02 Oktober 2019

Peranan Orang Tua dalam Penanganan Speech Delay pada Anak



"Waaah... bahasa asingnya mahir, ya!" itu komentar saya saat melihat video salah satu anak artis di media sosial.

Kejadian ini sudah lama, jauh sebelum saya menikah. Karena itulah kemudian terbentuk mindset bahwa nanti saat saya sudah punya anak, harus jago juga bahasa asing sedari dini. Meskipun saya buka public figure, namun memiliki anak yang jago cas-cis-cus rasanya bangga sekali. Keren! Kata inilah yang membulatkan tekad saya.

Tapi ternyata setelah saya baca-baca, terlalu 'memaksa' anak bisa mencetus gangguan terlambat bicara atau yang dikenal dengan speech delayYap, salah satu faktor penyebab speech delay adalah faktor lingkungan yang deprivasi relatif, ketidakpuasan atas kekurangan diri terhadap orang lain. Seperti pada orang tua yang ingin anaknya 'hebat' dan selalu jadi yang terbaik, padahal terlalu mengharapkan anak memiliki sangat banyak kemampuan anak itu tidak baik. Sebab tiap anak itu istimewa, punya kemampuan masing-masing dan tidak bisa disamakan dengan lainnya.

Sebagai contoh anak artis yang masih usia 3 tahun tapi sudah lancar berbahasa Inggris, itu karena memang lingkungannya yang membentuknya lancar berbahasa asing. Dari sejak dari dalam kandungan sudah diajak mengobrol dengan bahasa Inggris, lalu setelah kelahirannya disambut dengan luapan suka cita berbahasa Inggris kemudian dilanjut dengan terbiasa mendengar bahasa asing tersebut di keseharian. Maka tidak heran kemudian menjadi mahir. Wajar.

Lain halnya dengan anak-anak yang tinggal di komplek perumahan yang terbiasa memakai bahasa Jawa, sang orang tua pun jarang mengajaknya berbahasa asing namun menginginkan anaknya lugas dan lancar berbahasa asing. Rasanya tak masuk akal dan terlalu memaksa. Hal ini malah mengakibatkan kebingungan pada sang anak dan mencetus terjadinya speech delay. Karena anak tidak mampu, tapi dipaksakan.

Dari sinilah saya belajar bahwa menjadi orang tua tidak boleh egois. Memiliki suatu keinginan agar darah dagingnya memiliki hidup dan kemampuannya yang lebih baik dari orang tuanya ialah hal yang manusiawi. Orang tua mana yang mau hal buruk terjadi pada anaknya. Tapi tetap saja semua hal ada batasannya. Sesuatu yang terlalu, apapun itu, tidak akan baik hasilnya.

Kemampuan kognitif tiap anak berbeda. Terlalu memaksa anak mendapat nilai sempurna terkadang malah membuatnya menjadi sosok yang lain pencemas tinggi. Takut kalau nilainya turun akan dimarahi orang tua, takut tidak disayang lagi dan lain sebagainya. Sehingga kemudian interaksi sosial anak juga akan memburuk.

Padahal pondasi besar dari kemampuan verbal anak ialah interaksi sosialnya. Dari anak yang kerap bercengkrama dengan kedua orang tuanya ataupun terbiasa bergaul dengan teman sebayanya, menjadikan anak jadi terasah kemampuan berbahasanya. Dari lingkungan terkecil yakni keluarga, anak jadi mengenal kata baru dan maknanya. Itulah sebabnya yang wajib diberikan orang tua ialah kebersamaan dalam bermain, bukannya mainan yang banyak dan mahal harganya.

Bagi anak, bermain adalah salah satu cara untuk belajar. Orang tua yang menemani kegiatan menyenangkannya ini bisa membantu anak dalam mengarahkan mana hal-hal baik, termasuk kosa kata dan perbuatan, yang kemudian dicontohnya. Dengan adanya interaksi dua arah bisa membantu berkembangnya kemampuan emosionalnya.

Yang perlu diingat oleh orang tua adalah bahwa di tiap usia, ada standar yang harus dilalui anak agar tidak terjadi speech delay. Orang tua harus melafalkan secara jelas, tidak boleh dicadel-cadelkan. Dengan begitu anak jadi tahu mana kosa kata yang tepat. Latih pula agar anak bisa mengucapkan kata-kata konsonan, misalnya dengan flash card. Menurut saya ini jadi cara mudah belajar berbicara sebab ada banyak gambar menarik yang bisa jadi panduan orang tua untuk mengajarkan banyak hal baru pada sang buah hati.

Menjadi orang tua bukan berarti kita berhenti belajar. Malah semakin banyak hal yang harus dipelajari agar bisa mengajarkan banyak hal positif pada anak tercinta. Bila ingin referensi tentang stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak bila dicari di Dini.id. Di sini ada program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orang tua, dan tim ahli, sebab Dini.id adalah startup yang memang peduli pada tumbuh kembang anak.


Oiya ini ada video tentang Mengatasi Speech Delay pada Anak Usia Dini yang sudah saya tonton. Isinya benar-benar 'bergizi' dan semoga bisa memberikan banyak pengetahuan baru untuk kita semua. Semoga pula dengan ini, kita jadi lebih mengerti bahwa stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak adalah sangat penting dan diharapkan speech delay yang terjadi pada anak akan menghilang.

30 komentar:

  1. Mungkin anakku dulu termasuk speech delay ya. Terlalu pintar basa inggris, tapi kalo ngomong basa indonesia gak bener SPOKnya, dan diajak ngomong ga nyambung.

    BalasHapus
  2. Aku juga mengikuti dini ini kak. Karena jujur anakku juga ada mengarah ke speech delay. Jadi aku mencoba lebih banyak tau tentang penanganannya..

    BalasHapus
  3. Wah ponakan ku ni mbak ngalamin speech delay juga, umurnya uda 2thn tapi belum bisa ngomong sama sekali T.T brb deh mau cek web nya

    BalasHapus
  4. Seringkali lingkungan sekitar yang membuat kita menjadi semakin down ketika tahu ada yang terkena speech delay ya mba. Dan menurutku dengan adanya start up ini bisa ngebantu orangtua untuk menangani speech delay pada anak ya mba

    BalasHapus
  5. Vedio Mengatasi Speech Delay pada Anak Usia Dini wajib di tonton. karena isinya benar-benar berguna bisa memberikan banyak pengetahuan baru untuk kita semua.

    BalasHapus
  6. Berguna banget video dan tulisannya buat aku mom baru. Jadi penasaran speech delay

    BalasHapus
  7. Wah jd tau nih trnyata vnyak faktor yg bisa buat speech delay ya.. tmn aku jg ada nih yg ngalamin.

    BalasHapus
  8. Bener mbak, anak sepupu mengalami speech delay karena bahasa yg berbeda. Di rumah selalu berbahasa asing. Nah, semenjak pindah ke Indo jadi berbagai bahasa, anaknya jadi speech delay.

    BalasHapus
  9. Orang tua memiliki peran penting untuk mendorong kemampuan berbicara anak

    BalasHapus
  10. terima aksih untuk sharingnya Mba, sangat bermanfaat. kebetulan ade guru di TK dia suka cerita soal speech delay ini, bis aaku sharingkan ke dia artikelnya

    BalasHapus
  11. Aku setuju lebih baik ikutin aja alur perkembangan, minat, dan bakat anak karena memaksa anak menjadi sesuatu yang kita inginkan malah akan berdampak buruk.

    BalasHapus
  12. Biar bagaimanapun orang tua berperan penting ya mbak dalam setiap tahap tumbuh kembang anak, termasuk dalam hal speech delay ini.

    BalasHapus
  13. Kalau dulu buat tau tentang speech delay kita harus browsing sana sini, salah info malah bikin makin bingung. Alhamdulillah sekarang sudah da dini.id yaa, pastinya akan sangat membantu ortu yang punya masalah speech delay pada anaknya

    BalasHapus
  14. Anakku juga sempat terindikasi speech delay mba.. memang peran kita sebagai orangtua benar-benar dibutuhkan untuk terus mendampingi anak dan menstimulasi anak agar kemampuan berbahasanya semakin berkembang. Setuju sama mbak Artha kalau mengajak anak bercerita dan tidak memaksakan anak adalah kunci untuk anak dengan speech delay. Mau cus baca-baca ke Dini.id juga ah,,Btw makasih sharingnya mba Artha :)

    BalasHapus
  15. Waah sodaraku dan anak tetanggaku juga ada yang speech delay kayak gini, alhamdulillah sekarang udah agak mendingan soalnya banyak diajakin berinteraksi juga

    BalasHapus
  16. HUhuu~
    Aku sempat khawatir dengan pertumbuhan berbicara anak keduaku.
    Alhamdulillah di usianya yang ke 6 tahun, masa-masa itu sudah terlewati. Dan sekarang, karena ngikutin kakaknya, kosakata bahasa inggris mereka sudah lumayan.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah walaupun anakku memang sempat speach delay tapi memang betul peran orangtua yang paling utama mbak. Anak-anak suka banget bermain makanya saya terapin itu sambil belajar berbicara

    BalasHapus
  18. Peranan orang tua terutama ibu penting sekali memang, tapi sedih ada tetangga yang anaknya speech delay tapi ibunya malah cuek dan lebih perhatian sama hp ny huhuhu anaknya jarang sekali diajakin ngobrol.

    BalasHapus
  19. Memang penting sekali ya peranan orang tua dan orang-orang terdekat dia agar sang anak segera bisa mengatasi speech delay nya

    BalasHapus
  20. makasih remindernya mba, lingkungan/ortu kadang mencadel-cadelkan meniru suara bayi. Padahal bayi ya yg harusnya meniru suara ortu toh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya ini juga ngaruh yah, mencadel - cadel kan di depan bayi / anak, yang ada anak jadi ngikutin deh.

      Hapus
    2. Maksudnya biar posisinya sama seperti si anak kali yaa..
      Padahal malah membuat si anak jadi bingung bahasa.

      Hapus
  21. Bagus banget nih solusi untuk para orangtua yang anaknya speech delay. Senang ya ada lembaga seperti dini.id yang membantu.

    BalasHapus
  22. Efek memberi anak bayi tontonan di gawaipun jadi pemicu nya juga loh ya mom... sharingnya bermanfaat mom

    BalasHapus
  23. Anak pertamaku dulu speech delay, dia denger Bapak Ibunya banyakan ngomong bahasa Jawa, di luar rumah denger orang ngomong bahasa Melayu dan Batak (kami tinggal di Sumut saat itu), terus umur 2 tahun pindah ke Jakarta, jadi dia kayak bingung jadinya. Ditambah umur 4 tahun pindah dan sekolah TK di Amerika. Balik Jakarta kelas 1 SD, bahasanya jadi kacau...:D

    BalasHapus
  24. Kalau speech delay jangan panik ya, cari solusinya misal lewat artikel seperti ini dan tetep konsultasi ke dokter

    BalasHapus
  25. perhatian orang tua dibutuhkan saat anak mengalami speech delay... tapi kebanyakan speech delay bisa diobati dan akhirnya lancar bicaranya.. asal konsisten konsultasi ke dokter ya

    BalasHapus
  26. Membaca artikel ini jadi ingat dengan anak saya Azzam yang tergolong speech delay juga. Azzam baru respon semua ucapan dengan kata-kata yang jelas di usia 2 tahun. Alhamdulillah ga sampai konsultasi ke dokter, karena saat kumpul dengan keluarga besar yang cerewet, Azzam terstimulasi untuk bicara juga.

    BalasHapus
  27. Aku dulu juga sempet deg-degan anakku speech delay. Kalau 24 bulan belum ngomong mau langsung dibawa terapi. Eh alhamdulillah 21 bulan langsung ngomong banyak. Deadliner dia hahaha

    BalasHapus
  28. Wahh, perlu disimak nih videonya. Tentang speech delay ini jelas menarik nih. Dann, bisa jadi refrensi bagi semua ortu yg membutuhkan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*