23 Mei 2019

Jelajah Observatorium Bosscha Lembang Bersama Mama Tersayang



Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Ungkapan demikian benar adanya. Sejak menjadi seorang Ibu, saya menyadari bahwa begitu banyak jasa seorang Ibu pada buah hatinya. Yang diharapkan hanya kebahagiaannya. Bila anak sakit, Ibu yang lebih sakit. Bila anak sedih, Ibu yang jadi merasakan kesedihan lebih dalam.

Bisakah anak membalas jasa Ibu yang tiada tara? Hingga detik ini pun masih banyak hal yang ingin saya lakukan demi kebahagiaan Mama. Meski berbeda rumah, berbeda kota, namun selalu saya usahakan menyapanya lewat telepon agar selalu terasa dekat. Bila boleh mengulang waktu, saya ingin kembali ke tahun 2012-an. Kembali menyenangkan hati Mama dengan mengajaknya jalan-jalan keliling Bandung, tepatnya ke daerah Lembang.

Dulu, telepon selular belum secanggih sekarang yang memiliki kamera dengan hasil jepretan yang elok. Sedikit-sedikit bisa foto, mengabadikan momen yang ada. Dulu pun belum eksis di media sosial yang bisa mengunggah kebersamaan kami semasa di Lembang. Ah jadi menyesal... Andai dulu sudah punya kamera, pasti tawa Mama bisa tercetak dengan elok.

Di tahun 2012, saya bekerja di Jogja. Mama tinggal di Pasuruan, kota kecil di Jawa Timur. Hampir tiap bulan Mama berkunjung. Hingga akhirnya kala liburan panjang, saya mengajaknya plesir ke provinsi sebelah, Jawa Barat. Naik kereta api dari stasiun tugu ke stasiun Bandung menjadi pengalaman pertama kami naik kereta api berdua. Meski butuh waktu sekitar 8 jam, tapi menyenangkan karena tak terasa berkat obrolan seru sepanjang perjalanan.

Sesampainya di Bandung, kami langsung naik angkutan umum menuju daerah dingin Kota Kembang, Lembang. Ternyata turunnya di daerah Ledeng. Di sini kami sempat tersasar, karena saat itu kan belum heboh dan belum mengerti google map. Tanya pada orang juga masih bingung karena kami tak memiliki tujuan yang jelas. Pokoknya ingin sampai di Lembang dulu lah. Konon Lembang itu icon wisatanya Bandung.

Dari Ledeng, kami lalu naik angkutan umum lagi ke Lembang. Lalu tampak di kanan jalan ada sebuah bangunan yang unik. Saat bertanya pada sesama penumpang angkutan, katanya itu namanya Bosscha. Hmmm... Sepertinya saya mengingat sesuatu akan nama itu. Apa yaaa? Oh iya, Sherina!


“Berhenti di sini, Pak!” seru saya. Mama yang bingung, tetap mengekor saya yang bersemangat turun.

“Mau lihat perkebunan teh?” tanya Mama sambil menunjuk hamparan kebun dengan tanaman hijau yang rimbun seperti pagar rumah.

“Kita ke situ ya, Ma...” tunjuk saya pada bangunan berwarna putih dengan atap setengah lingkaran. “Itu observatorium peneropongan bintang tertua di Indonesia. Namanya Bosscha.”

“Bintang?” Mama menengadah ke langit. “Ini kan masih pagi.”

Meski masih bingung, Mama setuju saat saya mengusulkan jalan kaki ke area seluas 6 hektar di ketinggain 1310 meter di atas permukaan laut tersebut. Beruntung masih pagi, stamina kami pun masih oke. Apalagi perut kenyang usai sarapan sambil menanti angkutan ke Lembang di terminal Ledeng tadi.

Sepanjang jalan, saya ceritakan bahwa pernah lihat bangunan ini di film Petualangan Sherina, sebuah film anak. Bangunan yang berusia hampir seabad itu pun masih berdiri kokoh di Jl. Teropong Bintang, Cikahuripan Bandung. Jaraknya sekitar 15 meter dari pusat kota dan di sini udaranya sejuk sekali. Saya lihat Mama berkali-kali hela nafas dalam, segar katanya.

Beruntung hari itu Sabtu. Kami bisa langsung masuk setelah membayar tiket masuk seharga Rp 12.000,- per orang. Kalau sekarang sih sekitar Rp 15.000,- per orang. Naik sedikit. Sambil duduk di pelataran Bosscha menunggu jam buka kunjungan mulai jam 09.30 WIB, kami pun bercakap-cakap mau ke mana usai dari tempat ini. Kalau sekarang jam buka katanya mulai jam 12 siang.

Sayangnya karena datang saat bintang belum muncul, kami hanya bisa mengunjungi rumah-rumah kecil tempat teropong kecil berada. Hanya bisa dilihat, tak bisa dipakai. Yang diamati belum muncul, sih. Katanya kalau mau kunjungan malam juga harus booking jauh-jauh hari dan mengikuti jadwal peneropongan bintang yang ditetapkan pihak Bosscha. Biasanya pada bulan purnama, saat langit cerah dan tidak hujan, karena teropong tidak boleh basah. Tapi kami tak kecewa karena masih bisa ikuti kelas galaksi dan tour pengenalan apa itu observatorium.

Usai keliling observatorium Bosscha dengan kubah berdiameter 14,5 meter ini, Mama mengeluh letih. Seperti rencana awal, kami harus lekas mencari penginapan. Maklum setelah perjalanan panjang naik kereta, kami sama sekali belum membaringkan tubuh. Lalu kami pun jalan kaki mencari penginapan murah di Lembang.

Bila teringat kala itu, saya menjadi sedih karena bukannya menyenangkan Mama malah menyusahkan beliau. Kami keluar masuk hotel dan penginapan karena weekend begini ternyata kamar-kamar sudah penuh. Andai dulu juga sudah mengenal fitur cari hotel PegiPegi, semua akan jauh lebih mudah dan hemat tenaga.

Di PegiPegi, cari hotel di Lembang ada begitu banyak pilihan. Bisa langsung cek adakah kamar yang kosong dan apa saja fasilitasnya. Selain itu juga bisa langsung tahu berapa harganya per malam, menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. Menariknya lagi juga ada diskon! Seperti yang di bawah ini misalnya, diskon hingga lebih dari 50%!

Di PegiPegi juga bisa cari hotel di Lembang sesuai kemampuan harga termurah biar hemat budget. Namanya juga anak yang baru kemarin sore bekerja, budget mbolang dengan Mama ke Bandung tidak begitu banyak. Maunya asal kami bisa tidur enak dan nyaman saja sudah cukup. Kalau cari hotel di Lembang pakai PegiPegi akan lebih mudah karena semua informasi ada dalam genggaman. Mama tak perlu ikut capai keluar masuk hotel untuk mendapatkan kamar untuk lepas lelah.

Kapan yaaa saya bisa ajak Mama ke Lembang lagi? Janji gak hanya main ke Bosscha saja, tapi juga keliling Farmhouse Lembang dan cari makanan enak di Floating Market Lembang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari observatorium yang dibangun untuk memajukan ilmu astronomi di Indonesia, Bosscha. Semoga lekas tercapai. Aamiin.

24 komentar:

  1. Waaahh sist Artha anak shalihaat banget :D
    Aku belum sempat ke Boscha nih.
    Pengin juga suatu saat bisa jalan2 ke sini.
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Nah iya, dengan banyak aplikasi yang sekarang beredar, terutama Pegipegi itu, cari penginapan jadi mudah ya Artha.
    Aku ingat beberapa tahun lalu, sampai ke Yogya dan.... ga ada hotel tersedia! Sediiih banget, sampe Yogya jam 2-3 pagian, anak anak udah ngeluh kecapekan di mobil. Untung ada teman yang membuka pintunya pagi pagi buta, lalu keliling Yogya cari hotel satu per satu. hiks hiks

    thanks ya itu yang nyiptain aplikasi pegipegi! sangaaaat membantu!

    BalasHapus
  3. wahh senengnya bisa ajak ortu jalan2. .pegi2 memudahkan segalanya ya. termasuk niat baik nyenengin ortu..

    BalasHapus
  4. Sering ke Bandung tapi belum pernah sama sekali ke Boscha. Padahal waktu kecil, angan2 banget pengen lihat langit semesta pakai teropong di Boscha haha. Sebentar lagi anakku kuliah di Bandung, jadi bakal sering ke Bandung, kayaknya mesti diniatin jalan2 ke sana :D

    BalasHapus
  5. Sepertinya aku inget nih, artha yang sayang banget sama ibunya, dari jaman kerja sampai mau menikah ya...jaman awal awal aku ngeblog dan dirimu suka bikin kuis. Jadi kepingin ajak anak-anak main ke Lembang

    BalasHapus
  6. Sama nih. Kalau ada kata bosscha, mesti yg pertama diingat itu sherina.

    BalasHapus
  7. Dari dulu ingin kesini, ajakin anak tapi belum kesampaian aja deh huhuh

    BalasHapus
  8. Belum kesampaian main ke Bosscha ajak bocah, tahun ini pengen ajak ke Bandung dan cari batagor dan cilok enak hihihi..sehat selalu ya Mama Artha..

    BalasHapus
  9. Kangen main ke Boscha, udah lama banget ga kesana. Seru ya main ke Lembang.

    BalasHapus
  10. Aku ke Boscha jaman masih pakai seragam abu-abu, dan itu udah lama bangeeet, haahhaa
    Tapi aku pengen sih kesana lagi, anak-anakku malah belum pernah diajakin traveling ke Bandung

    BalasHapus
  11. Dulu kalau ke mana-mana memang belum bisa diprepare seperti sekarang ya... Belum ada situs penyedia informasi dan layanan yang kita butuhkan agar jalan-jalan lebih menyenangkan karena semua sudah terkondisikan. Semoga bisa jalan-jalsn bareng ibu lagi ya.... Aamiin...

    BalasHapus
  12. Seru dan kebahagiaan tersendiri jika bisa mengajak dan menemani ibunda tercinta jalan-jalan seperti Mbak Artha ini. (jadi pengen cepatan mudik dan ketemu ibuk).

    Btw,noted dulu infonya, semoga kalau ke Bandung lagi bisa menikmati Observatorium Bosscha Lembang, tapi ya lumayan juga ya jam buka nya jam 12.00 WIB

    BalasHapus
  13. Senangnya bisa jalan-jalan sama Mama tersayang. Jadi quality time banget ya. Ga perlu jauh-jauh dan ke tempat yang mahal ya untuk bisa menghabiskan waktu dengan orang tersayang. Bisa jadi rekomendasi nih ke Observatorium Bosscha Lembang.

    BalasHapus
  14. Beberapa kali ke Lembang tapi belum pernah ke Bosscha. Kayaknya suatu saat aku harus agendakan pas ke Lembang trus mampir ke Bosscha :)

    BalasHapus
  15. Aku kayaknya terakhir ke Bosscha waktu SD deh mba hahaha, udah lama nggak main ke Lembang nih soalnya udah mager duluan kalau weekend pasti macet parah :))

    BalasHapus
  16. Thank you mba infonya, bisa nih jadi alternatif buat ajakin anakku liburan di sana. Kebetulan lebaran nanti mau ke Bandung

    BalasHapus
  17. Wah Boscha. Jadi inget dulu waktu kuliah, jalan kaki dari kosan sampe Boscha, uda gitu kita ga bayar karcis, kita lewat bagian belakang dong hahaha. Eh aku belum pernah nyobain booking hotel di pegi pegi nih, kayaknya pilihan hotel nya banyak ya. Mesti cobain saya.

    BalasHapus
  18. Saya lahir dan besar di Bandung, tapi belum pernah main ke Boscha, Mbak #tutupmukapakebantal
    Udah beberapa kali punya wacana ke sana, tapi belum terealisasi aja. Padahal anak-anak udah penasaran pengen ke sana.

    BalasHapus
  19. Wah, aku nih, walopun deket belom pernah ke Bosca lagi. Kangen deh. Anaka-anak apalagi, pasti sukaaaa banget.

    BalasHapus
  20. Berulang kali main ke Lembang Bandung tapi kenapa gak mampir main ke Bosscha ya. Ini tuh kalau bukan rombongan bisa jugakan ya mbak? Aku sebenarnya pengen banget ajak anakku untuk main kesana, pasti dia senang banget deh. Dan bundanya bisa bernostalgia dengan petualangan sherina.

    BalasHapus
  21. Selain Petualangan Sherina, film Iqra juga mengambil setting di Boscha ini loo..
    Aku beberapa kali ke sana (karena random), jadi gak pernah sedang ada peneropongan.
    Hiiks~

    BalasHapus
  22. Selalu ingat Petualangan Sherina kalau denger Boscha. Hehe. Wah seru ngajakin ibu ke sana ya mbak.
    Aku belum pernah nih nyampek Boscha, pengen jg kapan2 bawa keluarga ke sana, penasaran liat dalamnya, liat teropong2nya :D

    BalasHapus
  23. belum pernah ke Boscha, huhu... iya bener, film Petualangan Sherina yang membuatku ingin meneropong bintang dan mengagumi langit malam di sana.

    BalasHapus
  24. numpang promote ya min ^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
    Promo Fans**poker saat ini :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
    Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*