11 Januari 2020

Berpikir Positif dan Aktif Wujudkan Impian dengan Planner Handmade "The Positivity Kit"


Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk wujudkan resolusi baru. Apa itu resolusi?
Kalau biasanya kita mengibaratkannya sebagai target hidup yang baru, sejatinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari resolusi ialah kebulatan pendapat dari permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat. Namun kini kata resolusi mengalami perluasan makna menjadi harapan yang sungguh-sungguh dari seseorang. Yang jelas, resolusi yang dimaksud bukan resolusi gambar pada dunia digital. Lalu apa resolusimu, Kawan?

"Mau lebih baik dibandingkan tahun lalu!" merupakan jawaban yang klise. Menentukan resolusi hendaknya lebih jelas dan spesifik agar lebih mudah mewujudkannya. Resolusi juga wajib ditulis agar tidak lupa, mengingat pengalaman selama bertahun-tahun yang hanya mencatat resolusi dalam angan-angan lalu menghilang dalam hitungan hari. Dampaknya pada awal Januari begitu menggebu, tapi masuk minggu kedua seperti saat ini mulai loyo dan kembali melupakan target hidup.

Cara Agar Resolusi Tak Hanya Mimpi

Agar tidak mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan di tahun lalu dan ingin menggapai sukses di tahun ini hingga seterusnya, saya telah memiliki "The Positivity Kit". Si kuning tebal ini merupakan planner handmade buah karya kreatif dari seorang guru bernama Kak Fajriana Ardiana. Meski dirangkai sendiri, planner ini dibuat dengan menarik dan unik. Warna-warni cerahnya memberikan kesan positif yang menyemangati.


Planner berspiral ini memudahkan kita untuk menulis dengan leluasa. Bolak-balik halamannya jadi lebih gampang. Apalagi sudah ada template tentang apa yang harus ditulis, membuat kegiatan serta target yang diinginkan bisa tercatat dengan rapi. Jadi gak sampai bengong begitu buka planner.

Kegagalan di tahun lalu membuat saya semakin bersemangat mengubah kebiasaan. Bila sebelumnya kerap mager alias malas gerak, gara-gara "The Positivity Kit" saya menjadi lebih aktif dan berpikiran positif. Yakin target apa yang saya tulis akan tercapai, yakin bisa melakukan segala hal yang diinginkan, yakin Allah pasti selalu beri kekuatan dan rahmat-Nya. Saya jadi lebih berani menuliskan impian, karena menuliskannya ialah bagian dari doa.

Ada hadis yang diriwayatkan lima sahabat Rasulullah yakni Salman al-Farisi, Sulaiman bin Shard, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan Abdullah bin Umar. Rasulullah bersabda, "Allah itu Zat Maha Hidup dan Mulia yang malu ketika seorang hamba-Nya berdoa kemudian Ia menolak mentah-mentah doa tersebut."

Ditambah hadist nabi, “Sesungguhnya Allah berkata, Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap Aku dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim).

Yang dikuatkan ayat Al Quran dalam "Ud’uni astajib lakum," yang artinya: berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan (QS Al Mukmin:60).

Dengan berani menuliskan apa yang menjadi target hidup serta rutinitas yang dilakukan, secara otomatis juga mengharapkan bantuan Allah. Meminta bantuan agar diberi kekuatan dan kelancaran mewujudkan apa yang ditulis. Pu  pada planner ini diberikan halaman untuk menuliskan ungkapan syukur atas apa yang Allah beri. Sehingga kita jadi selalu ingat Allah, mengharap ridho-Nya atas segala langkah kita di dunia.


Sejujurnya saya bukanlah sosok yang suka menuliskan target hidup. Dulu sekali pernah melakukannya namun ternyata tak banyak yang tercapai. Kemudian saya menjadi sosok yang spontanitas, menjalani hidup sesuai apa adanya. Let it flow, jalani saja. Namun akhirnya malah berujung tak jelas karena tanpa tujuan yang pasti.

Setelah waktu berlalu, saya sadar bahwa Allah Yang Maha Baik bukannya tak mengabulkan pinta hamba-Nya. Sebab Ia mengabulkan dengan 3 cara:
1. Allah akan mengabulkan doa sesegera mungkin
2. Allah akan menyimpan dengan menjadikannya pahala di akhirat kelak
3. Allah akan menjauhkan dari kejelekan.

Sejak sadar, saya lalu malu pada-Nya. Apalagi setelah kini banyak keinginan yang saya tulis langsung dikabulkan-Nya. Bahkan poin pertama pada target 1 tahun ke depan di planner "The Positivity Kit" mendapat jawaban meski sebagai manusia saya belum bisa mengambil kesempatan emas tersebut. Penasaran apakah itu? Mari kita kupas dulu isi "The Positivity Kit" karya @fajriana.ardiani ini ya.

Detail Isi Planner "The Positivity Kit"

Halaman pertama dibuka dengan menuliskan siapa pemilik planner seukuran buku tulis ini. Saya menuliskan nama saya, diikuti sebutan anaknya Mama agar selalu ingat bahwa meski telah menjadi seorang istri dan berbeda rumah dengan beliau, selalu ada peran Mama dalam setiap langkah hidup saya. Doa Mama yang didengar Allah, ridho Mama yang diijabah Allah. Tanpa Mama, tidak akan ada saya. Untuk itulah rencana hidup saya pun teruntuk membahagiakan beliau dan suami serta anak saya tercinta.


Halaman selanjutnya berwarna biru, warna favorit saya. Dengan judul berlatar merah yang menguatkan bahwa ini merupakan hal yang penting untuk ditulis. Apa 'Target 1 Tahun ke Depan', saya tuliskan dengan hati-hati. Saya pikirkan matang-matang sebab impian-impian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya akan saya wujudkan di tahun ini.

Halaman 'Target 1 Tahun ke Depan' ini lebih tebal karena merupakan 2 lapis. Kesannya eksklusif. Saya bersemangat sekali mengisinya. Katanya kan kalau bisa tulis 100 impian atau target hidup, maka satu per satu bisa benar-benar terwujud. Percaya tak percaya. Nyatanya poin pertama langsung mendapat jawaban dari-Nya.


"Naik pesawat sekeluarga," dengan rasa penuh harap saya menulisnya. Tak lama, ada kabar bahwa saya masuk sebagai salah satu dari 35 finalis lomba vlog Bank Indonesia. Ada undangan datang langsung pada malam penganugerahan di Jakarta. Semua biaya akomodasi, mulai dari pesawat, hotel, hingga uang saku diberikan. Alhamdulillah.

Sayangnya hanya bisa saya sendiri yang berangkat. Padahal ada putra 2 tahun yang tak bisa saya tinggalkan sebab kami hanya tinggal bertiga di rantau. Dengan berat hati akhirnya saya tak bisa mengambil kesempatan emas ini. Semoga Allah memberikan ganti yang lebih baik, kami bisa pergi sekeluarga dengan naik pesawat untuk pertama kalinya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Planner ini juga mengingatkan bahwa selain rajin menulis, membaca buku pun penting. Untuk itulah diingatkan agar menuliskan buku-buku apa saja yang telah dibaca per bulannya. Pun diajari bagaimana cara menabung yang efektif agar biaa menghasilkan 10 juta dalam setahun. Hmmm... kudu hemat dan mulai rutin menabung, nih. Terima kasih telah diingatkan ya.

Untuk mewujudkan target setahun ke depan, perlu agenda bulanan untuk mencatat prestasi apa saja yang sudah didapatkan. Bahkan tertulis 'Challenge Bulan Ini', menuntut agar lebih kreatif dan melupakan hobi mager yang tiada guna. Planner "The Positivity Kit" memang merancang pemakainya agar terarah menjadi pribadi yang berkembang menjadi lebih baik lagi. Membantu agar bisa memiliki prestasi. Eits prestasi kan tidak harus berpiala, bisa memasak menu baru yang enak juga merupakan prestasi yang pantas ditulis pada pada 'Agenda Bulanan'.


Hidup ini jadi lebih menarik bila tak monoton. Ada kisah baru tiap harinya yang bila tertulis maka akan memberikan memori indah. Untuk itulah ada 'Agenda Harian & Teropong Pembiasaan' pada "The Positivity Kit" ini. Pasti terdorong untuk jadi lebih aktif dan berpikiran positif karena akan malu pada diri sendiri bila hanya terisi tidur, rebahan, nonton TV saja.




Pada bagian akhir "The Positivity Kit" sang jurnal kaya background ini, ada 'Jurnal Syukur'. Di sini bisa menuliskan apa saja hal baik yang Allah beri, yang membuat kita senang dan merasakan nikmat-Nya. Menulis bahwa anak sudah mulai doyan makan, lancar toilet training, kita sudah bisa bikin kue kukus, atau suami yang gajinya naik, boleh sekali ditulis. Dengan begitu kita akan tahu betapa banyak yang Allah beri. Betapa banyak impian yang sesungguhnya telah terwujud tanpa kita sadari.

Hal lain yang menyenangkan dalam planner millenial yang bisa catat target hidup serta impian ini adalah adanya aneka quote penyemangat diri. Dengan membacanya, hati jadi senang dan semakin tertuju untuk menjadi insan yang selalu bahagia dan berpikir positif. Omongan orang mungkin bisa mempengaruhi namun kunci agar diri mau berubah lebih baik lagi adalah kesadaran atas kesalahan dan keinginan untuk membenahinya. Kalau bukan diri sendiri, siapa lagi?


Jadi... sudah siapkah mewujudkan segala resolusi? Sudah siap menjadi pribadi baru di tahun yang baru? Sudah siap untuk mencatat dan meraih segala impian? Yuk sama-sama menuliskannya dalam "The Positivity Kit" karya @fajriana.ardiani 😘



45 komentar:

  1. Keren ya bukunya...bisa semangat nulis resolusi dan rencana yg detail nih didalamnya

    BalasHapus
  2. di tengah arus info negatif di media, dan juga sosial media, kayaknya saya butuh ini deh. Sesuatu yang ditulis di atas kertas/notes/buku. Bagus juga buat jiwa

    BalasHapus
  3. Wah berapaan ini, kayaknya bida direfill juga ya sama binder yang polos ya. Semakin semangat karena quotenya

    BalasHapus
  4. Wah asyik nih suka banget liatnya sayangnya saya tipe ga disiplin mahidi deh..suka banyak kosongnya jadinya..hehe

    BalasHapus
  5. bagus yaaa ada planner yang seperti ini. Penuh dengan energi positif dan pastinya mendukung kita yang ingin selalu maju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada jurnal yang keren biasanya kita akan kebih semangaat yaa mba

      Hapus
  6. Oh aku pikir selama ini mbak Artha tinggal deket ortu hehe ternyata jauh ya.
    Bagus plannernya mbak. Kalau corat coret di kertas gtu emang beda rasanya dengan pakai apps planner. Jd pengen punya jurnal jg

    BalasHapus
  7. Langsung disentil pas sampai di bagian ini:

    "...waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya, maka ialah yang menebasmu!"

    So true, so true!

    Terima kasih quote-quotenya sangat menginspirasi, mba :)

    BalasHapus
  8. Bagus banget bukunya. Tahun lalu aku juga pake planner book yg bergambar ky gtu. Tapi tahun ini pengen nyobain planner boon yg polos. Semoga tetap sama dan lebih baik terus untuk 2020.

    BalasHapus
  9. Saya juga pengguna planner atau bullet journal mbak, terbukti beneran membuat saya lebih terstruktur dan ga banyak mager

    BalasHapus
  10. Note atau jurnal seperti ini tuh bener-bener 'memaksa' kita untuk menulis ya, Mbak. Apalagi yang ditorehkan adalah hal-hal positif yang terjadi dalam kehidupan kita.

    BalasHapus
  11. sekarang jenis jurnal banyak banget yah, aku juga punya jurnal buat track jadwal sama keseharian aku ngapain aja hehehe

    BalasHapus
  12. Sejak medio 2019 aku juga mulai bikin planner tapi lebih buat arrange jadwal dan mendata project sih plus buat stress relieve dgn hias2 gitu. Semangat mba, semoga makin banyak target tercapai di tahun 2020 ini ya 🤗

    BalasHapus
  13. Aku suka banget nih koleksi planner kayak gini, tapi entah kenapa jarang banget keisi. Harus mulai rajin nih mumpung masih awal tahun. Rencanain tahun ini jauh lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok sama ya kita mba :)) Pas awal tahun biasanya aku juga hobi berburu planner, di tengah jalan ntar udah ga semangat aja ngisinya. Harus mulai mendisiplinkan diri untuk menulis di planner lagi nih. Note to my self.

      Hapus
  14. menarik banget ini bukunya mba, jadi bis memandu orang yang mungkin baru pertama kali membuat rencana atau resolusi ya.

    BalasHapus
  15. Wah ini planner yg unik dan bagus yaah.. kita jadi tergerak buat melakukan hal2 positif setiap harinya.. kereenn

    BalasHapus
  16. Harusnya aku punya ini ya Mba, buar lebih tertata planning hidupnya

    BalasHapus
  17. InsyaAlloh nanti diganti yang lain ya mba tapi keren loh mba bisa masuk 35 finalis mantabb sekali

    BalasHapus
  18. waa ini plannernya unik banget ya mbak, tahun lalu aku juga pake planner kaya gini nih, emang beneran ngebantu banget yaa, tapi untuk tahun ini aku lagi cobain planner yang ada di HP nih biar lebih praktis hehehe

    BalasHapus
  19. Planner kayak gini terkesan jadul namun buat saya pribadi ini lebih efektif daripada jurnal/notepad online di hape saya

    BalasHapus
  20. Bagus nih untuk memotivasi kita agar mantap menuliskan resolusi yang ingin kita capai. Juga ada poin-poin yang detail tentang harapan vs realita, jurnal syukur, komplit banget ya. Mendorong kita untuk lebih terencana dalam segala hal melalui penulisan di planner ini.

    BalasHapus
  21. Keren yakin ini Tha, bukunya. Warna warni dan bikin kita semangat isi.
    duh pengen kepo-kepo juga ah, kayak apa lagi motif yang lainnya.

    BalasHapus
  22. aku jadi baca berekali kali pelan=pelan Artha,
    apalagi tulisan ini...

    "Naik pesawat sekeluarga," dengan rasa penuh harap saya menulisnya. Tak lama, ada kabar bahwa saya masuk sebagai salah satu dari 35 finalis lomba vlog Bank Indonesia. Ada undangan datang langsung pada malam penganugerahan di Jakarta. Semua biaya akomodasi, mulai dari pesawat, hotel, hingga uang saku diberikan. Alhamdulillah.

    Allah selalu KABULKAN DOA KITA SI PEMINTA ini, hanya syukur dan ikhlas - diwujudkan juga dalam jurnal ikhlas yaaa

    BalasHapus
  23. Keren banget nih plannernya. Jadi pingin punya, deh. Moga ga cuma anget di awal, ya

    BalasHapus
  24. Buagussss banget Mba Arthaaa
    Ya Allah, aku jadi puingiiin

    BalasHapus
  25. Nah kalau ada planner seperti ini, jadi memudahkan sekali ini mba untuk menentukan nanti apa aja yang ingin dilakukan biar tujuannya tersampaikan :)

    BalasHapus
  26. Wah jurnalnya cantik, jadi bikin semangat mengisinya, refreshing juga dari hape karena kita menulis impian kita dengan tangan sendiri..tuliskan impian insya Allah, didengar Allah dan semesta

    BalasHapus
  27. The Positivity kit..
    Wah bisa jadi reminder ini ya. bikin resolusi terus kalau lagi down bisa dibaca lagi buat menyemangati diri. Bagus bangets!

    BalasHapus
  28. Aku kebetulan dapat nih daily planner, tapi ya kok belum diisi dan kadang bingung mau ngisi apa, soalnya resolusiku banyak banget tapi keinginan untuk mewujudkannya minimal banget...sedih ya. Kayaknya aku butuh nih The Positivity Kit, biar jadi penyemangat menuliskan mimpi dan harapan serta berusaha mewujudkannya.

    BalasHapus
  29. Menuliskan ke buku begini membuat semua lebih terencana ya mbak, jadi kalo gagal pun bisa di evaluasi

    BalasHapus
  30. Lengkap ya isi plannernya, jadi pengen punya deh... Sejak berhenti kerja enggak pernah punya, padahal tetap penting ya karena irt juga punya mimpi...

    BalasHapus
  31. Keren ya. Emang kalo cuma dipikir dan direncanakan, nggak ditulis, semua akan ambyar pada waktunya. Wkwkwk. Beruntung skrg banyak planner2 macam ini.

    BalasHapus
  32. Waktu masih single aku punya book planner gitu mba, kuisi biar ada target dan terencana jadwalku itu waktu pas bongkar2 setelah nikah aku buang karena isinya target ketemuan sama mantan wkwkwk *eaa yaampun alay :p

    BalasHapus
  33. Aku dulu suka ngaret kaya gini. Tapi beberapa tahun mulai malas, ckckck

    Planernya lucu. Suka yang bagian syukurnya karena ini penting agar kita makin bahagia

    BalasHapus
  34. Sepertinya kita sama, Mbak. Dulu suka menuliskan target-target yang ingin dicapai. Bahkan saya menuliskannya di kertas yang besar lalu ditempelkan di tempat yang sering terlihat. Tapi dua tahun ini saya gak menuliskannya dan membiarkan hidup mengalir apa adanya. Jadinya banyak target yang tidak terpenuhi. Hiks
    Mungkin memang sebaiknya saya tuliskan lagi resolusi untuk tahun ini, ya, Mbak

    BalasHapus
  35. ini pesan di mana mba planner positivity kit ini? sungguh memotivasi diri buat lebih baik banget ini mah

    BalasHapus
  36. Segala sesuatu kalau direncanakan secara matang, hidup jadi lebih terkonsep, teratur terarah dan sesuai tujuan ya. Jadi gak galau n bingung lagi mau ngapain n mau kemana :)

    BalasHapus
  37. Bener banget kalau segala sesuatu yang di rencanakan itu bakal lebih indah dari pada yang enggak di rencanakan ya mom

    BalasHapus
  38. Bener bngt ya klo resolusi Kita di catat Detail Isi Planner "The Positivity Kit jd bikit tambah semangat utk mewujudkan y mba

    BalasHapus
  39. Akutuh dr dulu suka banget koleksi binder gitu mba. Apakah data tulisan asli aku tuh jelek pake banget. Jadi ya kasian kertasnya bagus2 kena tulisan aku. Haha. Anehnya aku gak jera. Malah ngeprint tulisan via komp trus ditempel di binder. Liat positivity kit ini aku jd kena racun baru dah

    BalasHapus
  40. Karena sudah berkurang akses terhadap dunia offline dan buku, saya buat plannernya di Handphone dan ada notofikasi untuk mengupdate atau menyelesaikan planning.

    BalasHapus
  41. Aku juga bikin journal setiap tahun bareng suami untuk melihat apa tujuan kita dan bagaimana mencapainya. Ini enak nih udah jadi journalnya.

    BalasHapus
  42. Plannernya keren. Jadi pengin punya. Dijual dimana ini mbak?

    BalasHapus
  43. JOurnal, ini masih jadi PR-ku banget. Biasanya aku punya rencana besar tahunan, tapi ya itu kurang detil. Sukanya ada kejutan di tengah jalan. Dengan planner kayak gini jadi lebih rapi ya. Lebih mudah diingat dan dievaluasi.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*