Monday, September 25, 2017

Bijak Memilih Produk Asuransi


Akhir-akhir ini perut Ibun, sapaan untuk Ibunda, mulai terasa kencang-kencang karena saya. Tidak heran, usia saya sudah 7 bulan lebih dalam kandungannya. Sekitar 2 bulan lagi saya akan bisa menatap indahnya dunia. Berharap bisa lahir secara normal dengan selamat, lalu segera merasakan kolostrum dari Air Susu Ibu (ASI). Semoga juga Ibun bisa kuat dan semangat dalam mengejan, agar kami berdua bisa saling bertatapan dan berpelukan setelah proses kelahiran usai.

Saya dalam perut Ibun. Terlihat, tidak?

Sayangnya kata Ibun, dalam proses persalinan juga ada kisah kematian yang bisa menyertainya. Entah itu pada sang janin karena proses persalinan terhambat dan menyebabkan sirkulasi oksigen janin terputus, atau malah sang ibu yang mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan dan berujung hilangnya nyawa. Hal itu tidak saja terjadi pada persalinan normal, tetapi juga pada persalinan dengan operasi sesar (section caesaria). Ibun takut. Karenanya beliau selalu berdoa agar selalu diberi kekuatan, kemudahan dan keselamatan saat persalinan nanti.

Saat ini saya hanya berdua dengan Ibun di rumah. Ayah sedang bekerja, lokasinya sekitar 30 menit dari kediaman kami bila ditempuh dengan motor yang biasa Ayah naiki. Tiap kali berangkat dan pulang kerja, Ibun selalu cemas dengan kondisi Ayah di jalanan. Takut beliau jatuh dari motor, terhimpit kendaraan lain, jatuh atau malah kecelakaan. Belum lagi saat Ayah berada di pabrik tempatnya bekerja. Beliau yang terkadang berinteraksi langsung dengan alat-alat pabrik membuat Ibu takut bila Ayah terluka karenanya. Sungguh, kecacatan dan kematian bisa datang kapan saja, kan? Entah di dalam atau di luar ruangan, bahaya bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan bisa mengenai siapa saja.

Ayah, Ibun dan saya-dalam-perut adalah keluarga, harta berharga

Bukan saja Ibun, semua orang pasti akan cemas akan keselamatan jiwanya dan keluarganya. Keluarga adalah harta yang paling berharga. Karena itu, dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat mengenai keselamatan jiwa, sekarang muncul banyak perusahaan asuransi jiwa dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan. Ayah dan Ibun juga mulai mempertimbangkan untuk memilih salah satu asuransi jiwa, loh. Padahal sebelumnya sama sekali tidak berminat. Maklum saja, stigma buruk asuransi jiwa sempat melekat. Paling banyak diungkap adalah susahnya dalam mengklaim asuransi. Karena itulah, kedua calon orang tua saya pun harus bijak dalam memilih produk asuransi jiwa yang tepat, sehingga beribu kemudahan yang nantinya dirasakan.

Ibun pernah membaca berita di koran tentang  acara Journalist Class & Gathering yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Akmani Hotel, Jakarta. Saat itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang bernama Benny Waworuntu berujar, "Kita haruslah memilih asuransi yang tepat, agar asuransi yang kita dapatkan benar-benar produk asuransi yang tepat.” Itu adalah saran utama yang kemudian diterapkan kedua orang tua saya dalam memilih produk asuransi: harus memiliki kredibilitas yang bagus.

Beruntung kedua calon orang tua saya mengenal PT Equity Life Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1987 ini bergerak di bidang industri asuransi jiwa individu dan kumpulan dengan produk yang lengkap mencakup asuransi jiwa, kesehatan hingga dana pensiun. Kredibilitasnya tentu sangat baik, mengingat pihak asuransi ini telah berhasil meraih 9 penghargaan pada ajang Top Agent Awards yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Palembang pada tanggal 8-9 Agustus 2017 lalu. Hal ini sungguh membuktikan bahwa Equity Life Indonesia memiliki agen pemasaran terbaik.

Penghargaan yang telah diraih Equity Life Indonesia

Dalam memilih asuransi yang tepat juga harus mempertimbangkan apakah perusahaan asuransi tersebut bermasalah dalam hal pengelolaan keuangannya atau tidak. Mengingat asuransi jiwa bertujuan menanggung kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena tidak lagi dapat mencari nafkah karena kecacatan atau meninggal terlalu cepat, sehingga ini tentu membutuhkan perjanjian jangka panjang. Syukurlah Equity Life Indonesia selalu melaporkan keuangannya. Pada tahun 2016 saja tercatat total laba komprehensif sebesar R
p 42.695 miliar dengan tingkat solvabilitas perusahaan sebesar 240.93
% dan jauh di atas ketentuan minimum yang dipersyaratkan oleh OJK yaitu sebesar 120%. Maka tidak salah bila poin utama sebagai asuransi ideal versi Ayah Ibun telah dipenuhi olehnya.

Kata Ayah, langkah bijak selanjutnya dalam memilih asuransi yang tepat adalah dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan. Katanya sih idealnya mengalokasikan pendapatan antara 10%-20% untuk asuransi. Kalau alokasi asuransi kesehatan sudah ada sejak Ayah bekerja karena diatur langsung oleh pabrik tempatnya bekerja. Tapi asuransi jiwa? Kami sekeluarga juga membutuhkannya. Katanya juga, agar lebih bisa dijangkau, lebih baik pilih asuransi jiwa murni yang preminya relatif lebih rendah dibanding  asuransi plus investasi. Toh Ayah juga sudah punya investasi di bidang peternakan, jadi sementara belum terlalu membutuhkan investasi lainnya.

Kebetulan pada 16 September 2017, Equity Life Indonesia yang berusia 30 tahun memberikan perlindungan diri GRATIS senilai 30 juta rupiah selama 30 hari kepada 30.000 masyarakat Indonesia. Nah karena Ayah dan Ibun masih awam soal asuransi jiwa, keduanya ingin mencobanya dulu. Caranya hanya dengan mendaftar pada microsite:: www.equity.co.id/equity30. Sangat mudah. Wah, baik sekali ya Equity Life Indonesia! 



Kalau program ini berakhir dan Ayah Ibun merasa cocok, tentu akan melanjutkan dengan pilihan produk Equity Life Indonesia lainnya. Misalnya seperti di bawah ini:



Ayah dan Ibun tertarik menggunakan asuransi keluarga. Mengingat sekarang banyak perusahaan asuransi yang menawarkan terpisah atau jadi satu. Dengan memilih asuransi keluarga jadi satu, tertanggung hanya perlu beli 1 polis asuransi dan tentu lebih murah. Misalnya saja produk Equity Life Indonesia yang PRO FAMILY, hanya dengan Rp 67.000,- per bulan, bisa juga dapat santunan biaya pendidikan sebesar Rp 1.500.000,- per bulan. Di masa depan, tentu ini sangat membantu dalam meringankan biaya pendidikan saya.

Equity Life Indonesia membuktikan bahwa revolusi asurasi jiwa telah dibangun dengan inovasi yang dibuatnya. Seperti program communities market yang memproteksi dana tani. Kelangsungan hidup masyarakat Indonesia sangat dipikirkan oleh perusahaan yang bermisi “memberikan solusi total dan layanan asuransi jiwa untuk pelanggan berharga” ini. Bayangkan … Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk juga petani, peternak dan nelayan yang merupakan bagian penting perekonomian negara kita diberikan bantuan dalam meremajakan kebun, ternak atau kapal yang dimiliki. Sesuai dengan misi yang dimilikinya, yakni “menjadi perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada pelanggan dengan memberikan solusi berharga melalui berbagai jaringan distribusi dan produk-produk inovatif”. Jadi melalui saluran distribusi multi-channel, PT Equity Life Indonesia berkeinginan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia dari seluruh lapisan ekonomi dan sosial agar dapat memiliki asuransi dengan mudah dan cepat.


Untuk itulah pada usianya yang ke-30 ini, tema yang diambil adalah #UntukmuIndonesia. Equity Life Indonesia menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air. Perusahaan ini mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berkontribusi menjaga serta melestarikan nilai-nilai dan budaya Indonesia. Equity Life Indonesia berharap kian termotivasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan terus memberikan kontribusi bermanfaat. Kedepannya juga terus mengembangkan produk dan layanan yang berkesinambungan untuk membuka akses seluas-luasnya demi perlindungan jiwa dan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Info lebih lengkap tentang Equity Life Indonesia bisa dibaca langsung di:
Facebook: Equity Life Indonesia
Twitter: @EquityLifeInd
instagram: @EquityLifeIndonesia

Agar bijak dalam memilih produk asuransi, harus memilih yang memiliki layanan pelanggan 24 jam dan dapat dijangkau. Hal ini wajib karena seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, bahaya dan kematian bisa datang kapan saja. Jadi jika butuh informasi mengenai apapun, termasuk kemudahan dalam klaim, bisa dilakukan SEGERA. Hebatnya Equity Life Indonesia memberi kemudahan dalam melengkapi persyaratan pengajuan klaim secara online. Dan bahkan pembayaran klaim dapat dilakukan maksimal 14 hari setelah seluruh persyaratan diterima lengkap. Mematahkan persepsi negatif tentang asuransi jiwa, bukan? Ini adalah suatu revolusi asuransi jiwa yang seharusnya dimiliki jua oleh perusahaan asuransi jiwa lainnya. Keren!

Equity Life Indonesia memudahkan akses pelayanan dengan dibukanya banyak cabang di berbagai kota. Karena lokasi tinggal di Sidoarjo, Ayah dan Ibun juga sudah mencari referensi rumah sakit mana saja yang telah bekerja sama dengan Equity Life Indonesia. Taraaa… rumah sakit pilihan yaitu Anwar Medika masuk dalam daftarnya! Sungguh beruntung. Rencana Ibun ingin melahirkan secara normal, tapi jikalau memang ada komplikasi dan indikasi untuk dirujuk ke fasilitas yang lebih baik, rumah sakit inilah yang menjadi tujuan. Dengan Equity Life Indonesia yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit, tentu kemudahan dalam pengajuan klaim didapat sehingga tidak merepotkan. Asuransi kesehatan pemerintah memang sudah dimiliki, tapi tentu butuh berjaga-jaga siapa tahu ada beberapa yang tidak ter-cover dan malah dapat ditutupi oleh Equity Life Indonesia. Antisipasi adalah penting!


Setelah semakin mengenal Equity Life Indonesia, Ayah dan Ibun memahami bahwa bagi Equity Life Indonesia, kepercayaan nasabah adalah kunci mereka untuk selalu mengembangkan layanan pelanggan yang informatif serta menjunjung tinggi ketepatan waktu, kemudahan, keakuratan, dan dekat dengan pelanggan, sesuai dengan service value yang dimiliki kepada seluruh nasabah dan partner bisnis, khususnya kepada nasabah yang memiliki life time values. Tentunya layanan seperti ini diharapkan akan selalu memuaskan. Beragam inovasi demi revolusi asuransi jiwa yang telah dikembangkan Equity Life Indonesia semoga memberikan dampak positif bagi perkembangan asuransi jiwa di Indonesia. Masyarakat jadi lebih sadar pentingnya asuransi jiwa dan tidak lagi menyepelekan agen pemasar asuransi.

Ah tak terasa sudah siang, waktunya istirahat. Ibun juga harus tidur siang agar tidak terlalu capai. Oiya tadi Ibun juga merekomendasikan program ini ke para saudara dan tetangga. Kalian sudah ikutan, belum? Mumpung gratis dan mudah, loh. Tidak ada salahnya mencoba.

Jangan lupa juga:: Doakan saya dan Ibun sehat dan selamat saat masa persalinan nanti, yaJuga Ayah selalu sehat dan selamat.
Terima kasih ^^



Sumber referensi: http://equity.co.id/


Tuesday, September 19, 2017

Perkembangan Industri Asuransi Jiwa di Indonesia


Suatu saat pasti kan datang

Saat-saat paling menakutkan

Sang malaikat pencabut nyawa

Kan merenggut ruhmu dari badan

Tak seorang pun yang akan dapat

Menolongmu dari kematian

Juga hartamu tak akan mampu

Menebusmu dari kematian

Kematian -- rhoma_irama
Kematian adalah hal yang sudah pasti terjadi pada setiap manusia sebagai makhluk hidup. Entah pada yang masih muda, sudah tua atau bahkan anak-anak. Semasa masih bekerja di rumah sakit, seringkali saya melihat bagaimana proses kematian terjadi di depan mata. Padahal saya tidak bertugas di bagian penyakit terminal seperti kanker stadium lanjut atau penyakit dalam, namun pada bagian obstetri ginekologi di mana justru banyak kelahiran yang terjadi. Namun siapa sangka ada beberapa kasus di mana terjadi sebuah awal kehidupan baru tapi juga malah menimbulkan hilangnya sebuah nyawa: perjuangan seorang ibu melahirkan bayinya.



Dulu saya meremehkan fungsi asuransi jiwa. “Ah udah susah kumpulin uang, eh ujung-ujungnya susah klaim!”, pikir saya begitu mengingat beberapa stigma masyarakat mengenai program ini. Namun setelah hal buruk terjadi, walau bukan pada diri sendiri tetapi pada banyak pasien di depan mata, malah membuat kesadaran bahwa kita perlu berjaga-jaga atas kehidupan. Setidaknya punya “pegangan” untuk melanjutkan hidup. Misalnya saja pada ibu rumah tangga di mana tugas mencari nafkah hanya terpusat pada sang kepala keluarga. Apa jadinya bila suatu hari sang suami tersebut kecelakaan dan kejadian terburuk menimpa: meninggal dunia? Bagaimana cara sang ibu tersebut melanjutkan kehidupan untuknya dan anak-anaknya? Di sinilah peran asuransi jiwa kemudian menjadi andalan.

Apa sebenarnya asuransi jiwa itu?
Pada dasarnya yang dimaksud dengan asuransi jiwa adalah suatu perjanjian terikat antara penanggung dan tertanggung dengan menerima suatu premi dimana bertujuan memberikan perlindungan terhadap per-individu dan atau per-kelompok (keluarga) atas kerugian finansial yang tak terduga. Hal ini bisa karena terjadinya kematian mendadak karena suatu penyakit atau kecelakaan atau sebab lainnya; cacat tetap total atau sudah tidak produktif bekerja lagi sehingga timbul hilangnya penghasilan. Hal ini tentu cukup mengganggu, sebab untuk hidup tentu butuh finansial untuk mencukupi kebutuhan. Uang makan, saku anak, transportasi, listrik, air, dan masih banyak lagi.

Syukurlah sepertinya masyarakat negara kita sudah mulai menyadari akan pentingnya asuransi jiwa. Pihak rumah sakit sebagai tempat rujukan bila terjadi kejadian buruk (kecelakaan atau kematian) pun turut memahami bagaimana cara klaim asuransi sehingga mampu optimal dalam “menolong” masyarakat. Prosesnya kini dipermudah, asal sesuai syarat berlaku. Maka tak heran pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia kemudian mengalami peningkatan.

Dilihat dari pendapatan premi (sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi) industri asuransi jiwa pada kuartal I 2017 mekar 28,15 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maret 2017, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 35,19 triliun. Padahal pada kuartal I 2016, pendapatannya hanya sebesar Rp 27,46 triliun. Sedangkan jumlah pemilik polis (perjanjian asuransi secara tertulis) asuransi jiwa di Indonesia ada di kisaran 7 juta polis atau kurang dari 5 % dari jumlah penduduk Indonesia. Sungguh angka yang sudah cukup besar.


Ada 4 macam asuransi jiwa yang perlu diketahui, yakni:
1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life) – yang memiliki masa habis perjanjian, bisa selama 5, 10, 15 tahun dan seterusnya. Kelemahannya jika meninggal atau tidak produktif setelah jangka waktunya habis, maka keluarga tidak mendapatkan pertanggungan. Namun preminya rendah sehingga terjangkau bagi semua golongan.
2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life) -- memberikan proteksi selama 99 tahun atau disebut seumur hidup, sebab angka harapan hidup masyarakat Indonesia adalah 65 tahun (pria) dan 70 tahun (wanita). Nilai premi lebih tinggi dari term life, tapi nantinya akan mendapat uang tunai sejumlah 4% dari total premi.
3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment) – yang dapat sebagai tem life dan tabungan, sehingga kita dapat menarik polis asuransi jika memiliki kebutuhan mendesak namun tetap sesuai dengan perjanjian pada perusahaan asuransi.
4. Asuransi Jiwa Unit Link – yang dapat berperan sebagai proteksi dan investasi. Premi tentu jauh lebih tinggi tapi memiliki nilai investasi yang cukup menjanjikan.

Dengan memiliki asuransi jiwa, niscaya pikiran dan hati menjadi lebih tenang. Keluarga sebagai hal yang berharga jadi memiliki kelangsungan hidup yang jauh lebih besar. Apalagi bagi kepala keluarga, tentu menjadi lebih tentram karena keluarga jadi punya semacam jaminan sehingga tidak lagi terlalu panik bila hal buruk menimpa. Entah itu risiko kecelakaan, kesehatan, atau kehilangan jiwa.

Jadi masihkan menyepelekan pentingnya asuransi jiwa?




Referensi: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170505172355-78-212637/kuartal-i-premi-industri-asuransi-jiwa-mekar-2815-persen/


Saturday, September 16, 2017

Konferensi Ayah Bunda Platinum Surabaya Ajang Siapkan dan Dukung Kecerdasan Multitalenta si Kecil


www.kata-artha.com --- Sebagai pasangan suami istri yang baru menjalani bahtera rumah tangga, saya dan Mas Boz, sapaan akrab suami, sering berandai-andai tentang keturunan kami nantinya.

Ingin punya berapa anak?” tanya saya.
 Dua ajah, cukup.”
 Saya cemberut. “Maunya tiga, yang pintar semua dan punya banyak piala!
 Mas Boz tertawa. Ujarnya, “Masalah piala, beli saja di toko kan banyak. Jangan terlalu ‘menekan’ anak, kasihan.
 Tapi maunya anak-anak multitalenta sepertiku!
 Yang pintar nyanyi tapi sumbang? Hobi masak tapi hasilnya aneh-aneh dan kurang enak? Beli mesin jahit tapi masih membayangkan bisa njahit, tidak juga dipraktekkan?” Mas Boz terbahak-bahak.

Namanya orang tua, pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Nah mumpung saya masih hamil 7 bulan, sebagai calon orang tua tentunya kami mencari cara bagaimana cara menyiapkan dan mendukung kecerdasan multitalenta si kecil sejak dini. Agar nantinya benar-benar multitalenta, bisa segala hal dan cerdas baik secara akademis maupun interpersonal. Tidak mengaku-aku seperti saya :D


Kebetulan Minggu, 10 September 2017 lalu diadakan Konferensi Ayah Bunda Platinum di Convention Hall lantai 3 Grand City Surabaya. Sebagai calon orang tua yang kepo, tentunya kami hadir dong di acara yang kemudian kita sebut #KABP2017SBY ini. Sebagai seminar persembahan Morinaga mengenai konsep dan penerapan aktifitas stimulasi anak agar tumbuh menjadi Generasi Platinum yang multitalenta, acara ini pertama kali diadakan di The Kasablanka pada 6 Mei 2017 lalu, dan Surabaya sebagai kota kesekian serta mendapat antusiasme yang luar biasa.


Untuk bisa menikmati keseruan #KABP2017SBY, jangan lupa registrasi dulu. Agar lebih meriah, lebih baik juga berpakaian dengan warna sesuai dress code: merah. Nah, merah meriah euy! Acara dimulai jam 9 pagi. Nantinya selain sharing ilmu dari para ahli, juga akan mendapat snack, goodie bag dan makan siang serta doorprize bila beruntung.



Susunan acara #KABP2017SBY sebagai berikut:

Ada ahli tumbuh kembang (yang kemudian kita singkat menjadi tum-bang) yakni Dr. dr Ahmad Suryawan, SpA(K) juga Dr. Rose Mini, M.Psi sebagai psikolog dan konsultan Multiple Intellegence. Dilihat dari siapa saja pengisi acaranya, tak heran kalau Morinaga benar-benar optimal turut mendukung kecerdasan multitalenta pada si kecil. Selain produknya yang bergizi tinggi dengan inovasi MoriCare+ Prodiges yang lebih dari sekedar nutrisi, seminar yang diadakan pun membantu para orang tua dan calon orang tua dalam mempelajari tentang sinergi nutrisi dan stimulasi serta mempraktekkannya secara langsung. Tentu gak bakal rugi deh hadir 6 jam di acara yang WOW ini!

Pada acara ini juga ada program #SiapCerdaskanBangsa yaitu berupa dukungan Ayah Bunda dalam rehabilitasi 3 sekolah di Indonesia. Caranya dengan melakukan pembelian produk Morinaga Chil-Kid Platinum 800 gram selama #KABP2017SBY berlangsung. Dengan demikian maka Ayah Bunda telah ikut menyumbang Rp 10.000,-. Untuk info lebih lanjut bisa dicek di www.siapcerdaskan.com ya.

Selama menunggu pintu lokasi seminar dibuka, ada baiknya Ayah Bunda mengajak si kecil menikmati aneka booth yang tersedia. Coba deh ke area setelah area pembagian snack à KIDS CORNER yang memanjakan buah hati dengan beragam permainan. Bisa main prosotan, rumah-rumahan, corat-coret gambar sesuka hati, main pasir warna dan clay… Wah! Si kecil akan nyaman bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya, sementara Ayah Bunda mencari ilmu di booth lainnya.


Di sebelahnya lagi, tepatnya di seberang area registrasi, ada booth KENALI ALERGI. Di sini para orang tua atau calon orang tua bisa mempelajari berapa besar risiko alergi anak dengan otak-atik monitor yang tersedia. Pada monitor, tersedia fitur www.cekalergi.com. Ayah Bunda tinggal mengikuti petunjuk yang tersedia. Saya juga penasaran. Maklum, saya memiliki alergi konsumsi seafood tertentu. Katanya kan salah satu penyebab terjadinya alergi pada anak adalah karena faktor genetik. Sedangkan Mas Boz tidak menderita alergi apapun, jadi bagaimana dengan keturunan kami nanti? Booth KENALI ALERGI sangat membantu dalam mencari tahu, mencegah serta mengatasi penyebaran alergi.


Untuk mengabadikan momen indah di acara #KABP2017SBY ini, tersedia PHOTO BOOTH juga loh. Sayangnya tidak ada fotografer yang membawa kamera Polaroid dengan hasil jepret yang langsung jadi. Namun lumayan lah ada background lucu untuk wefie sesuka hati. Potret keluarga yang berisi Ayah, Bunda dan si kecil wajib banget dilakukan di sini yak.


Masih ada 2 booth lagi yang belum sempat saya sebut. Dikarenakan pintu lokasi seminar telah terbuka, yuk masuk dulu dan menikmati sajian ilmu. Toh nanti ada sesi istirahat, jadi bisa lanjut jelajahi 2 booth tersebut dan menceritakan pada Ayah Bunda yang belum sempat hadir di acara edukasi #KABP2017SBY ini. Sabar dulu, yah. Ikuti saya duduk santai sambil simak ilmu.

Begitu masuk, pasti heran mengapa kursinya dikelompokkan menjadi 4 warna: kuning, biru, hijau dan merah. Yang penting duduk dulu sesuai nomor urut yang terdapat pada punggung kursi, nomor yang didapat saat registrasi. Jangan sampai nomornya hilang, sebab ada bisikan jikalau di akhir acara ada sesi bagi hadiah / doorprize dengan mengacak nomor undian sesuai nomor kursi. Asyik!


#KABP2017SBY persembahan Morinaga yang mengusung tema Siapkan Kecerdasan Multitalenta si Kecil Sejak Dini ini dimoderatori oleh artis ibu kota TEUKU ZACKY. Ayah 2 anak ini begitu semangat membawakan acara. Sepertinya Konferensi Ayah Bunda Platinum benar-benar cocok dibawakan lelaki 34 tahun ini. Pembawaannya yang smart menuntun Ayah Bunda turut menjadi smart pula dengan berbagai edukasi yang diberikan pada acara ini. 


Yang pertama ada edukasi tentang nutrisi yang diberikan oleh Dr. dr Ahmad Suryawan, SpA(K) yang akrab dipanggil dokter Wawan. Beliau adalah ketua divisi tum-bang anak dan remaja dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo Surabaya. Di sini beliau mengungkap 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta, yaitu tameng yang terdiri dari Perkembangan otak, Sistem Pertahanan Tubuh, Tumbuh Kembang Optimal dan Kesehatan Saluran Cerna. Untuk mempermudah, dokter Wawan mengelompokkannya menjadi 4 warna: kuning, biru, hijau dan merah yang sesuai dengan warna kursi Ayah Bunda. Ternyata ada maksudnya yah. Diharapkan Ayah Bunda turut aktif dalam berlangsungnya #KABP2017SBY ini sehingga tidak sia-sia hadir 6 jam, hehe.


Awalnya, dokter Wawan bercerita bahwa generasi multitalenta adalah generasi yang tanggap, dimulai dari pembentukan ‘perisai’ ketika masih dalam kandungan. Ketika masih berupa janin, masa ini menjadi sangat rawan terhadap serangan yang berpotensi merusak perkembangannya. Oleh karenanya, 4 faktor pembentuk inilah yang harus dioptimalkan demi tum-bang yang baik.

Faktor pertama: Perkembangan Otak
Tubuh perlu nutrisi untuk kecerdasan anak, terutama di 1000 hari pertama sebagai masa kritis dengan 80% perkembangan otak terjadi di usia ini. Nutrisi membentuk sel-sel otak anak cerdas. Dengan nutrisi sedini mungkin yang terpenuhi lewat pemberian Air Susu Ibu (ASI) maka akan menguntungkan jangka panjang. Nah bahan utama pembentukan otak pada usia dini adalah nutrisi dan stimulasi dini.

Selain itu, perilaku anak juga terbentuk di usia 2 tahun pertamanya. Orang tua yang menstimulasi hal baik pada sang anak, akan membiasakan anak berprilaku baik pula. Misalnya saja dengan sering berinteraksi antar anggota keluarga, memainkan sesuatu yang mnyenangkan secara bersama-sama serta dilakukan secara rutin. Dengan stimulasi sedini mungkin membuat serta memperkaya jaringan koneksi otak.

Faktor kedua: Sistem Ketahanan Tubuh
Semasa hamil, kalau bisa ibu hamil jangan sampai sakit. Ini juga peringatan untuk saya. Sebab antibodi utama si kecil berasal dari tubuh ibu. Dalam kandungan, janin mendapat suplai sel-sel antibodi dari ibu yang ditransfer melalui plasenta. Itulah mengapa nutrisi ibu hamil harus terpenuhi. Alhamdulillah saya sekarang sudah doyan minum susu hamil, hihi. Lalu semasa bayi, ASI nutrisi terbaik karena sesuai dengan pencernaan bayi yang masih lemah dan banyak nutrisinya.

Untuk mekanisme ketahanan tubuh anak terbagi dalam 2 sistem: perlindungan umum dan khusus. Pada perlindungan umum berada di luar tubuh yaitu kulit, bulu mata dan hidung, cairan lendir pda saluran nafas, serta cairan kimiawi seperti pada asam lambung. Sedangkan sistem perlindungan khusus berada di dalam tubuh anak sendiri yang diperankan oleh sel darah dan kelenjar getah bening serta mekanisme sangat kompleks dan terkait dengan pengaturan 2 arah dengan sistem otak dan saluran cerna.


Faktor ketiga: Tumbuh Kembang Optimal
Tumbuh dan kembang (yang lebih enak disebut tum-bang) tidak bisa dipisahkan, sebab nanti bisa kangen. Hihi :p Bercanda. Tumbuh yaitu perubahan struktur dan ukuran fisik pada berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan ukuran spesifik lainnya. Sedangkan kembang mengenai fungsi dan kemampuan pada penglihatan, pendengaran, kecerdasan, prilaku, dan perkembangan spesifik lainnya. Pada pola pertumbuhan optimal, bisa dilihat pada grafik di bawah ini. Di mana anak yang ‘normal’ pada usia 2 tahun akan mudah pula tumbuh optimal di usia 6 tahun.

Anak cerdas berprilaku baik tidak tumbuh begitu saja, namun karena adanya banyak faktor yang mempengaruhinya dan terbawa hingga dewasa. Itulah mengapa Ayah-Bunda harus selalu PEKA pada tum-bang buah hati. Karena waktu tidak bisa diputar kembali. Bila terlanjur tum-bang gagal, maka berdampak pada kehidupannya pula. Faktor utama tum-bang optimal pun dipengaruhi oleh sehatnya saluran cerna. Oleh karena itulah nutrisi diolah Morinaga demi mencetak Generasi Platinum yang multitalenta.

Faktor keempat: Kesehatan Saluran Cerna
Sebagai sumber kesehatan saluran cerna, prebiotik dan probiotik adalah yang utama. Semasa masih bayi, keduanya didapat dari ASI. Lalu bagaimana bila si kecil tak lagi mengkonsumsi ASI karena harus makan lanjutan? Prebiotik yang mengandung Fos/Gos dan probiotik yang mengandung Bifidobacterium BB536 dan Bifidobacterium M16V, dimanakah bisa didapatkannya?

Semua ini terjawab saat Harry Setiawan Wibowo selaku Business Representative Kalbe Nutritionals turut menjelaskan kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh 4 perisai sebagai 4 faktor tersebut di atas. Yaitu pada perkembangan otak, butuh AA-DHA, kolin yang membantu menyimpan memori, zat besi dan juga alfa-laktalbumin sebagai penyenyak tidur anak agar perkembangan otaknya optimal. Lalu pada faktor pertahanan tubuh butuh laktoferin untuk melawan infeksi dalam tubuh dan nukleotida sebagai peningkat antibodi. Nah pada faktor tum-bang optimal butuh beta palmitat dan whey hydrolysat sbagai sumber protein dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Terakhir pada kesehatan saluran cerna ada prebiotik yang merupakan makanan untuk pertumbuhan bakteri baik dan probiotik yang merupakan bakteri baik dalam saluran cerna.



Nutrisi yang cukup dalam pola makan si kecil ini dibantu dicukupi oleh Morinaga Chil-Kid Platinum MoriCare+ Prodiges dan Morinaga Chil-School Platinum MoriCare+ Prodiges. Ini merupakan kombinasi zat gizi makro (protein) dan mikro (vitamin dan mineral) sehingga dapat memenuhi kebutuhan tum-bang si kecil. Dilengkapi dengan formula Platinum MoriCare+ Prodiges, inovasi unggulan ini ini mensinergi nutrisi dan mendukung si kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta.


Tak heran, dengan pengalaman lebih dari 90 tahun, Morinaga Research Center Japan senantiasa berinovasi dengan meneliti berbagai manfaat ASI dan nutrisi pnting tum-bang anak. Didukung teknologi canggih dan pengalaman matang di bidang nutrisi, Morinaga sangat mengutamakan keamanan dan mutu produk bagi Generasi Platinum. Yap, Morinaga adalah susu untuk Generasi Platinum!

Morinaga Platinum yang kini dengan MoriCare+ Prodiges untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil terdiri dari:
1.Chil-Kid Platinum rasa madu dan vanilla kemasan 400 gram dan 800 gram. Ini untuk usia 1-3 tahun. Dengan inovasi unggulan MoriCare+ Prodiges yang merupakan sinergi nutrisi antara faktor kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda dan faktor tum-bang optimal yang mendukung si kecil menjadi generasi platinum yang multitalenta. Selain kemasan besar, ada Chil-Kid Platinum Stick Pack rasa madu dan vanilla kemasan 12 x 16 gram. Lebih praktis dan bisa langsung dituang untuk sekali minum. Mudah dibawa ke mana-mana, cocok ketika bepergian.


2. Chil-School Platinum rasa madu, vanilla dan cokelat kemasan 400 gram dan 800 gram. Ini merupakan susu pertumbuhan si kecil usia 4-12 tahun. Dengan formula MoriCare+ Prodiges yang merupakan sinergi nutrisi antara faktor kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda dan faktor tum-bang optimal yang mendukung si kecil menjadi generasi platinum yang multitalenta. Optimalkan modal dasar kecerdasan si kecil dengan nutrisi yang terkandung dalam Morinaga Chil-School Platinum MoriCare+ Prodiges untuk tum-bang otak si kecil.



Untuk info mengenai varian produk Morinaga lainnya bisa didapatkan di:
Facebook: morinaga platinum
Twitter: @morinagaID
Instagram: @morinagaplatinum
Youtube:  morinaga platinum

Ada banyak info lain mengenai manajemen keluarga, perawatan anak, artikel tentang cerdaskan si kecil sejak dini serta bisa tanya dokter juga, loh.

Nah untuk memudahkan pembelian produk Morinaga Platinum dengan formula MoriCare+ Prodiges tadi, atau mau membeli rangkaian produk Morinaga lainnya, disediakan  booth DUNIA GENERASI PLATINUM. Seperti janji saya sebelumnya untuk menceritakan 2 booth lainnya, inilah booth di mana Ayah Bunda juga bisa mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia dalam gerakan #SiapCerdaskanBangsa. Jadi saya ulangi lagi yah, setiap pembelian Chil-Kid Platinum MoriCare+ Prodiges di e-commerce dan saat Konferensi Ayah Bunda Platinum berlangsung, maka Ayah Bunda telah memberikan sumbangan sebesar Rp 10.000,- untuk pembangunan sekolah, sejak 23 Juli hingga 23 September 2017.



Ayo dukung anak Indonesia menjadi Generasi Platinum!

Booth terakhir adalah booth Multiple Intellegence Play Plan (MIPlayPlan). Di sini Ayah Bunda bisa terbantu dalam mencari cara menstrimulasi kecerdasan si kecil dengan beragam permainan selama 30 hari. Wah kok lama? Masa 30 hari berturut-turut harus ke Grand City? Hihi :D Tenang… booth ini hanya mengenalkan dan mengajarkan isi situs www.morinagamiplayplan.com. Ada fitur yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kecerdasan si kecil dan membantu orang tua mengasah multiple intelligence anak dengan beragam ide permainan. Orang tua juga bisa memahami apa saja kecerdasan majemuk dan ide bermain yang bisa dicetak dan diberikan rencana bermain juga. Tak ada lagi gumaman, “Mau bermain apa lagi ya?” setelah membuka situs ini.


Mengenai bagaimana cara mengenali kecerdasan si kecil untuk wujudkan multitalentanya, ada pembicara kedua setelah sesi istirahat yang membahas tentang ini. Siapa lagi kalau bukan Dr. Rose Mini, M.Psi atau yang akrab disapa Bunda Romy. Beliau adalah ketua program studi psikologi terapan fakultas psikologi Universitas Indonesia yang memberikan tema Kekuatan Bermain untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta di Era Milenial.


Kedatangannya pun membuat kehebohan dengan mengajak Ayah Bunda turut bermain dalam berbagai games yang dibuatnya. Dimulai dengan saling balas pantun bersama moderator ganteng Teuku Zacky, para peserta Konferensi Ayah Bunda Platinum juga diajak bertepuk tangan bila beliau menyebutkan angka ganjil dan berdiri bila beliau menyebut angka genap. Seru! Berhadiah juga pastinya. Ada bingkisan untuk 10 Ayah Bunda yang beruntung. Asyik ya?

Inilah cara Bunda Romy mengajarkan bagaimana cara untuk asah memori anak. Si kecil bisa mengingat mana angka genap dan ganjil bila cara pengajarannya menyenangkan layaknya bermain. “Anak sehat adalah dengan gizi bagus dan harus distimulasi,” ungkapnya. Karena tum-bang anak tergantung dari 50% faktor genetik dan 50% faktor lingkungan. Anak yang cerdas bukan saja anak yang berprestasi dalam hal akademis, tapi ialah yang baik kemampuan interpersonalnya. Sayangnya menurut Bunda Romy, stimulasi ini masih kurang dilakukan oleh para orang tua. Padahal kecerdasan ini ada 9 macam kecerdasan majemuk yang bila tak distimulasi maka kecerdasan tersebut akan menghilang. Sayang sekali, bukan?


Kecerdasan adalah keseluruhan kemampuan untuk belajar, memahami lingkngan dan memecahkan masalah. Ada kecerdasan majemuk / multiple intelligence yang diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner. Dalam konsep ini, indikator kecerdasan mencakup banyak bidang dalam kehidupan. Apa sajakah itu?

1. Kecerdasan Musikal --- dimulai dari pemberian musik klasik sejak janin dalam kandungan. Ibu juga harus rileks menikmatinya agar hasilnya optimal. Meski demikian, nantinya tidak semua anak harus jadi penyanyi dan dipaksa jadi penyanyi walau bisa bernyanyi.
2. Kecerdasan Kinestetik --- pada usia 3-4 tahun, kinestetik kasar lah yang menonjol pada anak. Karenanya anak suka melompat, berlari, jungkir balik dan sebagainya. Ayah Bunda tidak perlu marah dan mencap ‘anak nakal’ pada mereka.
3. Kecerdasan Logika Matematika --- untuk mengajari anak soal matematika, harus disertai dengan membawa dan menunjukkan contoh barang yang dihitung. Dengan demikian anak akan paham apa maksudnya dan mau belajar.
4. Kecerdasan Visual Spasial --- bila anak memiliki kecerdasan ini, niscaya bisa jadi seniman atau arsitek. Butuh berpikir kreatif dalam mengimajinasikan sesuatu.
5. Kecerdasan Linguistik --- caranya dengan memberikan pertanyaan yang spesifik pada si kecil. Bila pertanyaannya, “Tadi di sekolah ngapain saja?” tentu si kecil bingung menjawab karena banyak hal yang dilakukannya. Coba diganti, “Tadi saat istirahat bermain dengan siapa saja?” tentu anak bisa menceritakan dengan siapa dan permainan apa yang dilakukannya.
6. Kecerdasan Interpersonal --- bila kecerdasan ini baik, anak akan memiliki banyak teman, salah satu hal penting bagi kehidupan anak nantinya. Sebab anak mampu bekerjasama dengan orang lain secara efektif, berempati dan memahami orang lain.
7. Kecerdasan Intrapersonal --- ini kemampuan menganalisa diri sendiri. Anak harus memiliki pengalaman hidup sehingga dapat membedakan mana yang disuka dan mana yang tidak. Anak juga bisa mandiri. Caranya dengan jarang terlalu sering melarangnya melakukan sesuatu.
8. Kecerdasan Natural --- membiarkan anak mengenal lingkungan membuatnya lebih mengerti dan bisa melihat perbedaab dan persamaan yang ada di ala mini.
9. Kecerdasan Moral --- hal ini yang tidak banyak distimulasi sehingga muncul krisis moral. Hendaknya dibiasakan sejak dari lingkungan rumah dengan menerapkan 7 hal penting, diantaranya: empati, hati nurani, kontrol diri, menghargai, kebaikan, tenggang rasa dan keadilan.

Tidak semua anak memiliki ke-9 kecerdasan tersebut. Itulah mengapa pendekatan disesuaikan dengan kecerdasan yang dimilikinya. Salah satu caranya ialah dengan menerapkan MIPlayPlan yang membantu memberikan ide permainan menarik sehingga Ayah Bunda dapat mengamati minat si kecil dengan cara yang menyenangkan. Seperti kata Papalia, Olds & Feldman, referensi yang diberikan Bunda Romy bahwa bermain adalah kegiatan yang disenangi anak tanpa didasari paksaan dan merupakan cara belajar alami untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.


Berdasarkan tahapan perkembangan dan kematangan kognitif anak, jenis permainan dapat dibedakan menjadi:
1. Bermain Fungsional (0-2 tahun)
2. Bermain Konstruktif (2-3 tahun)
3. Bermain Peran (3-7 tahun)
4. Bermain dengan Aturan (7 tahun ke atas)


Orang tua bisa menyesuaikan bentuk permainan apa yang bisa dipilih. Di MIPlayPlan disediakan ide bermain yang bisa dipilah sesuai usia dan berdasar kecerdasan majemuk yang diinginkan. Misalnya seperti di bawah ini:

Saya memiliki keponakan perempuan usia 5 tahun. Namanya Shasa. Karena #KABP2017SBY ini, saya yang masih calon Bunda bisa menerapkan permainan apa yang bisa dilakukan berdua bersamanya. Pada www.morinagamiplayplan.com, saya memperoleh referensi bahwa permainan pasir garam berwarna cocok untuk anak di usia 5 tahun. Ini bisa mengasah kecerdasan visual spasial dan kecerdasan kinestetik Shasa. Kemudian, saya beli permainan ini via online. Dan… taraaa…! Shasa suka sekali memainkannya. Ia antusias menabur garam berwarna pada gambar dan sambil itu, saya pun bertanya tentang warna apa yang ia tabur. Senangnya… Shasa bisa menjawab dengan benar dan dia pun kemudian hapal warna-warna yang dipilihnya.


Beruntung sekali Morinaga memiliki MIPlayPlan sehingga bisa membantu stimulasi anak dengan baik. Gak rugi mampir ke booth #KABP2017SBY MIPlayPlan. Jangan lupa download dan cetak permainannya di website www.morinagamiplayplan.com ya. Kenali kecerdasannya sejak dini wujudkan multitalentanya dengan #30HariMain MIPlayPlan!


Bunda Romy menutup #KABP2017SBY dengan pesan, “Tidak ada sekolah menjadi orang tua. Tetapi orang tua dapat belajar dari memahami anaknya.

Ah… rasanya tepat sekali. Saya dan Mas Boz yang haus ilmu tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi calon anak kami nantinya sangat terbantu dengan hadir di acara Konferensi Ayah Bunda Platinum ini. Tidak terasa 6 jam berada di #KABP2017SBY tapi rasanya masih kurang lama untuk gali dan gali lebih banyak pengetahuan. Bagaimana nutrisi tum-bang optimal untuk Generasi Platinum yang Multitalenta, faktor-faktor pembentuk anak generasi multitalenta, stimulasi dan peran orang tua dalam mengembangkan Generasi Platinum yang Multitalenta serta macam permainan yang membentuk kecerdasan multitalenta dikupas tuntas dalam #KABP2017SBY.

Terima kasih Morinaga dan Kalbe Nutritionals atas edukasinya  yang sangat bermanfaat bagi orang tua dan para calon orang tua seperti saya dan Mas Boz. Terima kasih pula telah membantu mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik dengan menghadirkan inovasi unggulan MoriCare+ Prodiges yang lebih dari sekedar nutrisi serta telah menghadirkan modul stimulasi digital MIPlayPlan. Saya siap menjadi Bunda Platinum yang nantinya mendidik generasi platinum yang multitalenta, dimulai dengan mendidik Shasa, keponakan saya terlebih dahulu.


Bagaimana dengan Anda, para Ayah Bunda?

Ciaooo…!


Salam manis, 



tha_