Categories

25 Mei 2020

Tetap 'Happy' di Masa Pandemi



Pandemi benar-benar bersentuhan dengan sendi-sendi kehidupan kita. Semua berubah, mulai dari rutinitas, hubungan dengan orang lain hingga bentuk komunikasi yang dilakukan.
Agar bisa tetap happy di masa pandemi, kita pun harus ikut berubah dengan cepat. Awalnya mungkin sulit, karena suatu hal yang berbeda memang berat untuk dilakukan. Namun lama-kelamaan, akan jadi biasa melakukan kebiasaan baru yang tentunya berdampak pada kehidupan baru nan diharapkan jadi lebih baik.

Pada Ramadhan tahun ini misalnya. Saya yang menjalani ramadhan keempat bersama suami tercinta di seberang kota kelahiran kami, merasakan banyak hal besar yang terjadi. Bila sebelumnya kami sering beli makanan jadi untuk berbuka puasa karena saya merasa tak mahir memasak enak, kini nekat belajar masak sendiri. Ini demi melakukan penghematan, sekaligus agar kami bisa menikmati makanan segar sarat gizi karena memprosesnya sendiri.
Beberapa hasil masakan saya

Tahu sendirilah, di masa pandemi begini harus pintar mengatur keuangan. Kalau bisa, tekan pengeluaran agar banyak tabungan. Karena itu kami memutuskan tak lagi beli makanan jadi. Meski akhirnya kami harus makan masakan saya yang rasanya B saja, tapi syukurlah lama-kelamaan rasanya meningkat dan tak kalah enak dengan makanan siap saji.

Cara Hidup di Masa Pandemi

Sudah hampir 3 bulan kita berada di masa pandemi seperti saat ini. Mungkin masih ada yang bertanya, apa itu pandemi? Pandemi merupakan penyakit yang menyebar hingga ke area geografis yang luas dan melampaui batas. Menurut wikipedia, suatu penyakit dikatakan pandemi bila tidak hanya tersebar luas atau membunuh banyak orang, tapi juga bisa menular dalam waktu yang cepat. Untuk COVID-19 yang gejalanya mirip flu ini, dinyatakan pandemi oleh WHO sejak 12 Maret 2020.

Pandemi bukanlah hal ringan. Sebab melihat cepatnya virus ini menyebar, bisa saja kita pun kena. Di awal kemunculannya, pandemi ini memunculkan banyak hal tak terduga, mulai dari panic buying, banyaknya hoaks yang meresahkan hingga berbagai gerakan dan meme menyangkut pandemi ini. Pemerintah pun dengan tangkas menginstruksikan agar warga negaranya tetap kerja, belajar dan beribadah tapi di rumah saja, demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Meski di rumah saja, kita tetap bisa kok menjalani rutinitas seperti biasa. Yang bekerja, tetap melakukan pekerjaannya di rumah dan tetap terhubung dengan rekan sekerja lewat aneka aplikasi video conference. Memang ada juga pekerjaan yang tak bisa dilakukan di rumah sehingga tetap harus ke tempat kerja, seperti suami saya yang merupakan tenaga medis. Masker dan hand sanitizer kini menjadi teman akrabnya.

Untuk pelajar, ini bukanlah masa liburan. Tetap harus belajar meski hanya di rumah, bahkan sudah ada banyak tugas yang sengaja diberikan agar para pelajar mau terus membaca buku pelajaran dan mengasah otaknya. Peran guru digantikan orangtua, memang awalnya aneh terutama pada orangtua yang tak punya dasar sebagai tenaga pendidik. Namun di sinilah kemudian terjalin bonding yang luar biasa antara orangtua dan anak, pun orangtua akan tahu seberapa besar kemampuan buah hatinya dalam menyerap ilmu.

Pandemi memberikan banyak hikmah. Salah satunya adalah makin eratnya hubungan anggota keluarga dalam satu rumah. Bisa lebih sering mengobrol, melakukan banyak hal bersama hingga bisa meningkatkan ibadah dengan hanya ada di rumah. Terlebih di bulan Ramadhan, dengan suasana yang lebih khitmah. Ibadah jadi lebih tenang dan lebih khusyuk menambah pahala di bulan suci.

Meski di rumah saja, yang perlu diingat adalah kita harus tetap sehat. Seperti yang kita tahu, pandemi ini terjadi karena adanya virus yang menular dengan sangat cepat, terlebih bila kondisi kita kurang baik. Imunitas yang menurun bisa menambah resiko tertularnya Covid-19, apalagi bila tidak menerapkan physical distancing seperti yang diinstruksikan pemerintah. Untuk itulah kita harus bisa mengusahakan agar diri dan keluarga bisa selalu dalam kondisi sehat wal'afiat.

Di sinilah peran menjaga kebutuhan nutrisi menjadi hal yang penting. Perbanyak makan buah dan sayur yang sarat akan gizi. Karena aktivitas kita yang lebih banyak di dalam rumah sehingga tidak membutuhkan kalori seperti saat kita masih suka jalan-jalan di luar rumah, maka ada baiknya kurangi camilan yang tinggi karbohidrat dan lemak. Lebih baik ganti dengan menyantap salad atau potongan buah segar.

Tentu bosan bila hanya diam di rumah. Karenanya tetaplah aktif bergerak dengan melakukan aktivitas rumah tangga. Bisa dengan bergerak membersihkan rumah, seperti menyapu, mengepel ataupun mencuci piring. Atau membuat kreasi yang bisa jadi pajangan atau bahkan bisa dijual, seperti membuat makrame, cupcake yang lucu ataupun lukisan indah. Pun dengan lakukan olahraga ringan di dalam rumah seperti yoga, naik turun tangga, ataupun dengan memakai alat olahraga yang dimiliki di rumah.

Saran saya lebih baik membuat perencanaan di malam hari, tentang apa-apa yang ingin dilakukan keesokan harinya. Dengan demikian jadi tidak mati gaya, sebab telah memiliki gambaran aktivitas yang akan dikerjakan. Dengan organized semacam ini juga mampu menghalau rasa malas gerak (mager). Kita jadi lebih produktif dan menjalani hari dengan lebih bahagia.

Kondisi di rumah saja memang rentan rasa bosan dan stress. Karena itu, kita kudu tetap cari hiburan meski tak dengan keluar rumah. Bersyukurlah kita hidup di zaman digital, mau cari tayangan apa saja bisa dengan satu klik. Rutinitas keluarga kecil saya ialah nonton film selepas tarawih, sampai kami ketiduran. Kalian juga bisa kok cari tayangan favorit kalian, tanpa berbayar dengan buka channel YouTube ataupun media sosial lainnya.

Di masa pandemi ini, main sosial media memang jadi alternatif untuk menghabiskan waktu. Tak hanya dengan tahu kabar teman dan kenalan, tapi juga bisa tahu berita-berita terkini. Kita bisa update informasi, bahkan lebih cepat dari yang disajikan televisi. Terlebih soal perkembangan Covid-19, yang membuat kita semakin mawas diri dan tak melupakan antisipasi dengan menggalakkan gerakan hidup bersih dan sehat. Yang perlu diingat, meskipun update, tapi kudu pandai memilah informasi. Jangan sampai termakan hoaks yang malah menimbulkan keresahan dan ketakutan berlebih.

Belajar Mengatur Keuangan di Kala Pandemi

Bila di tahun-tahun sebelumnya, kami sering ngabuburit dengan cara keliling kota dengan naik motor, kali ini berbeda. Selama 30 hari di Ramadhan tahun ini, kami di rumah saja. Rasanya jauh lebih menyenangkan, ada banyak waktu untuk bisa tingkatkan ibadah. Pun di sore harinya, saya jadi punya kesibukan menyiapkan sajian berbuka sambil belajar banyak hal. Yap, sambil memasak, biasanya saya juga mendengarkan aneka podcast yang membicarakan tentang masa sekarang, agar tahu perkembangan terkini meski di rumah saja.

Kebetulan pada 20 Mei 2020, saya tahu kalau akan ada Financial Talk with Stand Up Comedy di Instagram @fwd_id. Akhirnya rutinitas dengarkan podcast, saya ganti dengan stand by di Instagram sejak pukul 16.30 WIB. Setelah bergabung, saya tingkatkan volume suaranya agar bisa jelas terdengar seraya menemani saya memasak. Lumayan nambah ilmu, suami saya pun ikut mendengarkannya loh.

Jadi di Rabu sore itu, ada Mas Dono Pradana, sang Stand Up Comedy asal Surabaya yang berbincang dengan Mas Aidil Akbar Madjid. Sosok yang akrab dipanggil Mas Akbar ini sudah bisa membahas seputar financial planning. Beliau merupakan perencana dan penasihat keuangan independen yang berkiprah selama belasan tahun di dunia keuangan dan investasi, bahkan mendirikan layanan financial planning bernama Aidil Akbar Madjid & Associates (AAMA) dengan fokus pada perencanaan keuangan personal, yang berkantor di Jakarta. Mas Akbar ini juga penulis buku seputar financial juga nih.

Tepat sekali bila kami kemudian mendengarkan Financial Talk with Stand Up Comedy di Instagram Live Streaming @fwd_id sampai selesai. Apalagi temanya adalah Tips Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi, mengingat di bulan April lalu saat awal masa pandemi, keuangan kami carut-marut. Sebenarnya gaji suami stabil, tapi yang oleng adalah gaya konsumtif kami yang kian menjadi karena banyak hal yang dibeli untuk menyiapkan diri di masa pandemi. Misalnya beli masker sampai berlusin-lusin, multivitamin berbox-box, borong kaset film untuk hiburan di rumah, stok banyak makanan dan masih banyak lagi.

Menurut Mas Akbar, cara kita agar bisa bertahan di tengah pandemi dan mampu atur keuangan adalah dengan:

1. Susun Budget
Dari cara pertama ini saja, kami sudah salah. Kami terlalu lebay sehingga membeli berlebihan. Padahal lebih baik kami beli seperlunya, selain bisa menekan pengeluaran, kami juga bisa belajar lebih bijak merencanakan anggaran belanja. Sarannya dibuat perencanaan apa-apa yang jadi kebutuhan bulanan, lalu dipilah lagi mana yanh masih bisa ditunda, mengingat masa pandemi ini kan entah sampai kapan jadi alangkah lebih baik kalau punya banyak tabungan sebagai antisipasi masalah ekonomi di masa depan.

2. Persiapan Dana Darurat
Baiknya mulai menyisihkan beberapa persen dari pendapatan dan dimasukkan dalam kas dana darurat. Dana darurat ini berbeda dengan tabungan, sebab ini yang nantinya dipakai bila ada masalah ataupun ada sesuatu yang harus dibeli meski di luar perencanaan. Dengan ada dana darurat, maka tak akan mengganggu nominal tabungan yang dipakai di masa depan.

3. Kurangi Keanggotaan yang Tidak Aktif
Generasi millenials adalah generasi yang suka bersosialisasi dan mencoba banyak hal. Maka tak heran kemudian tumbuhlah kelas-kelas yang menjadi salah satu jawaban dari kebutuhan tersebut. Ada kelas Yoga, Gym, ataupun aneka kelas digital lainnya. Kebanyakan berbayar, dan bila mampu mengurangi keikutsertaan kelas ini maka bisa mengurangi nominal rupiah yang dikeluarkan. Selain itu juga bisa menekan intensitas kita untuk keluar rumah, pun menghemat waktu dan menggantinya untuk tetap melakulan hal produktif lainnya di dalam rumah.

4. Pertimbangkan Barang yang Akan Dibeli
Hampir sama dengan mengatur budget, di masa pandemi yang mana kita jadi kudu lebih banyak berhemat, memilah-milah pengeluaran jadi alternatif terbaik. Kita jadi lebih bisa menekan sifat konsumsif, pun lebih kreatif dengan mampu membuat sendiri di rumah. Saran Mas Akbar, jangan membeli sesuatu yang bisa kita bikin sendiri. Misalnya beli nasi goreng, padahal bisa bikin sendiri di rumah. Kalau ternyata hasilnya enak dan bisa dijual, malah bisa menambah pemasukan, kan.
5. Bayar Tagihan
Ketika menerima gaji atau ketika ada pendapatan, hal pertama yang baiknya dilakukan bukanlah membeli barang idaman. Lebih baik langsung bayar tagihan agar tidak ada lagi tanggungan dan mengurangi beban mental: keresahan. Apalagi bila tagihan tersebut sudah jadi rutinitas bulanan, misalnya bayar listrik, air dan beli kuota internet. Daripada bila hal ini ditunda dan menjadi masalah karena melebihi batas waktu bayar tagihan dan menambah denda dan menumpuk di bulan berikutnya.

6. Pengeluaran Kartu Kredit Sebaiknya 30% dari Pendapatan
Di masa pandemi, kita yang jadi mengurangi aktivitas keluar rumah, mencari hiburan dengan bermain sosial media dan scroll marketplace. Biasa, cuci mata. Tapi awas khilaf, sebab marketplace kini menawarkan banyak promo menarik. Salah satunya diskon menggiurkan bila memakai pembayaran via kartu kredit. Ingat, kudu bijak atur keuangan di masa pandemi dan disarankan hanya boleh pakai kartu kredit maksimal 30% dari nominal pendapatan bulanan.

Di Rumah Aja Bareng FWD

Rupanya Live Streaming tentang Financial Talk di Instagram @fwd_id merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan #DiRumahAjabarengFWD. Tujuan dibuatnya program sarat edukasi ini adalah sebagai salah satu penyemangat kita dalam merayakan hidup di tengah pandemi seperti saat ini. Ini juga merupakan suatu bentuk kepedulian FWD yang ingin membantu kita agar bisa mengisi momen Ramadhan dengan lebih positif meski di saat pandemi. Karena Ramadhan juga tentang kebersamaan, FWD tidak ingin sendirian saja dalam menyebarkan semangat kebaikan. Oleh karena itulah FWD membuat beragam acara dan meminta kita turut ikut serta di dalamnya.

Yang masih asing dengan FWD, saya kenalkan dulu ya agar jadi sayang. Jadi FWD ini lini bisnis asuransi dari grup investasi Pacific Century Group. Nah fokus FWD adalah mengembangkan pengalaman konsumen dengan menghadirkan beragam produk yang mudah dipahami. Jadi konsumen baru akan merasa lebih dekat dan mengenal FWD sebab sesuai dengan perkembangan teknologi digital di masa kini.

Selain itu, pendekatannya juga disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, maka tak heran kemudian FWD menjadi perusahaan asuransi terkemuka di wilayah Asia Pasifik. FWD dinilai telah mampu ubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Bahkan FWD Life yang merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan, memiliki beragam pilihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti: asuransi kecelakaan diri individu & kumpulan, asuransi berjangka individu & kumpulan, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi dan asuransi kesehatan kumpulan melalui jalur distribusi. FWD Life terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi aman nan terpercaya.

Agar semakin dekat dengan nasabah dan masyarakat, FWD Life membuat program #DiRumahAjabarengFWD di Instagram @fwd_id. Tiap minggunya ada para ahli yang akan menyuguhkan informasi dengan aneka tema, seperti: cooking, sports, Mom’s talk dan financial literacy. Sebab FWD percaya bahwa menjalani hidup sesuai passion adalah cara paling tepat. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, FWD hadir sebagai solusi yang bisa membebaskan kita akan rasa khawatir di masa depan oleh karena ada proteksi finansial bersama FWD.

Kesimpulan Financial Talk yang saya paparkan di atas adalah bagian akhir dari #DirumahAjabarengFWD. Untuk episode 1 yang digelar tanggal 29 April 2020 lalu, temanya KOLAK (Kreasi Olah Takjil) yang dimeriahkan canda tawa Gita Bhebhita dan Chef Putri Mirianti. Lalu di episode 2, kita diajak ngabuburit sambil bakar kalori bersama Zeezee Shahab dan juga GOFit. Lanjut episode ke-3 di minggu 3 Ramadhan, tema Mom’s Talk tentang bagaimana cara ibu menangani stress serta membagi waktu antara tetap produktif bekerja selama WFH dan mengurus anak serta keluarga. Ini tak mudah loh, maka dari itu obrolan Tyna Kanna Mirdad dan Puty Karina sangat membantu sebab ibu juga jadi tahu cara mengelola emosi selama pandemi COVID-19. 

Berbagi Bareng FWD

Baru deh di episode 4 #DirumahAjabarengFWD, FWD Life beri obrolan mengenai finansial yang kesimpulannya saya bagikan di atas.
Nah sambil kita belajar kelola keuangan, pada Financial Talk kemarin juga Mas Akbar ingatkan untuk ikutan #BerbagiBarengFWD. Caranya dengan berdonasi untuk adik-adik di SOS Children’s Villages. Tak perlu dengan keluar rumah, sebab cara donasinya tinggal mendaftarkan diri dan ikutan
challenge-nya FWD. 

Biaya pendaftaran senilai 200 ribu rupiah, nanti kita akan mendapatkan Jersey di akhir progam sebagai bentuk ucapan terima kasih. Mas Akbar saat itu juga menunjukkan jersey orange-nya, bagus deh. Oiya 200 ribu itu tadi bukan untuk membeli Jersey yah, sebab dana tersebut langsung didonasikan kepada SOS Childrens Village.

Kolaborasi berbagi yang dilakukan FWD bersama SOS Children’s Village Indonesia bertujuan membantu meningkatkan kesadaran kita akan adanya kondisi kelompok yang kurang beruntung, utamanya anak-anak, selama pandemi inu. Tidak hanya terganggunya kesehatan, pandemi ini juga membuat banyak keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar karena pembatasan interaksi sosial yang berdampak pada keadaan ekonomi. Nah di 10 lokasi berbeda, ada lebih dari 4.500 anak di lebih dari 2.400 keluarga yang terkena dampak ini. Kita bisa ikut bantu dengan cara donasi di www.kitabisa.com/berbagibarengFWD sampai 31 Mei 2020 nanti, nih. Yuk donasi!

Itulah mengapa event kolaborasi untuk berbagi diselipkan pada #DiRumahAjabarengFWD yang kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang mana selain wajib berpuasa, kita pun diperkenankan banyak berbagi dengan sesama. Kita bisa ikut berbagi bareng FWD lewat kolaborasi FWD Life bersama SOS Children’s Village. Di mana kegiatan “Kolaborasi untuk Berbagi” FWD Life juga bertujuan menginspirasi masyarakat agar tetap Celebrate Living, Celebrate Kindness, and Celebrate Positivity walaupun di rumah saja.

Di saat Live Streaming #DiRumahAjaBarengFWD juga ada kuis yang berhadiah ikut dalam #BukaBarengFWD. Saya ikutan kuisnya, sayangnya belum beruntung. Padahal 30 pemenang terpilih bisa berbuka puasa bersama dengan KOL dan komunitas lainnya. Tentu saja via online, dengan conference call. Ada banyak hadiah yang diberikan loh, ada voucher GoFood dan Care Package yang dapat digunakan selama situasi pandemi.

Bicara tentang Care Package, ternyata #BerbagiBarengFWD juga berkolaborasi dengan beberapa pihak dalam mendistribusikan 20.000 Care Package untuk seluruh keluarga FWD Life loh. Mulai dari karyawan, tenaga pemasaran hingga nasabah FWD. Isi Care Package ini adalah barang-barang kesehatan dan kebersihan yang sangat dibutuhkan di masa pandemi, seperti masker wajah dan hand sanitizer.

FWD Life juga beri sarana bagi kita yang ingin menyebarkan kebaikan, dengan mendonasikan Care Package melalui 3 Organisasi non-profit resmi (Special Olympics, Humanity & Inclusion dan SOS Children’s Village). Tak hanya kita, mereka yang dapat donasi Care Package ini pun tentu bisa mendapat rasa aman terlindungi serta mendorong prilaku hidup bersih dan sehat dengan rutin cuci tangan.

Pandemi bukanlah halangan untuk berbagi. Justru dengan berbagi, membantu mereka yang kena dampak pandemi, bisa ringankan beban hidup mereka. Percaya deh, barang siapa yang meringankan beban orang lain, maka Allah akan memperbaiki kehidupan kita di dunia dan akhirat. Jadi, jangan ragu lagi ikutan “Kolaborasi untuk Berbagi” FWD Life lewat #BerbagiBarengFWD meskipun kita  #DirumahAjabarengFWD ya. Sampai akhir bulan Mei 2020, loh...

32 komentar :

  1. 6 hal di atas ini kalau memang benar-benar diterapkan bisa menyelamatkan kondisi keuangan. Bagus ya kegiatan FWD ini.

    BalasHapus
  2. Semua aktivitas masih bisa dilakukan dari rumah, sambil berdoa keuangan tetap ada ya. Tapi selama pandemi ini jadi bisa belajar lebih irit lagi

    BalasHapus
  3. wahh bener banget, selama di rumah aja, akutuh berasa boros banget loh. Makasih buat sharenya ya, bermanfaat banget.

    BalasHapus
  4. Dana darurat memang pos keuangan yg super duper penting ya Mbaaa
    Pandemi ini beneran ngajarin kita untuk melek finansial.

    BalasHapus
  5. Walau pandemk begini tp hrs dibawa happy ya mba.. Aku jg mrs keuangan mulai limited. Bkn krn boros tp keluarga sekitar byk yg terdampak pandemi jd hrs byk berbagi..

    BalasHapus
  6. Lagi masa pandemi gini emang kita harus lebih selektif ngatur belanja ya. Karena semuanya kena dan ngalamin finansialnya terganggu. Sering-sering buka medsos suka dikintilin iklan. Pernah dong aku kepikiran sesuatu eh pas buka email ada penawaran yang sama kayak yang lagi aku pikirin. Ih kok bisa gitu? Serem. Tapi lebih serem kalau saldo jebol ga bisa nahan diri belanja hahaha

    BalasHapus
  7. Iya di rumah aja banyak banget hikmahnya. Lagi mikirin mau buka usaha apa gitu, sebelum ekonomi berubah. Tapi belum nemu idenya hihi.. wah masakannya enak2 deh itu mba

    BalasHapus
  8. Iya, masa seperti ini harus pintar berhemat ya, jangan bablas belanja online, dan kalau bisa tetap rutin nabung..

    BalasHapus
  9. Ini penting banget kak, selalu bahagia saat pandemi memang sudah pasti wajib banget, secara banyak tekanan psikis yang secara masiv
    Saya juga jadi rajin masak dan mencoba aneka resep sih. Jadi menyenangkan dan membahagiakan sekali

    BalasHapus
  10. di masa pandemi ini semua bisa dilakukan dari rumah aja :)
    aku jg jadi super rajin masak di dapur. mau beli juga rada was2 hehe

    BalasHapus
  11. Memang bener2 berasa banget perubahan keuangan dimasa pandemi begini, harus bisa mengatur keuangan, dan bermanfaat juga ya ilmu mengatur keuangan yang didapat, jadi lebih tahu bagaimana perencanaan yang terbaik.

    BalasHapus
  12. Memang mb, mau tidak mau kita harus beradaptasi. Tetap melanjutkan hidup di tengah pandemi. Temasuk adaptasi dalam hal keuangan. Mengangarkan dana daurat itu sangat penting. Untuk menghadapi situasi tidak terduga seperti pandemi ini. Mksh mbak, sudah berbagi info

    BalasHapus
  13. Berharap semoga dana darurat kami cukup sampai masa pandemi berakhir. Suamiku masih kerja juga karena proyek nya memang kudu selesai, ada amanah dari pemilik rumah yang harus dilaksanakan

    BalasHapus
  14. Membeli barang-barang nih yang kurang kenceng ngaturnya di keluarga kami. Soalnya anak-anak suka minta jajan ini-itu atau beli mainan, hiks. Apalagi pas di rumah terus seperti sekarang. Karena gak boleh ke mana-mana jadi mereka minta ganti beliin jajan. Huhu. Tapi Alhamdulillah gak kebangetan sih.. hihi jadi curcol.
    Btw keren tuh ada program berbagi juga dari FWD. Berbagi di masa sulit itu luar biasa, sih..

    BalasHapus
  15. Bener banget di masa pandemi seperti ini kita harus bisa memanage keuangan aku juga kmrn ikutan live nya kak..

    BalasHapus
  16. kalo ada paham literasi keuangan tinggal diterapkan aja supaya bisa aman ketika terjadi pandemi seperti sekarang ini

    BalasHapus
  17. Disaat pandemi ini memang berasa banget sih kalau pengeluaran tuh jadi lebih banyak tapi kalau aku lebih ke makanan biasanya.

    BalasHapus
  18. Kalau keuangan kita sehat, tentunya tidak perlu khawatir dalam menghadapi masa pandemi. Pastinya ada dana cadangannya

    BalasHapus
  19. Sebelum ada pandemi aku jarang masak Mbak. Sejak ada pandemi jadi masak terus. Boros kalau tiap hari jajan. Kan harus hemat

    BalasHapus
  20. Keren ya kepedulian FWD ingin membantu kita agar bisa mengisi momen Ramadhan dengan lebih positif meski di saat pandemi. Berolahraga sekalian donasi

    BalasHapus
  21. Anak-anakku uda biasa aja di rumah. Hiihii~
    Beneran, bonding jadi terbentuk dengan baik sejak pandemi ini. Saling bekerjasama.
    Senangnya ada live FWD yang rutin membahas tematik bermacam-macam hal mengenai keseharian.
    Penting banget nih..

    BalasHapus
  22. pandemi ini mengajarkankita banyak hal baik, terutama terkait kesehatan dan kebersihan serta pentingnya menghabiskan waktu bersama orang - orang tercintaa

    BalasHapus
  23. Asik banget bisa belajar dari MAs Akbar , pastinya nambah wawasan dan pengalaman. Jelass jauh banget dulu sama sekarang, tetep dengan dana darurat yang wajib ada.

    BalasHapus
  24. Wah harus disimak nih program dirumah aja bareng FWD, so pasti banyak manfaat yang didapat. Akupun lagi belajar ngatur keuangan dimasa pandemi ini penghasilan berkurang, harus pinter nahan godaan juga.

    BalasHapus
  25. Nah iya salah satu cara menghematku di amsa pandemi ini adalah dengan mempertimbangkan apa yang mau dibeli. Sekiranya penting banget buat hidup aku beli tapi kalau cuma barang sekunder apalagi tersier yang nggak berhubungan dengan kebutuhan pokok yaudah aku tinggalkan.

    BalasHapus
  26. Dulu-dulu sih sebelum ada pandemi kita terkadang suka ga ngitung ya beli ini itu, bahkan kadang enggak butuh aja dibeli demi kesenangan pribadi. Kalau sekarang ya jadi mikir-mikir deh, mending diprioritaskan untuk yang lain yang lebih penting.

    BalasHapus
  27. Di masa kyk skrng saya malah gak kepikiran beli2, apalagi pakai kartu kredit. Malah kalau bisa bebas utang. Yg paling bahagia di masa kek skrng kyknya yg gak ada cicilan dan udah punya dana darurat dr dulu ya mbak...

    BalasHapus
  28. Lengkap banget nih infonya... Keren ya program kolaborasinya... Semoga dengan begini, kita bisa saling menguatkan di masa pandemi ini...

    BalasHapus
  29. Aku juga ikutan finasial ig live bersama fwd mba jadi nambah ilmu juga yah biar kelola keuamgan ditengahbpandemi ini

    BalasHapus
  30. Semoga yg adanya fwd ini mrk yg financialnya terdampak bs ditolong ya. Mmg masa begini adl masa cobaan dmn kita hrs saling menguatkan

    BalasHapus
  31. Salut untuk FWd dan banyak pihak yang peduli sesama saat pandemi ini. Setuju, Pandemi bukan halangan untuk berbagi. Dengan berbagi, kita bisa meringankan beban hidup sesama. hingga Allah akan memperbaiki kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak.

    BalasHapus
  32. Selama pandemi ini membuat hidup kita semua berubah ya mbak. Tapi kita harus bisa beradaptasi dan selalu bersyukur. Terutama harus mulai mengatur keuangan dengan baik. Semoga pandemi ini cepat berakhir ya mbak, Amin

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top