24 September 2019

Cara Menghemat Anggaran untuk Bayi Baru Lahir


"Selamat ya, bayinya sudah lahir. Cowok!," masih teringat jelas perkataan Bu Bidan yang membantu persalinan saya, sesaat setelah Zril lahir.

Bagaimana bahagianya jangan ditanya, super bahagia! Rasa sakit hebat yang sebelumnya mendera langsung hilang seketika begitu mendengar tangis sang buah hati. Begini ya rasanya jadi ibu. Saat itu juga dunia saya beralih padanya, si kecil berpipi tembem yang kemudian kami panggil: Zril.

Zril kemudian menjadi pujaan kedua pasang kakek-neneknya, dari pihak saya dan suami. Sebagai cucu pertama laki-laki, Zril mendapat jutaan kasih sayang, baik secara fisik, verbal dan materi. Pelukan dirasakannya setiap saat, ungkapan sayang didengarnya tiap waktu dan segala macam keperluannya dibelikan bergantian oleh keempatnya.

Banyak yang beranggapan bahwa dengan adanya bayi baru lahir maka menambah anggaran rumah tangga. Dari yang sebelumnya hanya untuk memenuhi kebutuhan ayah dan ibunya yang tak seberapa, menjadi harus beli keperluan bayi yang banyak sekali macamnya. Dari popok, baju bayi, botol susu, suplemen pelancar Air Susu Ibu (ASI), susu formula bagi yang kesulitan memberikan ASI, baju menyusui, celemek bayi, hingga perlengkapan jalan-jalan bayi seperti gendongan dan stroller. Nanti setelah bayi usia 6 bulan, ditambah dengan aneka rupa persiapan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tak murah harganya.

Bagi pasangan suami istri yang sudah mapan ekonominya, mungkin untuk memenuhi segala kebutuhan bayi baru lahir bukanlah hal sulit. Namun berbeda bagi mereka, termasuk kami, yang berasal dari keluarga sederhana dengan seorang tulang punggung, yakni suami. Kami harus pintar-pintar cari cara menghemat anggaran untuk bayi baru lahir, tanpa mengurangi kebutuhannya. Caranya yaitu dengan:

1. Mempersiapkan Biaya Persalinan dengan Klaim BPJS
Setelah menikah, saya dan suami langsung mengurus surat kepindahan, termasuk pindah domisili, Kartu Keluarga (KK) dan juga Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah semua beres, kamipun mengurus Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kami agar nantinya mudah untuk mengklaim. Kartu BPJS yang kini berganti nama menjadi kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini berfungsi untuk bisa menggratiskan biaya periksa hamil hingga melahirkan.

Alhamdulillah karena kehamilan saya normal, saya pun bisa melahirkan di rumah bidan praktek swasta tanpa harus mengeluarkan biaya untuk persalinan. Kecuali biaya kebutuhan persalinan seperti tempat plasenta, pembalut bersalin juga alat bantu persalinan sekali pakai yang memang tidak ditanggung JKN.

Dengan memakai kartu ini, memang sangat membantu loh. Saya pernah baca bahwa untuk biaya persalinan normal seperti yang saya alami ini bisa minimal Rp 1.500.000,-. Bila sampai dirujuk ke rumah sakit karena ada penyulit dan harus dilakukan operasi sesar sesegera mungkin, minimal mengeluarkan biaya Rp 10.000.000,-. Sebuah nominal yang fantastis menurut saya. Akan jadi sebuah beban bagi mereka yang tak berpunya dan untungnya terbantu oleh pemerintah.


2. Membeli Baju Bayi dan Peralatan Bayi Lainnya Sesuai Kebutuhan
Sebagai cucu lelaki pertama dari kedua belah pihak, Zril sangat berlimpah hadiah. Meski demikian, kami tetap memberikan batasan agar Zril mendapat segala hal sesuai porsinya. Kami ingin Zril mendapat semuanya secara tepat sehingga nantinya dapat tumbuh sewajarnya. Sebab menurut pemahaman kami berdua selaku orang tuanya, anak yang mendapat bentuk kasih sayang yang terlalu besar akan membuatnya jadi sosok manja nan egois.

Kado yang didapat Zril sangatlah banyak. Dari pakaian hingga perlengkapan mandi dan cuci bajunya. Lumayan dengan begini akhirnya kami hampir tidak membeli aneka barang bayi baru lahir, termasuk baju untuknya. Bahkan sebelum persalinan, saya hanya beli 3 model baju untuk menyambutnya yang lahir ke dunia. Saya yakin setelah itu Zril akan berlimpah baju baru maka saya pun mengerem diri untuk tidak belanja macam-macam.


3. Memilih Jasa Sewa Stroller daripada Membeli Stroller
Di keluarga kami ada mitos bahwa sebelum bayi berusia 40 hari, dilarang dibawa jalan-jalan keluar rumah. Bukannya percaya tapi hal itu ada benarnya. Bayi masih sangat rawan. Akan sangat kasihan bila sekalinya keluar rumah malah terpapar banyak penyakit, salah satunya flu yang mudah menyerang si kecil.


Setelah Zril berusia hampir 2 bulan, barulah kami membawanya keluar rumah. Kami memutuskan pilih jasa Sewa Stroller daripada membeli yang baru. Kami pikir akan lebih praktis sebab menyewa itu lebih murah karena stroller tidak akan terpakai lama. Apalagi kami kan memang jarang keluar rumah. Jadi menyewa maksimal seminggu saat dipakai pulang kampung, jadi lebih menghemat biaya. Selain itu juga tidak memakan banyak tempat penyimpanan karena jarang terpakai.

Sewa stroller pun punya keuntungan bisa memilih dan mencoba berbagai jenis stroller sesuai kebutuhan. Stroller untuk bayi baru lahir tentu sangat berbeda dengan stroller untuk bayi yang sudah bisa duduk. Bahkan untuk si kecil yang tak lagi jadi bayi sebab sudah berusia hampir 2 tahun seperti usia Zril sekarang, stroller-nya beda lagi. Bayangkan bila harus membeli berbagai tipe stroller tersebut, berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Karena itulah menyewa menjadi alternatif terbaik dalam menghemat keperluan untuk sang buah hati.

58 komentar:

  1. Kalo barang2 yg dirasakan ngga bakal dipakai dlm durasi lama, sebaiknya memang sewa aja sih.
    Supaya bisa ngirit
    Sehat teruuuus, adek Zril!!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Ada BPJS sangat membantu ya, dulu masih belum ada nih BPJS.
    Harga stroller bisa dibilang nggak murah ya, memang mending sewa aja daripada beli karena pakainya juga nggak lama.

    BalasHapus
  3. Beneran yang perlu disiapin biaya melahirkannya ya.. pake BPJS banyak yg ketolong dan biayanya jadi gratis..

    BalasHapus
  4. Aku dulu beli stroller sampai punya 2 jadi 1 anak 1 stroller hahahah :) Iya sih memamg lebih hemat sewa aja, tergantung kebutuhan juga. Barang2 keperluan bayi zaman sekarang banyak kok yang disewakan jadi ga makan tempat juga di rumah kan. Budget lain bisa terpenuhi dengan baik deh. TFS mom :)

    BalasHapus
  5. aku juga dulu gitu, banyak yg nyewa. Lebih hemat, lagian durasi pakainya kan juga nggak lama. Kalau beli selain mahal juga malah ntar jadi mubazir.

    BalasHapus
  6. Salah satu keinginan saya dan suami segera memiliki momongan lagi. Tips ini semoga bisa kami jalankan. Amin. Hemat memang pilihan gaya hidup kami

    BalasHapus
  7. Nah iya bener Tha, stroller kepakenya palingan juga enggak lama amat. Gedean dikit udah ga mau di dalam stroller baby kita. Pas banget memang kalau sewa aja, jadi bisa menghemat anggaran, biayanya bisa digunakan untuk pos belanja yang lain.

    BalasHapus
  8. Sekaran semua serba prsktis ya, bahkan stroller pun bisa disewa, oke banget

    BalasHapus
  9. asik ya bisa sewa stroller. dulu punyaku ampe dibawa terbang merantau :D pas udah ga kepake dikasihin aja krna riweuh dibawa pake pesawat :D

    BalasHapus
  10. aku waktu anakku lahir, semua serba beli mbak :( karena ga ada warisan dan masanya ibu baru, semua pengen punya, pada akhirnya ga kepake duh nyesel banget kalau ingat2

    BalasHapus
  11. Aku termasuk yg ngeluarin uang buat stroller karena dikasih hahahhaa, tapi emang karena perlengkapan bayi itu mahal mending sewa aja, sekarang banyak penyewaan peralatan bayi yg bagus2 jadi lebih hemat di kantor & bisa nyoba berbagai macam merk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama nih, aku stroller juga dapet kado, setelah itu dipinjamkan ke entah siapa udah lupa hehehe.. Jadi anggaran untuk beli stroller bisa dialihkan ke yang lain. Kalau ada penyewaan macam gini juga oke sih kalau misal ga dapet kado stroller.

      Hapus
  12. nah sekarang bisa tuh hunting gendongan bagus bagus second, trus sewa baby stroller, sewa sepeda bayi untuk belajar jalan dll

    setuju, hemat karena baby memang cepet gede yaaa ... hai Zril,kapan bisa ketemu kamu dan pipimu yang montok itu

    BalasHapus
  13. Iya ya mba seneng banget kalau udah lahir anaknya. Rasa sakit yang dulu langsung dirnat hehe. Aku dulu beli stroller nihh, kepakainya cuma bentar. Harusnya ga sewa aja ya

    BalasHapus
  14. Terkadang sewa perlengkapan bayi jatuhnya lebih murah, apalagi untuk barang-barang yang cuma sebentar dipakai sama bayi

    BalasHapus
  15. Putri tetanggaku juga banyak sewa saat melahirkan anak kedua dan ketiga. Karena lebih hemat ya, dan malah bisa dapat beberapa barang dibnding beli satu jenis barang untuk baby, termasuk sewa stroller ini ya

    BalasHapus
  16. 13 tahun lalu belum ramai sewa menyewa kereta dorong bayi, kalau ada seru juga bisa ganti ganti.
    Dulu minta kado kereta bayi yg simple, gak mahal tapi bisa di pakai smp dua unur 2-3 tahun (bisa buat duduk aja), yg sudah di lungsurin buat mba yg bantuin di rumah

    BalasHapus
  17. Penting banget ini info untuk para Ibu baru.
    Hehehe...biasanya euforia punya new baby born mengalahkan segala kesulitan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stroller kayanya masih oke kalau beli, apalagi yang ingin punya anak sekaligus dalam waktu dekat.
      Biasanya yang sewa itu kaya baby chair, car-seat, heheh...ini mama beneran ngerasa terbantu sekali dengan adanya persewaan peralatan bayi.

      Hapus
  18. Untuk baju bayi, ada tuh yang namanya nglungsur. Jadi pakai pakaian lama. Beli paling berapa biji. Baru pas gedhean ya beli baru. Kalau Sewa stroller, aku blm tahu di Jepara ada atau gak. Etapi blm ada bayi ini

    BalasHapus
  19. Sungguh tips hemat anggaran yang cerdas. Sehat selalu ya, Zril 😍

    BalasHapus
  20. Iya sekarang banyak persewaan mainan dan peralatan bayi ya jadi lebih irit daripada harus beli sendiri dan sebentar saja dipakainya..

    BalasHapus
  21. Daftar bpjs sejak awal sangat membantu banget pastinya. Btw, tips-nya sangat bermanfaat banget mbak bagi keluarga baru yg menunggu kelahiran buah hati. Trimksh.

    BalasHapus
  22. Kalau saya pas anak pertama, belum punya BPJS, jadi bayarnya agak lumayan. Pas anak kedua udah punya BPJS, jadi lumayan menghemat pengeluaran hehehe....

    BalasHapus
  23. nah bener banget nih, mempersiapkan segala sesutunya dengan sngat matang terutama biaya persalinan. makanya biasanya kalau dari tenaga kesehatan sering banget menganjurkan untuk melengkapi data identitas diri secara lengkap.

    BalasHapus
  24. Aku jg bebelian baju dan perintilan yg dibutuhkan aja, mengingat udah anak keempat, jd peer juga kalau beli banyak2.

    Trus udah tau apa yg dibutuhkan sehari2 dan bulanan, jadi makin enak.
    Cuma aku gak pake bpjs nih, belum bikin jd gak bisa menghemat di bagian itu

    BalasHapus
  25. aku anak pertama yah banyak pengeluaran, pasa anak ke 2 dan 3 mulai berkurang. apalagi memang dibeli barang2 yang good quality jadi awet dan bisa diwariskan

    BalasHapus
  26. Biasanya anak pertama yang banyak pengeluaran karna mamaknya kalap pingin ini itu ya mba hehe, thanks sharingnya mba bermanfaat sekali

    BalasHapus
  27. Aku pake lungsuran dan preloved. Beberapa new tidak banyaak. Apalagi bayi naiknya cueeepettt. Sehat2 yo

    BalasHapus
  28. Dulu belum ada jasa sewa stroller ini dan bahkan bertahun-tahun saya nyari gak ketemu. Adanya pas anak saya sudah besar. Perlu banget stroller ini, apalagi kalau pergi-pergi yang membutuhkan jalan kaki. Nah stroller ini penting banget dibawa.

    BalasHapus
  29. Aku jg sebelum lahiran paling disiapin tuh asuransi karena kita gatau nanti bakal gimana alhamdulillah pas aku lahiran semua d cover asuransi kantor

    BalasHapus
  30. Waaaah, tips-tipsnya bermanfaat banget mbak, terlebih untuk newlywed yang sudah merencanakan untuk memiliki momongan ya mbak. Persiapan untuk melahirkan the baby emang banyak.

    BalasHapus
  31. Kalau stroller sih jujur aku milih beli baru drpd sewa karena menurut aku lebih irit dan bs untuk penggunaan jangka panjang, plus bisa dipakai lagi buat adiknya nanti. Terus yg kedua dari sisi higienitas, ya mgkn penyewa akan mencuci stroller secara berkala tapi kan tingkat kebersihan pengguna sebelumnya juga kita ga tahu. Hehehe.. maaf ya mba kalo beda pendapat, ini pemikiran saya pribadi sih. Kalo untuk asuransi setuju banget, sangat membantu kita yang berada di level serba pas 😁

    BalasHapus
  32. Tips nya informatif sekali, mbak! Aku baru tau ada jasa stroller, anyway.. Nanti aku infokan temanku yg baru melahirkan ah.. Lumayan jadi lebih hemat.. ;)

    BalasHapus
  33. Wah, betul banget stroler itu gak kepake lama. Jadi mending sewa daripada nanti gak kepake lagi dan teronggok begitu saja.

    BalasHapus
  34. Sepakat banget kalau beli keperluan bayi tuh sesuai kebutuhan. Tapi biasanya pas ada bayi baru lahir, bajunya lucu lucccuuu. Jadinya pengen beli semuanyaaa. Hahahha

    BalasHapus
  35. Aku baru tau lho ada jasa sewa stroller. Tapi masih jarang banget ya, karena aku belum pernah temui.

    BalasHapus
  36. Hello Zril.. Welcomed to the world. Saya juga bentar lagi lairan, doakan ya.. Semoga lancar dan Allah mudahkan semua, termasuk memenuhi kebutuhan si dedek. Baarakallah.

    BalasHapus
  37. Kadang masih suka kebawa nafsu nih mba kalau belanja keperluan bayi apalagi pas liat modelnya lucu2 huhu, akan kucoba untuk menahan diri membeli seperlunya, anw makasih banyak tipsnya bermanfaat

    BalasHapus
  38. Belanja baju bayi salah satu yang paliing godaan berdasarkan pengalamanku dulu, hehehe. Keren banget mba Artha bisa nahannya, kalau aku udah kelar deh yang ternyata ga terlalu kepake, dibeli juga 😅 setelah baca artikelnya mba, jadi lebih kebuka lagi wawasannya buat lebih pinter dan ga kalap belanja kalau mau lahiran :) makasih sharingnya ya mba :)

    BalasHapus
  39. Huwaaa baru tahu ada jasa stroller, keren ya jadi menghemat kitanya. duh aku belum ganti KKwkkwkw masih awang awange pindah dari kota sendiri

    BalasHapus
  40. Maasyaa Allah, Zril
    Iya nih, stroller ga punya sejak Salfa lahir
    Sekarang mau beli tapi cari yang second. Mau sewa tapi masih mikir ongkos bolak baliknya

    BalasHapus
  41. Setuju banget sama tips-tips yang diinformasikan Mba Arta disini. Apalagi soal baju, karena anak-anak cepat banget bertumbuhnya.

    BalasHapus
  42. Wah soal stroller bener banget, dulu yg sering dibawa stroller malah belanjaan, anaknya mah maunya digendong, apalagi paling stroller cuma bisa dipakai sampai usia anak brp tahun aja, mending nyewa ya :D

    BalasHapus
  43. Iya sekarang bnyak sekali peralatan baby yg sewa pilihan tepat bngt deh karena bayi itu tiba2 cepet besar Aja lg zamanku gak Ada sewa2 kyk gini

    BalasHapus
  44. kedua anakku lahir di bidan, waktu itu belum ada BPJS tapi melahirkan di bidan juga murah banget, aku bisa save untuk beli keperluan bayi dan ditabung buat sekolahnya nanti

    BalasHapus
  45. Stroller itu barang yang butuh tapi engga. Jadi gak urgen, kepake ketika bayi udah agak gede. Makanya mending sewa aja kalau masih newborn

    BalasHapus
  46. Tipsnya oke bgt

    Klo aq ada satu lagi caranya, pakai barang atau baju lungsuran si kakak

    Kebetulan anakku cewek smua, haha

    G banyak anggaran beli baju baru

    BalasHapus
  47. Setuju mbak, stroller itu jarang digunakan. Nah, suatu ketika lagi butuh stroller untuk perjalanan jadi tinggal di sewa maka lebih hemat dan irit.

    BalasHapus
  48. Setuju mba mending sewa untuk stroller sih daripada beli sayang kepakenya ga lama soalnya :) akupun begitu jadi hemat deh

    BalasHapus
  49. Kalo saya sih jarang beli buat stroller mba suka dapet lungsuran dari sodara kalo menurut saya ya mending nyewa daripada beli hehe irit

    BalasHapus
  50. Sewa stroller memang jalan yang bagus menurut daku, karena kadang ada yang punya anak nya berjarak beberapa tahun gitu kan, jadi lebih irit sih

    BalasHapus
  51. Penghematan buat para ibu yg baru melahirkan untuk sewa stroller, karena harga stroller mahal sekali

    BalasHapus
  52. Ini penting banget deh menghemat anggaran untuk perlengkapan bayi baru lahir. Mengingat waktu anakku lahir dulu ada beberapa barang yang emang akhirnya gak kepakai dan cuma jadi pajangan kamar anakku saja. Dulu belum banyak tempat sewa dan kayaknya kalau mau sewa berasa malas tapi sekarang enak nih banyak rekomendasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang mah enak ya mbak, kalau mau sewa barang-barang yang digunakan untuk bayi tinggal cari beberapa tempat penyedia.

      Hapus
  53. Terkadang sih BPJS belum semuanya menjangkau kalau soal melahirkan. Tapi kudu dipersiapkan sih dari awal mau melahirkan di rumah sakit mana dan pakai BPJS tentunya.

    BalasHapus
  54. Terima kasih tipsnya yaa mbak. Doakan anak keduaku lahir lancar di Puskesmas aja, ditanggung BPJS. Bisa hemat trus cepat pulih.

    BalasHapus
  55. Aku pun begitu ditahan tahan buat beli perlengkapan bayi sampai pas mau lahiran, dan beneran ga kalap sih, stroller malah dapet kado yang new born pula,,, rejeki... soalnya kalo ngarepin warisan aku ga ada sodara, tapi dapet beberapa warisan dari temen sih wkwkwk

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*