Categories

07 Oktober 2019

Rekreasi Tidak Perlu Mahal Asal Bisa Saling Mengenal, pun Tidak Perlu Mewah Asal Bersama yang Tercinta



Setiap melihat tangal merah, saya suka membayangkan akan melakukan hal istimewa apa di saat itu.
Tanggal merah yang berarti hari libur bagi MasBoz, suami saya yang merupakan pencari nafkah dalam keluarga kecil kami. Melihatnya banting tulang selama 6 hari kemudian membuat saya jadi memikirkan kondisinya. Saya tak ingin yang tercinta jatuh sakit karena usaha kerasnya mencukupi kebutuhan keluarga. Karena itulah saya mengusahakan tanggal merah menjadi waktu yang tepat untuk bersantai menikmati hidup.

Sesungguhnya bukan hanya beliau yang letih, saya pun yang notabene hanyalah seorang ibu rumah tangga, ternyata juga merasa penat dengan rutinitas. Berada 24 jam di dalam rumah dan mengerjakan segala sesuatu, terkadang membuat emosi memuncak. Terlebih saat ada banyak pekerjaan rumah tangga yang menumpuk, namun si kecil rewel. Duuuh! Kepala rasanya mau pecah, tapi tak bisa marah. Saya lakukan segala hal demi anak, karenanya saya tak mau memarahi anak yang tak tahu apa-apa. Ya, saya juga butuh #XperienceSeru.

Jadi kepikiran bagaimana yaa bila ibu juga bekerja di luar rumah? Hebat sekali bisa menjaga kondisi dengan selalu sehat dan aktif. Pagi sampai siang bekerja, lalu sepulangnya juga masih harus mengurus keperluan suami dan anak. Saya menyadari kondisi saya yang tak bisa sekuat itu, karenanya saya memutuskan untuk berhenti bekerja demi merawat sang buah hati. Dulu saya seorang pekerja. Bahkan karena pekerjaan saya lah kemudian jadi mengenal MasBoz.

Kami diperkenalkan oleh teman seprofesi saya yang juga rekan kerjanya pada tempat kerja MasBoz sebelumnya. Awalnya hanya chat iseng-iseng via whatsapp, cerita ini itu termasuk tentang lingkungan kerja masing-masing dan saling menyemangati. Kebetulan kami juga sama-sama usai putus cinta, klop. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk bertemu, kopi darat ceritanya.

Saat itu saya masih tinggal di Pasuruan, kota kecil yang berjarak 70 Km dari ibukota Jawa Timur. Sedangkan MasBoz di Sidoarjo. Kami lalu memutuskan berjumpa untuk pertama kali di Suroboyo Carnival Park, sebuah obyek wisata di pintu masuk Surabaya. Kebetulan hari itu saya sedang libur kerja, jadi saya bisa sekalian rekreasi. Tiket masuknya kala itu Rp 60.000,- per orang. Tidak mahal, namun rasanya jadi berkesan sebab kemudian kami jadi makin saling mengenal.

Selepas perjumpaan itu, kami makin intens berhubungan via whatsapp. Pun saling layangkan komentar di media sosial masing-masing. Tak lupa mention kode-kode perlambang hubungan kami makin serius hingga tak lama setelah itu, kami pun menikah. Ah kalau ingat kisah itu, jadi bersemu merah. Hubungan kami bukannya romantis, namun sikap manisnya membuat saya merasa beruntung dijodohkan dengannya.

MasBoz sosok pekerja keras. Sebagai istri yang jadi tempat berlabuh letihnya, saya ingin membuat acara rekreasi di hari libur untuk menyenangkannya dan makin membuatnya semangat beraktivitas kembali pada hari Senin. Hal istimewa ini saya mulai dari dalam rumah dengan cara mudah. Yakni pesan tiket wahana rekreasi lewat Traveloka Xperience. Di sini ada banyak sekali pilihan aktivitas dan rekreasi yang bisa dipilih.


Kelebihannya tinggal ketik nama destinasi atau aktivitas, lalu akan muncul banyak referensi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saya pribadi cari sesuai destinasi terdekat: Surabaya. Sebagai ibukota provinsi, tentunya lebih banyak pilihan dibanding kabupaten yang kini kami tinggali, Sidoarjo. Apalagi Kota Pahlawan kan menjadi kota kenangan kami, tempat awal jumpa kami. Untuk itulah sekedar membangkitkan kenangan lama yang indah akan perjumpaan penuh makna, saya pun memesan tiket Suroboyo Carnival Park.

Pesan tiket di sini mudah sekali, tinggal klik saja. Tidak lagi antre panjang seperti dulu. Bahkan dulu kami antre begitu pintu masuk dibuka, sekitar jam 4 sore. Setelah dapat tiket, kami pun masih harus menunggu pintu gerbang wahana dibuka, capek. Coba dulu sudah kenal Traveloka Xperience, kan jadinya lebih enak. Selain harganya yang diskon jadi hanya Rp 54.000,-, begitu dapat tiketnya bisa langsung masuk sesuai jam buka Suroboyo Night Carnival. Praktis!

Oiya, saya adalah tipe family women. Bagi saya yang utama adalah kebahagiaan keluarga, termasuk kebahagiaan Mama sebagai keluarga saya tercinta. Dari dulu, Mama selalu ingin ke Bromo bersama anak cucu ya. Nah sekarang Zril, buah hati saya dan MasBoz, sudah berusia hampir 2 tahun. Ia sudah mengerti banyak hal. Maka kami rasa sudah waktunya dia merasakan serunya naik kuda bersama Shasa, sepupunya, sambil menyusuri lautan pasir Bromo.

Tapi MasBoz selalu bilang kalau sekarang berangkat sendiri ke Bromo itu sudah. Maksudnya kalau bawa mobil sendiri, parkirnya lumayam jauh dari obyek utama Bromo yang ingin kami nikmati keindahannya. Lebih baik ikut tour, selain lebih praktis juga akan lebih optimal karena sudah ada pemandunya. Kami juga jadi lebih bisa fokus menjaga anak-anak karena tidak kepikiran urus ini itu.

Ternyata di Traveloka Xperience juga ada loh Bromo Midnight Adventure via Surabaya. Harganya juga ekonomis. Hanya Rp 390.000,- dan bisa jemput ke rumah. Kebetulan saya ada keluarga di Surabaya sebab Ayah asli kota ini. Jadi kami bisa berkumpul dulu di rumah nenek lalu dijemput tour-nya untuk menikmati Bromo sekeluarga. Tidak mewah sih, bukannya liburan ke luar negeri. Cukup di dalam provinsi Jawa Timur namun terasa bahagia sebab bersama yang tercinta.

Selain tour ke Bromo, juga ada wisata religi Wali Limo. Kalau biasanya tour seperti ini hanya bisa terlaksana bila yang berangkat sekampung dengan membawa bus, kalau pesan lewat Traveloka Xperience jadi lebih eksklusif. Asyik, sebab bisa pergi walau hanya sekeluarga. Momen seperti ini menyenangkan sekali sebab jadi bisa beribadah bersama dan makin kompak sekeluarga.

Jadis untuk rekreasi, tidak harus mahal dan jauh kan?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top