisa jadi penolong pada anak perempuan yang mengalami kesakitan di masa menstruasinya.


Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM)

Soal MKM juga harus dijelaskan dengan betul. Seperti yang dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), bahwa sangat penting untuk menjaga kebersihan di kala menstruasi dan mengetahui bahwa ada berbagai kondisi kesehatan yang dapat timbul akibat
manajemen kebersihan menstruasi yang buruk. Selain itu dengan adanya pengetahuan soal MKM ini jadi tahu bagaimana cara mencegah kanker serviks, infeksi vaginal dan juga mengantisipasi rasa ketidaknyamanan (seperti gatal, bau tidak sedap dan keputihan). Pemahaman soal MKM juga diterapkan tak hanya saat menstruasi saja, namun manajemen kebersihan area kewanitaan harus dilakukan di keseharian.

Mungkin masih belum banyak yang tahu bahwa untuk menjaga kebersihan area kewanitaan harus memakai sabun yang tepat. Bukan sabun mandi, karena pH sabun mandi bisa lebih dari 7 dan tidak cocok dengan pH normal area kewanitaan yang sekitar 3.5 hingga 4.5. Diperlukan sabun pembersih yang tepat, salah satunya produk dari Betadine https://betadine.co.id/product/daily-use-feminine-wash-products. Dengan penggunaan sabun untuk area kewanitaan ini, pH normal vagina terjaga dan flora baik pun terjaga. Area kewanitaan tak hanya bersih, tapi juga sehat. Pembeliannya bisa dilakukan di : https://shopee.co.id/betadineofficial atau di https://www.tokopedia.com/betadineofficial?source=universe&st=product.

Yang lebih penting lagi, banyak yang salah kaprah soal kapan waktu yang tepat untuk mengganti pembalut saat menstruasi. Bukan saat darah sudah memenuhi pembalut, tapi baiknya mengganti pembalut tiap 4 jam sekali. Hal ini agar kuman tidak bersarang di pembalut, karena kuman bisa menimbulkan aneka penyakit di area kewanitaan seperti vaginitis, infeksi saluran kemih, juga Kandidosis vulvovaginalis. Hiii... ngeri, ya.

Cara pembuangan sampah pembalut juga perlu diperhatikan betul. Darah di pembalut harus dibilas dulu sampai bersih, masukkan kantong plastik baru dibuang ke tempat sampah. Dengan demikian selain bisa menjaga kebersihan, juga tidak merugikan orang lain karena bisa saja ada yang menemukan sampah pembalut kita kalau dibuang sembarangan. Jangan sampai deh!

Senangnya ikut webinar kali ini. Dengan demikian jadi bisa ikut berbagi info juga kan, meski melalui blog. Jadi walau saya hanya punya anak lelaki, bukan berarti kemudian tak bisa memberikan edukasi mengenai menstruasi ini. Anak lelaki pun juga bisa diberitahu, meski tak sedetail kepada anak perempuan. Yuk, kita bicarakan soal cara mudah sehat dan bersih saat menstruasi pada sang buah hati!