Wednesday, August 9, 2017

Tempat USG Kandungan Murah di Sidoarjo






“Ini cewek apa cowok?”

Pertanyaan itu selalu terlontar ketika bertemu mereka yang mengetahui kalau saya hamil. Sampai  kemarin siang, saya masih tersenyum karena memang belum tahu. Nah kalau sekarang bisa jawab, “InshaAllah cowok, danteng dan mancung.” Mohon doanya si janin yang sudah aktif bergerak ini sehat selalu, sempurna dan bisa lahir dengan selamat, yah. Aamiin.

Bila ada yang mengikuti potret dan kisah akun instagram @artha.amalia, pasti tahu kalau saya baru pertama kali melakukan pemeriksaan kandungan via ultrasonografi (USG) saat usia kandungan 10 minggu. Sengaja… Jadi sebulan terlambat menstruasi, saya hanya uji testpack biasa. Begitu hasilnya bergaris dua, saya tahan-tahan agar tidak periksa ke bidan. Lha gimana wong saya sendiri juga bidan. Nantinya hanya dianjurkan minum vitamin juga banyak istirahat setelah tes kencing diulang dan yakin benar-benar positif.

Salah satu tanda pasti hamil adalah dari hasil USG. Kalau usia kandungan masih kisaran 4 minggu, hanya terlihat kantong janin saja. Jadi ibarat telur ayam, masih berupa cangkang dan belum ada isi telurnya. Nanti setelah usia kehamilan lebih dari 6 minggu maka ketuban, janin, dan detak jantungnya akan terlihat lewat USG. Di sinilah awal janin bisa dikatakan sehat dan tumbuh berkembang. Tidak ada kegagalan perkembangan atau yang dalam bahasa medis disebut blighted ovum, kasus yang sering saya temui semasa bekerja di rumah sakit dan kemudian harus berakhir dengan pengguguran janin sebab sia-sia dilanjutkan. Janin yang tidak bisa berkembang hanya menjadi racun di tubuh sang ibu.

Karena masih jadi warga baru Sidoarjo, saya mencari info di mana rumah sakit yang menyediakan layanan USG 2 dimensi. Selain tarifnya murah, hasilnya valid. Kalau ujug-ujug mau 4 dimensi, tidak ada sesuatu ‘menarik’ bisa dilihat. Kan wajah dan bentuk janin belum terbentuk, masih berupa gumpalan embrio yang berukuran beberapa millimeter. Terlalu imut.

Krian menjadi domisili saya dan suami untuk saat ini dan seterusnya. Salah satu rumah sakit yang dekat dengan rumah kami adalah RSU Anwar Medika. Berlokasi di By Pass Krian KM 33 Balongbendo, bisa ditempuh sekitar 10 menit menggunakan motor. Jika ingin tahu info lebih mengenai rumah sakit swasta yang menjadi pusat rujukan trauma center Sidoarjo ini, bisa follow akun instagram @rsu.anwarmedika. Kebetulan salah satu dokter kandungannya ada yang perempuan, sesuai keinginan Mas Boz. Namanya dr Linda, SpOG. Buka praktek di Minggu pagi, pas suami libur kerja dan wajib menemani periksa.


Kalau mau daftar periksa ke poli kandungan, tidak bisa lewat telepon sebab harus datang langsung dan memperoleh kartu pasien. Bentuknya bagus, seperti kartu ATM. Kartu ini berlaku selamanya. Tarif pendaftaran pasien baru hanya Rp 3.000,-. Murah ya untuk ukuran rumah sakit swasta? Kami registrasi di Sabtu sore untuk ikut jadwal periksa Minggu pagi.

Jadwal registrasi pasien poli:
Pukul 06.00 – 09.00 WIB untuk pemeriksaan di hari tersebut
Pukul 11.00 – 16.00 WIB untuk pemeriksaan keesok harinya

Keesok harinya di Minggu tanggal 14 Mei 2017, kami datang jam 9 pagi. Langsung ke bagian registrasi dan mendapat nomor antrean 10. Kami lalu menunggu di depan poli kandungan, di mana juga banyak wanita berperut buncit yang ditemani suami masing-masing serta beberapa anak kecil. Wih… begini yaa rasanya jadi pasien. Deg-deg an menunggu antrean, hihi.


Jam 10 pagi, petugas memanggil nama saya dan meminta agar segera ke bagian loket untuk mlakukan pembayaran. Suami sigap berangkat dan membayar Rp 97.000,- untuk biaya pemeriksaan. Totalnya Rp 100.000,- untuk USG 2 Dimensi di RSU Anwar Medika Krian, murah kan? Kalau pakai BPJS, gratis! Tapi harus menyertakan rujukan dari puskesmas setempat.

Setengah jam kemudian, saya dan suami baru masuk ke ruang dokter. Ini nih salah satu sensasi menjadi pasien: harus sabar antre demi bertemu sang ahli. Tapi semua terbayar saat bertatap muka dengan dr Linda, SpOG. Ditemani 2 bidan, mereka sangat ramah dan suasananya menyenangkan. Pemeriksaan USG pun berjalan lancar.

Kami bisa melihat lansung isi rahim saya melalui layar LCD di tembok. Subhanallah… takjub melihat janin sudah tumbuh sebesar itu. Usia kandungan saat itu 10 minggu. Tampak ruang hitam pekat yang kata dokter adalah ketuban. Jumlahnya banyak. Lalu ada bagian yang berkedip-kedip yang merupakan detak jantung janin saya. Sedangkan ukuran janin sekitar 3 cm dengan perkiraan kelahiran tanggal 10 Desember 2017.


 Dr Linda, SpOG lalu meresepkan asam folat tapi saya berkata kalau sudah mengkonsumsi Folamil Genio, vitamin yang saya beli atas rekomendasi dokter kandungan di rumah sakit semasa kerja dulu. Tentang vitamin, saya bahas lain kali ya. Jangan ketinggalan info, loh. Kemudian dokter meminta saya melanjutkan vitamin tersebut karena sudah lengkap kandungannya, juga kontrol ulang sebulan lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan.

Nah untuk USG 4 Dimensi, baru saya lakukan kemarin malam. Sebelumnya saya mencari info tentang #USGSidoarjo via instagram. Biasalah yaaa calon ibu kekinian, hihi. Lalu dapat info tentang Klinik Almira Medika di Sedati, Sidoarjo. Harganya murah, USG 4 Dimensi cuma 250 ribu. Sangat terjangkau! Namun lumayan jauh dari Krian, dekat Bandara Juanda.


Demi menengok sosok wajah janin tersayang beserta menjawab keingintahuan Mama saya tentang jenis kelaminnya, berangkatlah  kami ke Klinik Almira Medika. Lokasinya di Jl. Raya Sedati Agung 3 no 73, Betro, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kalau menurut google map waktu tempuh sekitar 40 menit. Kami berangkat dari rumah jam 5 sore, karena waktu registrasi baru boleh jam 6 sore. Magrib-an di jalan, mampir rumah budhe di Waru.

Jadwal registrasi pasien poli:
Senin sampai Sabtu pukul 18.00 – 20.00 WIB

Karena baru pertama kali periksa, saya pun mendapat kartu pasien. Langsung ditempel pada buku pink, istilah untuk Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang wajib dimiliki oleh semua ibu hamil. Setelah menyalin data kehamilan yang tertera pada buku pink, saya dan suami dipersilakan duduk di ruang tunggu. Ruang tunggunya lumayan luas, bersih dan rapi.

Oiya klinik ini juga merupakan klinik kecantikan. Maka tak heran kalau di ruang pendaftaran juga ada album produk kecantikan. Ada dokter gigi, anak dan dokter umum juga. Lumayan lengkap untuk fasilitas kesehatan yang masih tergolong baru dibangun. Petugas juga ramah dan sopan.


Setelah ditimbang berat badan dan diukur tekanan darahnya, jam 7 malam nama saya dipanggil untuk masuk ke ruang dokter. Satu-satunya dokter kandungan yang ada adalah dr Ristio Budianto, SpOG., M.Kes. Setelah dipersilakan berbaring di atas bed, bidan menyiapkan area perut saya dengan diolesi gel. Dokter juga menanyakan mau pemeriksaan USG berapa dimensi.

Yang 4 dimensi, Dok…

Seperti di tempat sebelumnya, di sini juga ada layar LCD untuk dipandang pasien dan suami. Bidan menyilakan Mas Boz untuk merekam. Subhanallah… lagi-lagi kami takjub. Kuasa Allah begitu nyata, wajah sang janin terlihat jelas dengan USG 4 Dimensi ini. Durasi pemeriksaan lebih dari 10 menit. Dokternya juga mau menjawab segala pertanyaan saya. Bagaimana kondisi ari-arinya, ketuban, berat janin, jenis kelamin dan sebagainya.

InshaAllah ini cowok,” kata dr Ristio, SpOG., M.Kes seraya menyorot bagian kelamin janin. “Nanti plasentanya juga naik, kok. Tenang saja.”


Usia kandungan saya telah 22-23 minggu dengan perkiraan janin laki-laki, tunggal hidup berberat 560 gram. Ketubannya cukup, ari-arinya bagus. Tapi perkiraan kelahiran maju jadi 6 Desember 2017. Yah namanya juga tafsiran, bisa maju mundur sekitar 2 minggu.

Sedikit cemas dengan posisi janin yang tampak menempel pada plasenta. Sudah tahu apa itu plasenta dan gunanya bagi janin? Kalau belum tahu, info tentang plasenta atau ari-ari di link ini WAJIB dibaca. Yah semoga janin saya selalu tumbuh sehat dan bisa lahir dengan selamat. Mengingat kemarin sempat ada gerhana bulan, kata orang ternyata harus mandi tengah malam namun tak saya lakukan. Mitos sih, tapi yang namanya cemas pasti ada kan?

Pada pemeriksaan 4 Dimensi bertarif Rp 250.000,- di Klinik Almira Medika ini, kami mendapat sebuah foto USG 2 Dimensi dan sebuah foto USG 4 Dimensi. Kami lalu diantar menuju apotek untuk pengambilan obat. Kata apoteker, saya mendapat resep asupan DHA dan kalsium. Lagi-lagi, karena saya lebih memilih suplemen kehamilan folamil gold¸lanjutan vitamin folamil genio, maka saya menolak dan hanya membayar biaya pemeriksaan saja.

Kalau mau tahu hasil foto-foto USG 4 Dimensi lainnya, bisa ditengok di akun instagram @almira_medika. Mau tanya lebih lanjut, bisa hubungi nomor telepon yang tertera.

Demikian tempat pemeriksaan USG kandungan murah di Sidoarjoyang saya kunjungi. Nanti di usia kandungan 9 bulan, saya berencana USG di tempat lain. Jadi postingan ini pasti saya update. Ditunggu ya … Semoga berguna bagi calon ibu, terutama yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo seperti saya.

Ciaooo…



Salam manis,

Tha_



14 comments:

  1. Aku masih nunggu kapan hamil hikzzz doain aku yahh

    ReplyDelete
  2. Blm nikah tapi selalu suka lihat USG. Yg 4D mantep ya, tergolong murah

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar kalau udah nikah dan hamil, jadi jauh lebih siap yah?

      Delete
  3. Selamat ya, Mbak
    Semoga lancar sampai persalinan dan sehat keduanya

    ReplyDelete
  4. Semoga sehat, lancar sampai lahiran.
    USG 4G bisa ketahuan semua ya, dari berat sampai jenis kelamin.

    ReplyDelete
  5. Aku di Pondok Jati kalo periksa n usg tanpa obat sekitar 100ribuan juga, kalo gak salah 150rb apa ya? Yg bagian bayar oak suami soale, haha.

    Baru tau kalau Anwar Medika dokternya perempuan, dulu awal hamil googling dokter perempuan di Sda, nemunya di Pondok Jati sama Siti Hajar aja padahal rumahku cuma 30 menit dari Anwar Medika :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pondok jati di mana, mbak? maklum gak apal peta, hehe

      Delete
  6. Wow murah ya, mematahkan isu yang selama ini beredar klo USG 4D mahal. Tenkyu infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaps syama2... yuk nyoba mbak kalau hamil lagi :)

      Delete
  7. Selamat ya mbak, semoga sehat selalu baik ibu dan bayi yang dikandungnya....

    ReplyDelete
  8. Selamat ya mbak, semoga sehat selalu baik ibu dan bayi yang dikandungnya....

    ReplyDelete