03 Januari 2020

Antisipasi Gigi Berlubang pada Anak


Gigi berlubang bukanlah masalah kecil.
Apalagi  bila sang buah hati yang mengalaminya. Di liburan sekolah ini, Shasa sudah 2 kali kehilangan gigi seri, di atas dan bawah. Hal ini sudah kami mengerti akan terjadi sebab sudah beberapa kali saya mengajak Shasa ke dokter gigi agar mendapat perawatan lebih lanjut pada gigi berlubangnya, namun selalu ditolaknya. Sudah saya katakan kalau bisa saja giginya copot kalau terus-menerus berlubang dan dia pun mengira ucapan saya hanyalah gurauan belaka.

Sekarang, di usianya yang baru 7 tahun, Shasa jadi ompong. Untuk menggigit makanan, dia menggunakan gigi taring dan premolar yang  ada di samping kanan dan kiri mulutnya. Tapi meski sudah kehilangan giginya, Shasa tak kapok banyak makan camilan manis dan dingin yang bisa merusak kembali giginya bila malas gosok gigi. Ah namanya juga anak-anak...

Gigi berlubang menimbulkan rasa sakit, tidak nyaman saat makan karena ada sisa makan yang menyelip, nafas jadi tak sedap, hingga yang paling parah bisa menimbulkan kehilangan gigi serta infeksi apabila terjadi luka. Memang kemudian gigi susu pada anak bisa tumbuh kembali, namun bisa berdampak pada proses cerna makanan dan ketidaknyamanannya. Sang buah hati bisa jadi malas makan bila giginya terasa tidak enak. Pun akan kesakitan karena gigi berlubang rasanya bak ada ulat yang menggerogoti di dalamnya.

Pada dasarnya, gigi berlubang bukanlah sesuatu yang instan terjadi. Kerusakan gigi ini berlangsung bertahap yang jika dibiarkan maka akan menjadi lubang besar pada gigi dan memberikan banyak keluhan. Diawali dari menumpuknya bakteri di dalam mulut dan membentuk substansi lengket bernama plak. Plak lalu mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Bakteri pada karang gigi lalu mengeluarkan zat asam yang mengkikis bagian gigi bagian luar yang namanya email hingga kemudian timbul titik halus dan lama kelamaan jadi lubang pada gigi.

Sedia payung sebelum hujan, antisipasi lebih baik. Karenanya sebelum terjadi gigi berlubang pada anak, lebih baik lakukan tindakan pencegahan. Cara mudahnya ialah mengurangi memberikan makanan manis seperti permen atau cake yang penuh cokelat atau krim manis. Bila si kecil menyukainya, ajarkan padanya agar segera membersihkan gigi dengan cara menggosoknya memakai pasta gigi. Dengan gigi yang bersih, niscaya plak tidak akan terbentuk dan gigi tidak akan berlubang.

Bersihkan gigi anak sedari dini, sejak awal munculnya gigi susu pertama di usia 6-12 bulan. Cara membersihkannya cukup memakai kapas atau kassa atau kain halus yang sudah dibasahi dengan air matang hangat, lalu digosokkan secara lembut pada gigi anak. Ketika gigi anak sudah banyak, seperti pada anak usia 2 tahun, ajarkan padanya bagaimana cara menggosok gigi yang benar. Caranya dengan memberikan contoh secara nyata, ikut gosok gigi di hadapannya agar si kecil mau menirukannya.

Untuk anak seusia Shasa yang sudah lebih mengerti bila diberitahu, bisa diajak menonton film kartun yang menceritakan tentang pentingnya gosok gigi. Dengan demikian si kecil akan jadi lebih mengerti dan lebih mudah memahami bahwa gosok gigi harus dilakukan minimal 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Pun mengajaknya periksa rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Pilih dokter gigi anak yang memberikan fasilitas menyenangkan bagi si kecil, misalnya playground, agar dia mau pergi ke sana dan diperiksa giginya.

Antisipasi gigi berlubang pada anak tergantung bagaimana peran orang tua. Saya 'kecolongan' kasus gigi Shasa karena dia dirawat Mama saya. Namanya Nenek, pasti memanjakan cucunya. Apa-apa dituruti, namun sampai alpa gosok gigi. Semoga pengalaman ini tak terulang pada Zril, adik Shasa. Apalagi sejak giginya copot, Shasa selalu mengajak adiknya untuk gosok gigi. Ini bukti sayang Shasa yang tak ingin adiknya mengalami nasib gigi berlubang sepertinya.

27 komentar:

  1. Pengalamannya sangat berharga sekali ya kak untuk pribadi, sekaligus buat para pembaca blog ini. Terimakasih banyak sudah berbagi.

    BalasHapus
  2. Iya ya, masalah gigi berlubang ini bukan masalah kecil apalagi jika terjadi pada buah hati. Semoga elan-pelan Kak Sasha bisa belajar menjaga kesehatan giginya sendiri.

    BalasHapus
  3. Iya ya, masalah gigi berlubang ini bukan masalah kecil apalagi jika terjadi pada buah hati. Semoga elan-pelan Kak Sasha bisa belajar menjaga kesehatan giginya sendiri.

    BalasHapus
  4. Disiplin memang penting banget untuk kesehatan buah hati ya Mak.
    Yuk yuk, semoga kita makin semangaaatt ngajarkan kedisiplinan termasuk dalam urusan perawatan gigi

    BalasHapus
  5. Iyaa aku sedang melatih bocah nih biar rajin sikat gigi, suka kabur, huhuhu..

    BalasHapus
  6. iya nih, saya juga masih kesulitan menertibkan anak-anak buat sikat gigi. Mungkin karena di keluarga kami belum ada yang pernah ngerasain sakit gigi, jadinya agak susah kasih perumpamaan. Di kasih tontonan orang sakit gigi karena malas sikat gigi, nggak mempan juga

    BalasHapus
  7. Semoga yang tanggal masih gigi Susu ya mba... sehingga mba Shasa masih berkesempatan gigi yang copot tumbuh kembali...

    BalasHapus
  8. Hal ini benar2 pr besar untuk setiap ibu ya. Aku pun sangat protect soal kesehatan gigi ini. Selain rajin sikat gigi, aku rajin ngajak ngecek ke dokter supaya bisa cegah lebih awal kalo ada yang rusak

    BalasHapus
  9. Ini sama kayak anakku, giginya gak ada 2 jadi kalau gigit makanan dia agak kesusahan apalagi kalau keras. Kalau urusan gigi berlubang tuh kasihan akum apalagi kalau yang ngalamin anak-anak.

    BalasHapus
  10. Wah kasian Shasa, semoga gigi barunya cepet tumbuh ya Nak. Setuju mba, cara saya sama ama mba untuk antisipasi gigi berlubang pada anak. Saya juga membiasakan anak untuk gosok gigi dari dia masih bayi. Bahkan dari ketika giginya belum tumbuh, seperti membersihkan lidah dan mulutnya allhamdulillah jadi kebiasaan juga ke anak sekarang jadinya, terus ditambahin juga ama baca buku tentang manfaat gosok gigi. Jadi dia makin termotivasi dan tahu mengapa harus gosok gigi

    BalasHapus
  11. Anakku sampai usia 7 tahun tidak ada yang bolong giginya Alhamdulillah karena emang aku konsen banget di masalah sikat gigi dan jangan sampai berlubang.

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah memang berasa banget penting untuk antisipasi supaya gigi anak ga berlubang. Soalnya ini emang bikin anak nggak nyaman kalau kejadian.

    BalasHapus
  13. Anakku bentar lagi 7 tahun tapi gigi susunya masih pada kenceng padahal caries udah konsul ke dokter malahan dokter giginya bilang ga berani cabut takutnya malah gigi baru ga tumbuh huhu dilema akutuh

    BalasHapus
  14. Emang harus dibiasakan sikat gigi sejak kecil biar kebiasaan soalnya kalau sudah bolong ribet, apalagi kalau pas sakit gigi huhuhu, rewel.

    BalasHapus
  15. Gigi berlubang dan kemudian sakit gigi. Aku dulu sering banget mengalaminya. Apalagi pas kecil hoby banget jajan permen.

    Untuk mencegahnya memang harus diarahkan dari kecil untuk rajin gosok gigi. Semoga Sasha giginya kembali membaik dan Zril tetap sehat.

    BalasHapus
  16. Anakku dulu waktu kecil rajin sikat gigi sebelum tidur, tapi dasarnya minum susu pakai botol jadi gigis gitu. Beda nih yang bungsu, padahal sama-sama minum susu pakai botol. Kayaknya jenis giginya pengaruh, atau bisa juga efek minum antibiotik karena yang sulung dulu keseringan dapat obat itu dari dokter

    BalasHapus
  17. Gigi lubang ini emang g enak. Jangankan anak kecil orang dewasa aja senut2 ga karuan huhuhuhu

    BalasHapus
  18. Nah iya kak anakku Juga yg perempuan Ada lubang pdhl d rumah Dan telaten bngt seblum tidur itu hrs dikat Gigi...

    BalasHapus
  19. Anak aku yg pertama itu.. Duh. Giginya berlubang terus. Gak tau deh salah dimana. Padahal jarang makan manis n sebelum tidur selalu gosok gigi. Huhu

    BalasHapus
  20. Anakku yang paling kecil nih paling suka makan permen. Tapi biasanya sebelum tidur aku suruh sikat gigi . Untung anaknya nurut. Jadi alhamdulillah tidak berlubang giginya. Semoga tidak ya.

    BalasHapus
  21. Anak saya giginya banyak berlubang, padahal dia bukan penyuka makanan manis. Bahkan apapun makanan manis dia nggak suka. Kuncinya sebenarnya pada saat sebelum tidur anak harus gosok gigi, karena saat tidur itulah bakteri-bakteri aktif melakukan pembusukkan pada gigi.

    BalasHapus
  22. Waktu liburan kemarin aku bawa si bungsu, 10 tahun ke dokter gigi. Ada 2 yang mesti dicabut dan 3 yang ditambal. Ini karena sudah 3 tahunan dia trauma ke dokter gigi. Padahal biasa aku bawa mereka setahun kali buat periksa. Dokter terakhir yang nyabut gigi bungsunya (gigi geraham dewasa sudah ada tapi yang lama belum tanggal jadi harus dicabut) dokter baru, jadi bius belum meresap sudah dicabut. Dia trauma karenanya.
    Syukur sekarang sudah mau ke dokter gigi
    Semoga anak-anak Mbak giginya sehat ya

    BalasHapus
  23. Pencegahan memang lebih baik ya, Mba. Kalau sufah grepes dan coklat2 macam gigi anak saya, duh nyesel banget deh.

    BalasHapus
  24. Gigi anak-anak ini memang ajaib.
    MashAllah~

    Dan kalau kejadiannya begini, jadi sadar banget pentingnya mengunjungi dokter gigi minimal 6 bulan.
    Agar ketauan kalau ada gigi yang jurang sehat.

    BalasHapus
  25. Iya sih, kalau kebanyakan makan yang manis-manis bisa bahaya untuk gigi. Harus diimbangi dengan rajin gosok gigi agar endapan dari makanan manis tadi tidak nempel di gigi.

    BalasHapus
  26. Hal-hal yang ngga kepikiran sebelumnya akhirnya kepikiran juga dari artikel ini, terimakasih ya kak sudah berbagi tips:)

    BalasHapus
  27. Masalah gigi anak ini cukup kompleks juga ya. Kadang sudah berusaha jaga banget tapi masih kecolongan juga. Alhamdulillah Kak Sasha meski giginya ompong tetap santai saja nggak minder. Semoga segera tumbuh lagi giginya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*