Categories

28 Januari 2020

Pembersih Botol Susu Pilihan Ibu


Diare menjadi penyebab ketiga kematian bayi di dunia setelah infeksi pernafasan dan komplikasi bayi prematur. Data ini saya ambil dari Institute for Health Metrics and Evaluation yang dipublikasikan lewat ourworldindata.org, data terbaru pada Februari 2018. Mirisnya, ternyata salah satu penyebab diare pada bayi adalah salah mencuci botol susu sehingga bayi jadi sakit. Duh!

Mungkin mencuci botol susu dirasa sebagai pekerjaan yang mudah. Tapi nyatanya banyak ibu yang masih belum bisa mencuci botol susu dengan benar. Saya, salah satunya. Akibat pernah salah mencuci botol susu, Zril anak saya, pernah kena diare. Beruntung saya langsung tanggap dan diare lekas teratasi. Terlambat melakukan penanganan diare, bisa berdampak pada dehidrasi yang berujung kematian. Seram!

Bukan hanya botol susu yang wajib dijaga kebersihan dan kesterilannya, alat makan dan makanan si kecil pun demikian. Seorang ibu harus tahu bagaimana cara membersihkan kesemuanya tersebut dengan benar sebelum digunakan ataupun dimakan si kecil. Jika keliru saat membersihkan, bisa-bisa virus, bakteri, dan parasit membawa berbagai penyakit yang dapat mengancamnya. Mulai sariawan ringan sampai yang lebih serius seperti muntah-muntah dan diare.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

- Menunda Mencuci Botol
Dari pengalaman saya selama ini, rasa malas mencuci botol kadang mendera. Karena setelah habis sebotol, Zril minta sebotol susu lagi dan itu saya berikan dengan memakai botol susu yang baru. Akibatnya saya lalu menunggu tumpukan botol susu dulu baru setelah itu mencucinya. Padahal hal ini salah besar! Apalagi bila diletakkan di wastafel, tempat yang merupakan sarang kuman.

Selain itu, ASI perah dan susu formula bisa meninggalkan noda di dasar dan pinggiran botol. Bila dibiarkan dan tak segera dicuci mengakibatkan nodanya menumpuk dan semakin susah dibersihkan. Akan ada kerak yang membuat botol susu pudar warnanya dan tampak kotor. Pun memicu bakteri karena kerak ini membuat botol susu menjadi lembab, kondisi yang disukai bakteri.

- Tidak Mencuci Tangan
Sebelum mulai mencuci botol susu, alat makan dan buah serta sayur yang akan dikonsumsi si kecil, ada baiknya mencuci tangan terlebih dahulu. Seorang ibu yang notabene selalu melakukan banyak pekerjaan rumah, tentunya tangan tak selalu bersih. Misalnya saat asyik menyapu, eh si kecil minta dibuatkan susu. Pasti sapu langsung diletakkan, kemudian mengambil botol susu dan segera menyiapkan susu. Cuci tangan dilupakan.

Bisa jadi tangan ibu menjadi biang keladi penyebaran bibit penyakit. Jika tidak mencuci tangan terlebih dahulu, bisa saja kuman-kuman pada tangan itu lalu pindah ke botol susu si kecil. Akibat si kecil jadi sakit.

- Tidak Maksimal saat Membersihkan Botol Susu
Jujur deh selama ini bagian botol yang mana yang selalu dibersihkan? Biasanya hanya bagian dalam botol, bagian luar botol dan dot. Leher botol dan penyambung dot dengan botol biasanya hanya dibilas tanpa sabun. Tidak ikut digosok sampai bersih seperti bagian dalam botol susu.

Padahal di sinilah kerak susu berbekas dan bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman. Coba deh amati, biasanya masih banyak kerak yang menempel tapi luput dari perhatian. Hendaknya bagian tersebut jangan sampai diabaikan. Dot dan penghubungnya (gelang dot) yang berulir itu sebaiknya dilepas dulu, baru dicuci dan disikat hingga bersih.

- Tidak Membilas Menggunakan Air Mengalir
Mencuci botol susu dan alat makan si kecil memang menghabiskan banyak air karena harus dibilas hingga bersih. Jangan sampai ada busa atau sabun yang tersisa yang bisa menyebabkan penyakit. Seorang ibu harus telaten, tidak hanya merendam dengan air panas, menyikat botol dan membilas hingga sabunnya hilang. Tapi juga membilas di bawah air mengalir.

Demi menghemat air, ada ibu yang memilih membilas botol susu dan alat makan si kecil dengan cara merendamnya di wadah yang berisi air bersih. Setelah busanya menghilang, baru diangkat dan dikeringkan. Padahal hal itu justru membuat kotoran kembali menempel. Mungkin memang botol pertama akan terlihat bersih, tapi botol selanjutnya terkena bekas sabun dari botol yang pertama. Rasanya membilas dengan merendam seperti itu akan membuat kuman kembali bersarang.

Sama seperti usai mensterilkan dengan cara merebus, namun setelah itu tak segera diangkat padahal proses sterilisasi usai. Air di panci sterilisasi mendingin, bakteri bisa kembali menempel. Proses sterilisasi jadi percuma bila botol susu tak segera ditiriskan dan dikeringkan dengan lap bersih lalu disimpan di tempat yang kering.

- Menggunakan Pembersih Botol yang Salah
Karena mengira cara membersihkan botol susu dan alat makan si kecil sama dengan milik orang dewasa, maka ibu biasanya menggunakan sabun cuci piring untuk membersihkannya. Inilah salah satu kesalahan yang paling fatal.

Sabun cuci piring biasa memiliki kandungan surfaktan yang kebanyakan berasal dari bahan kimia, oleh karena itulah memiliki daya pembersih yang lebih baik daripada surfaktan dari bahan alami. Sayangnya... Surfaktan dari bahan kimia ini cenderung lebih sulit dibilas sehingga bisa meninggalkan residu yang dapat membahayakan kesehatan si kecil. Karena itulah untuk membersihkan botol susu, alat makan dan segala buah sayur yang akan dimakan Zril, saya memakai Baby Bottles & Accessories Cleanser dari Pigeon.

Alasan Harus Memakai Pigeon Liquid Cleanser



Sebagai ibu, harus cerdas dan cermat memilih mana yang terbaik demi kebaikan sang buah hati. Itulah mengapa saya memilih Pigeon Liquid Cleanser bernama Baby Bottles & Accessories Cleanser dari Pigeon. Pigeon Liquid Cleanser ini terbuat dari bahan-bahan alami food grade. Mampu membunuh bakteri dan efektif menghilangkan sisa lemak susu. Busanya pun sedikit sehingga proses mencuci jadi lebih mudah dan membilas jadi lebih cepat dan benar-benar bersih.


Tidak hanya untuk membersihkan botol susu dan alat makan, Pigeon Liquid Cleanser juga bisa untuk membersihkan peralatan ASI perah, empeng, mainan bahkan sayur dan buah. Sudah teruji secara dermatologis, paraben free dan lembut di tangan. Ah komplitnya... Yang terpenting, Pigeon Liquid Cleanser ini tidak mengandung metal sequestrants, stabilizing agent, antiseptik, dan sebagainya yang biasanya ada pada sabun cuci piring biasa.

Pigeon Liquid Cleanser ini juga tidak menimbulkan aroma karena tidak memakai pewangi. Tidak seperti sabun cuci piring biasa yang punya aroma yang sangat kuat, sampai sulit menghilangkan bau tersebut walau sudah dicuci berkali-kali. Bau sabun pada sabun cuci piring pun menempel pada telapak tangan. Tapi Pigeon Liquid Cleanser ini  tidak berbau sama sekali.

Produk Lain dari Pigeon


Selain Baby Bottles & Accessories Cleanser, Pigeon juga punya Pigeon Baby Laundry Detergent. Bedanya dengan deterjen biasa adalah Pigeon Baby Laundry Detergent ini punya formula khusus yang bernama teknologi Trap, Lift and Clean. Baik untuk mencuci dengan tangan maupun memakai mesin cuci. Terbuat dari bahan-bahan yang mampu membersihkan noda tanpa merusak pakaian, kulit tangan dan mesin cuci. Tangan tetap halus lembut karena Pigeon Baby Laundry Detergent tidak mengiritasi kulit.

Pigeon Baby Laundry Detergent diformulasikan dengan bahan-bahan yang mampu membunuh bakteri dan hanya memiliki sedikit busa. Hal ini membuat proses mencuci baju si kecil jadi lebih cepat dan mudah dibilas. Baju si kecil pun nantinya tidak bau deterjen dan tidak mengiritasi kulit sensitifnya.

Senang sekali produk Pigeon menjadi sahabat terbaik ibu karena bisa membantu membersihkan tanpa meninggalkan residu yang bisa menimbulkan penyakit pada sang buah hati Asyiknya lagi rangkaian produk ini sudah tersedia di minimarket dan toko-toko terdekat. Membelinya jadi lebih mudah. Terima kasih, Pigeon!

1 komentar :

  1. Eh baru tahu kalau produknya Pigeon selengkap ini. Kemarin-kemarin tahunya ya seputar bedak, shampoo, dan sabun bayi aja.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca ^^
Tolong berkomentar dengan sopan yaaa... Maaf kalau ada yang belum terjawab :*

Back to Top